
di tanda tangani lah surat perceraian itu dengan dion.
"lepaskan saya" ucap dion
"lepaskan mereka dan laksanakan yang saya suruh tadi " ucap romi kepada salah satu suruhan nya.
dion melihat kepergian romi dengan raut muka yang penuh amarah
"lihat saja nanti pembalasan ku pada kalian " batin dion.
romi menerima panggilan dari brian untuk segera menyiapkan mobil.
romi segera bergegas menuju mobil nya dan melajukan mobil nya ke arah brian dan sinta berada.
brian dan sinta masuk ke dalam mobil.
suasana hening
mereka tidak mengeluarkan sepatah katapun.
setiba nya di kota Y sinta ingin pulang ke kontrakan tapi di larang oleh brian.
"kamu disini lah dulu, kabari orang tua mu dan beritahu semua nya " ucap brian
"tapi pak.... aku belum sanggup untuk menceritakannya kepada mereka " jawab sinta tertunduk
brian meninggalkan sinta yang sedang duduk di sofa dan menghampiri romi
"rom besok ada jadwal apa? "tanya brian
" tidak ada pak, " jawab romi melihat tab nya melihat jadwal.
"baik lah kalo begitu saya akan mengantarkan sinta ke rumahnya" ucap romi kepada romi
" apa lo benar-benar mencintai sinta ?" tanya romi meledek
"hussss diam saja lo jangan sampai sinta mendengar atau akan ku pecat lo " ancam brian
" cih suka nya mengancam saja "jawab romi meninggalkan brian begitu saja.
__ADS_1
brian yang tahu besok gak ada jadwal kerja jadi dia bisa mengantarkan sinta ke rumah orang tua nya sekalian mendekat kepada calon mertua..
"kalo kamu tidak sanggup menceritakan lewat telfon, kita akan kesana untuk menceritakannya " ucap brian yang sudah ada di samping sinta.
" apa yang bapak katakan" tanya sinta menoleh ke brian
"heiii ini tidak jam kantor jangan panggil saya bapak, karena saya bukan bapak mu " ucap brian membuat sinta tersenyum
"andai kamu bisa begini terus sin aku akan bahagia melihatnya "batin brian
"iya maksud ku apa yang kamu katakan? kita? "tanya sinta lagi
" iya kita " jawab brian
" aku takut pak gimana nanti omongan tetangga ku kalo kamu ikut kesana " ucap sinta
" kenapa memangnya apa hubungannya dengan tetangga mu, kita kan pergi ke rumah mu bukan ke tetanggamu " jawab brian bingung
"rumah saya di desa, dan semua orang tahu kalo saya sudah memiliki suami apa gosip yang mereka buat kalo melihat aku dan kamu datang ke rumah " jelas sinta
" sudah lah kamu tidak perlu pedulikan apa kata tetanggamu itu sekarang yang harus kamu pikirkan adalah kamu dan keadaanmu kedepan jangan terpuruk terus menerus" ucap brian menenangkan.
*******
keesokan harinya mereka bersiap untuk ke rumah sinta. beberapa jam menuju ke rumah sinta, sesampainya disana ternyata tidak seperti yang brian bayangkan ternyata gosip soal dion dan sinta sudah menyebar bahkan semua orang mengira sinta lah yang berselingkuh dengan bos nya.
brian dan sinta melihat dari kejauhan ada mobil di depan rumah sinta yang tak lain adalah mobil mertua nya atau orang tua dari dion.
sinta melihat mereka sedang memarahi orangtua nya, sinta yang ingin turun di larang oleh brian.
"jangan gegabah " ucap brian memegangi tangan sinta
"lihat saja dulu dari sini " ucap brian lagi
terlihat orang tua sinta pun marah karena mereka sudah tahu kejelekan dion tapi orang tua dion marah akibat dion mengabari kalo mereka disiksa oleh sinta dan bos nya itu.
orang tua sinta yang belum mengetahui betul apa yang terjadi mereka pun hanya diam di hina-hina oleh orang tua dion.
brian yang mendengar hinaan itu tidak terima karena itu menyangkut dirinya juga.
__ADS_1
"kamu tunggu sini jangan turun sebelum aku menyuruhmu untuk turun" ucap brian
sinta menganggukan kepala nya sambil menangis sesegukan.
brian pun turun dan menghampiri kedua keluarga tersebut.
" permisi " ucap dion memberi salam
kedua orang tua itupun kaget kedatangan tamu yang sangat tampan menggunakan kaos kerah dan celana panjang hitam.
"iya ada apa ya nak? " ucap orang tua sinta yang tidak tahu kalo itu adalah bos sinta.
" maaf saya kesini hanya mau menjelaskan apa yang di sampaikan bapak ibu ini tidak benar " ucap brian menunjuk ke arah orang tua dion.
"apa maksud kamu? siapa kamu? " jawab mama dion dengan nada ketus.
" maafkan saya tante telah lancang mendengarkan pembicaraan tante tadi, tapi yang tante katakan semua nya salah, lihat lah dulu ini" jawab brian dengan sopan dan memperlihatkan ponsel nya atas kelakukan anak nya.
mama dion merasa malu
"kamu siapa sampai mengetahui semua ini" tanya mama dion
" perkenalkan saya brian, saya teman sinta"
" oh jadi kamu selingkuhannya sinta " jawab mama dion lagi
brian yang sedari tadi sabar wajahnya menjadi murka
"bukti apa yang memberatkan saya jika saya selingkuhan sinta, maaf tante saya tidak bermaksud kasar dengan orang tua " ucap brian penuh kesabaran.
"sudah lebih baik kalian pergi dari rumah saya " ucap bapak sinta mengusir kedua orang tua dion
" tidak perlu kalian usir saya juga sudah jijik menginjakan kaki kotor di tempat ini, gubug reyot saja bangga " hina mama dion lagi
brian mengepalkan tangannya mendengar ucapan orang tua dion yang sangat sombong.
"sudah nak sudah " ucap ibu sinta mengelus" tangan brian.
brian pun hanya diam saja melihat tingkah orang tua dion yang meninggalkan rumah sinta dengan menendang pot depan rumah sinta.
__ADS_1