ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 75


__ADS_3

Ranti telah siap dengan gaun putih yang indah yang kini dia kenakan , Doni yang sudah menunggunya lama berdandan segera menggandeng tangan Ranti menuju sebuah taman yang di sana terlihat beberapa teman kerja dan keluarga nya beserta keluarga Adrian yang menunggu dirinya , saat Ranti dan Doni berjalan mendekat ke arah mereka semua berdiri dari tempat duduknya . semua pandangan tertuju ke arah Ranti yang saat ini memakai baju pengantin . di depannya terlihat Adrian yang sedang menunggu dirinya dengan setelan jas berwarna hitam dia terlihat tampan.


dengan wajah penuh kebahagiaan Ranti berjalan mendekat ke Adrian dan saat itu Adrian segera mengulurkan tangannya dan mengajaknya ke pendeta yang sudah dari tadi menunggu mereka , pemberkatan dan janji suci pun telah mereka berdua lakukan sekarang mereka berdua telah resmi menjadi suami istri . Adrian mendekat ke arah Ranti dan memeluknya kemudian mencium bibir Ranti dengan lembut . para tamu pun bersorak bahagia dengan pernikahan mereka berdua namun tiba-tiba ada seorang wanita yang datang ke acara itu dan berteriak-teriak memanggil Adrian .


Ranti dan Adrian beserta tamu undangan yang hadir pun mencari sumber suara itu .


tampak seorang wanita cantik datang di tengah pesta pernikahan mereka berdua .


Adrian yang saat itu bersama Ranti , seketika berjalan ke arah wanita itu lalu menghampiri wanita yang memanggil manggil dirinya .


wanita itu segera berlari dan memeluk Adrian erat , dalam pelukan Adrian wanita itu menangis dan berkata " aku kemabli Adrian , aku kembali hanya untuk kamu, sekarang kita bisa bersama lagi "


Adrian yang pun ikut menitikkan air mata .


Ranti berjalan menghampiri Adrian dan wanita itu .


" siapa dia Adrian ?" tanya Ranti .


" dia , dia adalah mantan kekasih ku yang selama ini aku cari Ranti " jawab Adrian tanpa melepaskan pelukan nya dari wanita itu . Ranti langsung menarik Adrian dan melepaskan pelukan mereka secara paksa.


" Adrian kita sudah menikah , apa yang akan di pikirkan oleh orang lain jika kamu berpelukan dengan wanita lain" larang Ranti .


" kamu sudah menikah ? Adrian kamu janji akan selalu menunggu diriku kenapa kamu sekarang menikahi wanita lain " tangis wanita itu .


" sayang sudah iya jangan menangis aku tidak akan pernah meninggalkan mu , sekarang kamu sudah kembali pasti kita akan bersama kembali seperti dulu " jawab Adrian tanpa menghiraukan Ranti yang ada di dekatnya . rasa sesak di dada Ranti kembali dia rasakan akibat lelaki yang ada di hadapannya ini telah menggoreskan luka di hatinya yang baru saja sembuh karena penghianatan Arya kini malah Ranti di khianati kembali oleh seorang pria yang baru saja dia nikahi yang malah berbicara seperti itu kepada wanita lain dan itu di hadapannya.


air mata Ranti lolos dari begitu saja membasahi pipinya .


" Adrian apa maksud ucapan mu itu ? kamu sudah beristri Adrian " bentak Ranti pada Adrian .


" maaf Ranti aku tidak bisa bersama mu karena yang aku cintai hanya dia , maaf kan aku Ranti lebih baik kita berpisah saja aku tak ingin membuatmu lebih menderita dari pada ini " itulah perkataan terakhir yang Ranti dengar dari Adrian . seketika itu badan Ranti menjadi lemas dan dia terjatuh ke tanah sambil menatap ke arah Adrian yang meninggalkan tempat itu bersama dengan wanita tadi.


" Adrian jangan tinggalkan aku " teriak Ranti sambil menangis .


" Ranti , bangun Ranti " Wanda membangunkan Ranti dari tidur nya .

__ADS_1


Ranti pun bangun , dia menatap ke arah Wanda yang tampak khawatir karena sedari tadi Ranti berteriak sambil menangis .


" kamu mimpi buruk iya ?" tanya Wanda sambil menyibak rambut Ranti yang menutupi wajahnya .


" iya ma , untung itu cuma mimpi " kata Ranti mencoba menenangkan diri nya.


" mungkin kamu kecapean makanya jadi mimpi buruk iya udah tidur lagi iya dan jangan lupa berdoa " Wanda pun pergi keluar dari kamar Ranti .


" semoga mimpi ku bukan bertanda buruk , oh tuhan aku mohon padamu aku ingin hubunganku kali ini tidak bernasib sama seperti sebelum nya " ucap Ranti penuh harap.


Ranti pun kembali tidur .


Keesokan paginya Ranti kembali dengan rutinitasnya yaitu bekerja .


saat dia memasuki gedung tampak banyak mawar merah yang tertata rapi di sepanjang koridor , dan tidak terlihat ada seorang pun di sana . Ranti merasa heran dia segera menghubungi sekretarisnya namun tidak di angkat tiba-tiba hujan kelopak bunga mawar dari atas gedung itu hingga menimpa Ranti dan tepat saat itu juga para karyawan semua keluar dan bersorak " surprice " dan diantara kerumunan orang itu keluar sosok Adrian dengan gagah sambil membawa seikat bunga di tangannya .


Adrian berlutut di hadapan Ranti dan memberikan bunga itu pada Ranti dengan rasa malu sekaligus terharu Ranti pun menerima bunga itu . saat itu teriakan para karyawan begitu heboh , apalagi karyawan wanita yang ada di sana merasa iri pada Ranti .


" Adrian tumben sekali kamu memberi ku bunga dari kertas seperti ini " kata Ranti sambil melihat bunga itu.


sambil tersenyum Ranti mengangguk .


Adrian dengan girang pun memeluk Ranti tanpa memperdulikan banyak orang yang melihatnya .


setelah puas memeluk Ranti .


" hanya begini kah kamu melamarku ?" tanya Ranti .


Adrian menyuruh Ranti membuka salah satu bunga yang terbuat dari kertas itu dan membaca isi dari surat cinta itu . Ranti pun tersenyum dan kembali membuka yang lain dan nampak lah sebuah cincin berlian dengan permata merah muda terdapat di dalam bunga itu .


Ranti menatap Adrian .


" kenapa menatap ku seperti itu ? apa kamu tidak suka " tanya Adrian saat


Ranti menunjukkan cincin itu pada Adrian .

__ADS_1


" pakaikan " pinta Ranti dan Adrian yang pun memakaikan cincin itu di jari manis Ranti .


" bagaimana ? apa kamu suka dengan kejutan yang aku berikan, bukankah aku layak mendapatkan hadiah " kata Adrian pada Ranti .


Ranti pun mencium pipi Adrian membuat Adrian merasa malu sendiri .


" kamu sudah mulai berani iya " Adrian pun segera menggendong Ranti untuk pergi keruangan kerja Ranti dan tak menghiraukan orang lain yang melihat mereka begitu mesra.


di dalam ruangan Ranti dan Adrian pun hanya diam. Ranti berinisiatif membuka pembicaraan.


" kapan kamu menyiapkan semua ini ?" tanya Ranti ingin tahu .


" tadi pagi aku datang kemari dan meminta bantuan beberapa karyawan mu termasuk sekretaris mu juga untuk membuat semua ini " kata Adrian jujur.


" tapi kenapa harus di kantor , aku jadi malu kan banyak karyawan yang lihat" ucap Ranti sambil tersipu.


" supaya semuanya tahu kalau kamu sudah ada yang punya jadi tidak akan ada yang berani mendekatimu lagi " jawab Adrian .


"dasar kamu ini " Ranti ingin mencubit Adrian namun Adrian malah menangkap tangan Ranti .


" aku sudah melamar mu , jadi kapan kita akan menikah ?" tanya Adrian dengan menatap Ranti .


" em, itu kita harus berbicara dulu dengan keluarga kita agar merestui kita lalu menanyakan tentang hari baik untuk pernikahan dan segala keperluan pernikahan juga " jawab Ranti memberi saran


" kita yang akan menikah kenapa harus bertanya pada mereka ? sudah tidak perlu bertanya pada mereka. semua nya akan aku siapkan , lagi pula kita sudah dewasa tidak perlu merepotkan mereka, lalu saat pernikahan kita undang saja mereka " sanggah Adrian .


" tapi Adrian " Adrian lalu mencium bibir Ranti agar Ranti berhenti berbicara.


" sudah serahkan semuanya padaku oke, kita hanya perlu memberitahu mereka kapan kita melangsungkan pernikahan " sambil mencium kening Ranti .


Ranti yang sudah tahu jika Adrian sudah berkata demikian maka itu bersifat mutlak dan tidak dapat di ubah lagi atau dia akan marah, dan Ranti hanya bisa mengangguk setuju .


Adrian dengan hati gembira memutuskan untuk kembali ke perusahaan miliknya untuk bekerja .


sedangkan Ranti diam di ruangan nya dia tidak bisa fokus bekerja apalagi dia saat ini memandangi cincin yang sudah melingkar di jari manis nya itu .

__ADS_1


" mulai dari sekarang kehidupan mu akan berubah Ranti , semoga setelah ini kehidupan ku lebih baik dari sebelumnya dan semoga pilihan ku kali ini benar dan tidak akan membuat ku kecewa untuk kedua kalinya " sambil mengecup permata cincin itu .


__ADS_2