
keesokan hari nya sinta bangun terlebih dahulu untuk menyiapkan sarapan suaminya.
" selamat pagi nyonya "
" pagi bi "
sinta memasak semua masakan untuk suami nya, memang sengaja dia ambil alih tugas bi surti yang 1 itu.
setelah sudah selesai memasak dan menyiapkan nya di meja makan sinta kembali ke atas untuk membangunkan suami nya.
" mas bangun " ucap sinta
brian menggeliatkan badannya, " selamat pagi sayang " ucap brian yang sudah duduk di atas kasur.
" pagi mas, cepat mandi terus sarapan mas " ucap sinta duduk di sebelah brian.
" baik sayang" jawab brian dengan mencium kening sinta.
sinta menyiapkan pakaian ganti brian dan membersihkan tempat tidur.
beberapa menit brian keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian yang disiapkan oleh sinta.
" sayang bisakah bantu aku memakaikan dasi " ucap brian yang ingin dimanjakan oleh istrinya.
sinta bangkit dari meja rias nya dan menghampiri brian.
" kamu sangat cantik hari ini " ucap brian yang mendekatkan tubuh sinta ke tubuhnya dengan memegang pinggangnya.
" pagi-pagi sudah merayu " ucap sinta tersipu malu " dah ini sudah selesai" ucap sinta dan kembali ke meja rias tapi dengan cepat di tarik oleh brian dan jatuh di pelukan brian.
" ah mas " ucap sinta kaget
" aku masih ingin bermanja denganmu sayang " ucap brian mendudukan sinta di pangkuannya.
" mas nanti kamu terlambat ke kantor " ucap sinta
" tidak apa-apa sayang, tidak akan ada yang marah " ucap brian memperat pelukannya.
sinta menghembuskan nafas kasar nya.
tangan brian dengan liarnya memegang bagian tubuh sinta.
brian dan sinta yang baru menaikan hasratnya tiba-tiba hp brian berbunyi di lihatnya ternama luna
" halo pak "
" iya ada apa "
" maaf pak, ini ada jadwal rapat mendadak jam 9, saya lihat bapak belum ada di kantor " ucap luna
dengan kesal brian menjawab " ya sebentar lagi saya kesana " ucap brian menutup telefon.
sinta yang melihat wajah suami nya kesal tertawa " lanjut nanti malam saja ya sayang " kecup pipi brian dan pergi untuk turun.
brian kembali tersenyum karena mendapat ciuman dadakan dari istri nya.
brian pun turun untuk sarapan, mereka sarapan hanya berdua, selesai sarapan brian langsung berangkat ke kantor dan di antar luna sampai pintu keluar.
" sayang nanti jangan lupa seperti biasa ya " ucap brian dan melajukan mobilnya
sinta menggelengkan kepala nya karena belum juga di jawab sudah pergi.
setibanya di kantor brian langsung masuk ke dalam ruangan nya.
__ADS_1
tok.. tok
" masuk "
" permisi pak, ini berkas yang bapak butuhkan " ucap luna yang sengaja mengasihkan berkas nya di samping brian.
brian yang begitu cuek langsung berdiri dan keluar menuju ruangan rapat.
luna terlihat kesal karena tidak mendapat respon baik. setelah luna kembali ke ruangannya dia menelepon seseorang
" seperti nya dia sangat susah, dia sangat dingin kepadaku "
".... "
" baiklah, nanti sepulang kerja aku kesana " ucap luna mengakhiri telfonnya.
tiba-tiba brian masuk, luna pun kaget
" kamu keruangan saya " ucap brian
" i... iya pak " ucap luna ketakutan
" aduh mati aku, tadi pak brian dengar gak ya " batin luna
tok.. tok..
"masuk "
" duduk " perintah brian
luna terlihat tegang melihat tatapan brian, " kenapa kamu tegang seperti itu "
"ti... tidak pak " ucap luna terbata
mendengar ucapan brian luna lega berarti bos nya tadi tidak dengar apa yang di katakan.
" kamu mengerti tidak, malah diam saja " ucap brian tegas
" mengerti pak " ucap luna
" ya sudah pergi lah " ucap brian
luna pun pergi meninggalkan ruangan brian.
brian teringat istrinya dia mengambil hp dan menelepon istri nya.
"hallo sayang "
"hallo mas
" kamu dimana? " tanya brian
" aku sedang bersiap-siap untuk kesana, ada apa? " tanya brian
" tidak aku hanya kangen saja "
" ah kamu mas baru saja tadi ketemu nanti ketemu lagi, kamu mencoba merayuku " ucap sinta
" cepat lah kesini dan hati-hati " ucap brian menutup telfon nya.
sinta hendak pergi tapi bi surti memanggilnya.
"nyonya "
__ADS_1
" iya bi, ada apa? "
"maaf nyonya sebelumnya, bahan makanan di dapur sudah abis " ucap bi surti
" oh iya bi aku sudah tahu, nanti sepulang dari kantor mas brian aku akan belanja bi " ucap sinta
" apa perlu bibi bantu non" ucap bi surti
" tidak perlu bi, bibi di rumah saja " ucap sinta dan pergi keluar rumah dan menaiki mobil.
sinta di antar oleh pak supir karena sinta belum bisa naik mobil.
beberapa menit perjalanan menuju kantor brian. sesampainya di depan kantor sinta pun turun dan di sapa oleh beberapa karyawan brian dengan menundukan kepala karena mereka sudah tahu sinta itu istri brian pemilik perusahaan.
sinta membuka pintu ruangan brian, terlihat brian sedang fokus di depan laptopnya.
" fokus sekali mas, sampai tak tahu kalo istrinya datang " ucap sinta meletakan makanannya di meja.
" eh sayang, iya ini harus aku bereskan sebelum aku ambil cuti bulan madu " ucap brian
" oh begitu, ya sudah ayo makan dulu " ajak sinta.
brian berdiri dan menghampirinya di meja makan.
" sayang kamu ingin berbulan madu dimana "
ucap brian
" dimana saja sayang, asal bersama mu " ucap sinta sambil tersenyum
" kamu mulai merayu ya, tak takut jika adekku bangun" ucap brian tertawa
" adek? "
"ini " tunjuk brian ke arah dalam celananya
sinta menggelengkan kepalanya. mereka lalu tertawa bersama.
diluar pintu ternyata luna sedang menguping, tetapi tak lama romi datang " ada apa lun kenapa di depan pintu situ " tanya romi
" maaf pak tadi saya ingin masuk tapi ada nyonya seperti nya, ya sudah mending nanti saja " ucap sinta beralasan
romi tidak menghiraukannya dan langsung masuk meninggalkan luna yang sudah kembali di ruangannya.
"siang pak brian " ucap romi
" masuk gak ketuk dulu, dari mana aja kamu " ucap brian
" saya dari kantor dinasty pak, terus luna menelepon saya bilang kalau bapak akan cuti seminggu " ucap romi
" iya, saya akan pergi bulan madu dengan istri saya, tolong pesankan tiket ke paris ya " ucap brian
" baik pak " ucap romi yang hendak pergi
" rom tunggu, untuk sementara saya pergi kamu stay di kantor sini saja dulu, kalau cabang kan masih bisa di pantau lewat sini " ucap brian
" baik pak, tiketnya untuk kapan pak? " tanya romi
" besok rom "
romi mengangguk dan pergi dari ruangan brian.
sinta sedari tadi memang diam saja karena tidak mau ikut campur urusan laki-laki.
__ADS_1
brian melanjutkan makan siangnya yang terhenti karena kedatangan romi.