
Adrian yang berada di kantornya mendapatkan kabar dari anak buahnya yang berada di rumah segera pulang kerumah .
tiba di depan rumah nya dia melihat Thomas yang akan menaiki mobil , Thomas yang juga melihat Adrian pun turun dan menyapa Adrian .
" hai Adrian , kamu pulang juga ? tenang saja aku sudah membereskannya , seperti nya dia di sewa seseorang untuk mencelakai keluarga mu tadi aku sudah menyuruh orangku menyelidikinya nanti aku akan mengabari mu"
" terima kasih " ucap Adrian pada Thomas .
Thomas pun pergi dari rumah Adrian .
Adrian masuk kedalam rumah dan melihat semuanya dalam keadaan baik-baik saja dirinya menjadi lebih tenang .
" Ranti lihat lah suami sudah pulang nak ?" teriak Wanda memanggil Ranti
" Ranti sudah di rumah ma?" tanya Adrian pada Wanda .
" iya tadi mama menelpon nya, oh iya mungkin Ranti sekarang sedang menemani Nathan " jawab Wanda .
didalam kamar Ranti dan Nathan berbicara pada nya " mom, tadi aku melihat paman Thomas menghajar mereka dengan sangat keren aku ingin seperti dirinya mom " cerita Nathan pada Ranti , Ranti yang memang tidak suka hal yang bau kekerasan jelas tidak senang .
" tidak sayang berkelahi itu hal yang berbahaya kelak kamu jangan sampai seperti itu iya " jelas Ranti pada Nathan .
" tapi aku ingin seperti paman bahkan aku ingin lebih jago darinya agar bisa melindungi mommy dan adik " ungkap Nathan .
" sayang , dengarkan mommy kekerasan itu tidak akan bisa menyelesaikan masalah jadi lebih baik kamu jadi anak yang baik dan tidak menyinggung orang lain itu saja cukup " jawab Ranti
" tidak mom, mommy lihat tadi kan banyak orang yang datang membawa senjata , penjaga yang di bawa Daddy juga kalah padahal kita orang baik kan tapi kenapa kita di serang oleh mereka dan juga mommy tak pernah menyinggung orang lain tapi kenapa banyak yang jahat sama mommy, jadi tolong biarkan aku ikut bersama paman Thomas dia bilang dia akan melatih ku "
" tapi nak , kamu masih kecil dan jika kamu ikut dengannya kita akan jarang bertemu " Ranti masih tetap tak membiarkan Nathan ikut dengan Thomas .
" mom, aku tak pernah meminta hal yang sulit pada mu dan aku selalu melakukan apa yang mommy inginkan, tapi biarkan kali ini aku melakukan apa yang kuinginkan " mohon Nathan terlihat matanya berkaca-kaca.
Ranti memeluk Nathan dia tak sanggup melihat putranya memohon padanya seperti itu tapi dia juga tak ingin berpisah dari Nathan .
Adrian menaruh jasnya di kursi lalu pergi ke kamar Nathan .
" ada apa dengan Nathan ?" adrian sempat panik karena Ranti yang menangis sambil memeluk Nathan .
sambil terisak Ranti menoleh ke arah Adrian yang sudah berada di depan mereka .
" apa Nathan sakit ?" tanya nya .
" Nathan bilang dia ingin pergi meninggalkan kita " jawab Ranti sambil menangis.
" maksud kamu apa? Nathan sayang coba jelaskan kenapa kamu bilang seperti itu sama ibumu ?" tanya Adrian pada putranya .
__ADS_1
" Nathan ingin pergi bersama paman Thomas , Nathan ingin jadi kuat biar bisa melindungi keluarga Nathan " jawab Nathan .
deg
" tidak bisa , daddy tak akan mengijinkan kamu pergi bersamanya , jika Nathan ingin jadi kuat Daddy sendiri bisa mengajarimu " jelas Adrian .
" tapi jika Nathan terus disini Nathan akan selalu manja tapi jika Nathan pergi dan belajar mandiri pasti Nathan akan lebih kuat " Ranti dan Adrian yang mendengar pemikiran Nathan hanya saling menatap . bagaimana bisa anak seusianya berpikir seperti itu .
" baiklah jika kamu sudah berpikir begitu, tapi beri kami waktu untuk memikirkannya dulu " jawab Adrian lalu mengajak Ranti keluar dari kamar putranya .
di luar kamar Nathan , Ranti memeluk tubuh suaminya .
" aku gak mau berpisah dari nya " keluh Ranti .
Adrian nampak bingung harus berbuat apa, sebenarnya dia juga senang jika Nathan bisa berpikir seperti itu karena dirinya dulu juga demikian, sebagai seorang laki-laki apalagi dia berasal dari keluarga yang memiliki kekuasaan serta musuh, dia wajib memiliki kemampuan untuk melawan musuh dan memiliki hati yang kuat jika Nathan terus di asuh Ranti yang sangat memanjakannya itu akan menjadikan Nathan pria yang lemah .
" Ranti kita sebagai orang tua pasti ingin melihat anak kita tumbuh dewasa di dekat kita tapi , jika dia ingin keluar dan menjelajah dunia kita juga tidak bisa melarangnya , yang bisa kita lakukan hanya mendukungnya " jawaban yang di lontarkan Adrian membuat Ranti tertegun karena Adrian sudah berjanji jika dirinya tak akan membiarkan Thomas mengambil Nathan dari dirinya .
"jadi kamu setuju ? kamu sudah janji padaku Adrian " seru Ranti sambil menangis .
" Ran , aku memang sudah janji tak akan membiarkannya membawa pergi Nathan tapi sekarang Nathan sendiri yang menginginkannya dan aku tak berjanji tentang hal itu padamu " jelas Adrian , Ranti pun berlari ke kamarnya .
dirinya kembali menangis , tak lama perut Ranti terasa nyeri awalnya Ranti menahannya tapi rasa sakitnya semakin menjadi-jadi hingga membuat Ranti tak sadarkan diri .
" mengapa Ranti menangis?" tanya Wanda pada Adrian .
akhirnya Adrian menceritakan semuanya pada Wanda , jelas Wanda juga tak terima karena harus berpisah dengan cucunya namun dia juga kecewa bagaimana bisa Bella membuat keputusan seperti itu .
Adrian menyusul Ranti ke kamar , dia mendekati Ranti yang berbaring di ranjang . wajah Ranti terlihat pucat, Adrian mencoba membangunkan Ranti namun Ranti tetap memejamkan matanya dengan cepat Adrian menggendong tubuh Ranti sambil memanggil Wanda . Wanda yang mengetahui kondisi Ranti juga ikut panik , Adrian memasukkan Ranti ke mobilnya sedangkan Wanda tetap di rumah karena harus menjaga anak-anak .
jangan tanya Sarah dimana jelas dia sudah kembali menemui Rasya .
" Ran, kamu harus baik-baik saja " Adrian melajukan mobilnya menuju rumah sakit dengan kecepatan tinggi .
sesampainya di rumah sakit dia segera menggendong Ranti menuju ruangan Anne yang saat itu sedang berada di luar ruangannya melihat Adrian yang menggendong Ranti .
Anne segera menyuruh Adrian membaringkan tubuh Ranti untuk di periksa .
Adrian mondar-mandir di luar menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Anne .
beberapa saat kemudian Anne keluar , Adrian segera menanyakan kondisi Ranti pada sahabatnya itu .
" bagaimana keadaan Ranti ? " tanya Adrian begitu khawatir . .
" dia hanya terlalu stress di tambah kondisi janinnya yang lemah , nanti aku akan memberikan beberapa vitamin untuk istrimu , oh iya aku sudah menyuruh mu menjaga nya dengan baik tapi kenapa bisa seperti ini ? apa kalian habis bertengkar aku lihat matanya sembab " kata Anne , Adrian tidak menjawab pertanyaan Anne malah dia yang bertanya pada Anne .
__ADS_1
" bolehkah aku masuk ke dalam ?" tanya Adrian .
" tentu saja kamu suaminya , oh iya dia baru saja sadar " jelas Anne .
Adrian masuk ke dalam , Ranti masih berbaring sambil mengelus perutnya .
" apa masih sakit?" tanya Adrian dengan lembut .
" sedikit " jawab Ranti lemah .
" maaf iya gara-gara aku kamu jadi seperti ini " Adrian merasa bersalah pada Ranti .
" tidak kok, ini semua karena diriku yang terlalu lemah untung saja calon anak kita tidak apa-apa " jawab Ranti .
" nanti aku akan berusaha menjelaskan pada Nathan agar mengurungkan niatnya untuk ikut dengan Thomas " Ranti malah melarang Adrian melakukannya " tidak perlu, jika Nathan menginginkannya biarkan saja, aku tak ingin nanti dia kecewa padaku karena melarangnya pergi , lagipula kita juga bisa mengunjungi dia saat kita merindukannya" Adrian pun setuju dengan Ranti .
keadaan Ranti semakin baik mereka memutuskan untuk pulang kerumah .
semua penghuni rumah itu menghampiri Ranti dan Adrian yang sudah berada di rumah .
" Ranti kamu baik-baik saja kan nak ? bagaimana denagn keadaan janinnya ?" tanya Wanda begitu khawatir .
" tidak apa-apa ma Ranti dan calon anak Ranti baik-baik saja " jawab Ranti , Wanda menghela napas lega .
"mom, maafin Nathan iya karena Nathan mommy jadi emosi dan sakit Nathan janji tak akan pergi " katanya sambil menundukkan wajahnya .
" tidak sayang ini bukan salah mu , tenang saja mommy dan Daddy sudah memutuskan akan mengijinkan mu ikut dengan paman Thomas " Wanda tiba-tiba bangkit dari duduknya .
" apa ! kalian akan membiarkan Nathan pergi ? aku tidak setuju Nathan adalah cucuku " Wanda terlihat marah .
" ma, tolonglah ini kan keinginan Nathan sendiri lagipula Nathan pergi tidak selamanya dan jika kita rindu kita bisa mengunjunginya " jelas Ranti .
" Ranti , ingat dia adalah cucuku putra dari Bella kamu tidak berhak memutuskan nya karena kamu tak punya ikatan darah dengan nya " bentak Wanda pada Ranti .
" bagaimana dengan ku ? apa aku tak berhak pada putraku ? lagipula Ranti yang membesarkannya dari kecil dan juga dia sekarang adalah istri ku " sahut Adrian .
Wanda tak bisa menjawab Adrian .
" ini adalah keinginan nathan sendiri jadi biarkan saja dia , toh ini juga demi kebaikannya" imbuh Adrian lalu mengajak anak-anaknya ke kamar mereka untuk tidur .
" ma , maafin iya aku juga tidak rela tapi mau bagaimana lagi Nathan sendiri yang menginginkannya ?" jelas Ranti .
" maaf iya tadi mama membentak kamu, padahal mama tau kamu juga tak rela tapi mama tak ingin kehilangan seperti mama kehilangan Bella dulu" jawab Wanda .
" tenang saja thomas pasti akan menjaganya dengan baik " ucap Ranti .
__ADS_1