ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 115


__ADS_3

Adrian dan Arya kembali hampir bersamaan dan saat itu juga orang tua Arya berpamitan kepada Ranti dan yang lain tak lupa juga berpamitan dengan Adrian , namun sebelum pulang Maharani memegang tangan Adrian berkata " tolong jaga Ranti iya nak , sebelum masuk ke dalam keluarga kami aku sudah menganggapnya sebagai putriku sendiri bahkan sebelum ibunya meninggal dia telah menitipkan Ranti pada keluarga kami tapi kami gagal menjaganya hingga dia harus menderita selama ini , jadi harapan kami kamu jangan sampai membuat Ranti merasakan hal yang sama untuk kedua kalinya " sambil menghapus air matanya yang keluar .


" tenang saja Tante , Adrian janji tidak akan pernah meninggalkan Ranti dan akan selalu menjaga nya "jawab Adrian dengan penuh percaya diri .


" baguslah kalo begitu , kami sebagai orang tua hanya bisa mendo'a kan yang terbaik untuk kalian " kini maharani tersenyum pada Adrian yang juga di balas senyuman dari Adrian .


" mama ini bagaimana sih ! malah mendukung orang lain bukan anaknya sendiri " Arya yang jengkel memilih keluar dari rumah itu terlebih dahulu .


" sayang ayo cepat ,Arya sudah menunggu di luar " sambil menarik lengan Maharani untuk segera keluar dari rumah itu .


begitu kedua orang tua Arya keluar dan melihat anaknya dengan wajah suram sebagai ibu nya, Maharani pun menegur Arya .


" Arya mama tahu kamu pasti sedang kesal tapi bukankah ini semua akibat perbuatan mu sendiri , jika kamu tidak percaya begitu saja dengan Mia mana mungkin Ranti sekarang bisa bersama pria lain " ungkap sang ibu .


" cukup ma jangan buat Arya semakin kesal " tegur sang suami .


Arya hanya diam tak menanggapi perkataan ibunya karena dia sangat kesal hingga merasa malas untuk berbicara.


Arya mengemudikan mobilnya menuju rumah mereka.


mengingat kejadian sebelumnya saat Adrian mendatangi rumah Mia , kini Mia lebih sering di dalam kamar karena merasa tertekan oleh Adrian , bukan hanya itu dia yang mencoba mengancam Ranti lewat pesan singkat dan tidak mendapatkan jawaban dari Ranti menjadi semakin kesal .


" arghh sial " sambil membanting ponselnya kelantai .


pelayan wanita yang mendengar suara teriakan dari kamar Mia hanya bisa menghela nafas kasar " huft , sungguh menyesal aku menerima pekerjaan ini, aku tak mengira majikan ku orang yang ceroboh dan penakut " sambil mengepel lantai rumah itu .


bel rumah berbunyi , pelayan wanita itu bergegas membuka pintu yang ternyata tuan rumah nya sudah datang , siapa lagi jika bukan ayah Adrian .


" dimana wanita itu ?" sambil menatap sekeliling rumah .


"nyonya ada di kamar tuan , sepertinya nyonya sedang ketakutan tuan" jawab pelayan tersebut .


ayah Adrian memberi kode dengan melambaikan tangannya pada pelayan itu untuk pergi .


Satu persatu anak tangga dia naiki untuk sampai ke lantai atas rumah dan segera dirinya memasuki kamar Mia .


Melihat kamar Mia yang berantakan serta Mia yang saat ini sedang berbaring dengan rambut berantakan , ayah Adrian hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" ehem " mendengar suara suami barunya Mia langsung duduk dan merapikan rambutnya .


" tu tuan kapan anda datang" sapa Mia dengan sedikit gugup karena sebelumnya ayah Adrian telah berlaku kasar padanya.


ayah Adrian berjalan mendekati Mia , tak seperti biasanya yang tampak dingin pada Mia kini pria itu malah mengelus puncak kepala Mia dengan penuh kasih sayang .


" kamu sudah makan?" tanya ayah Adrian dengan lembut.


Mia menggelengkan kepalanya.


" kenapa hem ? apa karena anak ku datang menemui mu ?" tanya ayah Adrian langsung.


Mia pun kaget dengan refleks dia menjauhkan dirinya dari ayah Adrian , takut jika ayah Adrian kembali memukul dirinya .

__ADS_1


" kenapa malah menjauh ? aku tidak akan marah padamu karena itu bukan salahmu yang bisa membuat Adrian mengetahui keberadaan mu , aku lah yang salah karena tidak bisa melindungi mu dengan baik , aku sungguh beruntung Adrian tidak melakukan apapun padamu dan bayi yang ada dalam perutmu, jika sesuatu sampai terjadi pada bayi itu maka tidak akan ada gunanya lagi aku memberitahukan dirimu di sisi ku " pernyataan ayah Adrian terkesan penuh perhatian namun di antara pernyataan itu menyiratkan maksud yang membuat Mia sadar jika pria tua itu hanya peduli pada bayi yang dia kandung .


" tu tuan aku takut sekali, bisa kah tuan menemani ku di sini " rayu Mia pada ayah Adrian dan di jawaban anggukan olehnya.


" mungkin sekarang aku tidak bisa membuatmu berada dalam kendali ku sepenuhnya tapi setelah bayi ini lahir aku punya alasan terus di dekatmu dan perlahan-lahan aku akan menghancurkan kalian sekeluarga " batin Mia .


di rumah Arya ,


saat Arya berjalan masuk kedalam kamar ibunya menjegatnya dan mengajaknya berbicara berdua .


" ada apa lagi ma? Arya capek mau istirahat " Arya yang malas meladeni mamanya . ." begini , anak dari salah satu teman mama ada yang tinggal di kota ini dan besok dia akan main ke sini " jelas sang ibu .


" lalu ? " jawab Arya datar .


" jadi kamu gak usah ke kantor dulu, temani mama bertemu dengannya iya " pinta sang ibu .


" alah biasanya aja ketemu sendiri kenapa sekarang minta Arya juga " jawab nya.


" Karena mama mau jodohin kamu sama dia " tegas sang ibu .


" ma, Arya gak mau di jodoh-jodohin, lagipula Arya tidak ada niat menikah lagi " tolaknya mentah-mentah .


" Arya dengerin mama mau sampai kapan kamu akan sendiri kamu lihat Ranti saja sudah menikah " tak mau kalah .


" ma sudah lah jangan paksa Arya lagi, dia berhak menentukan pilihannya sendiri" bela sang ayah.


" papa jangan bela dia terus iya , pokoknya mama gak mau tahu dia harus menemui wanita itu "


" ma, lihatlah Arya jadi kesal kan " tegur sang suami


" pa , mama melakukan ini semua demi dirinya , mama gak mau dia terus tersiksa melihat Ranti bahagia dengan pria lain" tandasnya .


Kembali ke rumah Ranti dan Adrian .


Ranti mengikuti Adrian yang saat ini memasuki ruang kerjanya tapi Adrian yang tiba-tiba berhenti membuat Ranti menabrak punggung Adrian .


" aduh " keluh Ranti saat keningnya mengenai punggung Adrian seketika menoleh . " ngapain kamu mengikuti ku Hem" tanya Adrian yang sudah berlaku menghadap Ranti .


" em , kamu tadi menyusul Arya kan?apa yang kalian bicarakan " tanya Ranti penasaran .


" oh , aku hanya memperingatkan nya saj untuk tidak mendekati mu lagi " Adrian berbicara terus terang pada Ranti .


Ranti yang mendengarkan perkataan Adrian tertawa mendengarnya .


" pffft "


" ada apa? aneh iya aku berkata seperti itu ?" tanya Adrian , Ranti hanya menggeleng dan mengalungkan tangan nya pada pundak Adrian .


cup.


Ranti mencium bibir Adrian sekilas .

__ADS_1


Ranti memang jarang berinisiatif mencium Adrian karena Ranti bukan tipe orang yang romantis .


" kamu lucu sekali Adrian , meskipun kamu tidak memperingatkannya , aku juga tidak akan kembali lagi padanya karena orang yang aku cintai sekarang cuma kamu "


memerah lah telinga Adrian yang mendengar pernyataan Ranti , Adrian memeluk pinggang Ranti erat dan sedikit membungkukkan badannya hingga kedua mata mereka menatap satu sama lain.


" aku juga mencintai mu Ranti " ucap Adrian dengan penuh perasaan seketika itu Adrian mengambil posisi nya mendekatkan bibirnya ke bibir Ranti yang membuat Ranti otomatis memejamkan matanya , keduanya terhanyut dalam ciuman mereka tak lama Adrian menggendong tubuh Ranti dan kedua kaki Ranti melingkar di pinggang Adrian sambil kedua nya masih bertautan .


Adrian dengan pelan merebahkan Ranti di sofa panjang yang ada di dalam ruangan Adrian , tak hanya itu tangan Adrian tak tinggal diam dia menelusuri setiap inci tubuh istri tercintanya , Ranti hanya bisa memejamkan mata menikmati sentuhan lembut dari suaminya .


" Ranti boleh kah aku " Adrian meminta ijin pada Ranti untuk memulainya , setelah Ranti mengiyakan permintaan Adrian , Adrian yang sudah tak bisa menahan dirinya memulai aksinya tapi siapa sangka jika kegiatan mereka harus terganggu oleh suara ribut di luar ruangan itu .


bruakkhh


Adrian langsung merapikan dirinya begitu pula Ranti yang merapikan bajunya yang sudah berantakan akibat ulah Adrian .


" ada apa ?" tanya Ranti .


" entahlah seperti terjadi sesuatu, sebaiknya kamu tunggu di dalam iya jangan keluar " sambil mengecup kening Ranti dan di jawab anggukan .


Ruang kerja Adrian ada di lantai bawah sedangkan kamar semua penghuni rumah itu kecuali pembantu ada di lantai atas dan semua orang sudah tidur jadi tidak mungkin jika membuat keributan .


Adrian keluar dari ruang kerjanya dengan pelan sambil mengamati keadaan sekitar lalu dia mencari asal sumber suara yang ternyata ada di luar .


Adrian membuka pintu rumahnya dan mendapati banyak orang bertopeng menyusup ke dalam rumah dan menyerang penjaga , untung saja para penjaga yang di pekerjakan adria telah dia ganti dengan orang-orang yang lebih kuat sehingga mereka pun dapat menghadapi para penyusup itu dengan mudah .


" ada apa ini" tanya Adrian menghampiri para penjaga yang melihat kedatangan Adrian pun membungkuk memberi hormat pada tuannya.


" maaf bos karena membuat anda merasa terganggu tapi tenang semua nya sudah kami atasi " jelas ketua dari penjaga itu .


"oh bagus kalo begitu bawa dia tempat biasa dan cari tahu siapa yang menyuruh mereka " perintah Adrian pada bawahannya , tiba-tiba ada salah satu penjahat yang berhasil lolos dari penjaga dan berniat menyerah Adrian , dengan cepat Adrian menyadarinya dan langsung memukul bagian belakang kepalanya dengan tangannya lalu menendang orang tersebut hingga terkapar. teman pria bertopeng lainnya menjadi semakin takut saat Adrian meminjam sebuah pistol dari bawahannya dan langsung mengarahkan pistol tersebut ke kepala pria bertopeng yang menyerangnya lalu ,


dor


sebuah peluru bersarang di kepala nya dan membuat dirinya mati di tempat .


" cepat singkir kan mayat ini sebelum yang lain menemukannya " titah Adrian segera para penjaga membereskan semua itu.


tanpa disadari oleh Adrian , ternyata Ranti diam-diam mengamatinya serta melihat Adrian membunuh pria itu tanpa ragu, badan Ranti menjadi gemetar hingga dia tidak tahu jika Adrian juga sudah mengetahui keberadaannya dan Bahakan dia berada tepat di hadapan Ranti .


Adrian yang melihat Ranti ketakutan berusaha memeluk Ranti namun tangan Adrian langsung di tepis Ranti sambil dirinya bergumam " pembunuh " bak di sambar petir , Adrian yang mendengarnya pun hanya bisa diam , saat itu pula Ranti dengan ketakutan melangkah pergi meninggalkan Adrian .


" sial " pekiknya tak lama Adrian juga menyusul Ranti ke kamar untuk menjelaskan semuanya.


" Ranti dengarkan penjelasan ku dulu " mohon Adrian agar Ranti mau menerima penjelasannya .


" Jangan mendekat ! " bentak Ranti pada Adrian .


" Ranti , tenanglah aku tidak akan melukai mu " Adrian masih tetap berusaha membuat Ranti kembali tenang .


" pergi ! aku bilang pergi ! jangan dekati aku Adrian " teriak Ranti sambil menangis . akhirnya adria. memilih mengalah dan keluar dari kamar itu.

__ADS_1


" Ranti aku harap kamu tidak membenci diriku " batin Adrian


__ADS_2