ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
bab 35


__ADS_3

brakkkk


hp dion pun jadi berkeping-keping. " aku tak akan biarkan kamu bahagia sinta, kamu hanya miliku " teriak dion frustasi.


sementara itu


di tempat brian justru terbalik keadaannya. dia dan sinta lebih mesra " sayang " ucap brian yang sedang memangku sinta.


"iya mas " ucap sinta


"apa kamu tidak menginginkan sesuatu" ucap brian


" sebenarnya ada mas, aku ingin martabak telur, martabak manis, sosis bakar, jus mangga" ucap sinta


" okelah kalau begitu aku akan belikan semua nya " ucap brian


" aku ikut" ucap sinta


" udah malam sayang "


sinta langsung cemberut mendengar ucapan brian.


"baiklah kamu ikut, tapi pakai jaket " ucap brian


"siap bos " ucap sinta bersemangat


mereka pun bersiap-siap dan keluar dari kamar.


ketika mereka menuruni tangga melihat bi surti yang masih sibuk di dapur.


"ada apa bi, kok belum istirahat? " tanya sinta


" gak non ini bibi baru masak mie, bibi laper " jawab bi surti


"oh ya sudah, kita keluar dulu, apa bibi mau kami bungkuskan makanan? " tanya sinta lagi


" tidak usah nyonya, ini bibi sudah buat mie instan " ucap bi surti


sinta dan brian pun melanjutkan langkahnya keluar rumah.


mereka masuk ke dalam mobil dan di lajukanlah mobil tersebut menuju tempat yang di tuju.


tak lama sampailah di tempat tersebut " sayang kamu di dalam mobil aja ya, biar aku yang turun" ucap brian.


sinta pun mengangguk, dia menunggu suaminya di dalam mobil dan mendengarkan alunan musik. tiba-tiba 2 orang menghampiri mobil sinta.


"turun " perintah lelaki kekar yang memaksa sinta turun.


ketika brian melihat ke arah mobil langsung berlari dan berkelahi dengan mereka berdua.


awalnya brian berhasil menjatuhkan mereka berdua tetapi setelah ingin memasukan sinta ke dalam mobil tiba-tiba


buugg


sebuah pukulan keras di punggung brian mengakibatkan brian tersungkur dan pingsan.

__ADS_1


" mas brian " teriak sinta.


tanpa lama 2orang itu membawa sinta pergi.


beberapa menit brian sadar dari pingsannya. dia mencari istrinya tapi tidak menemukannya.


"hallo romi " ucap brian sedang menelepon romi


" iya pak, ada apa malam-malam telepon " ucap romi di seberang sana


" kerahkan anak buahmu, sinta di culik, aku tak mau terjadi apa-apa dengan istri dan anakku " ucap brian dengan nada yang sangat marah.


brian menutup teleponnya dan menunggu romi datang. tak memakan waktu lama romi pun datang, " maaf pak saya lama, anak buah saya sudah saya kerahkan untuk mencari istri bapak" ucap romi


" saya tidak menunggu lama, harus malam ini istri saya kembali ke rumah dengan keadaan selamat " ucap brian


belum sempat romi menjawab tiba-tiba telepon masuk dari anak buah romi dan mengatakan kalau sinta sudah di temukan keberadaannya. sekarang sinta sudah bersama anak buah romi.


memang dengan mudah anak buah romi mendapatkan sinta karena 2 orang yang menculik sinta hanyalah preman pasar yang di bayar oleh dion untuk menculik sinta. belum juga sampai di tangan dion, anak buah romi sudah bisa membawa sinta kembali.


" pak, istri bapak sudah di temukan " ucap romi


brian merasa sudah lega tetapi masih terlihat marah dari raut wajahnya.


" siapa yang berani-berani nya ingin menculik istri ku " ucap brian


" mantan suami bu sinta pak " ucap romi


" apa " bentak brian dan mengepalkan tangannya.


" cari dia sampai ketemu bawa ke tempat kita " ucap brian kepada romi.


tak lama sinta pun datang dengan anak buah romi.


" sayang " ucap sinta dan berlari memeluk suaminya.


"kamu tidak apa-apa" ucap brian khawatir.


sinta menggelengkan kepala.


" tugasmu sudah selesai, pergi lah dan jangan lupa tugas dariku " ucap brian kepada romi. lalu romi kembali dan memerintah anak nya untuk mencari seseorang, dengan sigap anak buah romi langsung melaksanakan tugas dari bosnya itu.


"kamu benaran tidak apa-apa sayang " ucap brian memegang wajah sinta.


"tidak mas, aku ingin pulang" ucap sinta


tanpa menjawab brian pun memutar mobil nya untuk kembali pulang.


sinta terlihat sangat ketakutan tetapi tidak mengungkapkannya, tetapi brian sudah mengetahui.


sesampainya di rumah mereka langsung ke tempat tidur, brian yang tak melepaskan pelukannya dari tubuh sinta.


sementara itu


di tempat dion, dia sudah mengetahui bahwa anak buah yang mereka suruh sudah tertangkap. merasa dirinya terancap dia segera bersiap-siap untuk pergi sebelum anak buah brian menangkapnya.

__ADS_1


" hallo, luna " ucap dion


" pesankan aku tiket ke desa xxx sekarang juga " ucap dion


" besok pagi aja, aku sudah ngantuk " ucap luna yang menjawab dengan malas


" sekarang, aku tak punya waktu lama " ucap dion yang terlihat panik


" ok-ok emang ada apa " tanya luna


" besok saja aku jelaskan, buruan sekarang ya " ucap dion dan mematikan teleponnya.


tak lama dion mendapat tiket dari luna dan malam itu juga dion berangkat ke desa terpencil untuk bersembunyi.


******


keesokan hari nya brian bangun terlebih dulu, dia mengangkat kepala sinta pelan supaya sinta tak terbangun tetapi usaha nya tak berhasil sinta langsung bangun.


" selamat pagi sayang " ucap brian lalu mencium kening istrinya.


" pagi mas" ucap sinta yang matanya masih terpejam.


brian turun dari tempat tidur dan melangkah menuju kamar mandi sedangkan sinta juga turun dari tempat tidurnya untuk mengambilkan suami nya baju ganti untuk persiapan ke kantor.


setelah brian keluar dari kamar mandi, sinta langsung masuk ke dalam kamar mandi,


tak lama sinta keluar menggunakan handuk yang dililitkan di badannya.


brian menoleh ke arah sinta " sayang apa kamu ingin menggodaku sepagi ini" ucap brian dan menghampiri istri nya dan memeluknya.


" mas nanti kamu telat loh, " ucap sinta yang mencoba melepaskan pelukan brian


" sebentar saja sayang, tadi malam kan sudah gak dapat jatah " ucap brian merayu


sinta hanya mengangguk dan brian langsung menggendong sinta ke atas tempat tidur.


mereka melakukan olahraga pagi di atas tempat tidur.


1jam mereka melakukan olahraga, setelah selesai mereka turun bersama untuk sarapan.


" pagi bi " ucap sinta yang terlihat sangat ceria


" pagi nyonya ,pagi tuan " ucap bi surti


brian hanya mengangguk mendengar sapaan bi surti.


"makan yang banyak sayang " brian mengambilkan bermacam-macam makanan bergizi untuk sinta.


" mas ini banyak sekali, " ucap sinta


" sekarang kamu makan bukan hanya untuk kamu, tapi untuk anak kita juga, jadi kamu harus makan yang banyak " ucap brian


sinta pun hanya terdiam dan karena membantah pun percuma gak bakalan menang.


di sela sarapan brian, hp brian berdering melihat whatsap masuk dari romi " pak ,dion sudah pergi dari kota ini " isi pesan romi

__ADS_1


__ADS_2