ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 126


__ADS_3

" Adrian kamu kok melamun ?" ocehan Ranti membuat Adrian kaget .


" gak kok " jawab Adrian kaku.


Ranti mulai merasa ada yang di sembunyikan Adrian dari dirinya , namun Ranti memilih menunggu Adrian yang menjelaskan sendiri padanya.


" aku sudah kenyang " ujar Ranti saat Adrian akan menyuapinya lagi .


" iya sudah tapi habiskan dulu susunya " pinta Adrian , Ranti menuruti Adrian dengan patuh dia menghabiskan segelas penuh susu itu , bak seperti anak kecil saat minum susu , bibir atas Ranti di penuhi sisa susu yang menempel , melihat itu Adrian semakin gemas ingin sekali dia melahap bibir ranum istrinya namun dirinya lebih memilih mengelapnya dengan tangan miliknya .


" ihh kok gak pake tisu , kan jadi kotor tangannya " kata Ranti .


" gak kotor kok, kan bekas kamu " goda Adrian Ranti jadi salah tingkah mendengarnya " bisa kena penyakit jantung nih lama-lama "


" ayo kita jalan-jalan keluar , kemarin aku menemukan tempat yang pastinya bakal bikin kamu senang " ajak Adrian sambil mengulurkan tangannya .


" kamu gak sarapan dulu? " tanya Ranti yang masih duduk di kursi .


" tadi kan sudah sarapan " jawab Adrian cepat .


" tapi kan kamu cuma makan buah saja , kebiasaan banget " omel Ranti pada sang suami .


" iya mau gimana lagi kan aku harus jaga badan biar kamu gak berpaling ke laki-laki lain " sanggah Adrian .


" sudah lah toh jika sakit perut kamu sendiri yang ngerasain " Ranti berdiri dari duduknya dan pergi keluar lebih dulu Adrian segera menyusul sang istri dan merayu nya agar tidak marah lagi .


Keluar dari penginapan keduanya memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar area penginapan yang masih tampak asri dengan pemandangan pegunungan yang mengelilingi, Ranti melingkarkan tangannya pada lengan Adrian sambil berjalan berdampingan , banyak mata tertuju pada keduanya yang nampak begitu serasi .


Sebelas menitan mereka berjalan kaki dengan santai menuju tepi sebuah danau yang sangat terkenal di tempat itu yang membentuk huruf S dan terletak di bawah gunung besar .


" astaga ternyata datang ke tempatnya langsung malah lebih bagus daripada melihatnya dari jendela " Ranti terpukau dengan pemandangan yang ada di hadapannya saat ini .


Adrian malah lebih tertarik memperhatikan Ranti yang bermain air di tepi danau itu , wajah Ranti bersinar dan senyumnya begitu memukau pandangan Adrian .


" sayang, hati-hati main airnya " teriak Adrian memperingati Ranti , namun seolah tuli Ranti bersikap seperti anak kecil yang polos dan bebas bermain air sesuka hati.

__ADS_1


Laura ternyata juga menyusul mereka berdua , dia datang bersama dua orang laki-laki , Laura menawarkan pada Adrian untuk berlayar mengelilingi danau itu dengan perahu yang sudah dia sewa .


" sayang , sudahi main airnya " sambil menghampiri Ranti ,


" kenapa? " protes nya


" kita akan naik perahu itu " sambil menunjuk ke arah perahu yang sudah di tumpangi Laura .


" kita mau berlayar ?" tanya Ranti antusias


Adrian mengangguk, Ranti pun segera menyeret Adrian untuk menaiki perahu bersama.


Di atas perahu yang sudah berlayar .


Ranti dan Adrian begitu menikmati pemandangan danau dan gunung yang mengelilinginya , angin yang menerpa tubuh membawa hawa yang sejuk bagi mereka sungguh menyenangkan sekaligus menenangkan pikiran akibat masalah yang beberapa waktu lalu mereka hadapi .


tak melewatkan kesempatan keduanya berfoto ria mengabadikan momen yang menyenangkan sekaligus membahagiakan bagi mereka bertolak belakang dengan Laura yang hanya menatap masam serta hatinya begitu panas menahan kemesraan yang terpampang jelas di hadapnya.


di tengah perjalanan , dengan sengaja Adrian mempererat pelukan nya pada tubuh Ranti yang kala itu bersandar pada Adrian .


cup


bibir Adrian mendarat pada bibir Ranti , Ranti melototi Adrian namun Adrian semakin menekan tubuh Ranti agar lebih dekat pada tubuhnya , Adrian juga meraih tengkuk Ranti dan memperdalam ciumannya , awalnya Ranti hanya diam namun karena terbawa suasana akhirnya Ranti lebih memilih menikmati nya ,


Laura juga melihat kejadian itu, lebih memilih membuang muka nya dan sedikit menjauh dari pasangan tersebut .


Adrian melepas ciumannya untuk memberikan Ranti kesempatan bernafas , lalu dia kembali mengulanginya lagi namun kali ini lebih terkesan menuntut apalagi tangan yang lainnya sudah berkeliaran ke area sensitif milik Ranti , membuatnya sang pemilik tubuh semakin panas .


Sayangnya , saat Adrian ingin melangkah lebih jauh Ranti segera mendorong tubuh Adrian , sontak membuat lelaki itu kaget .


" jangan begini, malu di lihat yang lain " ujar Ranti sambil mengatur napasnya .


" memang nya kenapa? kamu kan istriku " jawab Adrian enteng , saat ini Adrian memeluk tubuh Ranti dari belakang dan menyandarkan kepalanya di ceruk leher jenjang milik Ranti .


" Adrian please , aku malu , jangan begitu lagi " oceh Ranti yang hanya di jawab singkat oleh Adrian " iyaiya "

__ADS_1


Sinar mentari semakin terik , aktivitas berlayar mereka sudahi dan memilih untuk kembali ke penginapan, Ranti sempat menolak karena dirinya masih ingin jalan- jalan tapi Adrian tak mengijinkannya sebab dia harus meminum suplemen dari Anne dan juga harus istirahat karena sedang hamil.


di dalam penginapan , lebih tempatnya di dalam kamar .


Ranti sedang asyik melakukan video call dengan keluarganya , lain dengan Adrian yang kini memilih tidur siang dikarenakan tadi malam setelah kegiatan panas itu Adrian melakukan video call dengan Theo untuk membahas masalah pekerjaan hingga menjelang subuh.


tidurnya terusik saat mendengar kegaduhan di luar kamar nya , Adrian bangun dan melihat Ranti tidak ada di kamar Adrian jadi cemas tanpa mengenakan atasan Adrian segera turun ke lantai bawah .


di luar ternyata Ranti sedang memeluk seorang wanita yang tidak asing baginya


begitupula pria yang ada di dekat wanita itu yang saat ini menatap Adrian .


" kak Adrian " teriak Sarah sambil berlari memeluk tubuh Adrian .


" ngapain kalian berdua di sini " Tanya Adrian terlihat tidak suka .


" iya liburan lah, masa cuma kak Adrian sama kak Ranti aja yang boleh liburan" jawab Sarah sambil mengambil kopernya lalu masuk ke dalam tempat Adrian di susul Ranti dan juga Rasya , Adrian masih mencerna apa yang sebenarnya terjadi namun tepukan Rasya pada bahunya menyadarkan dirinya lalu menyusul mereka .


di dalam , Ranti dan Sarah sedang menuju kamar yang akan keduanya tempati kamar itu terletak di sebelah kamar Laura , Ranti juga menjelaskan jika mereka tidak hanya tinggal berdua namun ada penghuni lain.


" kok kak Ranti mau sih ?" tanya Sarah .


" iya gimana lagi , dia itu anak dari rekan kerja kakakmu " jelas Ranti .


" hati-hati loh kak " ucap Sarah memperingatkan Ranti .


Laura yang baru saja pulang , melihat Adrian dan seorang pria asing sedang berbincang-bincang menjadi salah tingkah ,apalagi dirinya melihat Adrian tanpa atasan yang memperlihatkan tubuh kekar Adrian , Laura menelan saliva nya sendiri sambil membayangkan jika dirinya menyentuh bagian tubuh pria itu.


lamunannya buyar saat Adrian memperkenalkan dirinya pada Rasya ,


" Laura " sambil mengulurkan tangan .


Rasya hanya menatap datar lalu berkata " panggil saja Rasya " tanpa menjabat tangan Laura , Rasya menyusul Ranti dan Sarah .


" sudah dua orang yang berani menolak bersalaman dengan ku " gumamnya pelan merasa kesal bercampur malu .

__ADS_1


__ADS_2