
brian memang tidak menyadari kejanggalan kenapa dirinya sampai ingin mencium bibir luna karena kabar kehamilan sinta, brian pun lupa dengan masalah tadi.
sinta menaruh kepalanya di atas dada brian , sinta memang sudah memaafkan brian tetapi dia masih berfikir yang di katakan brian tadi.
" mas " ucap sinta
"iya sayang"
" aku ingin makan rujak " ucap sinta
" aku akan menyuruh bi surti membuatnya, tunggu sebentar " ucap brian turun dari tempat tidur dan melangkah keluar.
"bi surti" panggil brian
" iya tuan, "
" tolong buatkan rujak buat sinta ya bi, " ucap brian
" iya tuan, nyonya baru nyidam ya tuan "
"iya bi, "
" alhamdulillah, selamat ya tuan bibi ikut senang "
"makasih bi " ucap brian dan memeluk bi surti saking bahagianya.
* di dalam kamar sinta berusaha mencerna perkataan brian, dan sinta yakin betul pasti ada sesuatu pada makanan yang di makan brian.
sinta memang tidak mencurigai luna, sinta justru meminta bertemu kepada luna.
" hallo " ucap sinta menelpon luna
" hallo iya bu, gimana? "
" bisa kita ketemu? " ucap sinta
"bisa bu"
" nanti saya tunggu di cafe xxx " ucap sinta
" baik bu" ucap luna mematikan telefonnya.
luna jadi tegang mendengar sinta mengajak dia ketemu, luna lalu cepat menelpon dion untuk meminta saran dia harus gimana.
" hallo " ucap luna
"iya ada apa "
" sinta seperti nya curiga denganku, tadi dia menelepon dan mengajak aku ketemu terus aku turuti saja supaya dia tidak curiga "
"....." jawab dion memberikan alasan supaya sinta tidak curiga kalau tadi jebakan dari luna. setelah itu dion mematikan telfonnya.
****
__ADS_1
brian yang menunggu bi surti membuat rujak tidak mengetahui jika sinta menelepon luna.
beberapa menit rujak pun jadi brian datang membawa rujaknya untuk sinta,
" sayang, ini rujak nya sudah jadi " ucap brian menaruh rujak di atas meja.
sinta pun menghampiri brian untuk makan rujak bersama.
" sayang aku suapin ya " ucap brian begitu perhatian kepada sinta.
sinta melamun memikirkan brian " bagaimana jika benar pria di depan ku ini mengkhianati aku, aku tidak sanggup untuk terluka lagi " batin sinta
brian memanggil istri nya dari tadi tetapi tidak ada tanggapan sampai akhirnya brian menyenggol tangan sinta dengan begitu sinta sadar dari lamunannya.
" kamu ada apa sih, kan dokter sudah bilang kamu tidak boleh banyak pikiran " tanya brian
" aku tidak apa-apa kok mas, hanya kangen bapak ibu sama adek saja " ucap sinta
" sayang, kamu baru hamil muda tidak boleh perjalanan jauh " ucap brian
sinta hanya mengangguk, brian tidak tega melihat istrinya " baiklah nanti aku akan ajak ibu bapak sama adek kesini ya " ucap brian
" benarkah mas" ucap sinta dengan senyum yang lebar
" iya sayang, sekarang kamu makan ini rujak nya ya, aku suapin " ucap brian
sinta pun menurut saja apa yang di katakan brian.
setelah selesai makan rujak sinta dan brian duduk menonton flim kesukaan mereka.
" mau kemana sayang " tanya brian
" aku mau belanja, dengan bi surti " jawab sinta mencari alasan supaya brian tidak ikut.
" baiklah tapi nanti kamu di antar sopir ya, dan inget jangan capek-capek ya " ucao brian
" siap sayang " ucap sinta lalu berdiri untuk mengajak bi surti belanja.
sinta memang pergi belanja tetapi dia akan mampir ke sebuah cafe setelah belanja.
jam menunjukan pukul 5 sore tepat janjian sinta dan luna di sebuah cafe.
mobil yang di kendarai sinta berhenti di sebuah cafe
" bi, bi surti tunggu sini dulu ya, aku gak lama kok " ucap sinta
" baik nyonya " ucap bi surti dan sinta pun turun dan masuk ke dalam cafe itu.
di dalam cafe sinta mencari seseorang dan tepat di pojokan orang yang sinta cari, dia berjalan ke arahnya.
" maaf ya aku telat " ucap sinta
" tidak pa bu, apa ada yang bisa saya bantu "
__ADS_1
" tidak aku hanya ingin bertanya padamu, apa yang kamu campurkan ke makanan suamiku " ucap sinta
luna kaget dengan perkataan sinta barusan wajahnya berubah panik, tapi dia ingat dengan ucapan dion.
" maaf bu saya tidak menaruh apapun di makanan pak brian, saya hanya di suruh untuk membelikan sarapan pak brian setelah itu saya masuk lagi dan pak brian mencoba mencium saya" jelas luna yang sedang bersandiwara.
" oh begitu " ucap sinta yang tak percaya dengan luna, tetapi dia belum ada bukti yang kuat untuk mengungkapnya.
" lun maafkan suami ku, tadi mungkin dia sedang khilaf, dan hanya itu yang ingin saya tanyakan sekarang saya permisi dulu ya " ucap sinta dan pergi meninggalkan luna.
tetapi sinta sudah mencari kebenarannya sendiri.
luna melihat sinta yang pergi meninggalkannya dan mengelus dada nya " syukur deh, dia tak curiga " ucap luna pelan tak ada orang yang mendengarnya.
sinta kembali ke dalam mobil " maaf ya bi lama ya "ucap sinta
" tidak apa nyonya " ucap bi surti
mobil yang di kendarai sinta pun melaju pulang ke rumah nya.
di depan rumah brian sudah menunggu nya "sayang kenapa lama sekali belanja nya" ucap brian membuka pintu mobil untuk sinta
" aku kan belanja mas memilih-milih dulu " ucap sinta
bi surti hanya diam saja dan memasukan semua belanjaannya.
" ya sudah ayo kita masuk ke dalam, kamu harus istirahat, aku gak mau kamu dan anak kita kenapa-napa " ucap brian lalu masuk ke dalam rumah bersama sinta.
sinta hanya diam menuruti suami nya saja.
sinta berhenti melangkah karena melihat bi surti yang sedang di dapur.
" mas aku bantu bi surti ya " ucap sinta
" tidak perlu sayang, kamu istirahat saja, kamu tinggal ucapkan kamu ingin makan apa " ucap brian
sinta tidak bisa membantah suaminya itu, dan melanjutkan berjalanannya menuju kamar.
sinta meletakan hp dan dompetnya di atas meja dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
brian duduk melihat tv dan tiba-tiba melihat hp sinta berdering bertulisakan nama dion
" hallo sinta " ucap dion
brian tak menjawab ucapan dion
" apa kabar kamu, aku kangen " ucap dion
" maksudnya apa ya, kamu bilang kangen dengan istriku " ucap brian
" maaf apa salah jika aku bilang kangen sama mantan istri ku sendiri " ucap dion
" salah lah, dia sudah memiliki suami jadi kamu tidak berhak menganggunya " ucap brian lalu mematikan telepon nya dan memblokir kontak dion dari hp sinta.
__ADS_1
dion sangat kesal dengan ucapan brian "aku gak akan berhenti merebut sinta dari mu, ingat itu brian " ucap dion dengan membanting hp nya.
dion sangat marah karena tidak bisa berbicara dengan sinta.