ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 133


__ADS_3

" mommy kenapa lama sekali sih liburan nya kita kangen sama mommy " manja Vino pada sang ibu .


" maaf iya sayang di sana Daddy kamu juga ada kerjaan jadi harus menunggu sampai kerjaan Daddy selesai " Adrian mengelus kepala Vino dengan gemas , kedua bocah itu langsung menghampiri Adrian dan meminta untuk di gendong , Vino di sebelah kanan dan Vero di sebelah kiri.


Theo dan ibu Adrian juga membantu membawa barang - barang mereka untuk di taruh di dalam bagasi mobil .


Semua orang sudah masuk ke dalam mobil tinggal Adrian dan Theo yang berada di luar .


" Sarah dan Rasya dimana ? mereka tidak ikut pulang ?" tanya Theo pada Adrian .


" oh mungkin beberapa hari lagi " jawab Adrian lalu masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil kedua anak kembar itu tak henti-hentinya bercanda dengan Adrian membuat Ranti merasa jika kedua putranya lebih menyayangi Adrian di bandingkan dirinya .


" mommy kok diam saja ? apa adik membuat mommy sakit ?" celetuk Vero sambil mengelus perut sang ibu .


" ahh tidak sayang, mommy hanya merasa capek saja " jawab Ranti sambil memeluk Vero yang duduk di sampingnya ,

__ADS_1


" jangan lama - lama di dalam sana iya adikku, biar mommy tidak capek lagi " Vero mencium perut ibunya .


Ranti merasa ada sebuah pergerakan di perutnya , Ranti tersenyum saat bayi di dalam perutnya seakan merespon perkataan kakaknya .


Adrian dan Vino tengah asik berbicara sambil Adrian memangku Vino, terkadang Adrian dengan iseng menjahili Vino dan begitu juga sebaliknya sampai mereka tiba di rumah mereka, Adrian menggendong kedua putranya yang sudah tertidur , Adrian tidak ingin Ranti kesusahan dengan menggendong anak mereka, Ranti yang melihat sikap Adrian yang begitu perhatian pada anaknya merasa sangat bahagia apalagi setelah kejadian yang di alami mereka saat berlibur membuat perasaan Ranti pada Adrian semakin dalam .


" aku tahu suamiku bukan orang baik di mata kebanyakan orang tapi di mataku dia adalah pria terbaik yang pernah aku temui , seorang pria yang begitu menyayangi anakku meski dia tidak berhubungan darah , seorang pria yang mau menanggung kesalahan demi keamanan diriku dan seorang pria yang mau merubah diri demi diriku , aku tak tahu seberapa besar hutangku padanya karena dia lah yang menuntunku keluar dari kegelapan , dia juga yang membuat hatiku yang redup menjadi hidup dia suamiku " batin Ranti sambil terus mengamati Adrian yang sedang menidurkan anak-anaknya .


" sayang kamu belum pergi ke kamar ? katanya kamu capek " Adrian mengajak ku untuk masuk kedalam kamar yang telah sebulan lebih kami tinggalkan .


Memang tempat terbaik dan ternyaman itu adalah rumah kita sendiri dan aku setuju akan hal itu.


Adrian membantu naik ke atas ranjang , dia juga membantuku melepas sepatu yang aku kenakan karena aku kesulitan untuk membungkukkan badan .


" maaf iya sudah membuatmu susah " kataku merasa tidak nyaman saat dilayani oleh Adrian , Adrian menatapku seakan aku membuat kesalahan padanya " mengapa kamu minta maaf , seharusnya aku yang begitu jika bukan karena kamu mengandung anak kita kamu tidak akan kesulitan seperti ini " jawabnya .


" tapi ini kan anak kita aku tidak merasa di menyulitkan ku ? bahkan aku sangat senang dan berharap dia bisa segera lahir ke dunia ini " sahutku cepat Adrian tertawa " mengapa kamu tertawa?" tanya ku padanya.

__ADS_1


" berarti kamu seharusnya paham kan jika aku melakukan semua ini juga dengan senang hati " jelasnya padaku .


Adrian ikut merebahkan diri di sampingku memelukku erat sambil matanya terpejam, akhir -akhir ini dia memang sulit untuk tidur entah sedang memikirkan apa aku juga tidak tahu .


" kau tahu saat aku tidak bersamamu sehari saja aku begitu merasa ada yang kurang dari diriku Ranti , dan saat kamu memutuskan untuk ikut berperan dalam rencana ku aku selalu takut , takut kamu terluka , aku harap kamu mau menemaniku sepanjang hidupku jangan tinggal kan aku Ran aku sungguh mencintaimu " Adrian semakin mengeratkan pelukannya padaku , aku pun menghadapkan diriku pada dada bidangnya aku menyelinap ke dalam dada bidang Adrian yang begitu membuatku merasa nyaman dan kau juga berkata " aku juga mencintai mu Adrian , aku juga takut kehilangan dirimu , lain kali jika kamu melakukan suatu hal semacam itu, kamu tidak boleh mengambil keputusan sendiri aku juga istrimu setidaknya beritahu diriku Adrian " gerutu ku padanya.


Dia hanya mengucapkan kata maaf sambil berkali-kali mencium keningku .


akhirnya kami berdua tertidur dalam keadaan saling memeluk satu sama lain.


di malam hari aku terbangun saat kau mendengar suara orang di balkon kamar ku , aku meraba kasur di sampingku, aku tidak merasakan tubuh Adrian hanya ada bantal saja, aku membuka mata benar saja Adrian tidak ada di kamar tapi pintu balkon terbuka , samar- samar aku melihat Adrian yang berdiri di balkon saat itu dia memegang sebuah bingkai foto di tangannya , aku menghampiri suamiku. semakin langkah ku mendekat pada dirinya semakin aku mendengar jelas suara Adrian lemah yang membuatku ikut merasa sedih , aku tidak pernah melihatnya selemah ini sebelumnya .


" maafkan kakak mu yang tidak bisa menjaga mu dengan baik, jika saja waktu itu kakak datang tepat waktu pasti kita masih bisa berkumpul bersama , keluarga kita juga tidak akan hancur seperti ini , semua ini memang salah kakak, maaf juga karena terlambat membalaskan rasa sakit mu pada mereka yang membuat mu menderita tapi tenang saja semua sudah mendapatkan balasan , kakak tidak masalah jika harus berlumuran darah asal kakak bisa membalas mereka , maaf kan kakak mu ini adikku ,kakak berharap kamu bisa tenang di sana" Adrian mencium foto yang dia pegang sedari tadi , matanya merah seakan menahan air mata agar tidak menetes keluar . aku tahu dia tidak ingin aku mendengar nya menangis jadi dia berusaha menahan tangisannya .


aku perlahan mendekat ke arahnya memeluk nya dari belakang , dia segera menghadap ke arahku " apa kamu terganggu oleh ku sayang ? maaf iya " ucapnya sambil memeluk tubuhku ..


" menangislah Adrian jangan kamu simpan kesedihanmu sendiri , keluarkan semuanya Adrian , aku disini untukmu jangan takut untuk menangis ada kalanya seorang lelaki juga bisa menangis jangan di tahan Adrian " Adrian memelukku semakin erat dia menyandarkan kepalanya di bahuku ,beberapa detik terdengar suara Adrian menangis air matanya juga membasahi gaun tidur ku . badannya gemetar suara menjadi serak dia meracau sesuka hati nya mengeluarkan segala beban yang dia simpan di dalam dirinya sendiri .

__ADS_1


aku juga ikut menangis saat dia menceritakan semua kesedihan, kekecewaan, amarah yang dia tahan selama bertahun-tahun dan beribu kali kata maaf telah aku dengar dari mulutnya hingga aku merasa jika suhu tubuh Adrian semakin tinggi aku melepaskan pelukanku padanya aku menaruh punggung tangan ku pada dahinya " astaga kamu demam" aku segera mengajak Adrian masuk ke dalam kamar dengan susah payah aku menyeretnya hingga sampai di tempat tidur . dia mengigau beberapa kali sambil memanggil nama adiknya , aku segera turun ke bawah mengambil baskom berisi air dingin untuk mengompres Adrian hingga demamnya mulai turun , perlahan aku mengambil foto yang ada di genggaman Adrian dan aku juga sempat melihat foto dirinya bersama kedua adiknya lalu ku taruh foto itu di atas meja di samping Adrian .


aku juga berbaring di sebelah Adrian sambil sesekali mengecek suhu tubuhnya takut jikalau suhunya kembali naik .


__ADS_2