
Adrian kini berada di supermarket , Wanda sudah memberikan daftar barang apa saja yang perlu dia beli. saat masuk di dalam apalagi saat membawa troli dan berkeliling mencari bahan-bahan Adrian merasa risih karena terus di perhatikan oleh banyak pembeli di sana apalagi mayoritas berjenis kelamin perempuan , ingin sekali dirinya cepat keluar dari tempat itu tapi dirinya harus mencari bahan-bahan , karena tak terbiasa belanja sendiri membuat Adrian bingung di mencari nya hingga salah satu karyawan menawarkan bantuan pada Adrian dan diirnya tinggal menunggu saja , setelah selesai terkumpul semua Adrian segera membawanya ke kasir dan membayarnya .
sekitar lima belas menit Adrian kembali ke rumah .
" kok lama sekali?" tanya Wanda yang kini telah menggantikan Adrian membawa barang belanjaannya .
" iya kan Adrian gak pernah belanja jadi iya masih harus cari dulu ma " jawab Adrian membela dirinya .
akhirnya Adrian memasak makanan yang id minta Ranti dibantu Wanda .
setelah jadi Adrian langsung membawanya ke kamar lalu memberikannya pada Ranti .
" sayang ini makanannya sudah jadi " sambil menyodorkan pada Ranti , namun Ranti tiba-tiba merasa mual di perutnya dan meminta Adrian membawa pergi makanan itu .
Adrian membujuk Ranti memakan nya karena dirinya sudah bekerja keras dalam membuatnya .
" tadikan kamu yang minta dibuatkan ? sekarang kenapa suruh bawa keluar ?" protes Adrian .
" mmmhh bawa makanan nya keluar Adrian , aku gak suka baunya bikin mual " teriak Ranti sambil menutup hidungnya.
Dengan kesal Adrian membawa makanan itu kembali ke dapur .
" gimana? dia suka ?" tanya Wanda padanya .
" Ranti tidak memakannya ma, katanya baunya saja membuatnya mual ,sia-sia aku membuatkan untuk dirinya" jelas Adrian dengan wajah kecewanya .
" mungkin itu bawa an dari kehamilannya, memang saat ingin sesuatu begitu memaksa tapi saat di turuti malah berubah pikiran , kamu yang sabar iya "
" tapi kan ini bukan kehamilan yang pertama ma? apa dulu Ranti juga begini?" tanya Adrian .
"tidak , dulu meskipun dirinya hamil dia tidak seperti ini , mungkin karena dulu tidak ada suami yang menemaninya di tambah dirinya harus bekerja dan mengurus Nathan jadi dia tak pernah mengidam atau manja seperti sekarang ini " jelas Wanda sambil mengingat kenangan dirinya dan Ranti dulu.
" apa saat ibu kandung Nathan hamil juga begitu ?" pertanyaan Adrian membuat Wanda terkejut namun dengan tenang dia menjawab ," mama tidak tahu, karena Bella dulu menyembunyikan kehamilannya dari kami orang tua nya , hanya Doni beserta Ranti dan Arya lah yang merawatnya, oh sudah waktunya makan malam mama harus pergi memasak, kamu temani lah anak-anak dulu " pungkas nya .
Adrian mengangguk paham , kini dirinya menghampiri si kembar yang sudah berada di kamar mereka sedari tadi.
__ADS_1
" kalian sedang apa?" tanya Adrian pada si kembar yang tengah asyik bermain Leggo .
" dad tolong buatkan aku pesawat dari ini " sambil memberikan mainannya pada Adrian .
" dasar begitu saja tidak bisa " sela Vero .
" biarin wekk " jawab Vino .
Dari beberapa waktu Adrian yang sudah banyak menghabiskan waktu bersama keduanua di perlihatkan perbedaan Vino dan Vero , Vero yang terkesan dingin dan jarang berbicara hampir mempunyai sifat seperti Nathan sedangkan Vino lebih periang dari Vero tapi karena alasan itu lah yang membuat mereka saling bertengkar apalagi Vero yang sering meremehkan Vino, disini Adrian tahu jika membesarkan anak sangat lah tidak mudah apalagi kembar , dia teringat akan orang tuanya yang telah merawatnya terbesit rasa rindu di dalam hatinya namun keadaan sekarang masih belum bisa membuatnya menemui orang tuanya lagi .
"lihatlah aku sudah menyelesaikan nya " Vero memperlihatkan mainan Leggo yang telah dia susun menjadi bentuk tank , Adrian yang hanya melamun lupa dengan permintaan Vino padanya, hingga dia tak berhasil membuat sebuah pesawat dari Leggo itu .
Vino menjadi kesal karena lagi-lagi Vero lah yang menang , karena tak terima dengan keberhasilan Vero , Vino merebut mainan Vero dan membantingnya hingga tercecer di lantai marmer itu.
" sayang kenapa kamu merusak mainan kakak mu " Adrian yang melerai keributan diantara keduanya .
" bisa gak Vero mengalah sedikit padaku , baik di sekolah maupun di rumah selalu saja dia yang menang dalam segala hal, semua juga sering memujinya, aku gak suka dengannya aku benci dia " kata Vino sambil menangis. Adrian yang mendengar perkataan itu keluar dari mulut Vino, teringat masa kecilnya di mana saudaranya juga mengatakan kata yang maksudnya hampir sama dengan Vino, hingga dewasa Adrian dan saudaranya itu tidak pernah akur dan membuat perselisihan diantara keduanya hingga kini .
" sayang , tidak boleh berkata seperti itu, kalian kan saudara, ayo minta maaf pada Vero " tegur Adrian dengan halus .
" sudah lah Daddy biarkan saja , lagian Vino memang seperti itu lagipula aku juga tak marah " ucap Vero yang begitu perhatian pada Vino .
Adrian pun pergi keluar dia terpikir kan sesuatu hal namun dia masih ragu mengatakannya pada Ranti jadi dia berniat memberitahu Ranti pada saat yang tepat .
makan malam telah berlaku , Ranti tidak bisa makan karena mencium bau makanan saja membuatnya mual , Adrian jadi sangat bingung jika keadaan istrinya seperti ini terus makan istri dan calon anaknya tidak akan mendapat nutrisi yang cukup .
" sayang kamu harus makan iya nanti kamu sakit " rayu Adrian agar Ranti mau makan .
Ranti menggeleng ,
" ayolah Ranti , kamu sedang hamil kasian bayi di perutmu nanti kurang nutrisi " bujuk Adrian .
" tapi perutku sakit saat mencium bau makanan Adrian , baunya tidak enak sekali " jawab Ranti .
" jika kamu terus seperti ini lebih baik kita gugurkan saja janin itu aku tak mau kamu tersiksa karena nya " perkataan Adrian membuat Ranti melototi nya ,
__ADS_1
" bagaimana bisa kamu berkata seperti itu Adrian ? ini anak kamu " jawab Ranti sambil menangis .
" haishh , aku minta maaf aku hanya khawatir tentang kamu sayang " mencoba menenangkan Ranti dan meraihnya dalam pelukannya .
aroma Adrian membuat Ranti merasa nyaman, seperti ada buah parfum yang begitu memabukkan dirinya .
" kamu pakai parfum apa sayang " tanya Ranti sambil mengendus leher Adrian , membuat Adrian merasa tidak nyaman .
" em aku tidak pakai parfum apapun " jelas Adrian .
" tapi tubuhmu sangat harum, aku suka " kata Ranti .
" benarkah " adrian juga ikut mengendus bau di tubuhnya tapi tidak mencium apapun .
" tidak bau apapun, mungkin cuma istri saja yang bisa mencium bau nya "sambung Adrian sambil tersenyum .
Ranti berlahan memejamkan matanya di pelukan Adrian yang membuatnya merasa nyaman itu .
Adrian mendapat sebuah pesan dari ibunya jika dirinya akan pergi berkunjung ke rumahnya malam ini .
Adrian segera bangun perlahan dan membiarkan Ranti tidur sedang dirinya bersiap menemui ibunya , karena tadi dirinya sudah menghubungi ibunya dan ternyata ibunya sudah berada di dekat rumah Adrian .
bel ruamh berbunyi , Wanda yang saat itu menonton tv akhirnya membukakan pintu .
terlihat wanita seusianya berada di depan pintu dengan membawa koper besar .
" maaf anda siapa?" tanya Wanda pada wanita itu .
" oh saya mamanya Adrian " jelas wanita itu segera Wanda pun mengajak wanita itu masuk kedalam . " mama " sapa Adrian pada sang ibu.
" Adrian , papa kamu sayang hikshiks" ibunya langsung memeluk Adrian sambil menangis .
" papa kenapa ma?" tanya Adrian .
" papa kamu punya istri baru dan sekarang dia mengandung anak papa kamu" jelas sang ibu sambil menangis .
__ADS_1
" apa ! " seru Adrian tidka percaya .