
keesokan hari nya brian dan sinta berangkat menuju kota Y.
setelah perceraian sinta selesai di urus, mereka kembali aktivitas seperti biasanya
sesampai nya di kantor romi sudah memberikan jadwal brian kepada sinta untuk di catat dan beberapa tugas yang harus di selesaikan.
sinta dengan senang hati mengerjakan itu semua supaya tidak larut akan masalahnya,
jam istirahat pun tiba
brian yang melewati ruangan sinta melihat sinta masih sibuk mengerjakan tugas nya.
" kamu tidak istirahat? " tanya brian kepada sinta
" tidak pak nanti saja " jawab sinta
" ayo temani saya makan " ajak brian
karena sinta tahu bos nya tidak bisa di bantah sinta pun berdiri dan menutup laptop nya untuk mengikuti bos nya dari belakang.
****
di sebuah restoran jepang, brian memesan beberapa menu tanpa tanya apa yang sinta mau.
sambil menunggu pesanan datang tiba-tiba sinta di guyur air dari belakang.
"aaakkkkh" sinta sontak kaget
"dasar wanita penggoda, rasakan itu" ucap seorang wanita yang menguyur minuman ke kepala sinta.
wanita itu tak lain adalah mantan brian yaitu sandra.
" apa-apaan kamu " ucap brian langsung berdiri menghampiri sinta
" kamu yang apa-apaan, aku sudah menghubungi kamu ratusan kali tapi kamu tolak " ucap sandra
__ADS_1
brian menarik lengan sandra dan membawa sandra jauh dari sinta.
terlihat dari kejauhan sandra dan brian berdebat hebat, sinta pergi ke toilet untuk membersihkan dirinya.
hp sinta berdering panggilan masuk bernama brian
" kamu ada dimana? " tanya brian khawatir
" aku sedang di toilet pak" jawab sinta
" cepat kesini" perintah brian
setelah selesai membersihkan badannya sinta kembali kemeja makan tempat brian tadi.
" masih basah ya, ayo ikut aku" ucap brian langsung menarik sinta ke mobil
" tapi pak makananya " ucap sinta
" sudah ayo, sejaka kapan kamu menentang ku " ucap brian
sampailah di butik tempat teman brian.
"beri dia pakaian formal " ucap brian ke salah satu pelayan disana.
butik itu milik saudara sepupu brian jadi semua pelayan tahu siapa brian.
sinta tanpa suara pun menurut saja
" ada apa tumben kamu kesini " jawab risma yang merupakan saudara sepupu nya sekaligus juga menyukai brian.
"membeli baju " jawab brian dingin.
risma melihat sinta dengan sinis
" biar saya saja mbak " ucap risma ke salah satu pelayan.
__ADS_1
" ayo ikut aku " ajak risma menarik lengan sinta
"pilih lah" jawab risma dengan ketus
"sejak kapan kamu mengenal brian? " tanya risma menyelidik
" saya sekertaris nya mbak" jawab sinta polos
" kenapa brian membelikan pakaian kepada sekertarisnya, tidak biasanya dia seperti ini" batin risma keheranan
"tidak ada hubungan lebihkah kamu dengan brian? " tanya risma kembali
"tidak mbak hanya sebatas kerjaan saja " jelas sinta
mendengar ucapan sinta risma lega, menganggap tidak ada saingan lagi karena brian juga sudah berpisah dengan sandra mantan kekasihnya yang matre itu.
sinta menghampiri brian yang sudah menunggu nya duduk di sofa dari tadi
"maaf pak lama " ucap sinta
brian melihat sinta memakai rok pendek dan blazer terlihat sangat cantik dan sexy membuat brian terpana
"pak brian" panggil sinta lagi
"ii.. iya " jawab brian gugup
" ada apa sebenernya dengan brian " batin risma heran melihat tingkah laku brian yang aneh itu.
" datang lah kerumah mama sama papa pasti senang kamu datang" ucap risma ke brian
brian tidak menjawab hanya mengangguk dan pergi ke kasir untuk membayar pakaian sinta.
" aku pergi dulu" ucap brian masih dingin kepada risma.
brian keluar butik dan sinta mengikuti nya
__ADS_1
mereka menuju kantor lagi.