ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 114


__ADS_3

Arya menghubungiku nomor Ranti sebelum berkunjung ke rumahnya . namun siapa sangka jika yang menerima teleponnya adalah Adrian .


Adrian bergumam " untuk apa dia menghubungi nomor Ranti ? " Adrian menerima panggilan tersebut karena saat itu Ranti sedang ada di kamar mandi .


" halo , ada apa ?" jawab Adrian datar .


sedangkan di tepat Arya " mengapa harus dia yang menjawab " pikirnya .


" em begini , orang tua ku telah datang kemari mereka ingin bertemu dengan Ranti , apa Ranti ada waktu jika ada nanti malam kami akan kesana " Arya mengutarakan maksudnya .


" ck , pakai bawa orang tua segala, pasti dia juga ingin bertemu dengan istriku " batin Adrian .


"jika kalian sibuk , kami akan membatalkan nya " imbuh arya yang tak kunjung mendapat jawaban dari Adrian .


" kami tidak sibuk, jika Ranti tahu pasti senang bisa bertemu dengan mereka "


" oke " jawab Arya singkat dan segera menutup telepon miliknya.


" siapa yang menelpon ?" tanya Ranti keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk saja .


Adrian hanya menatap tubuh istrinya yang begitu indah , Ranti segera menyadarkan Adrian dan kembali bertanya " Adrian ? siapa yang tadi telepon ? " tanya Ranti .


" oh Arya " jawab Adrian masih terpaku pada tubuh istrinya yang saat ini sedang berganti baju .


" tahan Adrian , ini masih sore " batinnya .


" hah Arya ? untuk apa dia menghubungi ku " berbalik bertanya pada Adrian .


" oh katanya orang tuanya ingin berkunjung ke rumah kita " jawab Adrian pada Ranti .


" ohhh " hanya kata itu yang keluar dari mulut Ranti yang kini sedang menyisir rambutnya , Adrian mendekat dan menggantikan Ranti menyisir rambut nya .


deg


" kenapa momen ini mengingat kan diriku pada masa lalu " batin Ranti namun dia segera menghilangkan pemikirannya itu.


"sudah biarkan aku saja , lebih baik kamu mandi " suruh nya pada Adrian .


Adrian pun memasuki kamar mandi sedangkan Ranti memberitahu Wanda dan ibu mertuanya tentang orang tua Arya yang berniat datang ke rumah mereka .


" aishh, sepertinya menantuku ini begitu menawan hingga keluarga mantan suaminya saja mau mengunjunginya " goda ibu Adrian . Ranti hanya tersipu malu .


"tentu saja dia kan istriku " puji Adrian yang ternyata telah berada di belakang Ranti .


saat yang lain nya mulai kembali ke aktivitas mereka masing-masing Ranti dan Adrian hanya berdua diruang tengah.

__ADS_1


" Adrian , kamu tidak keberatan mereka datang kemari?" tanya Ranti tiba-tiba .


" untuk apa keberatan ? toh sekarang kita sudah menjadi suami istri " jawab Adrian enteng .


" tapi bagaimana jika mereka datang kemari untuk mengambil anak-anakku " wajah Ranti terlihat cemas .


" tenanglah mereka tidak akan berani melakukannya " jawab Adrian .


" tapi. aku " Adrian membungkam mulut Ranti dengan bibirnya .


pertama Adrian hanya mendiamkannya saja namun lama-lama Adrian ******* bibir milik Ranti ,hingga beberapa menit mereka berciuman yang berakhir saat Ranti mendorong tubuh Adrian menjauh darinya karena Ranti sudah kehabisan napas .


Ting tong


Suara bel rumah berbunyi, Adrian menyuruh Ranti duduk di tempatnya sedangkan Adrian lah yang membuka pintu rumahnya .


Arya beserta kedua orang tuanya telah ada di hadapannya , Tak lupa Adrian memberi salam kepada kedua orang tua Arya seperti yang biasa Ranti lakukan pada Wanda dengan salaman .


setelah itu Adrian mengajak mereka semua langsung ke ruang tengah tepat dimana Ranti saat ini berada .


" Ranti " sapa Maharani yang berlari ke arah Ranti yang saat itu sedang duduk .


Ranti pun segera berdiri dan menghampiri Maharani , kedua berpelukan.


" Ranti gak apa-apa kok ma " jawab Ranti sambil tersenyum .


" eh Maharani " sapa Wanda pada besannya itu .


" oh iya kenalkan ini besan baru ku,mamanya Adrian " memperkenalkan nya pada Maharani .


keduanya saling bersalaman dan tersenyum satu sama lain.


saat semuanya sedang asyik berbincang-bincang Arya hanya diam saja , apalagi yang menjadi topik perbincangan adalah Adrian dan Ranti .


" oh iya ada kabar gembira dari Ranti dan Adrian loh " sela Wanda .


di tengah perbincangan mereka.


" kabar apa? " Maharani tampak antusias.


" Ranti sekarang sedang hamil " seru Wanda , Ranti dan Adrian hanya tersenyum .


Arya langsung tercengang mendengar nya .


" wah selamat iya sayang " Maharani memberi selamat sambil memeluk tubuh Ranti , mama Adrian yang berada di samping Adrian berbisik pada anaknya " mantan mertua Ranti ternyata baik sekali iya " Adrian hanya mengangguk lalu berkata " makanya mama harus lebih baik lagi pada Ranti takutnya Ranti malah lebih sayang sama mantan mertuanya dibandingkan dengan mama " ibunya hanya mencubit lengan Adrian " ihh kamu ini malah bandingin mama sama dia , ya jelas mama lah yang lebih di sayang Ranti" yang tidak terima atas perkataan Adrian .

__ADS_1


" iya iya " jawab Adrian agar dirinya tidak menjadi sasaran empuk sang ibu .


" oh iya di mana anak -anak " tanya Satya ayah dari Arya .


"oh si kembar ada di kamarnya sedang belajar kalo Nathan dia ikut pamannya Adrian " jelas Wanda .


" kemana ?" tanya Maharani .


" keluar negeri " jelas Adrian mendengar itu pihak keluarga nampak kaget.


" apa ! kenapa kamu biarkan Nathan keluar negeri di umur nya yang masih kecil " sanggah Arya yang tidak terima dengan hal itu .


" Nathan sendiri yang menginginkannya " jelas Ranti pada Arya . Adrian juga mengiyakan pernyataan Ranti .


" tapi Ran " belum selesai Arya berkata " sudahlah Arya kamu tak perlu sok peduli pada Nathan aku yang lebih tahu mana yang baik untuk anak-anak ku " ungkapan Ranti membuat Arya merasa kesal Arya hendak berdiri namun di cegah oleh ayahnya .


" tenanglah, jangan sampai membuat keributan " bisik ayah nya .


" ck " sambil menahan rasa kesal .


" begini awalnya kami juga tidak mengijinkan Nathan pergi tapi karena dia juga sudah memutuskannya kami sebagai orang tua hanya bisa mendukungnya , apalagi Nathan adalah anak yang cerdas jadi mengirimnya ke sana itu hal yang tepat " jelas Adrian membuat para orang tua itu akhirnya mengangguk setuju .


" bukannya kalian tidak mau repot mengurus nya karena kalian akan segera memiliki anak sendiri " Arya mencibir Adrian .


" Arya , kamu kok ngomong gitu sih " ibunya tak habis pikir pada pemikiran sang anak.


" sudahlah ma tidak apa-apa, biarkan saja dia berpikir seperti itu lagian dia memang tak pernah mengerti betapa susahnya mengurus anak-anak " sahut Ranti menenangkan Maharani namun membuat Arya menjadi semakin kesal karena Ranti seperti menyindir perilaku dirinya yang menelantarkan anak-anaknya .


" aku tak menyangka kamu sekarang bisa berkata kasar padaku " batin Arya dalam hati .


" ma, Arya mau keluar sebentar, permisi " Arya segera bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar .


ternyata Adrian juga ikut menyusul Arya .


diluar Arya sedang merokok sambil menghilangkan kekesalannya .


" seharusnya kamu tidak mengungkit masa lalu padanya " nampaklah Adrian yang sudah berada di sampingnya .


Arya hanya tersenyum kecut pada Adrian sambil berkata " bukannya ini yang kamu harapkan , Ranti semakin membenci ku " sambil terus menghisap puntung rokok miliknya.


" ckckck , aku tak habis pikir jika rivalku pemikirannya akan selemah ini" sindir Adrian .


" kau tahu, aku dan dirimu tak sebanding jadi menyerahlah , lanjutkan saja kehidupanmu karena Ranti selamanya milikku " Adrian menepuk bahu Arya dan kembali masuk kedalam , saat di depan pintu Adrian berbalik dan berkata.


" oh iya satu hal lagi , aku tak suka orang lain berniat merebut sesuatu yang jadi milikku , jika kamu masih menginginkannya , kamu tahu resiko apa yang harus kamu tanggung " ancam Adrian pada Arya .

__ADS_1


__ADS_2