ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 111


__ADS_3

Adrian sudah rapi dirinya berpamitan kepada Ranti dan yang lainnya untuk pergi keluar .


" kamu mau kemana sepagi ini?" selidik Ranti .


" aku ada urusan di luar tenang saja aku gak lama kok , aku berangkat dulu iya " sambil mencium kening sang istri tercintanya itu.


Adrian pergi dengan mengendarai motor miliknya.


Ranti masih menatap kepergian Andrian " sepagi ini sudah rapi dan membawa motor pula, seperti anak muda yang ingin pergi kencan saja, ahh apa jangan-jangan Adrian punya selingkuhan " Ranti menjadi curiga .


" ahh tidak mungkin, aku yakin Adrian bukan pria seperti itu" gumam Ranti .


Adrian telah menempuh jarak sekitar satu setengah jam dari rumahnya, dia berhenti di sebuah rumah .


Adrian berjalan memasuki halaman rumah tersebut lalu membunyikan bel pintu rumah.


tak lama seorang pelayan membukakan pintu , pelayan itu nampak takut melihat ke datangan Adrian kerumah majikannya .


" dimana majikanmu?" tanya Adrian dingin.


" mm maaf tuan, nyonya sedang tidak ada di rumah " bohong pelayan itu berusaha melindungi sang majikan dari Adrian .


" siapa yang datang Bi?" teriak sang majikan dari lantai atas rumah tersebut .


Pelayan itu menelan saliva nya dengan kasar dan semakin menundukkan kepalanya sambil badannya ikut gemetar .


" huh ! ternyata pelayan sepertimu tidak pernah berubah iya " sambil berjalan masuk ke dalam rumah .


" tuan , tolong jangan ganggu nyonya dia sedang hamil " mohon sang pelayan sambil bersujud dan melingkarkan tangannya pada kaki Adrian .

__ADS_1


" dasar pelayan rendahan berani sekali menyentuh diriku " Adrian menendang tubuh pelayan itu hingga tersungkur , pelayan itu meringis kesakitan .


Sang majikan menghampiri pelayannya yang dari tadi tak menyahuti panggilannya .


" kamu ! kenapa kamu di sini?" wajah Mia menjadi pucat tatkala melihat Adrian berada di dalam rumahnya .


" hai Mia apa kabar? " sapa Adrian sambil berjalan mendekati Mia pun berjalan mundur mencoba menghindari Adrian .


" oh aku lupa bukankah aku sekarang harus memanggilmu mama juga ?" imbuh Adrian dengan smirknya .


" Adrian , kenapa kamu datang kemari ?" tanya Mia sambil ketakutan .


" oh salahkan aku menemui ibu tiriku ?" Adrian malah berbalik tanya , kini Adrian sudah berada tepat di hadapan wanita yang telah menikah dengan ayahnya dan juga wanita yang telah membuat istrinya menderita selama ini.


" Adrian jika kamu berani berbuat sesuatu padaku dan bayi ku aku yakin ayahmu tidak akan melepaskan mu " ancam Mia agar Adrian tidak melakukan apapun padanya .


" tentu aku tidak akan melakukan apapun pada bayimu , lagi pula aku juga tak yakin ayah kandung bayi ini adalah pria tua itu, jadi jika suatu saat nanti dia tahu kebenaran tentang bayi itu dia pasti akan memberi pelajaran sendiri padamu " cibir Adrian pada Mia sambil menyeringai. Adrian kini telah duduk di kursi ruang tamu itu dengan santai sambil melihat sekeliling rumah itu .


" apa Adrian takut pada ayahnya jadi dia tak berani melakukan apapun padaku? mungkin aku masih punya kesempatan menaklukkannya " batin Mia sedikit tenang .


" lalu kenapa kamu datang ke rumah ku?" tanya Mia yang sudah mulai berani .


"aku kemari untuk menyuruhmu mengembalikan segala yang kamu rebut dari Ranti dan minta maaflah padanya " ujar Adrian dengan nada serius .


" aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan , memang apa yang sudah aku lakukan pada Ranti ?" jawab Mia berbohong .


Adrian berdiri .


" Mia , aku bukan Arya yang mudah kamu bohongi dan takut akan ancaman mu aku juga bukan Martin yang bermurah hati pada seorang wanita meski telah di campakkan berulang kali, ingat aku Adrian , siapapun yang mengganggu ku dan keluarga ku aku tak akan segan-segan menghancurkannya , bahkan jika dia seorang wanita " jelas Adrian dengan begitu dingin .

__ADS_1


" inikah sosok asli Adrian " batin Mia ketakutan bahkan lebih takut dari sebelum nya .


" dari mana kamu tahu tentang Martin?" tanya Mia yang masih penasaran akan hubungan Adrian dan Martin .


" heh ! itu tidak penting " jawab Adrian enteng , Adrian kini berniat keluar dari rumah Mia , sebelumnya dia berpapasan dengan pelayan itu .


" siapa yang menyuruhmu aku sudah tahu jelas ! katakan padanya kali ini aku tak akan biarkan dia kembali merusak keluarga ku " ancam Adrian pada pelayan itu .


Mia langsung terduduk lemas karena kakinya yang sedari tadi gemetar akibat ancaman Adrian padanya .


pelayan itu segera mendekat ke arah Mia, dia membantu Mia berdiri , pelayan itu juga memberikan segelas air putih pada Mia dan Mia langsung meminumnya hingga tak tersisa setetes pun.


prangg


Mia melempar gelas itu sambil marah -marah .


" aarghh aku tidak terima ! atas dasar apa dia berani mengancam ku ! aku harus cari cara untuk membuat Adrian tak bisa mengancam ku lagi ! iya aku harus membuatnya bertekuk lutut di hadapanku bukan hanya dirinya bahkan seluruh keluarga nya " teriak Mia . sang pelayan hanya bisa diam melihat tingkah majikannya apalagi dia tahu jika majikannya tak akan bisa mewujudkan keinginannya itu . Mia melirik ke arah pelayan nya .


" kamu sudah lama bekerja di tempat mereka kan? " tanya Mia memastikan , pelayan itu mengangguk.


" cepat ceritakan semua yang kamu tahu tentang keluarga itu padaku " perintah Mia pada sang pelayan .


" saya hanya tahu sedikit tentang tuan dan nyonya besar dulu sering berada di luar negeri, sedangkan tuan Adrian sibuk mengurus perusahaan jadi dia juga jarang di rumah begitu pula adik laki-lakinya jadi hanya adik perempuannya yang selalu di rumah . tapi menurut cerita pelayan senior tuan dan nyonya sangat menginginkan tuan muda mewarisi perusahaan mereka namun karena hal itu adik tuan Adrian iri dan mereka berdua saling berebut sebagai ahli waris , hingga tuan Adrian melakukan kesalahan dan membuat adiknya meninggal tuan besar marah dan mengusirnya keluar tapi tidak menyangka hanya dalam waktu singkat tuan Adrian sudah kembali bahkan dia sudah mempunyai perusahaan sendiri yang bahkan lebih besar dari milik orang tuanya untuk lainnya saya tidak tahu lagi nyonya " jelas sang pelayan


"lalu apa dari dulu Adrian bersikap dingin seperti tadi ?" tanya Mia lagi .


" em dari dulu tuan memang seperti itu tapi dia tidak akan pernah memukul wanita tapi untuk sekarang tuan lebih dingin dan sangat kejam mungkin selama diluar tuan Adrian telah menjalani kehidupan yang keras dan membuatnya berubah " kemudian pergi meninggalkan Mia .


" sungguh keluarga yang penuh masalah , hubungan mereka pasti tidak akan baik untuk saat ini, jika aku menabur sedikit garam pada luka pasti akan menyakitkan bukan? Adrian lihat bagaimana aku akan membalasmu " kata Mia sambil tersenyum licik .

__ADS_1


__ADS_2