
sinta keluar dari ruangan brian menuju ruangannya. " lagi-lagi aku akan berhadapan dengan orang ketiga " ucap sinta menghembuskan nafas kasar nya.
di ruangan brian
" ada apa kamu kesini? " tanya brian ketus
" aku membawakan kamu makanan bikinan mama " ucap risma dengan semangat
" iya makasih, sekarang kamu keluarlah aku lagi sibuk " ucap brian yang sedari tadi memperhatikan laptop nya
risma terlihat kesal karena di cuekin oleh brian. risma pun keluar dengan wajah yang tidak enak di pandang
di depan ruangan brian bertemulah dengan sinta yang sedang menuju ruangan brian untuk menyerahkan berkas.
"hei kamu, awas ya deketin brian " ucap risma kepada sinta
sinta pun hanya diam tak menjawab. melihat risma pergi dia menggelengkan kepala nya.
tok.. tok.. tok
" masuk " ucap brian
" permisi pak ini berkasnya " ucap sinta menaruh berkas di atas meja.
brian dengan spontan memegang tangan sinta yang mau pergi dari ruangannya.
brian berdiri dan mendekati sinta " apa kamu tidak cemburu aku di dekati orang lain" ucap brian yang mendekatkan wajahnya dengan wajah sinta.
" ini kantor pak, tolong jangan seperti ini " ucap sinta mencoba profesional.
" ini kantor ku sayang, tidak ada yang berani melarang ku " ucap brian yang mencoba ingin mencium sinta tapi tidak bisa terlaksana karena ada seseorang yang mengetuk pintu.
brian pun membenahi posisi berdiri nya supaya tidak ada orang yang curiga
" masuk " ucap brian
romi pun melangkah kedalam dengan senyum-senyum
" apa loh senyum-senyum " ucap brian
" saya permisi dulu pak " ucap sinta
" sin lain kali suruh pacar mu ini kunci pintu ya kalo mau berduaan " ucap romi menggoda karena sebenarnya romi sudah tahu apa yang terjadi tadi.
romi pun sudah tahu soal hubungan asmara mereka. sinta yang di goda romi merasa malu membuat wajah nya memerah.
"apaan sih lo " ucap brian menjitak kepala romi
"awww" rintih romi kesakitan.
sinta tersenyum dan keluar melihat tingkah mereka berdua.
__ADS_1
" ada apa lo kesini " tanya brian
" perusahaan yang ada di negara M ada masalah dengan investor, kita harus kesana " ucap romi
" oke urus saja, biar aku dan sinta yang kesana kamu urus perusahaan sini " ucap brian
" yakin mau pergi berdua kalo kamu khilaf bagaimana " ucap romi sengaja menggoda bos nya itu
brian terdiam
romi tertawa terbahak-bahak melihat raut muka brian yang langsung berubah pucat seperti itu.
" aku saranin mending cepat-cepat lah kau nikahin dia " ucap romi
" sebenernya kami benar sih rom,tapi apa dia mau? dia pasti memikirkan status nya " ucap brian
romi dan brian pun terdiam karena memang benar apa kata semua orang kalo seoarang CEO menikah dengan janda.
" semua tergantung kamu" ucap romi menepuk pundak brian dan meninggalkan nya
" aku mencintainya rom, aku tidak peduli dengan status nya, memang lebih baik aku segera menikahi dia " gerutu brian sendiri karena romi sudah keluar dari ruangannya.
jam menunjukan pukul 17.00 semua karyawan pulang brian sengaja menunggu sinta di luar kantor karena ingin mengantarnya pulang.
terlihat sinta keluar dari kantor mencari taxi tetapi brian menghentikan mobil nya tepat di samping sinta
" masuklah" ucap brian
"dimana ini mas? " ucap sinta
"apartemenku sayang, aku ingin kamu memasakan ku makanan yang lezat malam ini " ucap brian mengajak sinta ke dalam
" kenapa gak pulang dulu mas, masih pakai pakaian kerja belum mandi juga " ucap sinta
" tenang saja kamu bisa mandi disini sudah ku siapkan semua nya "
sinta yang mendengar ucapan brian kalau sudah di siapkan semua nya dia hanya menurut saja.
sampailah di dalam apartemen brian
sinta melihat sekeliling " betapa luas nya apartemen ini " batin sinta
brian yang rebahan di kasur mencoba menarik sinta untuk tidur di samping nya, dengan reflek sinta pun jatuh di atas brian
sinta yang menyadari itu langsung spontan berdiri.
"aku mau mandi dulu dimana kamar mandi dan baju ganti ku " ucap sinta gugup
brian yang melihat tingkah sinta tertawa kecil.
brian menunjuk arah lemari dan ruangan pojokan yaitu kamar mandi.
__ADS_1
sinta bergegas kesana.
setengah jam sinta mandi dan keluar dari kamar mandi melihat brian sudah tertidur pulas.
sinta tak tega membangunnya dan pergi ke arah dapur untuk memasak sesuatu.
sinta memasak apa yang dia inginkan karena tidak tahu apa kesukaan brian.
jam menunjukan pukul 7 malam brian belum juga bangun.
sinta menghampiri mencoba membangunkannya " mas bangun, makanannya sudah siap " sinta menggoyang-goyangkan badan brian.
brian menggeliat dan membuka matanya " i love you sayang " ucap brian sambil memeluk dan mencium pipi sinta.
sinta tersenyum dan tersipu malu " udah ah mas ayo bangun dan mandi, makanannya sudah siap" ucap sinta berdiri mengambilkan handuk brian.
brian berjalan menuju kamar mandi, setengah jam keluar dari kamar mandi brian menggunakan kaos oblong dan celana pendek terlihat sangat gagah dan tampan.
sinta sudah menunggu di meja makan
" wah banyak sekali menu hari ini " ucap brian
" maaf ya mas aku gak tahu kesukaanmu jadi aku masak semua nya " ucap sinta sambil nyengir
" tidak apa-apa sayang, ayo makan" brian duduk dan sinta mengambilkan makan brian.
mereka sudah seperti suami istri beneran.
brian menyantap makanan yang sudah ada di depannya " enak sekali masakanmu sayang, gak kalah sama masakan bi surti " ucap brian mencicipi makanan sinta
" besok kalo kamu sudah jadi istri ku kamu yang harus memasak untukku " ucap brian sambil makan.
" mas kalo makan jangan sambil bicara nanti tersedak" ucap sinta
brian tidak menjawab dan melanjutkan makannya.
selesai makan sinta meminta untuk di antarkan pulang " mas sudah malam ayo pulang " ucap sinta
" sayang aku capek banget bagaimana kalo nginep sini dulu, aku janji gak akan ngapa-ngapain kamu " ucap brian
sinta berfikir sejenak dan melihat mata brian dalam-dalam. mencari kebohongan tapi tidak di temukan oleh sinta.
brian tak menjawab tapi malah tiduran di tempat tidur.
sinta yang melihat itu pun langsung pergi mengambil bantal dan selimut mau tidur di sofa.
"kamu mau kemana sayang? " ucap brian
"tidurlah aku juga capek " ucap sinta
"tidur disini aja, aku janji gak akan ngapa-ngapain kamu " ucap brian sambil mengangkat jarinya berbentuk v.
__ADS_1
sinta menghembuskan nafas panjang dan menuruti nya.