
Arya menghubungiku nomor Ranti sebelum berkunjung ke rumahnya . namun siapa sangka jika yang menerima teleponnya adalah Adrian .
Adrian bergumam " untuk apa dia menghubungi nomor Ranti ? " Adrian menerima panggilan tersebut karena saat itu Ranti sedang ada di kamar mandi .
" halo , ada apa ?" jawab Adrian datar .
sedangkan di tepat Arya " mengapa harus dia yang menjawab " pikirnya .
" em begini , orang tua ku telah datang kemari mereka ingin bertemu dengan Ranti , apa Ranti ada waktu jika ada nanti malam kami akan kesana " Arya mengutarakan maksudnya .
" ck , pakai bawa orang tua segala, pasti dia juga ingin bertemu dengan istriku " batin Adrian .
"jika kalian sibuk , kami akan membatalkan nya " imbuh arya yang tak kunjung mendapat jawaban dari Adrian .
" kami tidak sibuk, jika Ranti tahu pasti senang bisa bertemu dengan mereka "
" oke " jawab Arya singkat dan segera menutup telepon miliknya.
" siapa yang menelpon ?" tanya Ranti keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk saja .
Adrian hanya menatap tubuh istrinya yang begitu indah , Ranti segera menyadarkan Adrian dan kembali bertanya " Adrian ? siapa yang tadi telepon ? " tanya Ranti .
" oh Arya " jawab Adrian masih terpaku pada tubuh istrinya yang saat ini sedang berganti baju .
" tahan Adrian , ini masih sore " batinnya .
" hah Arya ? untuk apa dia menghubungi ku " berbalik bertanya pada Adrian .
" oh katanya orang tuanya ingin berkunjung ke rumah kita " jawab Adrian pada Ranti .
" ohhh " hanya kata itu yang keluar dari mulut Ranti yang kini sedang menyisir rambutnya , Adrian mendekat dan menggantikan Ranti menyisir rambut nya .
deg
" kenapa momen ini mengingat kan diriku pada masa lalu " batin Ranti namun dia segera menghilangkan pemikirannya itu.
"sudah biarkan aku saja , lebih baik kamu mandi " suruh nya pada Adrian .
Adrian pun memasuki kamar mandi sedangkan Ranti memberitahu Wanda dan ibu mertuanya tentang orang tua Arya yang berniat datang ke rumah mereka .
" aishh, sepertinya menantuku ini begitu menawan hingga keluarga mantan suaminya saja mau mengunjunginya " goda ibu Adrian . Ranti hanya tersipu malu .
"tentu saja dia kan istriku " puji Adrian yang ternyata telah berada di belakang Ranti .
saat yang lain nya mulai kembali ke aktivitas mereka masing-masing Ranti dan Adrian hanya berdua diruang tengah.
__ADS_1
" Adrian , kamu tidak keberatan mereka datang kemari?" tanya Ranti tiba-tiba .
" untuk apa keberatan ? toh sekarang kita sudah menjadi suami istri " jawab Adrian enteng .
" tapi bagaimana jika mereka datang kemari untuk mengambil anak-anakku " wajah Ranti terlihat cemas .
" tenanglah mereka tidak akan berani melakukannya " jawab Adrian .
" tapi. aku " Adrian membungkam mulut Ranti dengan bibirnya .
pertama Adrian hanya mendiamkannya saja namun lama-lama Adrian ******* bibir milik Ranti ,hingga beberapa menit mereka berciuman yang berakhir saat Ranti mendorong tubuh Adrian menjauh darinya karena Ranti sudah kehabisan napas .
Ting tong
Suara bel rumah berbunyi, Adrian menyuruh Ranti duduk di tempatnya sedangkan Adrian lah yang membuka pintu rumahnya .
Arya beserta kedua orang tuanya telah ada di hadapannya , Tak lupa Adrian memberi salam kepada kedua orang tua Arya seperti yang biasa Ranti lakukan pada Wanda dengan salaman .
setelah itu Adrian mengajak mereka semua langsung ke ruang tengah tepat dimana Ranti saat ini berada .
" Ranti " sapa Maharani yang berlari ke arah Ranti yang saat itu sedang duduk .
Ranti pun segera berdiri dan menghampiri Maharani , kedua berpelukan.
" Ranti gak apa-apa kok ma " jawab Ranti sambil tersenyum .
" eh Maharani " sapa Wanda pada besannya itu .
" oh iya kenalkan ini besan baru ku,mamanya Adrian " memperkenalkan nya pada Maharani .
keduanya saling bersalaman dan tersenyum satu sama lain.
saat semuanya sedang asyik berbincang-bincang Arya hanya diam saja , apalagi yang menjadi topik perbincangan adalah Adrian dan Ranti .
" oh iya ada kabar gembira dari Ranti dan Adrian loh " sela Wanda .
di tengah perbincangan mereka.
" kabar apa? " Maharani tampak antusias.
" Ranti sekarang sedang hamil " seru Wanda , Ranti dan Adrian hanya tersenyum .
Arya langsung tercengang mendengar nya .
" wah selamat iya sayang " Maharani memberi selamat sambil memeluk tubuh Ranti , mama Adrian yang berada di samping Adrian berbisik pada anaknya " mantan mertua Ranti ternyata baik sekali iya " Adrian hanya mengangguk lalu berkata " makanya mama harus lebih baik lagi pada Ranti takutnya Ranti malah lebih sayang sama mantan mertuanya dibandingkan dengan mama " ibunya hanya mencubit lengan Adrian " ihh kamu ini malah bandingin mama sama dia , ya jelas mama lah yang lebih di sayang Ranti" yang tidak terima atas perkataan Adrian .
__ADS_1
" iya iya " jawab Adrian agar dirinya tidak menjadi sasaran empuk sang ibu .
" oh iya di mana anak -anak " tanya Satya ayah dari Arya .
"oh si kembar ada di kamarnya sedang belajar kalo Nathan dia ikut pamannya Adrian " jelas Wanda .
" kemana ?" tanya Maharani .
" keluar negeri " jelas Adrian mendengar itu pihak keluarga nampak kaget.
" apa ! kenapa kamu biarkan Nathan keluar negeri di umur nya yang masih kecil " sanggah Arya yang tidak terima dengan hal itu .
" Nathan sendiri yang menginginkannya " jelas Ranti pada Arya . Adrian juga mengiyakan pernyataan Ranti .
" tapi Ran " belum selesai Arya berkata " sudahlah Arya kamu tak perlu sok peduli pada Nathan aku yang lebih tahu mana yang baik untuk anak-anak ku " ungkapan Ranti membuat Arya merasa kesal Arya hendak berdiri namun di cegah oleh ayahnya .
" tenanglah, jangan sampai membuat keributan " bisik ayah nya .
" ck " sambil menahan rasa kesal .
" begini awalnya kami juga tidak mengijinkan Nathan pergi tapi karena dia juga sudah memutuskannya kami sebagai orang tua hanya bisa mendukungnya , apalagi Nathan adalah anak yang cerdas jadi mengirimnya ke sana itu hal yang tepat " jelas Adrian membuat para orang tua itu akhirnya mengangguk setuju .
" bukannya kalian tidak mau repot mengurus nya karena kalian akan segera memiliki anak sendiri " Arya mencibir Adrian .
" Arya , kamu kok ngomong gitu sih " ibunya tak habis pikir pada pemikiran sang anak.
" sudahlah ma tidak apa-apa, biarkan saja dia berpikir seperti itu lagian dia memang tak pernah mengerti betapa susahnya mengurus anak-anak " sahut Ranti menenangkan Maharani namun membuat Arya menjadi semakin kesal karena Ranti seperti menyindir perilaku dirinya yang menelantarkan anak-anaknya .
" aku tak menyangka kamu sekarang bisa berkata kasar padaku " batin Arya dalam hati .
" ma, Arya mau keluar sebentar, permisi " Arya segera bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar .
ternyata Adrian juga ikut menyusul Arya .
diluar Arya sedang merokok sambil menghilangkan kekesalannya .
" seharusnya kamu tidak mengungkit masa lalu padanya " nampaklah Adrian yang sudah berada di sampingnya .
Arya hanya tersenyum kecut pada Adrian sambil berkata " bukannya ini yang kamu harapkan , Ranti semakin membenci ku " sambil terus menghisap puntung rokok miliknya.
" ckckck , aku tak habis pikir jika rivalku pemikirannya akan selemah ini" sindir Adrian .
" kau tahu, aku dan dirimu tak sebanding jadi menyerahlah , lanjutkan saja kehidupanmu karena Ranti selamanya milikku " Adrian menepuk bahu Arya dan kembali masuk kedalam , saat di depan pintu Adrian berbalik dan berkata.
" oh iya satu hal lagi , aku tak suka orang lain berniat merebut sesuatu yang jadi milikku , jika kamu masih menginginkannya , kamu tahu resiko apa yang harus kamu tanggung " ancam Adrian pada Arya .
__ADS_1