
sinta menghembuskan nafas pelan dan mulai menceritakan.
" kak tadi pagi dion meminta maaf padaku atas penyesalan nya telah mengkhianati ku dan aku sendiri bingung dengan pikiranku sendiri di satu sisi aku ingin rumah tanggaku baik-baik saja kak tapi di sisi lain aku juga sangat kecewa dengan pengianatannya." ucap sinta menjelaskan apa yang di rasakan saat ini pada brian.
"aku ingin kasih kesempatan pada dion kak, siapa tau dengan ini dia benar-benar berubah" ucap sinta lagi
brian yang mendengar keputusan sinta sebenernya kecewa tapi dia tahu dia tidak berhak mencampuri keputusannya.
" apa kamu sudah pikirkan matang-matang keputusan mu itu, tapi saran ku kalo kamu mau memberi cowok penghianat itu kesempatan mending kamu jangan pulang kamu tinggal disini saja " ucap brian
" iya kak aku akan memberi beberapa persyaratan kepada dion kalo dia menyetujui nya aku akan memberinya kesempatan kedua untuknya " terang sinta
brian mendengar ucapan sinta berfikir keras bagaimana dia bisa dekat dengan sinta karena brian sudah menaruh hati dengan sinta sejak awal bertemu tapi brian bukan tipikal orang pengganggu rumah tangga orang, tapi dia akan menunggu saat yang tepat untuk masuk di hati sinta. brian yakin dion meminta maaf dengan sinta hanya ada makdsud lain tapi dia tidak mau mndebat keputusan sinta.
"ka.... " panggil sinta karna melihat brian melamun
" eh ada apa, " sahut brian yang sadar dari melamun nya
"kakak kenapa melamun ada yang sedang di fikirkan " tanya sinta
"tidak ada, terus bagaimana rencana kamu selanjutnya dan bagaimana tawaranku tadi"
" aku akan cari kontrakan kak supaya aku bisa tinggal dengan dion dan aku mau kerja jadi sekertaris kakak " ucap sinta dengan tegas.
setelah perbincangan itu brian dan sinta berpisah.
__ADS_1
sinta mengirim pesan ke dion untuk janjian bertemu di sebuah cafe.
pulang kerja dion menuju cafe dan sinta sudah berada di situ.
dion menghampiri sinta dan memeluk sinta sebenarnya sinta risih dion memeluk nya karena mengingat kejadian tempo hari.
"duduklah " ucap sinta melepas pelukan dion
" sayang maafkan aku, kemarin aku khilaf, aku sudah memutuskan cewek itu, aku ingin kembali dengan mu, kamu mau kan memaafkan aku dan memulai dari awal lagi aku janji tidak menyakiti mu " jelas dion mengelabuhi sinta. dion memiliki rencana licik terhadap sinta,
dion memegang tangan sinyal berusaha untuk sinta luluh dwngan nya karena dion yakin sinta masih mencintainya.
" aku akan memberimu kesempatan kedua dengan syarat aku akan berada disini dengan mu " ucap sinta
dion yang baru saja meminum minumannya kaget dengan jawaban sinta.
" tifak sayang tidak aku senang tapi bagaimana tinggal kita, tidak mungkin kalo tinggal di hotel terus menerus " ucap dion supaya sinta merubah pemikirannya untuk tetap disini
"kamu tenang saja aku akan cari kontrakan untik kita tinggal" jelas sinta
"kita? kan aku tinggal diwisma sayang bagaimana bisa aku menemani mu " ucap dion mencari alasan terus menerus
" aku gak mau tau, toh aku tau perusahaan itu gak mengaharuskan karyawannya untuk tinggal disana" jawab sinta dengan ketus
" oke lah aku akan tinggal bersama mu tapi aku sudah gak ada uang yank " ucap dion
__ADS_1
karena sinta mencintai dion tanpa mengetahui siapa sebenernya dion ,sinta pun menyanggupi kebutuhan sementara rumah tangganya.
" pakai uang ku dulu, dan besok aku akan bekerja di perusahaan ADIJAYA grup " ucap sinta.
dion tidak mengetahui kalo perusahaan adijaya group adalah perusahaan pusat yang sama tempat dia kerja cuma dion berada di salah satu cabang nya.
setelah selesai perbincangan mereka, dion mengantar sinta ke rumah kontrakan yang sudah di sewa sinta dan dion kembali ke wisma untuk mengambil barang nya.
**********
keesokan hari nya dion dan sinta sudah bersiap-siap pergi bekerja. dion mengantar sinta bekerja terlebih dahulu karena sinta baru pertama kali kerja dan sinta belum tau tempat kerja nya dimana mereka hanya mengikuti arah maps.
sesampainya di depan kantor ADIJAYA grup sinta dan dion kaget melihat kantor yang besar.
" kamu yakin ini kantor nya, bagaimana kamu bisa bekerja di kantor sebesar ini dan langsung menjadi sekertaris " ucap dion meragukan sinta.
sebenarnya sinta juga tidak menyangka bahwa brian adalah ceo perusahaan sebesar ini,
"ini karna aku ini keberuntunganku " jawab sinta tanpa ragu supaya dion tidak mengetahui jika ini adalah perusahaan yang kemarin memergoki nya di hotel.
" kamu tidak macam-macam kan " ucap dion masih meragukan dan merasa iri pada sinta. dari awal dion memang selalu iri dengan sinta karena dari dulu pun sinta lebih unggul dari dion.
" maksud mu macam-macam gimana, bukannya kamu yang macam-macam" ucap sinta menyindir.
dion yang di skatmat oleh sinta merasa kesal dan menyudahi perdebatannya dengan sinta
__ADS_1
" udahlah segera masuk sana aku mau bekerja nanti aku telat masuk " jawab dion yang tidak mau merpanjang perdebatannya.
tanpa menjawab sinta pun turun dari mobil dion dan berjalan memasuki kantor.