
Ranti yang masih terlelap dalam tidur nya merasa terganggu akan sesuatu yang dia rasakan dia membuka matanya dia melihat Adrian yang mengelus pipi Ranti .
" kamu kenapa di sini?" tanya Ranti sambil mengucek matanya .
" morning kiss" sambil memasang muka manja nya .
Ranti hanya diam
" aish kenapa kau dingin sekali sih , baiklah aku akan mendapatkannya dengan cara ku sendiri" gerutu Adrian dan langsung mencium bibir Ranti .
" Adrian aku baru bangun tidur tau" Ranti merasa malu karena dia baru bangun .
" iya sudah cepat mandi , aku akan membangunkan anak-anak " Adrian berjalan keluar dari kamar Ranti . Semalam Adrian memang tidur bersama dengan Ranti namun mereka tidak melakukan apapun , Adrian tidur di sofa yang ada di kamar Ranti .
Ranti yang telah selesai mandi segera turun untuk membuatkan sarapan , dia memanggang beberapa lembar roti tawar yang di olesi mentega lalu di taruh nya selada daging asap yang sudah di iris tipis di tambah keju dan saus tomat .
Ranti juga membuat jus untuk diri nya dan Adrian sedangkan untuk anaknya dia memilih memberikan susu .
saat Ranti sedang sibuk di dapur tiba-tiba tangan kekar melingkar di pinggangnya yang ramping . Ranti menoleh ke belakang .
Adrian sedang memeluk Ranti dia mencium bau harum dari tubuh Ranti membuatnya terangsang .
" ugh " desahan Ranti keluar saat Adrian mencium lehernya nya yang jenjang .
" jangan begini nanti anak-anak lihat " sedangkan Adrian kini membalikkan tubuh Ranti untuk berhadapan dengannya
" morning kiss " lalu mencium bibir Ranti pun ikut membalas nya dia mengalihkan tangannya ke leher Adrian , tubuh Adrian yang tinggi sedangkan Ranti yang kecil sehingga membuat Adrian sedikit membungkukkan badannya.
beberapa menit mereka berciuman hingga saat tangan Adrian yang mencoba menembus kaos Ranti pun menghentikannya .
" ada apa? " protes Adrian
" aku harus membangunkan anak-anak " Ranti mencoba mengalihkan pembicaraan , "mereka sudah bangun sebentar lagi mereka akan ke sini" jawab Adrian dengan sedikit kesal karena aktivitasnya terganggu .
akhirnya ketiga anak itu pun muncul segera Ranti menyuruh mereka semua untuk sarapan sedangkan Adrian hanya meminum segelas air putih . dia keluar ke halaman samping rumah Ranti dan melakukan pemanasan sebentar .
di saat Ranti akan mengantar anak-anaknya ke sekolah ternyata Arya telah tiba di rumah ranti , Arya ingin mengantar anaknya untuk pergi ke sekolah namun di larang Ranti , suara ribut membuat Adrian ikut keluar dan saat itu dia hanya memakai celana panjangnya saja dan bertelanjang dada karena keringatnya bercucuran keluar.
" ada apa ini ?" tanya Adrian .
" kau di sini?" kata Arya kaget sambil melihat tubuh Adrian tanpa memakai baju. membuat nya berfikir macam-macam tentang Adrian dan Ranti .
" iya memangnya kenapa ?" jawab Adrian santai .
__ADS_1
" Ranti , bagaimana bisa kamu membawa seorang pria masuk ke rumahmu apalagi ada anak-anak apa kamu tidak punya malu " Arya memarahi Ranti hanya diam saja .
" hey , seharusnya kamu yang malu karena terus mengganggu mantan istri mu yang bahkan tak menganggap mu " sahut Adrian .
" kamu ! " Arya berniat memukul Adrian namun Nathan tiba-tiba berteriak dan meminta Arya untuk pergi dari rumahnya
" stop ! Daddy sebaiknya pulang saja aku ingin di antar paman Adrian " kata Nathan .
" sayang kenapa kamu membela orang asing ?" tanya Arya
" lebih baik Daddy temani saja keluarga Daddy yang baru sekarang paman Adrian yang akan jadi Daddy baru ku " jelas Nathan membuat Adrian senang namun Arya menjadi kesal dan pergi dari tempat itu .
" sayang kenapa kamu berbicara seperti itu ?" tanya Ranti .
" iya karena kemarin saat uncle kemari Daddy sudah kesini, Oma marah dan berkata jika Daddy yang meninggalkan kita demi keluarga barunya lalu Oma jatuh sakit aku tidak mau bersama dengan orang seperti Daddy " jelas Nathan .
" em iya sudah tidak usah di pikirkan lagi iya sekarang ayo mommy antar ke sekolah " ajak Ranti sedangkan Adrian memilih untuk pulang dari rumah Ranti karena dia harus segera pergi bekerja .
Adrian yang kini sudah berada di kantor dengan dengan hanya memakai kaos dan celana jeans-nya membuat semua orang menatap ke arahnya .
Theo yang melihat Adrian pun segera mengajaknya masuk ke dalam ruangan .
" kau dari mana saja huh? aku pergi ke apartemen mu tidak ada " omel Theo pada Adrian .
Theo yang melihat kelakuan sahabatnya pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.
setelah selesai mandi Andrian memakai pakaian yang sudah Theo siapkan untuknya .
" makasih iya , aku janji setelah nikah gak bakalan repotin Lo lagi " ujar Nathan .
" iya kalo dia nya mau tapi kalo nggak ?" sindir Theo padanya.
" akh iya harus mau lah " Adrian pun sudah keluar dengan berpakaian rapi .
" iya udah aku doa in biar segera terkabul lagian udah umur 33 tahun masih aja jomblo , banyak karyawan mu yang gosip in kalo loh itu punya kelainan " jelas Theo .
" kelainan apa? " Adrian yang tidak mengerti maksud Theo Karen Adrian tak pernah suka mendengarkan gosip .
" Suka yang berbatang " bisik Theo padanya membuat Adrian nampak kaget
" gila kali mereka , masih normal banget lah aku ini" katanya Adrian tidak terima .
" normal ? tapi gak pernah mau dekat sama wanita mana pun , aku aja juga takut kalo deket sama loh " sambil bergidik ngeri .
__ADS_1
" iya kan tahu sendiri ceritanya gimana sampai buat diriku ini malas dekat dengan seorang wanita " sambung Adrian .
" iya-iya , tapi sekarang gak kan ? udah ngapain aja sama dia " selidik Theo .
" gak ada cuma ciuman aja " sambil membuka berkas yang ada di meja nya .
" oh iya baguslah " Theo pun pergi ke luar ruangan .
saat Theo berjalan melewati beberapa karyawan yang lewat sedang membicarakan Adrian , banyak karyawan wanita yang menaruh hati pada Adrian namun sayang Adrian begitu dingin terhadap mereka bahkan banyak karyawan wanita yang mencoba masuk ke dalam ruangan Adrian dengan niat merayunya malah mereka langsung di pecat hari itu juga dengan Adrian hingga membuat mereka berpikir jika Adrian tidak menyukai wanita alias gay terutama kedekatan antara Adrian dan Theo yang menurut mereka tidak wajar .
Namun prasangka mereka hilang saat Theo sudah menikah dan saat Adrian di gosip kan kencan dengan seorang model terkenal dan model itu pun sering mengunjungi Adrian di kantornya .
padahal Adrian dan model tersebut tidak ada hubungan apapun hanya saja model itu yang terus mengganggu dirinya sampai suatu ketika Adrian mulai geram dan membuat model itu kehilangan pekerjaaan nya dan tidka berani lagi mengganggu dirinya.
selesai dengan pekerjaannya Adrian menghubungi seseorang dan berniat menemuinya .
Adrian pun segera keluar dan pergi menemui orang itu di sebuah rumah sakit . Adrian masuk ke dalam .
" wih tumben kemari ? ada masalah apa ?" jawab Anne teman Adrian yang seorang dokter dan juga istri Theo .
" gua pengen punya anak " kata Adrian yang langsung membuat Anne tertawa .
" kenapa malah tertawa ?" tanya Adrian .
" emang udah ada calon ibunya ?" tanya Anne .
" sudah , apa suami mu tidak menceritakannya padamu ?" jawab Adrian mantap .
" tidak dia tidak mengatakan apa pun dia hanya berkata jika kau menyukai seorang wanita tapi Theo bilang wanita itu tidak menyukaimu " jawab Anne .
" iya sudah lah pokoknya aku ingin punya anak , lakukan apapun agar dia kembali seperti dulu " melihat ke arah bawah .
" makanya dipikir dulu kamu sendirikan yang ingin melakukan vasektomi padahal gak pernah di pake " jawab Anne ketus
" iya kan kamu tahu sendiri banyak banget yang pengen tidur sama gua , jadi buat pencegahan aja apalagi setelah kejadian itu gua gak mau terulang lagi " jelas Adrian .
" iya udah deh , kalo gitu harus operasi buat nyambungin bagian yang sudah di potong " jelas Anne
" kapan bisa di mulai ?" tanya Adrian
" nanti aku kabari " jawab Anne
" oke , kalo bisa sesuai in dengan jadwal di kantor Iya biar gak saling bentur , lu bisa tanya sama Theo kan "
__ADS_1
Anne hanya menganggukkan kepalanya, Adrian pun pergi dari tempat itu .