
Adrian berteriak memanggil Ranti , saat itu Ranti sedang berada di bawah bersama dengan Doni karena mendengar teriak Adrian yang memanggil namanya Ranti segera menghampirinya . Adrian terlihat panik melihat Nathan yang sudah tidak sadarkan diri begitu pula Ranti yang langsung menghampiri nathan , Ranti segera meminta Adrian menggendongnya .
Doni yang melihat adrian menggendong Nathan juga ikut panik .
" kak tolong kak Doni jaga anak-anak iya aku harus membawa Nathan ke rumah sakit " pinta Ranti , Doni pun setuju .
di dalam mobil Ranti terus menerus mencoba menyadarkan nathan namun tak ada respon yang membuat Ranti menjadi tambah panik .
" Ranti tenanglah, Nathan pasti baik- baik saja " Ranti jelas lebih tahu keadaan Nathan saat ini , dia segera meminta Adrian mengemudikan mobilnya ke sebuah rumah sakit khusus penyakit kanker .
" rumah sakit ini bukannya untuk penderita kanker ? " batin Adrian .
Ranti segera keluar dengan menggendong Nathan dengan sigap Adrian mengambil alih Nathan dan menggendong nya masuk ke dalam rumah sakit .
segera Nathan di bawa keruang pemeriksaan .
" Ran, apa Nathan mengidap kanker ?" tanya Adrian .
Ranti hanya mengangguk .
" kenapa kamu tak memberitahu ku Ranti"
dokter keluar dari ruangan itu dan menghampiri Ranti dan Adrian .
" bagaimana kondisi anak saya dok ?" tanya Adrian pada sang dokter.
dokter itu seakan ragu menjawab pertanyaan itu pada Adrian pasalnya yang dia ketahui Ranti merupakan seorang janda .
" maaf dok , dia suami saya kami baru saja menikah " jelas Ranti .
" oh , kondisi nya tidak terlalu baik jika bisa kita harus segera melakukan pencangkokan sumsum tulang dari keluarga pasien yang cocok misalnya ayah kandung nya , supaya penyakitnya tidak semakin menyebar "
" apa tidak ada cara lain dok? karena di keluarga kami tidak ada yang cocok dengannya dan ayah kandung nya tidak ada di sini " tanya Ranti putus asa.
dokter itu menggelengkan kepala.
" maaf dok , bisa dokter memeriksa saya barangkali hasilnya cocok" sela Adrian .
__ADS_1
" Adrian , apa yang kamu lakukan ini percuma saja kamu bukan ayah kandung nya , dokter sudah bilang kemungkinan kecocokan nya ada pada ayah kandungnya" larang Ranti.
" Ran, bagaimana kalau aku benar-benar ayah kandung dari Nathan " ungkap Adrian .
" Adrian jangan bercanda , ini serius "
" lihat aku Ran, apa aku terlihat bercanda ? aku tahu pasti kamu tidak akan percaya tapi biarkan aku mencobanya , ini demi Nathan "
Ranti hanya diam saja saat Adrian bersama dengan dokter itu masuk ke dalam sebuah ruangan .
sekian lama menunggu , Adrian pun keluar .
" hasilnya akan keluar dalam waktu 24 jam " jelas dokter tersebut .
Ranti segera menarik Adrian keluar dan membawanya ke koridor yang sepi tapi masih dekat dengan tempat Nathan di rawat .
" apa maksud perkataan kamu tadi ?" selidik Ranti .
Adrian hanya diam .
" adrian jawab " gertak Ranti .
" maaf Ranti aku tak bermaksud menyembunyikan semuanya darimu ataupun Nathan , kau tahu waktu itu aku akan menikah dengan Diana jadi aku terpaksa meninggalkan mu tapi setelah aku tahu dia lah yang menjebak diriku , aku mencari dirimu tapi aku tak mendapatkan apapun tapi beberapa waktu yang lalu aku mendapatkan semua informasi itu namun aku tak berani memberitahumu aku takut kau akan membenci ku Ranti " jelas Adrian dia sampai berlutut di hadapan Ranti .
Ranti saat ini sedang mencerna perkataan Adrian.
" jadi kamu pria itu ? kamu benar ayah kandung Nathan " tanya Ranti pada Adrian.
" iya, awalnya aku ragu tentang informasi yang aku dapat namun aku tanpa sepengetahuan mu telah melakukan tes DNA dan hasil memang benar Nathan adalah anak ku" jawab Adrian .
" bagaimana mungkin orang yang telah mengakibatkan sahabatku bunuh diri adalah suami sendiri , ya tuhan takdir apa yang kau buat untukku " batin Ranti kini menjadi kacau .
Adrian yang melihat Ranti hanya diam sambil menangis , Adrian lantas berdiri dia memeluk tubuh Ranti .
" maaf Ranti aku tahu aku salah tapi tolong beri aku kesempatan untuk menebus semuanya " sambil memeluk tubuh Ranti .
Ranti segera mendorong tubuh Adrian menjauh darinya .
__ADS_1
" maaf ? bagaimana kami bisa memaafkan mu ? selama bertahun-tahun aku mencari dirimu, tak aku sangka kamu begitu dekat lalu kenapa kamu baru datang sekarang ? apa kamu tahu penderitaan yang Nathan alami ? jika bukan karena dirimu sahabatku juga tidak akan bunuh diri dan Nathan tidak akan kehilangan ibu kandungnya ! " teriak Ranti pada adrian .
" ibu kandung? Nathan bukan anakmu ?" Tanya Adrian . Ranti menggeleng .
" dia anak dari wanita yang kamu hancurkan hidupnya sekaligus sahabatku , wanita itu bernama Bella dia anak kandung mama Wanda " jelas Ranti .
selama ini Adrian salah mengira jika wanita itu adalah Ranti . Dia juga tidak menyangka jika wanita yang selama ini dia cari telah meninggal bertahun-tahun yang lalu .
" jadi wanita di foto itu ? dia ibu kandung Nathan " tanya Adrian .
Ranti mengangguk sambil terus mengucap air matanya yang tak mau berhenti keluar.
" jika kamu menyesal minta maaf lah pada keluarganya " Ranti pun memberi saran .
Tanpa mereka sadari Doni dan Wanda telah berada di dekat mereka dan mereka juga telah mendengarkan semua nya .
Dengan penuh emosi Doni segera memukul Adrian dan menghajarnya tapi Adrian tak melawan sedikitpun seolah dia memang memberikan kesempatan Doni melampiaskan amarahnya .
Ranti segera melerai Doni yang yang terus menerus menghajar Adrian sedangkan Wanda hanya menyaksikan semuanya.
" hentikan kak, ini rumah sakit " mohon Ranti pada Doni .
" kenapa kamu melarang ku Ranti, dia yang membuat Bella meninggal , jika dia dulu tak melakukan itu padanya bella pasti masih hidup " bentak Doni pada Ranti .
" kak jika dia tak meninggalkan Bella apa Bella mau menerimanya ? Bella sudah tahu tentang Adrian tapi kenapa dia tidak memberitahukannya pada kita? jelas Bella juga tak ingin bersama dengannya , jika keduanya tak ingin bersama bukannya semua itu juga percuma, mereka juga tak akan hidup bahagia, kak Doni pasti tahu sendiri alasan Bella berbuat seperti itu kan ? " jelas Ranti .
Doni diam dia tahu jika Bella mencintai dirinya makanya Bella tak ingin memberitahukan kebenaran itu padanya yang Bella inginkan adalah bersama dengan Doni .
" Adrian juga sudah menyesalinya dan dia juga mau mendonorkan sumsum tulangnya untuk Nathan , buatku Nathan adalah segalanya jika aku harus memaafkannya pun aku akan berusaha melakukan itu dan lagi sekarang Nathan juga sangat dekat Adrian sudah sekian lama dia pasti merindukan figur seorang ayah jadi tolong berikan Adrian kesempatan kak " mohon Ranti pada Doni . Doni pun berusaha menenangkan diri dia menatap Wanda dan Wanda gaya mengangguk setuju dengan usulan Ranti .
" apa kamu melakukan ini karena kamu mencintainya Ranti " tanya Doni padanya adiknya itu.
" tidak kak ini semua demi Nathan " jawab Ranti .
" baiklah demi dirimu dan Nathan kami akan memberinya kesempatan tapi awas saja jika dia berani membuat kalian menderita aku pasti akan membuat perhitungan dengannya meskipun dia memliki segala nya " ancam Doni pada Adrian .
" terima kasih Doni aku janji tak akan pernah membuat mereka menderita lagi " sambung Adrian namun Doni hanya menatapnya sinis .
__ADS_1