
Sampai pada waktu persidangan semua berjalan sesuai dengan yang Ranti harapkan, Ranti berhasil memojokkan Arya tapi saat pihak Arya meminta kepada hakim untuk menghadirkan Vinno di depan semua pihak situasi berbalik.
Di luar dugaan dari Ranti dan Adrian sebab Vinno ternyata lebih memilih sang ayah untuk mengasuh dirinya .
" Vinno jangan lakukan itu nak " Ranti histeris hingga membuatnya hampir tidak bisa mengendalikan dirinya , dengan putus asa Ranti mencoba merubah keadaan namun Vinno hanya menatapnya tanpa ekspresi, di saat itu pula Ranti merasa begitu sedih dan gagal menjadi seorang ibu, untung saja Adrian menahan istrinya agar tidak memperkeruh keadaan , pernyataan Vinno menjadi akhir dari perebutan hak asuh tersebut , kini Arya telah memenangkan hak asuh atas salah satu putranya , Arya memang sengaja tidak mengambil hak asuh untuk putranya yang lain mengingat kedua putranya lebih dekat dengan Ranti dan Adrian ketimbang dengan dirinya .
walau sebenarnya Arya tidak akan melakukan hal tersebut pada Vinno jika bukan Vinno sendiri yang memintanya dan sikap Ranti pada dirinya .
" Vinno apa salah mommy sayang ? katakan nak ? mommy janji tidak akan mengulanginya lagi tapi jangan pergi tinggalkan mommy " Ranti terisak sambil memeluk tubuh putranya .
" mommy tidak salah , Vinno hanya ingin pergi bersama papa saja " jawab Vinno juga sambil menangis.
" dad , tolong jaga mommy untuk ku iya " Adrian ikut memeluk Ranti dan Vinno erat , tak lama Nathan dan Verro juga memeluk Vinno , keluarga Ranti begitu sedih dan tak rela melepaskan Vinno untuk di bawa pergi oleh Arya .
Namun langkah kaki Arya semakin mendekat ke arah mereka
" Vinno sayang , ayo kita pulang " ajak Arya pada putranya , Vinno pun berpamitan pada Ranti dan Adrian serta kedua saudaranya , genggaman tangan Ranti Vinno terlepas secara perlahan hingga Vinno berganti menggandeng tangan sang ayah sembari berjalan meninggalkan Ranti dan keluarga nya .
Ranti menangis dalam pelukan Adrian saat Vinno di bawa pergi oleh Arya sambil menyebut nama Vinno .
Di dalam mobil Vinno yang awalnya tersenyum kini berubah menjadi murung " ada apa sayang ? bukannya ini yang kamu inginkan " tanya Arya pada putranya .
" maafkan Vinno , Vinno tidak mau jadi beban kalian makanya Vinno mau pergi saja karena Vinno tidak bisa seperti kak Nathan dan Verro" batin Vinno .
__ADS_1
Tanpa menjawab pertanyaan yang di lontarkan Arya , Vinno masih diam saja Arya pun hanya bisa menghela nafas dia berpikir jika Vinno mungkin masih perlu waktu untuk lebih dekat dengan dirinya lagi.
Sedangkan di saat yang sama Adrian juga merasa gagal karena untuk kedua kalinya Adrian tidak bisa mengalahkan pengacara itu lagi , Adrian merasa bersalah pada Ranti dan anak-anaknya karena tidak bisa mempertahankan Vinno .
Ranti beserta yang lainnya pulang ke rumah dengan perasaan sedih .
" sayang kamu harus sabar iya mungkin itu yang terbaik untuk Vinno , Arya tadi juga sudah bilang padaku jika kita bisa mengunjungi Vinno setiap tiga bulan sekali jadi kamu tenang iya " Adrian berusaha menenangkan istrinya agar tidak terlalu larut dalam kesedihan.
" tapi kenapa Vinno tidak bilang pada ku sedari awal Adrian ? kenapa?" Ranti masih saja tidak percaya jika Vinno tiba-tiba bisa berubah seperti itu . Adrian memeluk tubuh Ranti dan berkata
" sayang sudah jangan di pikirkan lagi iya , sebaiknya kamu istirahat saja" jawaban Adrian malah membuat Ranti menjadi marah
Ranti mendorong tubuh Adrian menjauh dari dirinya " jangan dipikirkan ? kamu gampang bicara seperti itu karena dia bukan anak mu " Adrian yang mendengar kan perkataan Ranti padanya merasa tersinggung , Adrian berdiri dari duduknya dan beranjak keluar dari kamar ,
Masalah hak asuh Vinno memang banyak menguras energi dan pikirkan bagi Ranti dan Adrian , sering kali mereka juga bertengkar karena masalah itu tapi hari ini adalah pertengkaran terbesar mereka selama pernikahan .
" bertengkar lagi ?" tanya Luis .
" sudah aku bilang kan pernikahan itu suatu hubungan yang rumit " imbuh Luis .
" jika tidak punya solusi lebih baik diam jangan memperkeruh suasana " tandas Adrian .
" kamu yang sabar iya Adrian, mungkin Ranti masih tidak bisa merelakan kepergian Vinno " sambung Wanda .
__ADS_1
" iya ma Adrian tahu tapi jika sikap Ranti masih saja tidak berubah dan terus merasa bersalah atas kepergian Vinno bagaimana dia bisa mengurus Ara dan Verro dengan benar ? " jawab Adrian , perkataan Adrian membuat ibu mertuanya terdiam.
Di dalam kamar Ranti masih merasa sedih sekaligus merasa menyesal karena telah berkata kasar kepada suaminya , padahal sang suami selalu mendukung dirinya di saat dia berada dalam masalah. Ranti menghapus air matanya dan bergegas keluar mencari sang suami hingga dia berjumpa dengan Luis yang sedang berada di ruang tengah , mereka berdua saling menatap hingga Ranti bertanya " dimana Adrian ?" Luis menunjuk ke arah ruang kerja Adrian , segera Ranti pun menuju ruangan tersebut dan masuk kedalamnya.
di dalam ruang kerja Adrian terlihat sedang berbicara lewat telepon dengan seseorang, melihat gelagat Adrian yang serius Ranti berniat mengurungkan niatnya untuk menemui sang suami namun saat akan keluar dari ruangan Adrian mencegahnya , Ranti hanya menatap Adrian dengan mata berkunang-kunang seketika Adrian menutup panggilan itu dan kini Ranti telah memeluk tubuh suaminya sambil menangis " maaf Adrian , aku sungguh tidak bermaksud berbicara seperti itu padamu , pikiranku sedang kacau sehingga tanpa sadar aku mengeluarkan kata-kata kasar padamu , sungguh aku sangat menyesal Adrian "
Untung saja Ranti begitu beruntung mendapat suami seperti Adrian dengan tenang Adrian menjawab " sudah jangan menangis , aku tidak mempermasalahkan nya hanya saja aku begitu khawatir jika kamu terus seperti itu bagaimana dengan anak kita yang lain, bukan hanya kamu yang merasa kehilangan tapi mereka juga kehilangan saudara mereka , jadi aku harap kamu bisa tegar Ranti , semua demi anak kita " Ranti semakin memeluk tubuh Adrian .
" terima kasih Adrian kamu sudah membuka pikiran ku , aku janji aku tidak akan seperti ini lagi demi anak kita " .
Wanda yang melihat dari celah pintu yang sedikit terbuka merasa senang karena Ranti dan Adrian sudah menyelesaikan masalah di antara mereka .
Di rumah Arya ,
kedatangan Vinno ternyata sudah di sambut oleh orang tua Arya yang ada di rumahnya , mereka langsung membawa cucu nya masuk kedalam rumah dan mengajaknya berkeliling, meski rumah itu tak sebesar dan semewah rumah Adrian tapi Vinno cukup senang untuk tinggal di sana apalagi kakek dan nenek nya akan ikut tinggal bersama dirinya di rumah itu .
Tak lama kekasih Arya juga datang ke rumah Arya guna mengucapkan selamat pada Arya dan juga berniat menemui Vinno namun kedatangan Aliskha yang tiba-tiba membuat Arya kaget sebab orang tua Arya masih berada di sana.
" kamu datang kemari kenapa tidak menghubungi ku terlebih dulu ?" tanya Arya setelah membawa sang kekasih ke halaman samping rumahnya .
" em itu karena aku ingin memberi kejutan padamu " jawab Aliskha dengan polos , tak di sangka sang ibu memergoki mereka berdua.
" siapa dia Arya ?" tanya Maharani .
__ADS_1
" ahh dia teman Arya ma " perkataan Arya membuat hati Aliskha kecewa karena di depan orang tuanya Aliskha hanya di anggap sebagai teman saja tapi dia mencoba menutupinya dengan tersenyum ramah pada ibu dari kekasihnya yang kini mengamati setiap inci dari dirinya.