
brian menghampiri sinta yang sedang duduk di sofa.
sinta yang sudah mengetahui ada orang berjalan menghampiri nya pun langsung berdiri dan membalikan badan.
" pak brian" ucap sinta yang sudah membalikan badannya menatap brian.
" saya akan jelaskan duduklah "ucap brian supaya sinta tak salah paham
brian dan sinta duduk di sofa dan di susul romi dari belakang.
"sinta aku ingin kamu mengetahui sesuatu hal" ucap brian
"iya pak ada apa ya" tanya sinta penasaran
" putar rom " suruh brian kepada romi menyalakan tv dan menancapkan hp nya yang berisi rekaman dion di rumah kontrakannya.
"loh itu kan rumah saya pak ?kok bisa bapak dapat rekaman rumah saya" tanya sinta yang masih kebingungan
" sudah lihat saja dulu " ucap brian
di dalam rekaman tersebut dion datang membawa arum dan mengajak nya masuk rumah ,beberapa menit kemudian orang suruhan romi datang mendobrak kontrakan itu dan ternyata dion dan arum sedang melakukan hal terlarang. sinta yang melihat itu hanya menangis sesegukan, brian pun tak kuasa melihatnya dia langsung memeluk sinta dan mengusap punggung nya untuk menenangkan sinta.
" maafkan saya karena lancang melakukan ini semua, saya hanya ingin kamu sadar bahwa lelaki itu tak baik untukmu, jangan siksa dirimu hanya karna kamu tak ingin rumah tangga mu hancur " ucap brian membisikan ke telinga sinta sontak itu membuat sinta semakin menangis.
romi yang sedari tadi melihat adegan pelukan di depannya dia pun pergi meninggalkan mereka berdua dan menelefon salah saty suruhannya untuk membawa 2 orang itu ke sebuah tempat.
sinta yang mulai berhenti menangis brian mengajak berbicara.
" sin kamu memangnya gak kasihan sama diri kamu? gak kasihan sama orang tua kamu? maaf kalo saya ikut campur masalah keluarga kamu, saya hanya tidak tega kamu di seperti ini kan" ucap dion menasehati
sinta pun hanya tertunduk diam.
" ambil keputusan sin, kamu terlalu baik untuk nya, saya sudah tahu sudah lama tapi saya hanya diam karena bukan urusan saya, tapi melihat kamu semakin hari semakin di peralat oleh suami mu yang tidak tanggung jawab itu rasanya saya tidak terima " ucap brian lagi.
__ADS_1
sinta masih saja tertunduk sambil menangis.
"tenang kan dirimu dulu pikirkan baik-baik, disini lah dulu,saya sengaja mengajak mu kesini untuk menceritakan semua nya yang ku tahu soal dion" ucap brian sambil berdiri meninggalkan sinta sendirian.
"bi tolong kamu kasih sinta makan dan minum, awasi ya bi jangan sampai kenapa-kenapa" ucap brian ke salah satu pelayan.
brian pergi menyusul romi di taman belakang.
sinta yang duduk di sofa termenung
"kenapa aku begitu bodoh, ibu bapak maafkan aku, aku tidak mengikuti katamu " ucap sinta pelan sambil menangis
sinta menelefon ibu nya dan meminta maaf atas kesalahannya mengambil keputusan sendiri sekarang dia akan mengikuti nasehat ibu nya.
sinta menghapus airmata nya dan berjalan ke taman belakang untuk menemui brian dan romi.
sinta mendengar sekilas pembicaraan brian dengan romi.
"bagaimana rom sudah beres kan? " ucap brian
" beri dia pelajaran sampai dia mengerti arti sebuah kesetiaan " ucap brian
sinta yang mendengar langsung menjawab perkataan brian.
" saya sudah putuskan untuk mengikuti nasehat ibu ku pak, tapi tolong jangan sakiti siapapun sudah cukup pak, saya tidak mau memdengar lagi ada masalah" ucap sinta
brian yang mengetahui sinta berada di belakang dan mendengar semua nya brian pun kaget
" sejak kapan kamu disitu" tanya brian
" udah pak tidak apa-apa saya sangat berterimakasih kepada bapak dan pak romi sudah membantu saya," ucap sinta
"lepaskan mereka pak "mohon sinta kepada brian
__ADS_1
" rom berikan surat itu pada sinta " printah brian ke romi
romi menyodorkan amplop coklat ke sinta, di bukalah amplop itu dan berisi surat perceraian.
" tanda tanganilah jika kamu siap " ucap brian
tanpa ragu sinta dengan mengucap bismillah dia menandatangani surat perceraian itu dan menyerahkan lagi ke romi karena akan di urus romi.
" pak apa boleh saya bertemu dengan mereka berdua " tanya sinta
" untuk apa? itu akan menyakiti hatimu saja " jawab brian.
" saya ingin mengatakan hal terakhir pak,tolong pertemukan saya " jawab sinta
" oke, rom ayo kita kesana " ajak brian ke romi dan di ikuti sinta di belakang.
sesampai nya di rumah tua
sinta, romi, dan brian masuk ke dalam dan disana penjagaan sangat ketat.
" sinta maafkan aku " ucap dion melihat kehaditan sinta.
" sudah tidak perlu berucap banyak mas, sekarang aku dah ikhlasin kamu, bahagialah kamu bersama nya" ucap sinta yang menahan tangis karena dari hati sinta masih tersimpan rasa sayang kepada dion.
" tapi aku tidak mau pisah dengan mu sinta " ucap dion lirih mengeluarkan airmata palsu nya
" kamu apa-apaan mas, katamu kamu bakal menikahi ku kenapa kamu berucap seperti itu, kamu sudah bilang kamu hanya memanfaatkan wanita itu kan " ucap arum kepada dion
"kamu gak perlu khawatir,aku sudah tidak ada urusan dengan pria di sampingmu itu, aku sudah tanda tangani surat percerian ini, aku berharap cukup aku saja yang mengalami seperti ini dan tidak menimpa dirimu " ucap sinta lalu berlari keluar rumah itu.
brian yang melihat sinta berlari berusaha mengejar nya karena dia takut sinta melakukan hal nekat.
"lepaskan mereka dan buang mereka jauh dari kota ini, sebelum nya tanda tangani ini dulu " ucap romi menyodorkan kertas ke dion
__ADS_1
awalnya dion tidak mau tapi karena paksaan orang suruhan romi dia pun menandatangani nya.