
Pada akhirnya Ranti setuju untuk berlibur berdua dengan sang suami , segala keperluan Ranti telah disiapkan oleh Adrian dibantu oleh Anne sehingga dirinya tinggal berangkat saja , tujuan liburan mereka adalah Selandia baru , Adrian memilih tempat itu karena disana masih banyak tempat yang asri dirinya berharap bisa membuat Ranti menjadi lebih tenang jika berlibur di sana.
tiba di bandara Ranti dan Adrian segera di arahkan menuju pesawat yang mereka tumpangi , setelah itu mereka pun berangkat menuju tempat tujuan , di sepanjang perjalanan Ranti dirinya merasa tidak enak badan dan mual saat saat berada di dalam pesawat padahal sebelum hamil dia tidak pernah mengalami hal seperti ini .
Adrian sebagai suami tentu saja merasa khawatir dengan kondisi istri nya .
" are you okay honey ?" raut wajah wajahnya terlihat begitu khawatir , dengan tenang Ranti memegang tangan Adrian. , seraya berkata " aku gak apa-apa kok , kamu tenang iya " mendengar ucapan Ranti , Adrian menjadi sedikit lega .
Setengah perjalanan Ranti sudah mulai terbiasa dan dirinya lebih memilih tidur sambil bersandar pada tubuh Adrian .
Hingga beberapa jam perjalanan akhirnya mereka sampai di bandara , ternyata di sana sudah ada beberapa orang yang menjemput Adrian dan Ranti, mereka adalah pegawai dari rekan kerja Adrian di negara tersebut mereka di tugaskan khusus untuk mengawal Adrian dan Ranti selama liburan , Ranti awalnya merasa risih apalagi melihat tubuh besar mereka namun Adrian menjelaskan jika itu semua dilakukan demi keamanan mereka selama berlibur.
" ini ya yang katanya liburan berdua " sindir Ranti pada Adrian.
" iya mau gimana lagi ini kan demi keamanan kita , aku harap kamu mengerti iya, tenanglah mereka tak akan mengganggu liburan kita " jawab Adrian .
" tidak mengganggu ? melihat mereka saja sudah membuat ku terganggu " oceh Ranti sambil memasang wajah kesalnya , Adrian hanya tersenyum mendengar ocehan Ranti hingga akhirnya mereka berdua masuk ke dalam sebuah mobil yang sudah di siapkan dan membawa mereka pergi ke tempat penginapan .
sepanjang perjalanan Ranti melihat pemandangan pegunungan yang di suguhkan lewat jendela mobil .
" sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal kita iya " ucapnya .
" tentu saja , di sini masih terjaga kelestariannya " Jawab Adrian .
sesampainya mereka di penginapan , sudah ada pemilik penginapan yang seorang lelaki paruh baya di dampingi kedua pegawainya yang menyambut kedatangan mereka di sana.
Ranti di bantu dengan Adrian pun turun dari mobil , keduanya tampak begitu takjub dengan pemandangan yang ada di sekitar penginapan itu . .
Pemilik penginapan itu langsung menyambut kedatangan mereka dan mengajak mereka segera masuk ke dalam sedangkan kedua pegawainya membawa barang-barang yang dibawa mereka berdua ke dalam rumah .
" terima kasih" ucap Ranti karena sudah mengantarkan keduanya ke kamar mereka .
" ahh akhirnya bisa rebahan , sedari tadi punggung mau patah rasanya " keluh Ranti yang kini telah merebahkan diri di kasur dengan sprei berwarna putih itu .
" mau mandi dulu apa mau istirahat dulu?" tanya Adrian yang juga sudah ikut rebahan di samping Ranti .
dengan cepat Ranti menjawab " istirahat dulu , aku lelah sekali , mandi nya nanti saja iya " jawab Ranti dengan wajah memelas sambil menghadap Adrian .
" iya sudah kalo gitu, aku duluan yang mandi " Adrian langsung bangun dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya .
__ADS_1
Sedangkan Ranti lebih memilih memejamkan matanya . diluar penginapan ada seorang pria tua bersama dengan seorang wanita seumuran dengan Ranti juga datang ke penginapan itu .
Selesai mandi, Adrian segera keluar dari kamar untuk melihat sekeliling penginapan itu, Adrian pergi sendirian karena tidak tega untuk membangunkan sang istri .
saat akan keluar , Adrian di datangi oleh pria tua dan wanita yang datang kepenginapan itu .
" tuan Adrian " sapa pria tua itu .
Adrian langsung menoleh ke arah sumber suara .
" maaf saya tidak bisa menjemput anda di bandara " jawab pria tua itu .
" tidak apa-apa " jawab Adrian .
wanita yang ada di samping pria tua itu menatap ke arah Adrian , kelihatan sangat jelas jika wanita itu tertarik pada Adrian .
" oh iya tuan perkenalkan ini adalah putri saya namanya Laura " sambil memberikan kode pada sang putri .
wanita itu mengulurkan tangan namun Adrian tidak menanggapinya yang membuat sang wanita begitu malu sekaligus kesal .
" tuan, apa anda ingin jalan-jalan ? " tanya Laura tiba-tiba .
" ahh begini tuan Adrian , Laura ini sudah sering datang kemari jadi dia sangat tahu tempat-tempat yang bagus untuk di kunjungi dan tahu betul wilayah dekat sini " jelas sang ayah .
" benar sekali tuan, saya sudah sering kemari dan di dekat penginapan ini ada danau yang sang indah , jika tuan mau saya bisa mengantarkan tuan kesana " jawab Laura , akhirnya Adrian setuju , ayah Laura tidak ikut karena kondisi fisiknya yang sudah tua tidak akan tahan pada udara yang begitu dingin .
saat pergi menuju danau, Laura terlihat sesekali melirik ke arah Adrian .
" sungguh tampan sekali pria ini , tidak salah aku mengikuti ayah kemari, kenapa tidak sedari dulu saja ayah mengenalkan aku padanya " batin Laura .
di danau , melihat pemandangan yang ada di danau membuat Adrian menjadi lebih tenang .
" Ranti pasti senang jika aku mengajaknya kemari " batin Adrian .
belum lama Adrian memikirkan Ranti ternyata Ranti menghubungi ponsel Adrian .
" iya sayang, kamu sudah bangun ?" jawab Adrian .
" oh baiklah aku akan kembali , okay " lalu panggilan pun di tutup .
__ADS_1
Laura yang mendengar percakapan Adrian menjadi penasaran " dengan siapa dia berbicara ? " batinnya .
Adrian segera kembali begitu pula dengan Laura yang juga ikut kembali , sesampainya mereka di penginapan Adrian sudah melihat Ranti yang duduk di sofa dengan wajah cemberut .
" sayang kamu kenapa ?" tanya Adrian .
" darimana saja kamu ?" tanya Ranti ketus
" oh aku habis jalan-jalan " jawab Adrian. .
" siapa wanita itu? " tanya Ranti melihat ke arah Laura .
" oh dia anak dari rekan kerja ku , namannya Laura " jelas Adrian .
"ohh kamu pergi sama dia tadi?" dan di jawab anggukan oleh Adrian yang membuat Ranti semakin kesal padanya .
" oh iya Laura , ini Ranti dia adalah istri ku" kata Adrian memperkenalkan Ranti , Ranti hanya tersenyum ke arah Laura .
" what ? dia sudah menikah ?" batin Laura tidak percaya .
Laura menatap Ranti begitu intens " wajah gak terlalu cantik , badan juga biasa saja kenapa malah dia yang jadi istri nya ? pasti dia pakai cara licik "
seusai perkenalan singkat itu, Ranti mengajak Adrian ke dalam kamar untuk menemani dirinya , awalnya Ranti ingin mengajak Adrian keluar namun kehadiran Laura membuatnya tidak suka apalagi Laura sering menatap Adrian diam-diam .
hingga waktu makan malam tiba , Ranti dan Adrian tiba di ruang makan yang di sana juga terdapat Laura dan sang ayah yang sudah menunggu mereka .
keduanya nampak menikmati makan malam yang dihidangkan sambil sesekali Adrian menyuapi Ranti .mereka berdua terlihat begitu mesra.
" Adrian aku sudah kenyang " mohon Ranti karena Adrian terus saja menyuapinya.
" tapi kamu daritadi belum makan apapun dan kamu sedang hamil harus makan yang banyak " jawab Adrian .
" Adrian please , aku sungguh sudah tidak sanggup memakannya " mohon Ranti .
" iya sudah tapi kalo nanti kamu merasa lapar bilang iya " ujar Adrian.
" iya , aku ke kamar dulu iya " pamit Ranti meninggalkan Adrian dan sengaja mencium pipi Adrian .
" jadi dia hamil?" batin Laura sambil memandangi Ranti yang telah pergi dari ruang makan .
__ADS_1