ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 153


__ADS_3

Di lain tempat Vinno yang mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya kini terlihat begitu dekat dengan Aliskha , menurut Vinno Aliskha adalah perempuan pertama yang mengetahui apa yang dia sukai , Aliskha tidak pernah menekan Vinno dalam bermain seperti yang Ranti lakukan padanya, melihat kedekatan anak dan kekasihnya itu Arya berniat untuk segera melamar Aliskha dan hal itu dia utarakan pada sang ibu


"mama juga senang dengan Aliskha , tapi Arya keyakinan kalian itu berbeda ? apa kiranya dia mau pindah keyakinan ?" tanya Maharani .


Arya terdiam sejenak , beberapa detik kemudian dia berkata " Aliskha tidak akan mau dan Arya juga tidak akan memaksanya jadi Arya yang akan mengikuti keyakinannya ma , jadi tolong restui hubungan kami ma"


" apa ! kamu gila iya Arya ! ini soal yang begitu sensitif Arya ! jangan hanya demi bisa menikahi Aliskha lantas kamu melakukan segala cara, ingat Arya keimanan seseorang itu berasal dari sini " sambil menunjuk bagian dada Arya .


" Arya tahu tapi saat Aliskha bercerita banyak tentang agamanya atau saat dia melantunkan bacaan ayat suci hati Arya merasa lebih tenang ma "


Maharani menghela nafas nya mendengar penuturan sang anak .


" terserah kamu saja nak , mama hanya bisa berharap kali ini kamu bisa berumah tangga dengan harmonis dan langgeng sampai kalian menua "


" terima kasih ma"raut wajah Arya terlihat senang mendengar sang ibu merestui hubungannya dengan Aliskha tapi dalam hati Maharani seakan ada sesuatu yang mengganjal di hati nya yang membuatnya masih tidak tenang.


Ketika semua orang sibuk dengan kehidupannya masing-masing mereka tak sadar jika seseorang sedang mengamati mereka menunggu saat yang tepat untuk keluar dan berhadapan dengan mereka semua, orang itu tak lain adalah Mia yang saat ini telah berganti wajah.


" rupanya Arya dan Ranti sudah berbaikan , bahkan mereka bisa berbagi anak " Mia lalu menyuruh sopir pribadinya untuk melajukan mobil pergi meninggalkan rumah Arya , di sepanjang jalan Mia termenung mengingat masa lalu dirinya dan Arya " jika bukan karena perjodohan sialan itu Arya pasti hanya akan jadi milik ku , kamu memang bintang sial dalam hidup ku Ranti " dengusnya kesal .


tak terasa sejam berlalu Mia akhirnya tiba di rumah baru miliknya di sini ada begitu banyak penjaga yang berdiri di depan rumah dan memberi hormat pada Mia saat dirinya melangkah masuk ke dalam rumah.


" ck, mereka menghormati diriku hanya karena wajah ini, jika mereka tahu aku bukan majikan mereka yang sebenarnya , apa mungkin perlakuan mereka masih akan sama " sambil mengaca ke sebuah kaca besar yang ada di sebelah tangga .


langkah kaki terdengar dari atas menuruni tangga , Mia melihat sosok yang saat ini sedang berjalan mendekat ke arahnya .


" apa sudah puas kau memandangi wajah itu ? " Mia hanya diam sambil menundukkan kepala tanpa berani menatap lawan bicaranya tersebut .


" tuan makan malam sudah siap " kata seorang pelayan


" cepat bersihkan dirimu lalu lekas makan malam " pria itu berjalan melewati Mia dan Mia segera berlari menuju kamarnya di lantai atas.


Kini Mia harus menggunakan identitas baru sebagai kekasih dari Leo , jika saat bersama dengan ayah Adrian dia masih bisa berfoya-foya tapi sekarang dia tidak berani melakukan sesuatu jika Leo tidak mengijinkannya .


Menurut Mia saat ini Leo adalah seorang yang bisa membantu membalas dendam pada Ranti jadi dia tidak ingin Leo membenci perilakunya dan membuang dirinya .

__ADS_1


Mia kini duduk di sebelah Leo yang sedang menyantap makan malam miliknya , seorang pelayan menyajikan makanan pada Mia namun tanpa sengaja pelayan tersebut menumpahkan sup pada baju Mia , sontak Mia merasa kaget dan rasa perih pada kulitnya akibat sup panas yang ada di badannya " aw , dasar pelayan gak becus " teriak Mia


pelayan itu nampak menatap Leo dengan penuh harapan jika tuan nya mau menolong dirinya .


Leo dengan tenang menghampiri Mia yang masih menyalahkan pelayan itu


" kamu kemari ! cepat bantu Lusia ganti baju" suruh Leo pada pelayan lain , Mia masih tidak terima dengan sikap Leo yang diam dan tidak membela dirinya di hadapan pelayan namun sayang dia tidak berani membantah pria itu dan alhasil dia kembali ke kamarnya .


Sedangkan di ruang makan Leo kembali berjalan ke arah meja makan mengambil sup yang ada di atas meja lalu menyiramkan sup panas itu ke wajah sang pelayan , pelayan tersebut kaget dan kesakitan namun Leo langsung memukul kepala pelayan itu dengan mangkok sup hingga tak sadarkan diri dan menyuruh bawahan yang lain untuk membereskan sisa sup di lantai dan menyeret di pelayan keluar .


di dalam kamar Mia masih kesal atas kejadian yang di alaminya .


" ternyata aku tidak ada bedanya dengan pembantu itu " gerutunya kesal.


" kau sedang meragukan ku ? " sela Leo membuat Mia jadi ketakutan .


" besok kau akan mulai bekerja , semua barang yang kau butuhkan akan di siapkan oleh kepala pelayan dan malam ini aku harap kau mempelajari apa yang ada di buku ini " sambil menyodorkan beberapa buku pada Mia , segera Mia mengambil buku itu dari tangan Leo seketika Leo pun pergi ..


esoknya Mia di antar sopir pribadinya pergi ke tempat dia akan bekerja yang tak lain adalah studio milik Rasya yang baru di buka beberapa bulan lalu .


" hah ? tempat apa ini? aku harus bekerja apa di sini?" gumamnya namun Mia masih tetap melangkahkan kakinya memasuki studio tersebut, tak lama masuk ada seorang wanita yang menyapanya "bu Lusia , saya sudah menunggu anda sedari tadi "


"saya di utus pak Leo untuk menjadi asisten Bu Lusia mulai sekarang , dan saat ini kita akan menandatangi kontrak dengan pemilik studio ini"


" kontrak ? " tanya Mia terlihat bingung .


" iya , bukannya Bu Lusia ingin jadi model terkenal ? makanya pak Leo mendaftarkan anda "


" jadi ini yang di maksud Leo "


"oh iya iya kalau begitu ayo segera kita temui pemilik studio ini "


keduanya berjalan ke dalam sebuah ruangan yang sudah di siapkan.


saat di dalam ruangan Mia tak sengaja bertabrakan dengan Rasya yang saat itu juga buru-buru masuk kedalam ruangan yang sama .

__ADS_1


" maaf nona saya tidak sengaja " ucap Rasya , Mia yang tidak tahu jika akan bertemu dengan Rasya jadi bingung harus bagaimana meresponnya alhasil dia hanya diam saja .


Asisten Leo membisikkan sesuatu pada Mia yang kini berperan sebagai Lusia untuk menjaga sikap dan ekspresi dirinya agar terlihat alami di depan Rasya .


Rasya yang sudah di beritahu oleh sang asisten Jika yang ada di hadapannya adalah orang yang sedang dia tunggu bergegas untuk menyuruh Lusia dan asistennya wanitanya untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan .


Rasya mulai menjelaskan tentang kerjasama antar kedua pihak , sesuai dengan instruksi Leo , Lusia pun menandatangani kontrak bersama Rasya , sebelum membiarkan Lusia pergi nampak jika Rasya mengamati Lusia yang segera Lusia sadari " maaf pak apa ada sesuatu yang ingin Anda sampaikan ? " suara Lusia membuat Rasya salah tingkah " ahh ti tidak ada " Lusia dengan senyum manisnya pun pergi meninggalkan tempat Rasya .


brakk , bunyi pintu mobil di tutup secara kasar .


" nona tolong perhatikan sikap anda , jika orang lain melihatnya bagaimana ?" cetus sang asisten .


Lusia memutar bola matanya dan enggan menanggapi ucapan asisten Leo.


dalam hati asisten "apa tuan ku sudah buta ! dari mana dia mendapatkan wanita seperti dia ini , tidak punya atitude"


" kenapa Leo berencana mendekati Rasya ? kenapa tidak langsung ke orang terdekat Adrian saja ! "


mobil Lusia dan Sarah berpapasan di depan kantor Rasya , Sarah saat itu melihat Lusia dari balik kaca mobil miliknya " bukannya dia wanita yang bersama Leo ?" pikirnya .


Sarah yang juga berbakat dalam yang sama dengan Lusia juga berniat untuk mendapatkan kontrak dengan Rasya , sayangnya Rasya tidak mengijinkan Sarah untuk menjadi model karena Adrian dan Theo sudah mewanti-wanti Rasya untuk tidak membiarkan Sarah bekerja .


" ahh kenapa aku gak boleh jadi model kamu hah ! apa aku kurang cantik , sexy atau gimana ? " omel Sarah kesal pada Rasya .


Rasya yang memang memiliki sifat lembut pun hanya berkata " bukan begitu Sarah , aku hanya tidak mau kamu bekerja lagipula aku masih bisa menafkahi dirimu "perkataan terakhir Rasya membuat Sarah memeluk tubuh tunangan nya itu dan bersikap imut " ohh aku pikir aku tidak lebih cantik dari para model mu itu "


Rasya mencubit hidung Sarah dengan gemas " hahaha tentu saja kamu lebih cantik dari mereka di mataku "


" benarkah ? " Rasya mengangguk .


" tapi tadi aku melihat ada wanita cantik datang kemari siapa dia ? " tanya Sarah .


" yang mana ? tadi banyak wanita cantik yang datang kemari "sambung Rasya sontak membuat Sarah merasa jengkel mendengar Rasya memuji wanita lain di hadapannya " eh maksud ku wanita pasti cantik mana ada wanita tampan " untuk mengalihkan Sarah yang hanya menatapnya kesal" oke masih bisa diterima tapi awas saja lain kali kamu begitu " obrolan keduanya masih terus berlanjut , dua insan yang sedang kasmaran itu tak sadar membuat orang lain yang berada di sana menjadi iri pada keduanya .


di saat bersamaan bayi perempuan yang di tolong Adrian telah sah menjadi anak dari Ranti dan Adrian , Ranti menggendong bayi mungil itu sedangkan Adrian menggendong bayi Ara , keduanya berjalan memasuki ruangan yang di dalamnya sudah ada anggota keluarga yang menunggu ke datangan mereka , semua orang menyambut kedatangan sepasang suami istri itu , mereka juga dengan suka cita menyambut kedatangan bayi Luna .

__ADS_1


Hari - hari Ranti semakin sibuk karena sekarang harus mengurus kedua bayi tapi untung saja sang mertua mengirimkan beberapa pelayan kepercayaannya untuk melakukan pekerjaan rumah jadi Ranti lebih bisa fokus mengurus anak-anaknya .


rumah besar yang dulunya hening itu kini semakin ramai sejak kedatangan Ranti ke sana , hubungan Ranti dan Adrian juga semakin erat bak perangko meski keduanya di sibukkan oleh pekerjaan masing-masing .


__ADS_2