
keesokan harinya Ranti kembali ke rutinitas nya yaitu bekerja , begitu banyak pekerjaan menumpuk karena beberapa hari dia tinggalkan membuat begitu sibuk .Ditambah lagi tentang wajah Adrian yang selalu menghantuinya , membuatnya tidak bisa konsentrasi dalam bekerja membuat Ranti sakit kepala .
" arghhh " teriak Ranti membanting bolpoinnya .
Ranti memijat kepalanya agar sakit di kepalanya hilang .
" ada apa dengan ku hari ini? aku sama sekali tak bisa mengerjakan pekerjaan ku dengan benar " gumamnya dengan nada kesal pada dirinya sendiri.
" dan pria itu kenapa dia tak menghubungiku sama sekali ? bukankah itu hanya operasi kecil ? atau dia hanya berbohong padaku ?dengan sifatnya itu seharusnya aku tak mudah mempercayai nya " kesal Ranti sambil melihat riwayat chat nya dengan Adrian .
" Aish ! kenapa aku terus memikirkan nya ? apa aku sudah jatuh hati padanya ? tidak ,, tidak mungkin ,, ini terlalu cepat " pikir Ranti sambil menggelengkan kepalanya yang tanpa dia sadari sang sekertaris nya memperhatikan tingkah laku Ranti .
" apa ada dengan bos hari ini ?apa dia sedang ada masalah ? " batin sekertaris tersebut .
tiba-tiba sekertaris Ranti mendapat panggilan dari resepsionis jika ada seseorang yang ingin bertemu dengan Ranti .
" maaf Bu Ranti ,saya mendapat panggilan dari resepsionist dia bilang jika ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda " ucap sekertaris itu sopan .
" siapa ?" tanya Ranti .
lalu sekertaris itu pun bertanya kepada resepsionis dan kembali mengabarkan kepada Ranti .
" Theo ? ada apa dia kemari ? atau terjadi sesuatu dengan Adrian ?" panik Ranti segera dia berlari keluar dari ruangan nya dan bergegas ke lantai dasar .
tak selang beberapa menit Ranti datang dan segera menemui Theo yang menunggunya di loby .
" Theo ? ada apa ? " tanya Ranti .
Theo memberikan Ranti sebuah kotak .
" apa ini ? " tanya Ranti .
" itu dari Adrian dia memintaku membelikan kue karena takut kamu bosan di kantor karena pekerjaan mu menumpuk dan juga dia takut kamu khawatir padanya dan membuat mood kamu jadi buruk , jadi aku belikan saja itu , aku harap kamu suka " ucap Theo terlihat canggung karena di lihat oleh beberapa karyawan Ranti .
" dasar pria itu masih saja berbuat seperti ini ? lalu bagaimana keadaan nya ? apa dia baik-baik saja ? " tanya Ranti .
" iya dia sudah baik-baik saja dia hanya perlu beristirahat beberapa hari , sebenarnya dia juga memberiku pesan " kata Theo .
" pesan apa? " tanya Ranti penasaran .
__ADS_1
" dia berpesan jika kamu menemuinya mungkin dia akan segera pulih , kalo begitu aku pergi dulu " segera Theo pergi dari tempat itu karena terlalu malu pada Ranti karena pesan yang dia sampaikan .
Ranti hanya tersenyum sambil memandang kue di hadapannya . dia pun kembali ke ruangannya dengan mood yang baik .
para karyawan yang melihat Ranti dan Theo pun mengira jika Theo adalah kekasih Ranti . sontak Ranti menjadi bahan gosip oleh karyawannya sendiri pasalnya Ranti telah banyak menolak pria yang datang menemuinya untuk mengejar Ranti dan hanya Theo lah ditemui Ranti selama mereka bekerja dengan Ranti .
" yah ternyata bos sudah ada yang punya " patah hati karyawan lelaki yang mengidolakannya .
" pantas saja banyak yang di tolak ternyata selera bos kita itu kayak gitu " salut para karyawan wanita.
Ranti sudah kembali ke dalam ruangan nya terlihat dia sangat bahagia entah karena kue yang di bawakan Theo atau karena Adrian yang begitu perhatian padanya .
Ranti mengirim pesan kepada Adrian untuk mengucapkan terima kasih namun pesannya tidak di buka oleh Adrian .
iya Adrian menyuruh Theo memberikan kue untuk Ranti karena Theo datang padanya sedangkan Adrian meninggalkan ponsel miliknya di rumah nya .
sekembalinya Theo dari tempat Ranti dia menuju ke rumah sakit tempat Adrian di rawat .
saat di tiba terlihat adrian yang sedang di suapi oleh Anne istrinya , bukannya cemburu Theo dengan santai mendekat ke arah mereka.
" gimana ? dia suka ?" tanya Adrian setelah menelan makanannya .
" Halah bukannya dulu kamu juga seperti dia , malah lebih parah " ledek Anne .
" sayang itu kan dulu dan itu semua karena kamu sedangkan sekarang aku hanya menjadi seorang kurir " bela Theo .
" justru itu Adrian meminta mu kan kamu lebih berpengalaman dibandingkan dengannya " kata Anne .
Anne dan Adrian pun tertawa sedangkan Theo hanya memasang muka kesalnya .
Anne kembali menyuapi Adrian namun Theo kembali membalas perlakuan Anne padanya .
" suami sendiri aja tak pernah di suapi sekarang giliran pria lain di suapi " sindir Theo .
" kamu mau ? " kata Anne sambil menyodorkan sendok berisi bubur kepada Theo .
" iya gak ini juga " dia menjauhkan sendok itu dari hadapannya .
" hahahaha dia sedang cemburu Anne " goda Adrian .
__ADS_1
Anne mencium bibir Theo .
Theo memerah .
" sudah jangan debat lagi, kamu kan tahu sendiri si Adrian ini kan kurang kasih sayang beda sama kamu " sambung Anne .
kedua pria itu pun menjadi diam . satunya merasa bersalah sedangkan yang satu lagi merasa terhina atas pernyataan Anne.
Setelah selesai makan Adrian pun memilih untuk menonton tv di kamarnya sedangkan Anne dan Theo kembali ketempat mereka masing-masing .
Kini Ranti masih memandang i ponsel miliknya berharap Adrian segera membalas pesannya namun sekian lama tak ada balasan membuat Ranti kesal . dia pun mengambil tas nya dan berpamitan ke sekretarisnya untuk pulang . Ranti bergegas menuju alamat rumah sakit yang di berikan Theo padanya tadi yang merupakan tempat Adrian saat ini di rawat .
sampai di rumah sakit dia segera menuju ke ruangan tempat Adrian .
saat membuka pintu terlihat Adrian yang sedang tertidur pulas .
seketika rasa kesal Ranti pada Adrian sirna, dengan perlahan Ranti mendekati Adrian . dia mengelus puncak kepala Adrian dan membelai Surai hitam itu dengan penuh kelembutan berharap sak pemilik tak terganggu oleh tindakannya ini.
bukan Adrian namanya jika dia tak terusik karena Adrian tipe orang yang mudah peka apalagi saat seseorang menyentuh dirinya .Dengan mata masih terpejam , tangan Adrian segera menangkap telapak tangan Ranti .
perlahan dia membuka matanya .
sedangkan Ranti terlihat canggung saat aksi nya tadi tertangkap basah Adrian .
" Ranti " sambil mata nya terbuka lebar seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat .
" em maaf iya aku gak bermaksud mengganggu kamu istirahat " ucap Ranti merasa bersalah .
Adrian menyuruh Ranti duduk di tepi ranjangnya .
Adrian kembali menaruh tangan Ranti di atas kepalanya sambil tersenyum dia berkata " karena kamu sudah membangunkan ku , maka kamu harus bertanggung jawab "
" lalu aku harus bagaimana?" tanya Ranti .
" lakukan seperti yang kamu lakukan tadi " pinta Adrian . akhirnya Ranti kembali membelai rambut Adrian seperti saat dia sedang menidurkan anaknya.
saat itu tanpa disadari oleh Ranti dan Adrian ternyata ada seseorang yang mengamati mereka berdua .
terlihat seorang wanita dnegan memakai masker dan topi berdiri di depan pintu namun dia mengepalkan tangannya seakan tak terima melihat Adrian dan Ranti bersama.
__ADS_1
" siapa wanita itu ? kenapa Adrian bisa bersikap manja padanya ? padahal saat dulu aku bersamanya dia tak pernah seperti itu padaku ?" batin wanita itu penuh tanda tanya, wanita itu tak bisa melihat wajah Ranti karena posisi Ranti yang membelakangi nya . karena tak berhasil mengetahui wajah Ranti dengan kesal wanita itu bergegas pergi dari tempat Adrian karena takut dirinya segera ketahuan.