ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 142


__ADS_3

Semua keluarga telah berkumpul menyambut kedatangan Ranti dan bayinya , ibu Adrian membawa si kembar untuk melihat sang adik yang ada di gendongan Sarah sedangkan Ranti di bantu Rasya dan Anne untuk berjalan .


" ya ampun cantik sekali cucu ku , sini biar aku saja yang menggendong " ibu Adrian langsung mengambil alih Arabella dari tangan Sarah .


" lebih cantik di bandingkan foto yang Adrian kirimkan kemarin " ujar sang mertua .


Si kembar yang juga ikut penasaran pada adik perempuan mereka meminta sang nenek memperlihatkan Arabella , kedua bocah itu terlihat senang dan gemas saat melihat Arabella yang begitu lucu.


Di dalam kamar Ranti tak menyangka jika kamar yang biasa dia tinggali bersama sang suami sekarang telah berubah, di samping tempat tidurnya terdapat tempat tidur bayi dan beberapa lemari yang berisi perlengkapan bayi dan setumpuk boneka .


" kapan dia menyiapkan semua ini ?" sebab Ranti dan Adrian sama sekali tidak pernah membeli perlengkapan bayi sebelumnya karena mereka belum tahu jenis kelamin dari bayi mereka.


" oh kemarin Adrian langsung menyuruh Theo untuk menyiapkan semua ini" pungkas sang mertua .


sang mertua meletakkan bayi Ara yang tertidur di tempat tidur yang telah di sediakan . lalu Ranti memilih tidur di tempat tidurnya karena merasa mengantuk .


" jika butuh sesuatu panggil mama iya "


" iya ma " Ranti memejamkan matanya perlahan hingga dia tertidur .


Berita kelahiran bayi Ranti juga telah sampai ke keluarga besar Arya , sang mama meminta Arya untuk pergi memberi ucapan selamat pada Ranti dan Adrian , awalannya Arya masih menolak lantaran sikap Adrian yang begitu angkuh padanya .


" kamu mau pergi menemui mantan istrimu ? " tanya seorang wanita berjilbab yang kini berada di samping Arya .


" iya mama menyuruh ku pergi ke sana, sebenarnya aku malas ke sana apalagi sikap suami baru Ranti itu membuatku tidak suka " jawab Arya .


" oh begitu , bagaimana kalau aku ikut bersama mu untuk pergi ke sana? sekalian aku ingin bertemu dengan anak- anak mu "

__ADS_1


Arya sejenak berfikir sambil menatap wanita di hadapannya yang baru saja dia kenal tidak lama ini , wanita berjilbab dengan mata bulat dan alis tebal nya ini mengapa begitu antusias ingin bertemu mantan istri dan anaknya .


" ahh boleh sih tapi apa kamu tidak masalah ?"


" memang apa yang harus di permasalahkan kita kan kesana dengan niat baik " sambil tersenyum pada Arya .


Aliskha wanita keturunan Arab berumur 30 tahun yang merupakan seorang sekretaris baru di cabang perusahaan milik Arya , kepribadian Aliskha yang begitu baik dan sopan membuat Arya terpesona pada pandangan pertama , meski perbedaan agama diantara keduanya tapi Arya dan aliskha tidak mempermasalahkan semua itu .


Aliskha awalnya juga mengagumi Arya dari pertama kali berjumpa , Arya memiliki sikap tegas dan ramah membuat aliskha menaruh hati pada atasannya itu .


Hubungan keduanya semakin hari semakin dekat hingga Arya mengutarakan isi hatinya pada Aliskha , pernyataan cinta Arya di sambut hangat oleh Aliskha, mereka mencoba menjalin hubungan kekasih walau tahu resiko apa yang harus mereka pertaruhkan demi hubungan keduanya .


" apa kamu takut mereka menceritakan hubungan kita pada keluarga mu Arya? tenang saja kamu bisa mengatakan jika aku hanya sekretaris mu saja " Aliskha seakan bisa membaca kekhawatiran yang Arya pikirkan .


" tidak perlu , kamu akan pergi dengan identitas kekasihku , aku tak peduli apa yang di pikirkan oleh orang lain " jawab Arya yang sudah mantap dengan pilihannya yang sekarang .


" terima kasih Arya " ucap Aliskha pada sang kekasih .


makanya dia juga berusaha mengenal keluarga Arya meski Arya masih ragu untuk membawa Aliskha ke rumah orang tuanya jadi Aliskha ingin mengenal lebih dulu Anak-anak dari Arya .


Di tempat kerja Adrian yang baru saja di hubungi oleh asisten ayahnya yang meminta untuk bertemu dengan Adrian , awalnya Adrian menolak namun sang asisten itu memohon agar tuannya bisa terbebas dari masalah yang sedang menimpa tuannya.


"saya mohon, tolong lah tuan bagaimanapun beliau adalah ayah kandung tuan Adrian " kata itu seakan membuat Adrian merasa kesal.


" jika dia memang ayah kandung ku , coba tanyakan padanya di mana rasa tanggung jawabnya dulu saat anak nya mengalami kesulitan "


" saya tahu anda masih marah pada tuan tapi apa yang anda lakukan juga salah lagipula tuan sudah merawat dan memberikan semua yang terbaik untuk tuan agar bisa sampai pada titik ini " Adrian berdecak " baiklah aku akan kesana " Adrian langsung mematikan panggilan tersebut.

__ADS_1


" sejak kapan seorang asisten berani bersikap seperti itu huh" Adrian berpamitan pada Theo untuk pergi lebih dulu .


Ranti memangku bayi Ara sambil mengelus pipi bayinya " jika nenek mu masih ada dia pasti akan sangat senang melihat dirimu Ara " bayi itu hanya menggeliat dengan mata terpejam .


" duh anak mommy ini suka tidur iya " gumamnya pelan sambil tersenyum .


Ranti melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul sembilan malam , sang suami tidak kunjung pulang ke rumah , Ranti mengambil ponsel miliknya di atas meja dan mengetik sebuah pesan lalu dia kirimkan pada sang suami .


Ranti menunggu pesan balasan dari sang suami namun hingga lima belas menit pesan dari Ranti tak terbaca .


" apa masalah perusahaan belum selesai? tapi tidak mungkin juga sampai jam segini " gerutu Ranti .


tak lama ponsel milik Ranti berbunyi" halo, Adrian kamu dimana ? jam segini belum pulang "


di sebrang sana Adrian masih berada di kantor polisi " maaf sayang aku ada urusan mendadak seperti nya aku akan pulang terlambat kamu tidurlah dulu jangan menunggu diriku oke , selamat malam " Adrian segera kembali menemui seorang pengacara yang telah dia sewa untuk menangani kasus sang ayah .


" bagaimana ? apa ayah saya bisa pulang ? " Tanya Adrian .


" saya sudah berbicara dengan pihak polisi dengan bukti yang anda berikan serta kecurigaan anda pada mayat korban sehingga setelah melakukan pemeriksaan ulang dari hasil otopsi yang dilakukan pada korban ternyata kita tahu bahwa ada yang sengaja memalsukan kematian dari korban , pihak polisi juga sudah menangkap oknum - oknum yang terlibat pemalsuan bukti dan data namun semuanya tidak mengaku siapa orang menyuruh mereka melakukan hal itu , mereka malah memakan sebuah pil yang membuat mereka langsung meninggal dunia jadi untuk sementara kasus ini akan ditutup pihak polisi yakin ada orang besar dan berpengaruh yang terlibat di dalamnya, yang terpenting saat ini pihak kepolisian telah sepakat akan memberikan keterangan secara langsung untuk mengembalikan nama baik ayah anda " jelas sang pengacara


" terima kasih " Adrian menemui sang ayah yang sudah babak belur , Adrian menyunggingkan senyum nya sambil menatap sang ayah .


" jadi kamu yang membantu ku ? aku tak percaya kamu masih peduli pada diriku "


ayah Adrian menatap Adrian dengan ekspresi terharu.


" jangan terlalu percaya diri ! aku hanya tidak suka mendengar orang lain menyebutku orang yang tidak tahu balas budi" Adrian melirik ke arah asisten ayah Adrian yang hanya menunduk tak berani menatap dirinya.

__ADS_1


" baiklah karena masalah sudah selesai aku pergi dulu " Adrian pergi meninggalkan sang ayah bersama asistennya .


sebenarnya di hati Adrian juga merasa kasihan melihat keadaan sang ayah tadi namun mengingat apa yang dilakukan dulu kepada adik-adiknya membuat Adrian menghilangkan rasa kasihan nya itu.


__ADS_2