
Ranti mengecek kondisi putranya takut kalau Vino terluka " tenang saja mommy paman tadi tidak melukaiku bahkan dia berkata jika Daddy berhasil menolongku dia akan memberiku sebuah hadiah sebagai permintaan maaf "
" dia sudah berani menculik putraku sekarang dia malah mau memberikan hadiah , sungguh aku tak habis pikir pria macam apa dia aku rasa tidak ada yang normal diantara kalian bertiga " gumam Ranti .
" ehem ehem " Theo jelas merasa tersinggung dengan perkataan Ranti .
" Luis itu memang suka semaunya sendiri tapi dia tidak akan melakukan hal yang membahayakan tanpa alasan tertentu " sahut Theo
" terserah aku tidak peduli apa pun alasan dia melakukan semua itu ! " Ranti keluar dari mobil Theo dan langsung masuk ke dalam apartemen .
Adrian masih bersama dengan Luis yang di gantung terbalik oleh Adrian " Adrian tolong lepaskan aku , ini semua aku lalukan agar bisa membasmi orang - orang yang masih meragukan kita ! kita tidak bisa langsung menyingkirkan mereka tanpa alasan yang jelas itu akan menimbulkan permasalah internal nantinya jadi aku terpaksa menyetujui rencana mereka tapi aku bersumpah aku tidak ada kaitannya dengan masalah yang terjadi pada ayahmu " Luis yang sudah babak belur terlihat berkata jujur , Adrian memotong ikatan pada Luis dan membuatnya terjatuh .
brug
" baik lah kali ini aku percaya padamu ! tapi karena ulah mu istriku pasti akan memarahi ku nanti " Adrian bergegas pergi meninggalkan Luis , Luis menyeringai puas " memang itu yang aku inginkan , siapa suruh dia hanya wanita biasa ! "
Adrian tiba di apartemen miliknya terlihat Ranti yang sedang memasak untuk makan malam mereka, Ranti begitu sibuk karena dia harus mengerjakan semua nya sendiri sedangkan Anne dan Theo membantunya mengurus anak-anak .
Adrian berinisiatif memberikan bantuan pada Ranti " jangan harap karena membantu ku bisa melepaskan mu begitu saja " Ranti berbisik pada Adrian hingga membuat pria itu menelan saliva membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya nanti .
Ranti telah memasak berbagai hidangan " wah banyak sekali makanan yang kamu hidangkan " celetuk Anne yang mulai mengambil sebuah sumpit untuk mengambil hidangan pembuka berupa dimsum ayam jamur lalu memakannya dengan lahap . Ranti sengaja memasak lebih banyak hidangan sebagai pelampiasan akan rasa bersalahnya pada Vino . mulai dari dimsum,steak , kari ayam hingga dessert seperti creme brulee dan berbagai varian mochi yang dia beli di toko mochi langganannya .
Ranti hanya tersenyum mendengar perkataan Anne .
" Anne tolong kamu ajak yang lainnya untuk makan malam iya " Anne segera memanggil Theo dan si kembar , semuanya sudah duduk di tempat masing-masing .
__ADS_1
Ranti mengambil alih Ara dan membawanya ke dalam kamar untuk tidur .
Saat yang lainnya memakan makanan mereka dengan lahap Adrian masih memilih diam menunggu Ranti yang masih berada di dalam kamar .
Ranti yang biasanya melayani Adrian makanan malam kini Ranti tidak malah memilih untuk memakan makanannya sendiri tanpa memperdulikan Adrian .
" aishh seperti Ranti begitu marah" pikir Adrian yang frustasi, Adrian sedari kemarin tidak memakan apapun akhirnya menurunkan egonya dengan mengambil sendiri makanannya .
Theo dan Anne saling melirik satu sama lain setelah mengamati pasangan suami istri yang sedang perang dingin .
Suara bel pintu apartemen Adrian berbunyi , Theo mengambil inisiatif untuk melihat siapa orang yang berani bertamu saat makan malam .
" wah sepertinya aku datang di waktu yang tepat " tanpa rasa malu sedikitpun Luis langsung duduk di sebelah Vino dan mengambil peralatan makan dan langsung saja dia mengambil makanan yang ada di meja dan menyantapnya , Ranti menatap Adrian dengan tatapan tajam , Adrian hanya bisa menaikkan pundaknya seraya berbisik " aku tidak mengundangnya "
" Luis , sudah ku peringatkan berapa kali untuk memperbaiki perilaku itu "
" Luis ! " Adrian mulai geram dengan sikap Luis yang suka memperkeruh keadaan .
" sudah biarkan dia makan " larang Ranti sembari membereskan peralatan makan dirinya dan yang lain .
Anne menyusul Ranti yang mencuci piring dan membantunya ,
" Ran , jangan marah iya sifat Luis memang begitu tapi dia pria yang baik kok " Anne berusaha menangkan Ranti yang seakan tidak suka atas kehadiran Luis .
" jika dia pria yang baik dia tidak akan menculik anak ku Anne " Ranti menjauh dari Anne sambil mengelap tangannya yang basah setelah selesai mencuci piring .
__ADS_1
" aku tahu itu , tapi tolong kamu dengarkan dulu penjelasan dari nya oke karena setahuku Luis tidak akan bertindak gegabah dan menyakiti keluarga nya " tanpa menjawab Ranti berlalu meninggalkan Anne yang masih mencuci piring.
Suara tangisan bayi Ara begitu nyaring membaut Ranti segera bergegas kedalam kamar di mana Adrian sudah ada di sana dan menggendong putrinya itu .
beberapa menit Ara berada di gendongan Adrian dia pun kembali diam bahkan saat Adrian mengajak bayi Ara berbicara nampak bayi itu tersenyum "Ara kangen di gendong daddy iya ?daddy juga kangen kok meluk Ara ,cium Ara juga " sambil menempelkan ujung hidungnya yang lancip ke hidung putri kecilnya .
" sini biar aku saja , sudah waktunya minum " Adrian dengan perlahan memberikan Ara pada Ranti , selanjutnya Ranti menyusui Ara sambil bersandar di bagian belakang ranjang .
" Ran, kamu marah padaku ? aku sendiri tidak tahu jika semua yang terjadi itu ulah Luis jika aku tahu aku pasti akan melarangnya untuk menghentikan putra kita sebagai sandera " Adrian berusaha membela dirinya , Ranti sebenarnya juga tidak begitu menyalahkan Adrian namun dia masih merasa sedikit kesal pada Adrian karena orang yang menculik putranya adalah teman Adrian sendiri.
" aku tidak marah padamu ! aku marah pada pria yang bernama Luis itu " jawab Ranti
" tapi mengapa kamu seakan mendiamkan aku ? " tanya Adrian .
" iya karena kamu temannya " jawab Ranti singkat .
" aku sudah menghajarnya dan memberinya hukuman pada Luis untuk menjaga anak-anak selama 3 bulan tapi jika kamu masih kurang aku bisa menambah hukumannya lagi "
" tidak perlu , aku mau dia menyadari tindakannya dan berjanji tidak akan mengulangi hal itu lagi " Adrian merasa lega mendengar jawaban dari Ranti di saat yang sama Adrian juga mengamati bayinya yang sedang menyusu pada istrinya itu " apa rasanya enak? " Ranti yang mendengar pertanyaan Adrian sambil menatap bayi Ara yang sedang meminum asi .
" aku tidak tahu " jawab Ranti merasa canggung .
" bisakah aku juga mencobanya ? aku penasaran dengan rasanya ,karena sebelumnya tidak pernah keluar saat aku yang menghisapnya" pertanyaan Adrian membuat Ranti semakin merasa canggung dan malu" Adrian cukup jangan berpikir aneh -aneh karena aku tidak akan membiarkan mu melakukannya oke " larang Ranti sambil menutupi bagian yang terbuka .
" hahaha , ayolah Ranti biarkan aku mencobanya sedikit saja" Adrian masih saja merayu sang istri agar menuruti keinginannnya .
__ADS_1
Ranti mengambil bantal dan melemparnya pada Adrian.
" dasar mesum ! lebih baik kamu keluar saja " Adrian kembali terkekeh karena berhasil menggoda sang istri .