ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 119


__ADS_3

Sarah masih diam di dalam kamarnya , dia masih memikirkan ucapan Ranti padanya , karena dirinya yang begitu cantik dan kaya pun tidak bisa menaklukan hati Rasya .


" apa memang yang dia ucapkan tadi benar ? tapi apa dengan aku tampil seadanya Rasya akan menyukaiku ? tidak mungkin kak Ranti pasti asal bicara , aku yakin pasti dia dulu lah yang merayu para pria itu mana mungkin dengan penampilannya yang seperti itu membuat kak Adrian saja sampai tergila-gila padanya " batin Sarah .


di tengah lamunannya Rasya tiba-tiba masuk kedalam kamar membuat Sarah pun kaget .


" aku sudah dengar semua percakapan mu dengan Ranti , aku tidak habis pikir kamu bisa melakukan hal serendah ini Sarah , aku sungguh kecewa padamu " kata Rasya dengan perasaan kesal .


" Rasya , aku " Sarah sudah tidak bisa mengelak lagi dan dirinya hanya bisa menangis . Rasya perlahan berjalan mendekati sarah ,


" tenang saja , aku sudah berjanji pada Ranti untuk bertanggung jawab padamu dan aku tidak akan mengingkarinya , tapi ingatlah Sarah hubungan yang di paksakan hanya akan membawa luka dan penderitaan jadi jangan sampai kamu menyesal dengan semua ini " sambil mencengkram lengan Sarah dengan kuat hingga Sarah merasa kesakitan .


akhirnya Rasya pun pergi dari kamar Sarah yang lemas pun terduduk di lantai dan menangis .


di perjalanan, Ranti mendapat kabar dari salah satu karyawan perusahaannya jika Mia telah mengembalikan semua saham yang telah dia beli hal itu membuat Ranti menjadi senang namun dia heran dengan tindakan Mia yang tiba-tiba melakukan hal itu .


" apa yang membuatnya melakukan hal ini? apa dia sudah sadar dan tidak ingin mengganggu ku lagi? atau karena hal lain ? semoga saja dia memang sudah sadar akan perbuatannya selama ini?" batin Ranti .


tak selang lama Ranti mendapat telpon dari Nathan akhirnya sepanjang perjalanan Ranti menghabiskan waktunya berbicara dengan putranya itu .


Di kantor , Adrian juga sudah mendapatkan kabar tentang masalah Mia yang telah mengembalikan semuanya yang telah dia ambil dari Ranti , Adrian menjadi sedikit lega namun dia juga khawatir tentang sikap Mia yang pastinya tidak akan terima atas penghinaan yang dia dapat apalagi sekarang ada ayahnya yang mendukung Mia.


di tengah kegelisahan itu Adrian di kagelisahan akan kehadiran Theo di ruangannya .


" ada apa ?" tanya Theo padanya.

__ADS_1


" tidak ada , oh iya Sarah tadi menghubungi Ranti dan memintanya datang ke rumah Rasya seperti nya mereka ada masalah " ujar Adrian .


" oh , pasti Sarah dulu yang bikin masalah , dari dulu kan dia memang seperti itu " jawab Theo sambil menyomot kue yang ada di meja Adrian lalu memakannya .


" adik sendiri dikatain , coba kamu nanti ajak Anne kesana buat jenguk si sarah " pinta Adrian .


" gak ah mereka berdua kan gak akur , lagipula Ranti sudah ke sana " tolak Theo


" oh iya aku sudah mengurus berkas perceraian orang tuamu dan aku sudah menyuruh orang mengantar kan kepada nya " sambil pergi dari ruangan Adrian .


Mia tiba di rumahnya dengan penuh emosi sambil membanting beberapa guci yang ada di ruang tamunya itu untuk meluapkan emosi nya" arrghhh sialan aku tidak terima ini " sambil terus membanting barang-barang itu.


" atas dasar apa dia selalu mendapatkan keberuntungan itu , sedangkan diriku harus menerima penghinaan ini " geram Mia .


namun dia langsung kikuk saat melihat suaminya sudah ada di hadapannya dengan ekspresi marah .


" kamu tidak percaya padaku ? kemari lah " pinta sang suami untuk menyuruhnya duduk di sebelahnya dan Mia pun hanya menurutinya saja .


" aku telah bercerai dengan istriku jadi mulai sekarang kamu adalah nyonya besar keluarga ini dan aku tidak akan membiarkan orang lain menindasmu " jelas sang suami membuat Mia merasa senang bukan main karena akhirnya dia menjadi kaya raya .


" be benarkah yang tuan katakan ?" tanya Mia .


sang suami hanya mengangguk ,


" sekarang dengan identitasku ini siapa yang berani merendahkan ku lagi , aku ingin lihat bagaimana ekspresi Arya dan Ranti saat mengetahuinya " batin Mia puas.

__ADS_1


" oh iya mulai besok kamu bisa pindah ke rumah utama " kata suaminya itu sebelum dia pergi meninggalkan Mia , dengan senang pun pergi kedalam kamarnya .


keesokan harinya Mia telah mengemasi barang-barangnya dan berangkat menuju rumah baru yang akan dia tinggali, sekitar satu jam dia tempuh akhirnya dia sampai di sana terlihat beberapa pelayan yang menyambut kedatanganya dan membawa barang-barang Mia ke dalam itupun atas perintah sang majikan , dengan lembut ayah Adrian mengajak Mia masuk ke dalam rumah tersebut .


" gila, masih gak kebayang aku jadi nyonya rumah ini gak salah aku menikah dengan pria tua ini " batin nya


" mulai sekarang kamu adalah nyonya di rumah ini, semua pelayan akan mematuhi setiap perintah darimu " jelas ayah adrian Mia pun hanya tersenyum ,


" tuan , tapi bagaimana jika Adrian mengetahuinya di pasti akan sangat marah jika posisi ibunya di gantikan orang lain " tanya Mia dengan manja .


" sudah lah jangan bahas itu lagi, yang terpenting saat ini kamu harus jaga kesehatan bayimu itu karena dia adalah calon penerus ku " ayah Adrian pun pergi meninggalkan Mia , Mia pun dengan Santi meminta pelayan mengantarkan dirinya berkeliling rumah tersebut .


di ruang kerja ayah Adrian nampak mengawasi Mia dari balik jendela.


" kamu tolong awasi dia, aku ingin lihat dia berhubungan dengan siapa saja dan Pastikan kondisi bayi itu sehat " titahnya pada kepala pelayan rumah itu .


" baik tuan " jawab sang pelayan .


" istriku , kamu yang memilih meninggalkan aku jadi jangan salahkan aku jika aku membawa wanita lain untuk menggantikan posisimu di rumah ini " gumamnya .


setelah puas berkeliling Mia mendapat telepon dari dokter kandungannya , disini dia mendapatkan kabar jika usia kandungan Mia sebenarnya sudah lebih


seminggu dari perkiraan sebelumnya Mia yang mendengarkan itu semua pun menjadi syok, namun karena takut membuat orang lain curiga padanya Mia pun bekerja sama dengan sang dokter untum menutupi semua itu .


" sial bagaimana ini, jika pria tua itu tahu bahwa anak ini bukan anaknya pasti dia akan menghabisi diriku karena telah membohonginya " di tengah kepanikan itu Mia mendapatkan sebuah ide , dan saat itu pula dia menjalankan idenya , dengan menuruni tangga lalu berpura-pura terpeleset dan akhirnya dia pun jatuh dari tangga hingga tidak sadarkan diri, para pelayan pun panik segera memanggil sang majikan , ayah Adrian yang mengetahui hal itu langsung membawa Mia pergi kerumah sakit dan setelah melalui berbagai pemeriksaan oleh dokter itu pun menjelaskan jika Mia telah mengalami keguguran dan bayinya pun tidak bisa di selamatkan dan harus segera di operasi .

__ADS_1


ayah Adrian merasa sedih atas meninggalnya bayi yang selama ini dia idam-idamkan itu .


sedangkan untuk Mia meski dirinya saat ini tidak sadarkan dirinya , sat bangun nanti pasti dirinya sangat merasa puas karena penderitaannya ini sepadan dengan hasil yang dia dapat .


__ADS_2