ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 121


__ADS_3

Suara langkah kaki Adrian memecahkan suasana , sang ibu langsung saja meminta penjelasan pada Adrian .


" Adrian apa benar yang Ranti katakan tentang wanita itu ?" tanya sang ibu langsung membuat Adrian sejenak mencerna pertanyaan itu lalu


dengan santai Adrian mengiyakan nya .


" Adrian , ayo kita temui papa mu sekarang nak , pasti sekarang dia sangat merasa sedih " ajak sang ibu .


" Adrian tidak mau, lagipula kalian sudah bercerai apapun yang terjadi padanya itu bukan urusan kita lagi " jawab Adrian dingin .


" Adrian , jangan begitu dia juga kan orang tuamu nak" tegur sang ibu .


"ma , asal mama tahu saja wanita itu jatuh di rumah kita itu artinya papa sudah membawa wanita itu pulang kerumah setelah papa resmi bercerai dengannya mama pergi menemuinya pun juga percuma saja dia tidak akan menganggap mama lagi " ucapan yang di lontarkan Adrian membuat sang ibu semakin sedih lalu sang ibu pun masuk ke dalam kamarnya .


Ranti ingin menyusul sang mertua namun dicegah oleh Adrian .


" biarkan mama sendiri dulu Ran jangan mengganggunya " larang Adrian .


" tapi Adrian " Adrian menatap Ranti membuat Ranti seketika paham jika keputusan Adrian tidak dapat dia ganggu gugat diapun hanya bisa menunduk.


Rasya yang melihat itu juga tahu jika Adrian memang pilihan yang tepat bagi Ranti karena sosoknya yang tegas .


" kak Adrian , siapa Mia itu kak? " tanya Sarah pada Adrian .

__ADS_1


" dia , istri baru dari pria tua itu dia juga sahabat Ranti dan juga wanita yang membuat Ranti bercerai dengan suaminya dulu " jelas Adrian .


Sarah hanya mengangguk paham sambil berpikir "aku tak menyangka jika ada wanita yang begitu berani merebut suami dari sahabatnya sendiri dan bahkan sekarang malah menjadi istri dari mertua sahabatnya , tapi sayangnya dia mencari mangsa yang salah, aku yakin belum sempat dia memanen hasil dari usahanya dia akan hancur entah di tangan paman atau di tangan kak Adrian , aku tidak sabar melihat nya " pikir Sarah .


" Sarah ajak Rasya ke kamar nya , aku sudah menyuruh pelayan menyiapkan kamar di samping kamarmu hari sudah sore lebih baik kalian segera membersihkan diri , Ranti dan aku harus menjemput si kembar dari tempat lesnya" Sarah pun segera mematuhi perintah Adrian .


Kini Adrian dan Ranti sudah berada di perjalanan untuk menjemput kedua putranya itu karena beberapa hari ini Wanda pergi ke rumah Doni jadi urusan si kembar kembali Ranti yang mengurus sedangkan untuk ibu Adrian dia masih tidak berani keluar rumah karena takut bertemu dengan ayah Adrian di jalan .


" Adrian sebenarnya aku juga punya hal yang ingin aku bicarakan padamu " tiba-tiba Ranti memulai pembicaraan .


" apa ?" jawab Adrian singkat karena dia sedang menyetir .


" em , sebenarnya alasan aku berhenti bekerja bukan hanya kehamilan ku tapi karena beberapa orang di perusahaan bekerjasama dengan Mia untuk menggantikan ku tapi aku tidak berani mengatakannya padamu aku takut merepotkan dirimu apalagi saat itu kamu juga ada masalah tapi kamu tenang saja semuanya sudah beres, aku sendiri heran kenapa Mia tiba-tiba mengembalikan semuanya padaku tapi iya sudahlah mungkin dia sudah sadar , sekarang aku malah kasihan padanya karena harus kehilangan bayinya itu " Adrian menggenggam tangan Ranti sambil terus melajukan mobil miliknya seraya berkata" aku sudah tahu semuanya , aku sebenarnya kecewa karena istri ku sendiri lebih memilih diam daripada merepotkan ku , aku ingin sekali kamu selalu mengandalkan diriku dalam hal apapun tapi ya mau bagaimana lagi istri ini kan bukan istri pada umumnya , untuk Mia aku rasa dia tidak akan semudah itu berubah" Ranti menatap Adrian yang masih fokus menyetir ,


"emang aku bisa marah sama kamu ? " jawab Adrian sambil tersenyum


" jangan mulai lagi ahh " Ranti melepas tangan Adrian yang menggenggam tangannya , dia memilih memainkan ponsel miliknya itu daripada terus meladeni Adrian yang semakin hari semakin pandai menggoda dirinya .


sesampainya mereka di tempat tujuan , Ranti segera keluar dari mobil dan menjemput kedua putranya yang telah menunggunya . Ranti segera mengajak kedua nya masuk kedalam mobil .


" mom, aku lapar " celetuk Vinno membuat Ranti dan Adrian saling menatap .


" sayang kita makannya di rumah saja iya kasian bibi Sarah dan tunangannya sudah menunggu kita " jelas Adrian .

__ADS_1


akhirnya Vinno pun setuju , di sepanjang perjalanan terlihat Vinno yang lebih aktif di bandingkan dengan Verro yang lebih bermain dengan gadget nya itu .


" Verro jangan terlalu sering bermain ponsel iya kamu masih kecil " larang Ranti .


" baik mom " Verro pun segera menghentikan aktivitasnya .


akhirnya mereka berempat sudah sampai di rumah , si kembar segera menemui Sarah dan Rasya sedangkan Ranti menyiapkan makan malam di bantu oleh beberapa pelayan yang ada di sana dan untuk Adrian dia memutuskan untuk menemui sang ibu di dalam kamarnya.


makan malam pun siap Ranti pun memanggil penghuni rumah itu termasuk Sarah dan Rasya , Adrian menyusul bersama sang ibu yang sudah terlihat lebih baik , semuanya menyantap makan malam dengan lahap hingga perut mereka penuh .


di rumah sakit tempat Mia di rawat, Mia akhirnya sadar , saat akan bangun bagian perutnya terasa begitu sakit hingga dia sadar jika dia telah menjalani operasi .


" apa yang aku lakukan kemarin nampaknya sangat beresiko untung saja bagian tubuh lain tidak mengalami cedera, semua nya berjalan sesuai dengan yang aku inginkan sekarang waktunya meyakinkan pria tua itu " Mia mulia berakting menangis hingga suaranya terdengar hingga keluar ruangan membuat sang suami bergegas masuk kedalam lalu memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Mia , disitu Mia terlihat begitu kecewa karena kehilangan bayinya sedang dalam hati dia merasa begitu senang akan hal itu " tuan, anak kita tuan , maafkan aku yang tidak bisa menjaga diri dnegan baik tuan " sambil terus menangis , sang suami pun berusaha menenangkan Mia .


" sudahlah, jangan menangis mungkin memang belum saatnya kita memiliki anak " jawab sang suami .


" tapi , apa tuan akan membuang ku ?" tanya Mia di sela tangisannya .


" tentu saja tidak, sekarang kamu adalah istriku mana mungkin aku membuang mu untuk masalah anak kita bisa merencanakannya lagi yang penting kamu pulihkan dulu kondisi tubuhmu itu " Mia hanya mengangguk .


" berhasil , sekarang aku sudah memenangkan hati pria tua ini dengan begini bukan hal sulit lagi agar aku bisa menguasai harta miliknya " batin Mia .


ayah Adrian yang sudah begitu terobsesi ingin memiliki anak lagi membuatnya terpaksa mempertahankan Mia di sisinya agar dia segera mendapatkan keturunan , ayah adrian bisa saja mencari pengganti Mia namun tak di sangka ayah Adrian sudah menaruh perasaan pada wanita itu hingga membuatnya tetap mempertahankannya .

__ADS_1


__ADS_2