ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 123


__ADS_3

Hari sudah pagi, semua anggota itu ternyata tidak bisa bisa tidur setelah kejadian tersebut , kini Rasya dan Sarah yang sudah rapi memilih untuk kembali ke tempat mereka .


sedangkan Adrian memilih menemani keluarganya karena takut jika sesuatu terjadi lagi pada mereka dan meminta Theo mengurus segala pekerjaannya .


" kamu tidak masuk kerja lagi ?" tanya Ranti sambil meletakkan secangkir kopi di atas meja .


" untuk saat ini lebih baik aku di rumah saja , aku takut mereka akan mengirim orang lagi kemari saat aku tidak ada di rumah " jelas Adrian .


" tapi kasihan Theo , apa tidak ada orang lain yang bisa kamu percaya lagi untuk membantu Theo mengurus semuanya " sanggah Ranti .


" ada , tapi dia sedang ada urusan di luar negeri mungkin Minggu depan dia akan kembali" jawab Adrian sesekali menyeruput kopi buatan sang istri tercintanya itu.


" oh begitu " Ranti yang saat itu tengah duduk di samping Adrian tiba-tiba merasa nyeri di perutnya .


" sayang , kamu kenapa ?" adrian yang menyadari perubahan ekspresi pada raut wajah istrinya.


" gak tahu , tiba-tiba perut aku sakit Adrian " jawab Ranti dengan penuh kesakitan .


dengan cepat Adrian langsung menghubungi Anne untuk pergi ke rumahnya , untungnya saat ini Anne memang ingin kesana karena telah mendengar peristiwa itu Anne khawatir dengan kondisi Ranti terutama pada janinnya .


sesampainya di sana Anne segera melakukan pemeriksaan pada Ranti .


setelah selesai dia mengajak Adrian keluar kamar dan berbicara berdua dengan sahabatnya itu.


" Anne , ada apa dengan Ranti ?" tanya Adrian terlihat cemas .


" begini Adrian , janin di dalam rahim istrimu cukup lemah apalagi Ranti mudah mengalami stress itu sangat berpengaruh pada kondisi janin nya , aku harap kamu bisa menghindarkan Ranti dari rasa stress atau hal lainnya yang bisa memicunya " jelas Anne .


" jadi aku harus bagaimana Anne ? hidup ku saja penuh dengan musuh dan masalah bagaimana cara menghindarinya ? " Adrian nampak bingung dengan tindakan apa yang harus dia lakukan .

__ADS_1


" aku tidak mengarah pada masalah hidup Adrian , dan aku rasa Ranti wanita yang cukup pengertian tentang statusmu , dia juga wanita yang kuat namun lebih baik ajak lah dia sesekali berlibur keluar negeri untuk menghilangkan stress selama kehamilannya " jawab Anne memberi saran .


" tapi bagaimana dengan anak-anak kami ? " sambung Adrian .


" untuk urusan anak kalian kan ada aku dan Theo juga ada Sarah dan ibumu kamu tenang saja kami yang akan menjaga mereka , kamu tidak usah khawatir " jawab Anne mencoba meyakinkan .


" baiklah , nanti aku akan berbicara pada Ranti tentang masalah ini aku harap dia mau pergi " raut wajah Adrian masih tampak ragu karena dia tahu betul tabiat sang istri yang tidak akan tega meninggalkan anak-anaknya itu .


" iya sudah kalo begitu , aku pergi dulu " Anne berpamitan pada Adrian dan kembali e rumah sakit tempat dirinya bekerja .


Anne memang memberikan saran yang bagus untuk Adrian , tapi masalahnya kini ada pada Adrian yang tidak tahu harus memilih tempat berlibur yang cocok untuk dirinya dan Ranti .


sambil mengacak rambutnya Adrian frustasi , akhirnya Adrian memilih menghubungi pakar yang tepat untuk merekomendasikan tempat berlibur untuk dirinya dan Ranti .


di tempat Sarah dan Rasya , keduanya tengah duduk di ruangan yang sama namun bersebrangan , setelah kejadian itu Rasya memang banyak menghindar dari Sarah .


keheningan menyelimuti ruangan itu di tambah hawa dingin yang terpancar dari tatapan Rasya padanya , bahkan membuat Sarah seakan berada di rumah yang tak berpenghuni , suara nada dering ponsel milik Sarah berbunyi memecah keheningan itu , dengan cepat Sarah menekan layar ponsel miliknya dan menerima panggilan itu .


" em, Sarah aku ingin kamu memberikan beberapa rekomendasi tempat berlibur berdua yang cocok untuk ku dan Ranti " tenyata Adria menghubungi Sarah untuk memecahkan masalah liburan , iya memang Sarah lah orang yang paling tepat karena dirinya memang sering melancong ke berbagai Negera untuk berlibur jadi pasti dia tahu banyak tempat yang bagus .


" apa ! berlibur berdua ? " ucap Sarah sambil sesekali melihat ke arah Rasya .


" iya berdua Sarah , cepat berikan aku rekomendasi yang terbaik " Adrian nampak kesal dengan sikap Sarah yang bertele-tele .


Dengan iseng Sarah memanfaatkan Adrian untuk melihat respon dari Rasya .


" oke , bagaimana kalo kita ke hawai , Paris atau bisa juga ke Selandia baru , aku juga belum pernah pergi kesana " jawab Sarah dengan manja .


" hei aku ingin pergi dengan istri ku bukan dengan dirimu, kalo kau ingin pergi kesana ajaklah calon suamimu itu , sudah lah kau ini aneh sekali Sarah lebih baik aku cari sendiri saja " Adrian yang jengkel pun mematikan panggilannya pada Sarah .

__ADS_1


" oh aku rasa tidak perlu memberitahunya, lagipula kami juga belum menikah tidak masalah jika aku pergi dengan pria mana pun kan " jawab Sarah meski dia tahu Adrian telah memutuskan panggilan namun dia tidak akan menyia-nyiakan kan kesempatan itu untuk mengetahui respon apa yang akan Rasya pada dirinya di luar dugaan Rasya malah memilih pergi meninggalkan Sarah sendiri di dalam .


" aahh sial, ternyata dia tak terpengaruh sama sekali " umpatnya kesal .


Sarah lebih memilih masuk kedalam kamarnya .


di dalam kamar Ranti , hanya bisa berbaring di ranjang nya meski rasa sakit di perutnya sudah tidak begitu terasa tapi tubuhnya seolah tak ada tenaga untuk bangun . Adrian sudah berada dalam kamar , kehadiran Adrian lah yang membuat Ranti tiba-tiba memiliki tenaga untuk bangun .


" Anne sudah pergi?" tanya Ranti sambil menarik tangan adrian agar duduk di sampingnya .


" iya sudah pergi, apa masih sakit? " jawab Adrian sambil mengelus perut Ranti .


" sedikit tapi saat kamu menyentuhnya terus seperti ini mungkin akan terasa lebih baik " sambil tersenyum .


" kamu ini bisa saja " begitu gemas Adrian melihat Ranti seperti ini ingin sekali dirinya menerkamnya tapi dia masih tahu batas jika saat ini istrinya itu masih sakit.


" sayang , Anne memberi saran padaku agar kita pergi berlibur supaya kamu dan janin kita tidak tertekan , bagaimana menurutmu ?" tanya Adrian dengan lembut .


" em aku sih tidak masalah asalkan anak-anak juga ikut " jawab Ranti , Adrian dengan hati-hati berkata


" tapi Anne bilang anak-anak akan di jaga olehnya "


Ranti langsung menatapnya intens " jadi maksud kamu kita pergi tanpa mengajak mereka ? iya gak bisa lah Adrian, kalo gitu tidak usah pergi berlibur " jelas Ranti .


" Ran , ini demi bayi kita , kamu akhir - akhir terlalu banyak masalah gara-gara Mia berulah di kantor dan belum lagi kamu harus mengurus anak-anak dan rumah , kamu butuh menenangkan pikiran Ranti , masalah anak-anak serahkan pada mama dan Anne ,mereka pasti akan menjaga si kembar dengan baik " bujuk Adrian agar Ranti mau pergi dengannya.


" tapi Adrian , kalo mereka tidak ikut aku juga bakal mikirin mereka gimana apa mereka sudah makan atau belum apa mereka belajar dengan baik jadi percuma saja Adrian " Adrian yang sudah kehabisan kata-kata hanya diam namun ternyata ibu Adrian mendengarkan percakapan keduanya , ibu Adrian menghampiri anak dan menantunya itu .


" tidak usah khawatir Ranti , kan ada mama yang mengurus mereka masa kamu tidak percaya sama mama , dan kalo di pikir - pikir anak-anak itu pengertian loh buktinya saat mereka tahu kamu hamil mereka jarang nyusahin kamu kan, sudah lebih baik kamu ikuti saran Anne saja iya " rayu sang ibu .

__ADS_1


" tapi ma ? " Ranti masih berusaha menentang namun ibu Adrian kembali berkata " sudah tidak ada tapi harus iya pokoknya " jawab sang mertua hingga membuat Ranti pun terpaksa mengiyakan mertuanya .


__ADS_2