
Rasya kini menjemput sang ibu di bandara bersama Sarah, ibunya menyusul nya karena mendengar berita tentang Ranti yang melibatkan putranya itu . meski dirinya sudah tak membenci Ranti lagi tapi dia sangat menyayangkan tindakan putranya yang terus membela wanita itu apalagi status Ranti yang sudah menjadi istri pria lain .
saat bertemu dengan Sarah ibunya pun menanyakan hubungan keduanya .
dengan antusias Sarah menjawab jika dirinya adalah kekasih Rasya , ibunya lantas menjadi senang akhirnya anaknya itu bisa kembali berhubungan dengan wanita lain . sedangkan Rasya hanya terdiam.
di perjalanan ibunya dan Sarah asyik mengobrol karena Sarah memang tipe orang yang menyenangkan jadi ibunya pun senang pada Sarah .
sesampainya mereka di rumah ibunya baru mengetahui jika Rasya dan Sarah tinggal serumah .
" Rasya bagaimana kamu bisa tinggal berdua dengan seorang gadis yang bukan istrimu ? apa yang orang lain pikirkan nanti nak ?" ibunya menasehati Rasya .
" iya mau gimana lagi dia pergi dari rumahnya dan tidak ada tempat tinggal ma " jelas Rasya pada sang ibu berharap ibunya bisa mengerti akan niat baiknya .
" sebagai seorang lelaki tindakan yang kamu lakukan ini salah nak, mungkin kamu tak akan terkena imbasnya tapi nama baik gadis itu lah yang jadi masalah, lebih baik kita antar kan dia pulang kerumahnya dan segera nikahi dirinya " perintah sang ibu .
" ma, mana bisa aku menikahinya sedangkan kami baru mengenal " tolak Rasya .
" saling mengenal ? bukannya kalian pacaran ?" tanya ibunya itu .
" iya tapi kan baru sebentar " jawab Rasya canggung .
" sudahlah jangan banyak alasan , nanti malam antar kan mama ke rumah keluarganya " titah sang ibu dia pun masuk kembali ke dalam kamar yang sudah di sediakan oleh Rasya sedangkan di lantai atas Sarah yang sedang menguping pembicaraan ibu dan anak itu menjadi sangat senang .
diapun kembali ke kamarnya dan segera mengirim pesan pada Adrian dan juga Theo jika dia dirinya akan pulang kerumah bersama orang tua dari kekasihnya .
Adrian yang membaca pesan dari Sarah nampak tidak senang akan hal itu tapi jika memang Sarah bahagia dengan keputusan maka dirinya juga tak bisa berbuat banyak.
Adrian pun memberitahu Ranti.
" Ran nanti malam orang itu Rasya akan datang kemari sepertinya mereka ingin membahas hubungan Rasya dan Sarah "
" oh baiklah aku akan menyiapkan semuanya " namun ekspresi wajah Ranti terlihat gelisah dalam hatinya berkata" setelah sekian lama aku bertemu kembali dengan orang tua Rasya apa yang akan terjadi nanti " melihat kegelisahan Ranti Adrian pun memberinya semangat " tenang lah ada aku di sini , lagi pula semua hanya masa lalu " Ranti hanya mengangguk .
Ranti segera memberitahu Wanda , mereka berdua sibuk menyiapkan segalanya sedangkan Adrian menemani anak nya bermain .
__ADS_1
Sore harinya Theo dan Anne juga datang ke rumah Adrian , disana Anne langsung membantu Ranti beres-beres di dapur sedangkan Theo dan Adrian sibuk berbincang-bincang.
" jika Sarah sudah memiliki calonnya sendiri maka perjodohan yang kita rencanakan akan sia-sia tapi tak masalah juga lagipula orang yang ku pilih sepertinya masih belum bisa melupakan masa lalunya " ujar Theo yang telah mengetahui jika Rasya pernah menjalin hubungan dengan Ranti .
" iya sudah tidak apa-apa tapi kita lihat dulu seperti apa sifatnya laki-laki pilihan adikmu itu " jawab Adrian .
"iya juga, sepertinya mereka sudah tiba " suara mobil terdengar di luar rumah milik Adrian .
Rasya dan Sarah telah tiba di rumah itu berserta ibunya .
ibu Rasya merasa takjub karena kemegahan rumah dari keluarga Sarah , sebelum masuk ke dalam rumah , Sarah memberitahu tentang dirinya .
" sebenarnya ini rumah sahabat kakak ku dulunya ayah ku bekerja sebagai pengasuhnya dan saat ayahku meninggal beliau menitipkan kami kepadanya jadi kami sudah seperti keluarga " jelas Sarah .
" tak masalah jika dia bukan putri dari keluarga ini tapi jika dilihat dari tampang nya kehidupannya terlihat bahagia , jika Rasya masuk kedalam keluarga ini pasti hidupnya akan sejahtera " batin ibu Rasya .
setelah menjelaskan semuanya , Sarah mengajak Rasya dan ibunya masuk kedalam .
di sana terlihat Theo dan Adrian yang menyambut kedatangan mereka .
" Theo apa kabar " sapa Rasya sambil memeluk tubuh Theo .
" baik " jawab Theo singkat .
" jadi dia adikmu ?" tanya Rasya . Theo hanya mengangguk .
" kalian sudah saling mengenal ?" tanya Sarah pada keduanya .
" iya dia yang menghubungiku dan berencana menjodohkan ku dengan adiknya " ungkap Rasya . mendengar itu Adrian hanya melirik ke arah Theo begitu sebaliknya . " bagaimana kamu bisa menjodohkan adikmu dengan mantan kekasih istriku?" gumam nya di dekat telinga Theo .
" mana aku tahu jika dia pernah berhubungan dengan istrimu " bisiknya pada Adrian .
" kalo dia yang ingin di jodohkan dengan ku , aku sih tak akan menolaknya " sambung Sarah merasa bahagia namun kedua pria itu malah serentak menjawab " tidak bisa " jawab Adrian dan Theo hampir bersamaan .
ketiga orang yang lainnya pun hanya diam .
__ADS_1
" Mak maksud ku tidak bisa karena masalah ini juga harus di sepakati kedua keluarga dan juga kita harus tanyakan dulu pada Rasya " jelas Theo .
" oh aku kira kalian ingin membatalkannya karena Rasya pernah berhubungan dengan kak Ranti " celetuk Sarah .
tak lama Ranti dan Anne keluar sambil membawakan minuman dan beberapa kudapan .
Ranti tersenyum ke arah Sarah namun sikap Sarah malah seakan dingin pada Ranti .
Semua telah duduk di sofa yang ada di ruang tamu itu .
Ranti duduk di sebelah Adrian dan Anne , lalu Theo bersama Sarah sedangkan Rasya tentu saja di dekat ibunya.
Ranti tak berani menatap langsung ibu Rasya mengingat perlakuan buruknya dulu pada Ranti begitu pula sebaliknya ibu Rasya terlihat malu lantaran wanita yang selalu dicaci maki sekarang hidup bergelimang harta bahkan kekayaan keluarga Rasya tak ada apa-apanya di bandingkan dengan Ranti .
Rheo mengawali pembicaraan dengan menanyakan beberapa hal pada ibu Rasya agar lebih mengenal latar belakang keluarga Rasya dan ibunya pun juga langsung menjelaskan maksud kedatangannya kemari berniat melamar Sarah untuk Rasya putranya .
" jadi begini maksud saya kemari karena ingin melamar Sarah untuk menikah dengan Rasya ,karena mengingat Rasya yang telah mengajak Sarah yang seorang wanita single tinggal bersamanya , meski saya yakin Rasya tidak akan melakukan hal macam-macam pada Sarah tapi saya khawatir jika orang lain berpikiran buruk padanya dan merusak nama baik Sarah " jelas sang ibu.
Ranti yang juga ikut mendengarnya menjadi heran karena dulu sikap ibu Rasya tidak lah seperti sekarang .
" oh begitu , tapi apa ini keinginan dari Rasya sendiri atau hanya keinginan anda saja Bu ?aku lihat Rasya sepertinya keberatan dengan ini semua " tanya Adrian membuat ibu Rasya melirik ke arah anaknya .
" tenang saja mungkin Rasya masih perlu waktu tapi aku pastikan dia akan bertanggung jawab pada Sarah dan membuatnya bahagia iya kan nak " terang sang ibu .
" maaf saya tidak sependapat dengan anda , karena jika di tak memiliki keinginan untuk menjalin hubungan dengan Sarah maka saya khawatir jika dia akan membuat Sarah menderita " sela Adrian .
" kak Adrian aku pasti bahagia bersamanya jadi biarkan aku menikah dengannya iya " mohon Sarah pada Adrian .
" Sarah , yang di katakan Adrian benar jika Rasya tidak menyukaimu tak akan baik bagimu berada di sisinya " imbuh Theo .
Sarah memandang Rasya yang hanya diam saja dari tadi lalu dirinya menatap Ranti penuh kebencian " pasti karena wanita itu " batin Sarah .
Ranti yang merasa di tatap Sarah begitu intens merasa risih apalagi tatapan itu penuh dengan kemarahan hingga berpikir " apa salah ku padanya?"
Anne yang sedari tadi diam pun membuka suara " em bagaimana jika biarkan saja mereka bertunangan dulu biarkan mereka berdua mengenal satu sama lain lebih dekat mungkin saja lama kelamaan mereka akan saling jatuh cinta " jelas Anne , ibu Rasya setuju , baik Theo dan Adrian hanya bisa mengalah dan menyetujui semuanya apalagi sarah yang begitu keras kepala jika keinginannya tidak terpenuhi .
__ADS_1
tidak dengan Ranti yang hanya diam saja .