ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 122


__ADS_3

Malam ini Ranti tidak bisa tidur karena merasa gelisah , Ranti merasa sesuatu yang buruk akan terjadi padanya , Ranti melirik ke arah samping tepat di mana Adrian sedang tertidur pulas , tak tega mengganggu tidur sang suami jadi dia memutuskan turun ke bawah mengambil air minum untuk dirinya sendiri .


Saat menuruni anak tangga dia melihat tv yang masih menyala , ternyata Rasya masih terjaga dan kini dia sedang menonton tv .


Ranti sejenak berpikir untuk menyapa Rasya namun diurungkannya , saat melangkah ke dapur tak sengaja Ranti melihat sekelebat bayangan dari arah luar jendela , karena merasa penasaran akhirnya Ranti mengeceknya namun tidak ada siapapun di luar dan setelah mengambil air minum dirinya kembali namun dia heran mengapa di luar tampak sepi , karena Ranti tahu orang suruhan Adrian pasti sedang berjaga setiap malam dan mereka sering membuat keributan tapi tidak dengan malam ini .


Ranti kembali perpikir positif dia memilih kembali ke kamar sayangnya saat akan menaiki tangga dirinya kembali di kagetkan oleh Rasya yang sudah ada di hadapannya .


" Ranti ,kamu belum tidur ?" sapa Rasya dan Ranti hanya menggelengkan kepalanya .


" Ran sebaiknya kamu naik ke atas iya , sepertinya rumah kalian kedatangan tamu tak di undang " imbuhnya , Ranti yang mengerti maksud dari Rasya pun segera menaiki tangga menuju kamarnya dan segera masuk kedalam kamar, dirinya yang masih melihat sang suami tertidur pulas langsung menghampirinya dan membangunkan Adrian .


" Adrian bangun " Adrian yang di bangunkan secara paksa menjadi kesal namun Ranti segera menjelaskan semuanya . Adrian yang sudah mendengar penjelasan dari Ranti mengecek kearah luar dari jendela kamar mereka yang terlihat sepi di bawah sana , karena khawatir Adrian pun bergegas turun ke bawah dan keluar mengecek keadaan di luar yang ternyata memang benar ada beberapa penyusup yang datang ke rumahnya untung saja bawahan Adrian dengan sigap mengatasinya dan Rasya yang juga mengikuti Adrian pun juga merasa lega karena penyusup itu telah tertangkap namun tak lama suara teriak berasal dari dalam rumah .


" Ranti " kedua pria itu langsung berlari kedalam dan mendapati Ranti yang sudah ada dalam dekapan seorang penyusup .


Ranti berteriak meminta tolong namun saat Adrian dan Rasya datang penyusup itu menodongkan senjata ke arah kepala Ranti yang kini begitu ketakutan .


Sebelumnya Ranti memilih untuk diam di dalam kamar , tapi karena dirinya mendengar suara benda jatuh dari arah dapur karena dirinya takut jika suara itu berasal dari anak nya atau anggota keluarga nya yang lain , Ranti pergi ke dapur namun sayang ternyata itu adalah seorang penyusup yang ternyata lewat dari pintu belakang yang tadi lupa dia kunci , penyusup itu tak sengaja menyenggol pot bunga yang Ranti taruh di dapur , Ranti berniat memberitahukan hal itu pada suaminya namun penyusup itu lebih dulu menangkap Ranti dan menjadikanya sebagai sandera .


Suasana kian memanas saat penyusup itu mengancam Adrian untuk tidak melakukan apapun jika tidak Ranti lah yang akan kehilangan nyawanya , semua penghuni rumah itu pun keluar dan kaget atas peristiwa yang terjadi , namun Adrian meminta Rasya dan Sarah membawa yang lain ke lantai atas rumah itu dan membiarkan Adrian dan para bawahannya yang mengurus semua ini, awalnya Rasya menolak apalagi saat ini Ranti menjadi sandera namun Sarah membujuk Rasya dan akhirnya Rasya menyetujuinya .


" aku tak menyangka seorang pe*****h sepertimu bisa terjebak pada situasi seperti ini" kata penyusup tersebut dengan santainya seolah menertawakan Adrian .

__ADS_1


" lepaskan istriku " hanya beberapa kata itu yang Adrian ucapkan namun dengan wajah yang jelas sangat menakutkan , Ranti yang melihatnya merasa takut dan kembali teringat kejadian penculikan pada beberapa waktu yang lalu .


" hahaha , melepaskannya ? apa kau kira aku bodoh ! jika melepaskannya bukankah akan membuat ku terbunuh dengan sia sia ! setidaknya jika dia bersamaku jika aku mati dia akan ikut mati bersama ku hahahaha ". sahut sang penyusup .


Air mata Ranti tak berhenti mengalir " sungguh untuk kali ini aku mohon selamatkan diriku dan bayi ini Tuhan " Ranti terus saja berdoa dalam hatinya , Adrian yang melihat keadaan Ranti semakin merasa tertekan .


" baiklah , apa maumu agar kamu bisa melepaskan nya " Adrian mencoba mengalihkan penyusup itu agar bisa melepaskan Ranti .


" tentu saja membunuhmu " jawab sang penyusup .


Ranti langsung saja berkata " tidak jangan sakiti dia , aku mohon " ucapnya dengan menangis . .penyusup itu terkekeh mendengarnya .


" siapa yang menyuruhmu ?" tanya Adrian lagi .


Di lantai atas , Rasya dan yang lainnya juga mendengar suara tembakan dan tangisan Ranti menjadi semakin khawatir , bahkan si kembar tampak ketakutan sambil terus menangis di pelukan ibu Adrian .


" kakak " Sarah yang ikut khawatir berniat keluar namun di cegah oleh Rasya .


" Sarah , Adrian melarang kita keluar sebelum masalahnya selesai " larang Rasya .


" tapi , suara tadi dan teriak kan itu aku takut terjadi sesuatu dengan kak Adrian " Sarah masih bersikeras untuk diperbolehkan keluar .


" dia kakakmu Sarah , apa kamu tidak bisa percaya padanya " meski di hatinya juga terdapat kekhawatiran tapi dirinya berusaha bersikap tenang .

__ADS_1


" justru karena itu , aku tahu betul jika kak Adrian akan merelakan apapun demi orang yang disayangi aku tak mau dia terluka hanya karena seorang wanita seperti Ranti " teriak Sarah kepada Rasya dengan penuh emosi .


" Sarah jaga ucapanmu ! bagaimanapun Ranti memang tanggung jawab Adrian karena mereka sudah menikah " bentak Rasya hingga akhirnya Sarah takut dan menangis . Entah mengapa melihat Sarah menangis membuat dirinya merasa bersalah dia mendekati Sarah dan memeluk tubuh gadis itu .


sambil menghela nafas lalu berkata " aku akan mengecek keadaan di bawah sana , jadi berhentilah menangis , oke " sambil memeluk Sarah supaya tenang , Sarah hanya mengangguk .


Ranti yang masih menangis tiba-tiba terdiam lalu mendongakkan kepalanya saat mendengar seseorang memanggil namanya " Ranti , semuanya sudah selesai jangan menangis lagi ,aku tidak apa-apa , lihatlah " kata Adrian yang sudah berada di hadapan Ranti dengan keadaan baik-baik saja .


" tap tapi tadi itu buk kannya " dengan suara terbata - bata Ranti melihat sekeliling ternyata suara tembakan tadi bukan berasal dari sang penyusup melainkan salah satu bawahan Adrian yang menembaki penyusup tersebut .


Ranti sangat bahagia karena suaminya tidak terluka dengan segera dia memeluk Adrian begitu juga sebaliknya .


" aku takut sekali Adrian , aku kira tadi kamu sudah hiks hiks " sambil memeluk erat tubuh Adrian .


" sudah jangan menangis iya " jawab Adrian sambil membelai kepala Ranti .


Rasya juga tiba di sana, dia melihat penyusup itu sudah tewas di tempat . Rasya merasa lega akan hal itu dan dia menghampiri Ranti dan Adrian sehingga membuat keduanya melepaskan pelukan .


" untunglah kalian baik-baik saja " ujarnya .


tak lama Sarah ternyata juga ikut menyusul Rasya dia langsung memeluk Adrian dan menangis " Sarah tadi takut sekali terjadi sesuatu padamu kak, tapi syukur lah kak Adrian baik-baik saja" Adrian dengan lembut menenangkan Sarah agar berhenti menangis .


" sudah jangan menangis , lihatlah wajah mu akan semakin jelek , apa kau tak malu pada calon suamimu " goda Adrian pada Sarah membuat gadis itu menjadi tersipu.

__ADS_1


__ADS_2