ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 74


__ADS_3

Suasana terlihat sunyi , Adrian duduk di sebelah Ranti namun Adrian sibuk dengan ponsel miliknya . sedangkan Ranti terlihat canggung karena sedari tadi di pandang oleh beberapa pelayan dan juga calon mertuanya yang kini berada di hadapannya .


" sudah berapa lama kalian menjalin hubungan ? " tanya ibu Adrian .


Ranti melihat Adrian yang masih sibuk sendiri , akhirnya Ranti lah menjawab pertanyaan itu" belum lama Tante, mungkin sekitar 2 bulan " jawab Ranti jujur .


" oh ? lalu kenapa kalian terburu-buru memutuskan untuk menikah ? apa kamu hamil " tanya wanita itu lagi .


" ha hamil ? tidak, saya tidak hamil Tante " jelas Ranti .


" kenapa kamu mau menikah dengan Adrian ?" selidik nya.


suara ponsel Adrian berbunyi seketika , Adrian nampak tersenyum sang ibu melihat putranya tersenyum membuat ibunya merasa senang meski senyuman itu bukan dia tujukan padanya dirinya.


" halo sayang ada apa?" jawab Adrian dengan lembut .


" em, mommy ada kok, kamu ingin berbicara dengan nya ?" tanya Adrian .


" siapa ?" tanya Ranti dengan pelan .


" Nathan " lalu memberikan ponsel miliknya kepada Ranti , Ranti segera menerimanya .


" halo sayang, " ucap Ranti .


" em iya nanti mommy beliin yang banyak kalo kami sudah pulang iya , oh iya jangan nakal dan jangan buat Oma marah, mengerti ! ya sudah mommy tutup dulu iya " lalu mematikan panggilan yang berasal dari Nathan anaknya .


" kenapa nathan menghubungi mu ? bukan padaku " tanya ranti sambil mengembalikan ponsel milik Adrian .


" katanya nomor mu tidak bisa di hubungi" Ranti langsung mengecek ponsel miliknya dan ternyata baterainya habis. " apa yang Nathan inginkan ?" tanya Adrian .


" oh dia ingin di belikan ice cream favoritnya " jelas Ranti .


" oh, iya sudah nanti kita belikan sekalian buat yang lain juga "


ibu Adrian yang mendengar percakapan Adrian dan Ranti pun menjadi curiga .


" kalian sudah punya anak ?" membuat Adrian dan Ranti saling menatap satu sama lain .


langsung Adrian memeluk tubuh Ranti dan berkata " iya kami sudah punya anak , maka dari itu kami ingin segera menikah " jawab Adrian cepat dan Ranti berusaha ingin menjelaskan yang sebenarnya namun Adrian berbisik agar mengiyakan apa yang dia ucapkan .


dengan terpaksa Ranti pun menjawab " iya Tante " jawab Ranti menuruti permintaan Adrian .


" katanya kalian baru bersama 2 bulan ? kenapa sudah ada anak ?" ibu andrian nampak tidak percaya.


" 2 bulan? sayang kamu sedang bercanda iya bukankah kita sudah bersama bertahun-tahun " Adrian sambil melirik ke arah Ranti .


" tapi aku " segera Adrian berkata lagi " em dia memang suka bercanda ma , iya sudah karena ini sudah sore aku dan Ranti harus pulang , dan juga anak kami sudah menunggu kami di rumah " pamit Adrian sambil mengajak Ranti berdiri .


" tapi kalian kan baru saja datang " ujar ibunya yang tak rela mereka berdua pergi .


" lain kali kami akan datang lagi ke sini , iya sudah kami pulang dulu iya " Adrian dan ranti pun berpamitan dan setelah itu mereka pulang juga .

__ADS_1


" kenapa kamu berbohong pada nya ?" terlihat Ranti menjadi kesal karena Adrian melibatkan dirinya untuk membohongi ibunya .


" aku tidak berbohong , lagipula mereka sudah aku anggap seperti anak ku sendiri" jawab Adrian enteng .


" tapi mereka kan bukan darah daging mu" membuat Adrian secara spontan mengerem mobilnya mendadak sampai membuat Ranti panik .


" apakah suatu ikatan harus di dasari dari ikatan darah ? aku tak peduli semua itu, lagi pula kita akan menjadi suami istri dan mereka akan menjadi anak ku dan aku tak peduli siapa ayah kandung mereka selama ada diriku mereka tetaplah anak ku " pernyataan Adrian membuat Ranti tertegun sekaligus merasa terharu .


" tapi kamu saja belum melamar ku " sindir Ranti .


seketika membuat Adrian menjadi malu . lalu Adrian kembali mengemudikan mobilnya membelah jalan raya menuju rumah mereka tak lupa Adrian dan Ranti pergi ke toko ice cream langganan Ranti dan membeli begitu banyak ice cream untuk anak-anak yang sudah menunggu mereka di rumah .


" mommy pulang " teriak Ranti saat masuk kedalam rumahnya bersama Adrian dengan membawa beberapa kantong ice cream , si kembar langsung memeluk Ranti dan Ranti bergantian mencium mereka. sedangkan Nathan menghampiri Adrian .


" dimana ice cream ku dad?" tanya Nathan dengan polos .


Adrian tersenyum dan memberikan ice cream itu kepada Nathan , Nathan akan berbalik pergi namun Adrian menahannya .


" panggil apa barusan ?" tanya Adrian mencoba memastikan jika pendengarannya tidak bermasalah .


" Daddy " ucap Nathan terlihat malu .


" good boy, ini baru anak ku " puji Adrian .


lalu si kembar juga menghampiri Adrian dan mengucapkan kata yang sama seperti Nathan ucapkan , bahkan mereka berdua meminta Adrian untuk menggendong mereka dan dengan senang hati Adrian menggendong si kembar , Vinno di depan dan Vero di belakang .


Ranti sempat memarahi si kembar karena tahu jika Adrian baru sembuh tapi Adrian berkata jika dirinya baik - baik saja dan meminta Ranti untuk tidak memarahi anak-anaknya .


saat Adrian dan anak-anak itu asyik bercanda di ruang tv , Ranti berjalan menuju lemari es yang ada di dapur untuk menyimpan ice cream yang dia beli tadi tepatnya Adrian yang membelikan.


Wanda yang baru selesai mencuci piring bertanya " kenapa sudah pulang ? mama kira kamu akan pulang sampai larut "


" enggak lah ma," jawab Ranti sambil memasukkan ice cream ke dalam kulkas .


"pergi kemana saja tadi ?" selidik Wanda penasaran .


" oh hanya menonton lalu pergi kerumah orang tuanya" jawab Ranti jujur .


" jadi dia sudah mengenalkan mu pada orang tua nya ? sebentar lagi dia pasti akan melamar kamu " seru Wanda .


" ah mama ini kita kan baru kenal " elak Ranti .


" iya gak papa sekalian buktikan pada Arya jika kamu bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari dirinya " kata Wanda yang kemudian pergi ke dalam kamar nya.


Ranti hanya bisa menatap punggung Wanda yang mulai menjauh , karena selama ini Wanda dan Doni begitu posesif padanya soal hubungannya dengan lawan jenis namun berbeda saat Adrian mulai hadir di hidupnya Wanda malah ingin mereka berdua segera menikah .


sampai dia membayangkan jika seandainya ibunya masih hidup mungkin dia juga akan bersikap demikian padanya namun Ranti tetap bersyukur karena Wanda menyayangi dirinya layak nya putrinya sendiri .


" hey sedang apa ?" sahut Adrian .


" aku sedang memasak " jawab Ranti reflek .

__ADS_1


Adrian melihat ke atas kompor yang tidak ada apapun disana.


" memasak ? lalu di mana masakan mu ?" imbuh Adrian .


" em maksud ku aku baru ingin memasak " jelas Ranti .


" oh kalo gitu aku mandi dulu iya " pamit Adrian . Ranti hanya mengangguk .


Adrian pulang ke rumah nya untuk membersihkan dirinya setelah selesai dia kembali lagi kerumah Ranti . terlihat Ranti baru selesai memasak sup iga sapi dan ayam goreng lalu dia menyajikan di meja makan .


" huf akhirnya selesai juga " Ranti akan pergi ke kamar nya untuk mandi dan dia lihat Adrian yang sudah kembali ke rumahnya dan langsung menghampiri nathan yang sedang belajar .


Adrian menemani Nathan belajar sedang kan si kembar bersama Wanda di kamar .


Ranti pun bergegas mandi dan setelah selesai mandi Ranti mengajak yang lainnya untuk makan malam .


Setelah selesai makan , si kembar dan Nathan di ajak Wanda untuk ke lantai atas , Wanda berbuat demikian agar memberi waktu pada Ranti dan Adrian untuk bersama.


saat itu Adrian sedang melihat pertandingan sepak bola di tv , tanpa dia sadari Ranti telah duduk di sebelahnya .


baru beberapa menit kemudian Adrian sadar jika di samping nya sudah ada Ranti yang ikut menonton bersama dirinya.


Adrian menoleh ke arah Ranti .


" aku tidur di sini iya " pinta nya .


" gak boleh ,kamu kan punya rumah sendiri " tolak Ranti terang-terangan .


" iya di luar hujan " sambil melihat ke arah jendela memang benar saat itu sedang hujan .


" ada mantel, ada payung kok " jawab Ranti .


" beneran gak boleh nginep sini ? kan lumayan bisa menghangatkan kamu " rayu Adrian sambil merebahkan kepalanya di paha Ranti .


" apa an sih , bangun gak " suruh Ranti pada Adrian .


namun Adrian malah memejamkan matanya di pangkuan Ranti .


" Adrian jangan manja ah " sambil mencoba membangunkan Adrian dari pangkuannya.


" gak papa kan manja sama istri sendiri " yang kemudian duduk di sebelah Ranti .


" ingat kamu belum melamar aku " ucap Ranti mengingat kan .


" iya iya besok aku akan melamar mu atau sekalian aja langsung nikah " jawab Adrian dengan santai .


" sudahlah cepat pulang " menarik Adrian agar berdiri dan segera pulang dari rumahnya .


" iya Ran sekali aja nginep sini iya " rengek Adrian dengan manja .


Ranti memberikan payung kepada Adrian .

__ADS_1


" boleh aja, tapi jangan harap aku menerima lamaran mu " ancam Ranti . yang kemudian membuat Adrian segera pergi meninggalkan rumahnya .


__ADS_2