
Tanpa di duga Arya membuat siaran pers demi membersihkan nama baik Ranti , dia tak peduli jika keburukannya di masa lalu terekspos yang terpenting baginya adalah Ranti . Saat menjelaskan pada media Arya mengatakan semuanya dengan jujur dan tak lama Rasya juga menghadiri acara yang diadakan Arya di sana Rasya juga menjelaskan bahkan dirinya lah yang selalu mengganggu Ranti meski banyak yang menyayangkan tindakan kedua pria itu namun mereka lega setidaknya nama baik Ranti terjaga .
di sisi lain Mia yang melihat siaran langsung yang diadakan Arya seketika membanting remote yang dari tadi dia pegang hingga hancur berkeping-keping.
" bahkan Arya dan Rasya juga membela wanita itu , apa sih yang membuat mereka tak bisa melupakan wanita sialan itu?" kesalnya hingga membuta perutnya kram dia pun duduk kembali dan mencoba menahan emosi.
" aku tak boleh emosi , anak ini sangat penting bagiku agar aku bisa mendapatkan harta pria tua itu , dan masalah Ranti aku akan mencari cara lain untuk menghancurkannya " ucapnya sambil mengelus perutnya yang semakin membesar.
di pojok an Sarah yang menyaksikan Rasya yang berbuat demikian demi Ranti menjadi semakin kesal pada Ranti " sungguh aku tak suka pria yang kucintai membela wanita lain, wanita itu bisa membuat dua pria sampai melakukan hal demikian pasti dia punya banyak tipu muslihat untuk menjerat mereka , pasti kak Adrian juga sama aku harus menyadarkannya sebelum semuanya terlambat " kesal Sarah sambil *******-***** bagian bawah kaosnya.
Ranti yang saat itu sedang makan buah melon kesukaannya lalu tak sengaja melihat tayangan Arya dan Rasya membelanya bukan merasa senang malah semakin kesal terhadap keduanya . bahkan dia meletakkan garpunya di atas meja dan tak ada selera lagi untuk memakannya , Ranti merasa dia terlalu dipandang lemah oleh kedua pria itu , padahal dia tak butuh bantuan mereka apalagi dia memiliki Adrian yang bisa melakukan segala nya untuk dirinya .
" ada apa sayang " tanya Adrian yang baru saja keluar dari kamarnya dan menemukan Ranti dengan raut wajah kesal.
Ranti masih tak menjawab pertanyaan yang di lontarkan suaminya itu dan masih fokus pada layar tv Adrian pun ikut duduk di samping Ranti dan juga menonton acara itu " Adrian juga merasa kesal dia merasa kedua pria itu terlalu ikut campur pada kehidupan dirinya dan Ranti Adrian juga merasa telah diremehkan sebagai suami dari Ranti .
Adrian mematikan acara itu, Ranti hanya menatap Adrian .
" lihatlah apa yang mereka lakukan , aku sungguh kesal pada mereka , apa mereka kira aku tak bisa menyelesaikan masalah ku sendiri ? padahal aku mempunyai dirimu yang bisa ku andalkan" ujar Ranti , Adrian hanya tersenyum mendengar Ranti berkata demikian yang menandakan kesan baik tentang dirinya.
__ADS_1
" sudahlah , biarkan saja asal mereka tidak mendekati mu aku tak masalah bahkan aku harus berterima kasih pada mereka karena sudah menghemat waktuku " jelas Adrian .
Ranti bersandar pada tubuh Adrian , entah belakangan ini dia selalu ingin berada di samping Adrian entah karena rasa cintanya atau karena sekarang dia hamil yang jelas berada di dekat Adrian buatnya sangat nyaman apalagi dia bisa menghirup aroma maskulin dari tubuh Adrian yang membuat candu baginya .
bahkan tanpa dia sadari kini tangan Ranti menembus masuk kedalam kaos yang dikenakan Adrian jari-jari Ranti membelai lembut Abs Adrian membuat sang empunya mendesis .
" Ran jangan nakal , ingat kamu sedang hamil "nada serak Adrian namun Ranti tak menghiraukannya ucapan suaminya dia malah mengecup leher jenjang Adrian sambil terus memainkan tangannya hingga menyentuh bagian bawah perut Adrian yang semakin menegang .
" ahh Ranti hentikan " pinta Adrian namun Ranti seakan tuli hingga membuat Adrian yang tidak tahan pun mencium bibir mungil Ranti dengan ganasnya tak lupa dia juga memainkan kedua gunung Ranti dari balik tanktop yang dikenakannya .
Adrian yang sudah tidak kuat pun menggendong tubuh Ranti kedalam kamar karena dia tak ingin orang lain melihat mereka sedang melakukan itu .
tangan Ranti tak tinggal diam dia memainkan milik Adrian yang sudah menegang dari balik celananya, dengan nafas yang memburu Adrian membangunkan Ranti dan melepaskan baju Ranti hingga tak tersisa sehelai benang pun .
Adrian mulai mencium setiap lekuk tubuh Ranti yang membuat Ranti melayang hingga tiba di bagian intinya Adrian pun membenamkan kepalanya dan memainkan milik Ranti dengan lidahnya , hingga Ranti mencapai klimaksnya , kini giliran Ranti yang memuaskan milik Adrian dan memasukkannya ke dalam mulut mungilnya tentu saja tak akan muat karena milik Adrian terlalu besar , tak tinggal diam Adrian juga ikut menggerakkan miliknya hingga dia mencapai klimaksnya juga .
setelah itu Adrian berbaring dan Ranti kembali menindih tubuh Adrian .
" sayang sudah iya kamu sedang hamil " larang Adrian namun Ranti malah memasukkan milik Adrian ke dalam miliknya .
__ADS_1
" mmphs ahh " desah keduanya memenuhi ruangan .
Ranti menggerakkan tubuhnya perlahan hingga beberapa kali dia mencapai pelepasannya , Adrian hanya pasrah atas tindakan ranti padanya hingga dia pun mencapai puncaknya juga . mereka pun tertidur .
di tempat Mia . ayah Adrian marah kepada Mia yang menyeret Adrian dalam rencananya dia juga marah karena dia telah diam-diam mencoba menghubungi mama Adrian dan menceritakan semuanya pada istri pertamanya . pria itu menyeret Mia yang saat itu sedang berbaring di sofa hingga terjatuh di lantai dan membuat lututnya terluka.
" dasar kau wanita murahan sudah dikasih hati masih saja menginginkan lebih , ingat jika mereka semua tahu hubunganku dengan dirimu 'aku tak akan segan - segan membinasakan dirimu " ancam ayah Adrian .
" tuan, aku sekarang sedang mengandung anakmu aku juga punya hak yang sama dengan dirinya " seru Mia yang hanya di tertawakan oleh pria itu .
" kau kira aku bodoh, sebelum bayi itu lahir dan terbukti dia anakku jangan harap aku akan mengakuinya " jelas pria tua itu dan berlalu meninggalkan Mia yang terlihat cemas atas ancaman yang diterimanya .
" sial! kenapa semuanya bisa begini? kemarin dia sangat peduli padaku tapi kenapa sekarang dia malah bersikap dingin padaku " kesal Mia .
" lihat saja aku pasti akan membuatmu menjadikan diriku nyonya besar di keluargamu dan saat itu aku pasti akan membalas semua yang Arya dan Ranti lekukan padaku " batin Mia .
dia pun berdiri dan mengobati luka di lututnya .
" bagaimana jadinya jika anak ini bukan anaknya " memikirkannya saja membuat Mia takut tapi dia harus tetap menjalankan misinya untuk mendapatkan harta dari keluarga Adrian untuk balas dendam pada orang yang menyakitinya.
__ADS_1