
" mama tau semua ini dari siapa ma?" tanya Adrian pada sang ibu .
" tadi sore wanita itu datang ke rumah nak, dia yang mengatakan semuanya , awalnya mama tidak percaya tapi siap sangka dia menunjukkan surat nikah nya dan juga papa juga telah memberikan sejumlah aset keluarga kita padanya itukan hak kamu sayang " jelas sang ibu .
" biarkan saja , Adrian tidak menginginkannya lagipula Adrian sekarang sudah punya milik Adrian sendiri itu sudah lebih dari cukup tapi aku tak menyangka jika papa sampai berbuat seperti ini pada mama " tandas Adrian .
" mama juga tidak menyangka nya , papa mu sudah berubah nak " sambung ibunya .
" sudahlah karena mama sudah sini mulai sekarang mama tinggal lah di sini" karena Adrian juga tahu mama nya tidak akan mau kembali ke rumah itu lagi .
" terima kasih sayang, dan maaf merepotimu " ucap sang ibu.
" tidak kok lagian mama kan orang tua ku, oh iya maaf iya ma istriku tidak bisa menemui mu ,dia baru saja istirahat aku tak tega membangunkannya " tutur Adrian .
" tidak apa-apa , apa dia sakit? tanya ibunya .
Wanda menyela nya .
" tidak , Ranti tidak sakit dia sedang hamil makanya dia sering merasa lelah " jelas Wanda.
" ohh, iya anda ibunya Ranti ?" tanya ibu Adrian .
Wanda mengangguk, keduanya akhirnya saling mengobrol .
Adrian menghubungj salah satu orang bawahannya untuk memantau kembali ayahnya , dia ingin tahu siapa wanita ayang dinikahi ayahnya itu dan dia curiga jika ayahnya memang ada hubungan dengan masalah yang Ranti alami akhir-akhir ini .
" jika dia memang terlibat , akankan kejadian dulu terulang lagi " gumamnya sambil memandang langit malam dari arah balkon kamarnya .
pagi harinya , Ranti telah bangun awal seperti biasa dirinya menuju dapur berniat menyiapkan sarapan dan bekal untuk Adrian dan anaknya .
Ranti kaget melihat ibu Adrian kini sedang memasak di dapur , Ranti mengucek matanya berharap semua yang di lihatnya tidak nyata.
" astaga dia memang mamanya Adrian " batin Ranti .
" sayang kamu sudah bangun " sapa ibu Adrian dengan ramah .
__ADS_1
" i iya tante " jawab Ranti gugup .
" eistt jangan panggil Tante panggil mama kamu kan sudah jadi istrinya Adrian " tutur sang mertua .
" i iya Tan eh maaf mama " jawab Ranti malu.
" oh iya mama masak apa biarkan Ranti bantu " imbuh Ranti menawarkan bantuan .
" tidak perlu sayang, kamu kan sedang hamil lebih baik kamu banyak istirahat " jelas ibu Adrian .
" mama udah tahu ?" tanya Ranti , ibu Adrian menjawab " iya mama kamu sudah cerita sama mama"
" udah lebih baik kamu bangunkan Adrian saja untuk yana disini biar mama yang urus " akhirnya Ranti kembali ke dalam kamar , dilihatnya Adrian yang masih tidur .
kini karena selimutnya di tarik oleh Ranti hingga Adrian tak memakai selimut lagi jadi bagian tubuh Atas Adrian pun terekspos , apalagi jika bukan kebiasaannya yang tidur tanpa mengenakan baju.
Ranti dengan iseng menyentuh perut Adrian .
membuat nya terbangun sambil menggeliat.
" Ranti kamu kalo bangunin aku yang benar , Jangan kayak gini " ujar Adrian masih dengan muka bantalnya namun dirinya masih terlihat begitu tampan meski dengan rambut acak-acakan.
" iya ke kantor tapi sekali-kali bolos juga gak papa kan, lagian aku ada urusan penting di luar " jelas Adrian kembali berbaring di kasur dan memeluk bantalnya .
" ishh meski tidak ke kantor Jagan malas-malas an ayo bangun " sambil berusaha membangunkan tubuh Adrian .
" morning kiss dulu" goda Adrian .
" gak ada " jawab Ranti cepat .
" iya udah gak mau bangun " membuat Ranti kesal dan akhirnya dia mencium kening Adrian .
sedangkan Adrian mencium perut Ranti yang terlihat sedikit buncit membuat Ranti geli .
" udah cepat mandi sana " titah Ranti yang kini melepaskan pelukan Adrian pada tubuhnya .
__ADS_1
Ranti keluar dari kamar mereka sedangkan Adrian bergegas pergi ke kamar mandi .
di luar Ranti mengelus perutnya yang tadi di cium Adrian , ada perasaan nyaman dan damai " apa ini efek kehamilan ku " pikir Ranti .
di sebuah rumah
plak plak plak suara tamparan keras terdengar di sebuah ruangan .
" huhuhu ampun tuan " mohon Mia pada suami barunya yang saat ini menampar wajah mulus nya itu hingga merah .
" tuan tenang kan diri anda, nyonya sekarang sedang hamil" bujuk orang kepercayaan ayah Adrian agar menyudahi aksinya itu .
" jika bukan karena aku menginginkan anak lagi mana mungkin aku akan membiarkan wanita ini hidup huh , sungguh lancang sekali dia berani menemui istriku dan mengatakan semuanya , ajari dia agar bisa lebih menghormati ku dan jangan biarkan dia berani mendekati istriku lagi " ayah Adrian pergi meninggalkan Mia yang sudah kesakitan .
seorang pelayan rumah itu di suruh sang asisten untuk membantu Mia merawat lukanya .
" sudah aku peringatkan untuk lebih patuh, Jika kamu masih ingin menikmati kehidupanmu saat ini maka jangan melakukan hal yang membuat tuan marah apalagi menyakiti istri dan anaknya " jelas sang asisten lalu pergi mengikuti tuannya lagi .
" akhh sial , kenapa tua Bangka itu cepat tahu jika aku menemui istrinya kemarin apa mereka bertengkar hebat, tapi dilihat dari sikap istrinya itu seorang wanita yang menghormati suami jadi apa tua Bangka itu takut pada istrinya atau karena dia lebih menyukai istrinya yang tua dibandingkan diriku ?" kata Mia , sang pelayan menjawab.
" nyonya , tuan memang sangat mencintai nyonya besar tapi karena kematian putri mereka dan adanya perselisihan di antara kedua anak laki-lakinya hubungan keduanya jadi semakin renggang, jadi jika nyonya muda ingin mengambil hati tuan lebih baik ini saat yang tepat tapi nyonya harus pandai membuat tuan senang alih-alih membuatnya marah - marah " kata pelayan itu memberi nasihat .
" kamu tahu semua ini dari mana?" tanya Mia .
" karena saya dulu juga pernah bekerja di rumah tuan besar dan saya tahu persis sifat tuan dan nyonya bahkan tuan muda , tapi saya harap nyonya muda berhati-hati dalam bertindak karena jika tuan muda tahu nyonya membuat masalah pada orang yang di sayangnya tuan muda pasti tidak akan tinggal diam apalagi tuan muda sekarang sudah memiliki kekuasaan dan tidak takut pada tuan besar jadi tuan besar pun tak akan bisa menahannya melakukan apapun " pelayan itu memperingati Mia .
" terima kasih aku akan lebih berhati-hati " sedang dalam batinnya " mampus aku , jika Adrian bisa menemukan bukti bahwa diriku terlibat di dalamnya maka tamatlah aku " merinding membayangkan jika hal itu sampai terjadi .
di dalam mobil,
" bagaimana ? apa kamu sudah menyelidiki kemana istriku pergi" tanya ayah Adrian .
" sudah tuan , tapi nyonya sangat berhati-hati dia banyak memesan tiket penerbangan dan bahkan memesan hotel jadi kita tidak tahu kemana nyonya sebenarnya pergi , karena nyonya menggunakan taksi " jelas karyawan nya .
" apa kamu sudah cek rumah Adrian? " tanya nya lagi .
__ADS_1
" sudah tuan tapi saat kami mencoba mengecek cctv di wilayah tempat tuan muda tinggal kami tidak menemukan apapun kemungkinan nyonya tidak pernah ke sana atau mungkin tuan muda sudah menghapus rekamannya " jawab karyawan itu lagi.
" kemana kamu pergi istri ku ,? aku tahu kamu kecewa tapi jika wanita itu memang mengandung anak ku bukankah itu juga akan menjadi anakmu ? Adrian sudah dewasa dia sudah memilih jalan hidupnya sendiri aku tak bisa memaksa kembali di sisiku, jadi saat anak itu lahir kamu lah yang akan jadi ibunya dan untuk Mia aku akan menyingkirkan jauh-jauh dari kehidupan kita" batin ayah Adrian .