ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 147


__ADS_3

Masalah keluarga Adrian telah selesai kondisi sang ayah juga sudah membaik kini mereka membawanya pulang ke rumah Adrian untuk proses pemulihan dan setelah sang ayah sembuh , ayahnya pergi menemui Adrian yang tengah berada di ruang keluarga " Adrian maafkan papamu ini nak papa memang salah tapi saat itu papa juga tidak mengetahui jika gadis itu adalah adikmu dan saat itu papa terlalu malu jika media mengetahui masalah kelaurga kita papa takut reputasi kelaurga kita hancur tapi papa tidak menyangka jika itu akan membuat adikmu menderita maafkan papa mu ini " sang ayah bersujud di kaki sang anak Adrian hanya bisa diam , Ranti menegur Adrian " suami ku aku memang tidak tahu apa yang terjadi saat itu tapi aku mohon maafkan lah beliau beri dia kesempatan untuk memperbaiki semuanya lihatlah beliau sampai berlutut di depanmu apakah itu pantas ! " Adrian melepas tangan Ranti yang ada pada lengannya " aku sudah memberinya kesempatan tapi dia malah membuangnya kesempatan itu dengan menutup mulutnya saat aku mencari keadilan untuk adikku jika dia tidak membungkam mulutnya mungkin adikku masih hidup sekarang "


" Adrian hapuskan semua kebencian mu itu , kebencian tidak akan membawa hal baik untuk kehidupan kita kelak ! bagaiman pun beliau juga manusia biasa yang juga bisa membuat kesalahan dan kita juga orang tua kita harus memberikan contoh yang baik untuk anak-anak kita ! jangan sampai mereka mencontoh tindakan kita saat ini , apa kamu mau anak-anak kita memperlakukan kita seperti ini ? " Adrian menggelengkan kepalanya


" jadi tolong maafkan beliau , bukanya akan lebih baik jika seandainya keluarga kita bisa berkumpul ? anak-anak kita pasti akan sangat senang saat tahu mereka memiliki banyak keluarga yang menyayangi mereka" Adrian menatap sang ayah yang masih setia pada posisinya.


" baiklah demi dirimu dan anak-anak kita aku memaafkannya " Adrian membantu sang ayah berdiri , ayahnya menangis dan memeluk putranya itu " terima kasih Adrian "


Ranti yang melihat momen haru diantara kedua pria itu sangat merasa senang , ibu Adrian juga demikian beliau mendekati suami dan putranya kemudian memeluk mereka .


Akhirnya keluarga Adrian kembali berdamai dan ayah Adrian juga sudah meminta maaf pada Ranti atas perbuatan buruknya pada menantunya itu " terima kasih Ranti , jika bukan bersama mu Adrian pasti tidak akan pernah berubah, kamu sudah mengubah Adrian menjadi lebih baik , dan maaf karena telah berbicara buruk padamu, maaf kan aku menantu ku " ayah Adrian kembali menangis , Ranti menenangkan ayah mertuanya itu " tidak perlu berterima kasih dan minta maaf pa, kita ini kan keluarga lagipula Ranti dan anak-anak sudah melupakannya, benarkan sayang "


Verro menjawab " iya kakek tidak perlu khawatir kita tidak membenci mu karena mommy bilang jika kita harus menghormati dan menyayangi keluarga kita " ayah Adrian memeluk dua bocah itu erat sambil bergantian mencium pipi mereka .


Selama bertahun-tahun lamanya akhirnya ayah Adrian merasakan kebahagian seperti saat keluarganya berkumpul dulu .


Adrian tersenyum tipis melihat ayahnya yang terlihat bahagia " aku tahu sebenarnya kamu sudah memaafkannya sekian lama tapi karena gengsi mu itu terlalu tinggi kamu masih terus saja menyangkalnya, benarkan suamiku " bisik Ranti pada suaminya.

__ADS_1


" memang iya aku tidak bisa menyembunyikan apapun darimu " Adrian mencolek dagu Ranti .


" karena semuanya masalah sudah beres bagaimana kalau kita mengadakan pertemuan keluarga saja " ibu Adrian memberikan saran yang tepat mengingat mereka memang telah lama tidak mengadakan pertemuan keluarga .


" Ranti juga setuju , sekalian saja kita gabungkan acara itu dengan acara pertemuan dengan keluarga Rasya, nanti papa dan mama bisa menjadi wali Sarah pasti dia akan sangat bahagia "


" boleh juga lagipula Sarah sudah aku anggap seperti adikku sendiri tapi apa papa setuju ? " sambung Adrian


" jika kamu bilang dia adikmu , maka aku sebagai ayahnya juga harus menyetujuinya bukan aku tidak ingin putriku kecewa karena orang tuanya tidak hadir " semua orang ikut senang mendengar perkataan ayah Adrian .


Adrian dan Ranti mengantar kepergian orang tuanya yang lebih memilih tinggal berdua di rumah lama , sebenarnya Adrian memang tidak benar - benar mengurus perceraian diantara keduanya dia hanya mengirimkan surat palsu saja karena dia tahu jika keduanya saling mencintai jadi setelah ibu Adrian mengetahui kebenaranya beliau memutuskan kembali bersama sang suami.


" orang tua Ranti pastilah orang tua yang hebat , mereka bisa mendidik putri mereka dengan baik , sungguh aku merasa bangga pada Ranti meski aku bukan ibu kandungnya " Wanda yang melihat momen itu jadi merasa ikut terharu dan bahagia .


Akhirnya acara kumpul keluarga itu di adakan di rumah ayah Adrian sebagai tuan rumah .Theo sangat senang karena ayah Adrian mau menjadi wali untuk adiknya , pertemuan diantara dua keluarga itu berjalan lancar tak lupa mereka juga membahas tentang pernikahan Rasya dan Sarah yang akan diadakan satu bulan lagi mengingat Sarah kini telah hamil dua bulan , sebelum kandungan Sarah membesar .


Ranti yang saat itu menggendong bayi Ara di datangi oleh ibu Rasya " Ranti bisa kita bicara sebentar ada yang ingin Tante bicarakan padamu " Ranti mengajak ibu Rasya pergi menjauh i kerumunan .

__ADS_1


" silahkan duduk Tante" Ranti mempersilahkan ibu Rasya duduk di sebuah kursi bersamanya , mereka saat ini berada di bangku yang ada di pinggir kolam renang .


" Ranti , maafkan sikap Tante dulu padamu iya , Tante sungguh menyesal sekali tapi sekarang Tante sadar jika yang Tante lakukan dulu salah dulu Tante terlalu berpandangan sempit dan melihat orang berdasarkan status mereka , tapi melihat sikap keluarga dari Sarah yang mau menerima kami tanpa memandang status keluarga kami Tante merasa lega , sebenarnya Tante takut Rasya akan di perlakukan tidak baik jika masuk ke dalam keluarga kalian "


" oh jadi mama nya Rasya merasa minder setelah mengetahui keluarga besar kami "


" sudah lah Tante itu semua kan cuma masa lalu , oh iya Tante tidak usah khawatir Rasya tidak akan mendapatkan perlakuan buruk kok kami semua sudah menganggap Rasya bagian dari keluarga kami " setelah Ranti berbicara seperti itu pada ibu Rasya terlihat lebih lega namun sikapnya kembali jadi acuh pada Ranti bahkan ibu Rasya juga meninggalkan Ranti begitu saja " ternyata dia masih tidak berubah dia hanya mau memastikan posisi putranya " Ranti hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja melihat sikap ibu Rasya .


Ranti menyayangkan Rasya yang bisa memiliki orang tua seperti itu apalagi sikap Rasya yang dirasa tidak mirip sama sekali dengan sikap orang tuanya dan itu juga membuat Ranti merasa tidak perlu mengkhawatirkan Sarah sebab Ranti percaya Rasya adalah orang yang bertanggung jawab .


sebelum Ranti kembali tangan Ranti di tarik oleh seorang pria yang beberapa waktu ini terus mengusik dirinya, siapa lagi jika bukan Luis yang selalu menganggu dirinya .


hukuman yang Adrian berikan pada Luis malah membuatnya terus menganggu Ranti " ada apa lagi hem?" Ranti begitu malas meladeni Luis yang menurutnya begitu menyebalkan .


" tidak ada apa-apa, oh iya kakak ipar aku lihat kamu begitu dekat dengan orang tua dari calon suami Sarah , apa sebelum nya kalian memang pernah ada hubungan " dengan malas Ranti menjawab .


" ada hubungan atau tidak itu bukan urusanmu , oh iya jangan dekat-dekat denganku atau anak-anak ku aku takut kamu menculik kami dan membuat kami jadi bahan taruhan " Luis tertawa mendengar perkataan Ranti yang saat ini telah pergi meninggalkannya " hahaha , lucu sekali dia "

__ADS_1


" apanya yang lucu " sahut Thomas yang juga hadir di acara itu bersama Nathan .


" tidak ada " nyali Luis langsung menciut saat Thomas berada di hadapannya " jangan mengganggunya Luis atau kamu mau Adrian marah padamu " Thomas memberi peringatan pada Luis yang hanya diam tanpa memberi tanggapan apapun.


__ADS_2