
Ranti yang kini berada di balkon kamarnya memandang langit malam di penuhi bintang , hembusan angin malam menembus kulit mulusnya yang hanya di balut gaun malam yang tipis. suara teriak memanggil namanya .
" Adrian ? "nama itulah yang keluar dari mulut Ranti melihat Adrian yang berada di depan rumahnya .
Ranti segera mengenakan jaket dan pergi keluar menemui Adrian .
" ada apa ?" tanya Ranti sedangkan Adrian menatap lekat tubuh Ranti yang menggunakan pakaian minim itu meski di tutup oleh jaket namun mata Adrian masih dapat melihat lekuk tubuh Ranti .
Adrian menelan saliva nya ingin sekali dia melahap mangsa di depan nya namun Adrian masih menahannya karena ini bukan lah waktu yang tepat baginya melakukan hal itu.
" aku hanya rindu " kata Adrian .
" kau ini jauh-jauh ke sini hanya untuk itu " kata Ranti kesal .
" siapa bilang jauh " jawab Adrian tak mau kalah .
" apa maksud mu" tanya Ranti .
Adrian mengajak Ranti mengikutinya beberapa langkah dari rumah Ranti tepatnya ke sebelah rumah Ranti .
" ngapain kita ke sini? tanya Ranti .
" lihat ini , aku tidak jauh dari rumah mu kan " kata Adrian dengan bangga .
Ranti masih tidak mengerti apa yang Adrian coba katakan .
" aku tinggal di sini sayang di sebelah rumah kamu " jelas Adrian .
" hah kamu tinggal di sini ? jangan ngaco deh inikan rumahnya ada penghuninya " Ranti tidak percaya .
" iya memang tapi sudah aku beli dan mereka juga sudah pindah dari sini tadi siang " jawab Adrian .
" orang kaya mah bebas " kata Ranti sambil menggelengkan kepalanya .
" gimana kamu seneng kan bisa ketemu dengan diriku setiap hari " goda Adrian .
" gak lah " jawab Ranti cepat .
Adrian segera mengajak Ranti masuk ke dalam rumahnya .
Ranti pun takjub dengan kelakuan Adrian bukan hanya membeli rumah tapi juga mengganti segala perabotan di rumah itu dalam waktu yang singkat .
__ADS_1
" kalo kamu beli rumah di sini untuk apa merenovasi rumahmu sebelumnya "tanya Ranti .
" iya kalo kita udah nikah kita sama anak-anak akan tinggal di sana lah sayang kalo di sini mah kurang luas " jawab Adrian .
" siapa juga yang mau nikah sama kamu" bantah Ranti
" iya kamu lah " jawab Adrian percaya diri.
" rumah segini kurang luas , padahal kan rumah ini 2 kali lipat rumah ku , gak tahu lagi harus ngomong apa sama nih orang " batin Ranti .
" udah lah , aku mau pulang aja nanti anak-anak nyariin " Ranti berpamitan kepada Adrian .
" nginep sini aja iya " rengek Adrian sambil menahan Ranti.
" gak bisa , gak enak sama tetangga " kata Ranti
" emang sekarang apa ? lagian sudah banyak kok pasangan yamg tinggal berdua serumah , mau iya " mencoba merayu Ranti
" gak , aku gak mau " tolak Ranti kemudian dia pun pergi dari rumah Adrian .
Ranti yang kini sudah berada di dalam rumahnya di kejutkan oleh Nita yang ternyata telah melihat Ranti menemui Adrian .
" siapa dia Ran ?" tanya Nita .
" ngapain malam-malam ke sini ? " tanya Nita .
" oh dia cuma mau nunjukin kalo dia pindah ke rumah sebelah " jawab Ranti jujur .
" ohh pasti dia sedang mengejar mu iya " goda Nita .
" siapa yang mengejar Ranti yang ?" sahut Doni .
" itu tuh temen Ranti Sampek pindah ke rumah sebelah mau ngapain lagi coba kalo gak buat ngejar Ranti " kata Nita yang kini berada di pelukan Doni .
" siapa dia Ran ?" tanya Doni
" ahh udahlah Ranti capek mau tidur dulu" Ranti segera memasuki kamarnya .
sedangkan Doni dan Nita tertawa melihat tingkah Ranti yang malu.
" senang bisa liat Ranti bahagia " ucap Nita namun terlihat sedih .
__ADS_1
" kalo senang kenapa ekspresi mu menunjukkan hal lain sayang " kata Doni memandang wajah istrinya.
" aku senang Ranti bahagia tapi jika Arya tahu tentang ini pasti hatinya hancur , apalagi kita selama ini sebagai keluarga nya menjauhinya dan bahkan menutupi keberadaan Ranti dari nya " jawab Nita .
" jadi maksud ucapan mu itu apa ? " kata Doni
" iya aku sebagai kakak nya Arya sebenarnya masih mengharapkan Ranti kembali bersama dengan Arya karena aku lebih suka Arya bersama dengan Ranti ketimbang wanita itu , dan juga jika bersama dengan Ranti otomatis keluarga kita bakal menerima Arya lagi kan , aku hanya ingin semua seperti dulu sayang " jawab Nita .
" lalu jika kamu berfikir sebagai seorang wanita bagaimana apa kamu akan kembali dengan orang seperti Arya ?" tanya Doni
" aku , tidak tahu " jawab Nita .
" sudah lah biar Ranti sendiri yang memilih jalan hidup mu tapi aku dan mama sangat menentang nya jika harus kembali bersama dengan Arya lebih baik Ranti bersama pria lain " kata Doni kemudian masuk ke dalam kamarnya .
Hubungan Doni dan Nita juga terkena imbas dari masalah Arya dan Ranti di mana mereka sering bertengkar karena Nita masih menginginkan Ranti kembali bersama dengan Arya , sedangkan Doni sangat ingin Arya pergi dari kehidupan Ranti selama nya , Doni tidak ingin lagi kehilangan seperti dia kehilangan Bella dia ingin menjaga Ranti yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.
Ranti yang ada di dalam kamar kini sedang memejamkan matanya agar tidur namun ponselnya berdering yang ternyata Adrian menelponnya .
Ranti mengabaikan panggilan itu namun Adrian masih menghubunginya lagi dan akhir nya Ranti menjawab .
" ada apa lagi sih " kata Ranti ketus .
" aku tidak bisa tidur " sambung Adrian .
" kenapa ? " tanya Ranti
" mungkin belum terbiasa dnegan tempat ini " jawab Adrian .
" aku sudah mengantuk kau pejamkan saja matamu nanti juga tidur " Ranti memberi saran dan kemudian Ranti tidur dan Adrian yang masih terjaga memanggil - manggil Ranti namun tidak ada sahutan .
" huh dia pasti sudah tidur " gumam Adrian .
sedangkan Arya kini masih terjaga di samping Mia yang tertidur lelap . memikirkan Ranti dan anaknya yang bahkan menolak kehadiran dirinya .
" kenapa pria itu di rumah Ranti apa yang sudah mereka lakukan , kenapa mereka menjadi semakin dekat bukanya ranti hanya menggunakan pria itu untuk membuat ku cemburu apa mungkin dia sudah melupakan ku dan lebih memilih pria itu , kenapa aku merasa familiar dengan pria itu? siapa dia ? " batin Arya penuh rasa penasaran sekaligus cemburu.
" kenapa kamu belum tidur sayang " mau yang terbangun dari tidurnya "
Arya melihat Mia sekilas lalu dia berdiri dan memilih tidur di sofa .
" kenapa lagi sih dia ? tadi masih baik-baik saja sekarang kenapa sikapnya begitu dingin padaku " batin Mia .
__ADS_1
" sudahlah jangan berfikir aneh-aneh aku hanya tidak bisa tidur saja " sahut Arya seakan mengerti apa yang sedang ada di pikiran Mia pun terlihat sedikit canggung dan Mia memilih untuk tidur kembali .