
Adrian yang saat itu tengah meeting dengan para pemegang saham yang menilai tindakan Adrian membuat nilai saham perusahaan mereka turun apalagi dia menggunakan pengaruhnya untuk mengancam pihak lain dalam kasus Ranti itu membuat para pemegang saham ingin menurunkan jabatan Adrian .
Adrian menyikapinya dengan santai di saat bersamaan dia malah kedatangan seseorang pria sebayanya di tengah rapat yang membuat mereka terdiam, dia adalah Thomas wiliam yang merupakan adik dari Jordan Wiliam yang merupakan ayah angkat dari Adrian .
Thomas sangat terkenal dengan perusahaannya yang bertaraf internasional dan tak di sangka kehadirannya di sini karena melihat Adrian dalam masalah dia berniat membantu Adrian dengan memberikan kuasa Adrian dalam perusahaannya yang membuat para pemegang saham menjadi takjub dengan latar belakang Adrian dan membuat mereka tak jadi mengganti Adrian dari jabatan presdirnya saat ini.
selesainya meeting tersebut Adrian mengajak Thomas ke ruangannya .
" mengapa kamu kemari? aku bisa mengatasi masalah ku sendiri " Thomas terkekeh mendengarnya .
" Adrian , aku tau kamu bisa menyelesaikannya tapi kamu sudah lihat sendiri sifat mereka yang seperti tergesa-gesa , kurasa mereka ingin mengambil kesempatan untuk menyingkirkan dirimu dan Theo , dan jika kamu yang menanganinya mungkin semuanya akan selesai saat kamu telah kehilangan kekuasaan " jawab Thomas .
" cih, kamu kira aku masih sama seperti dulu " Adrian tak suka di remehkan.
" tenanglah aku kemari tidak ingin berdebat dengan mu aku hanya ingin kamu mengajakku bertemu dengan istri dan anakmu " jawab Thomas .
" baiklah lain kali aku akan mengajak mereka makan malam dengan mu " jelas Adrian .
" aku ingin bertemu dengannya sekarang Adrian " kekeh Thomas
" huft, baiklah ayo kita pergi menemui mereka " adrian dan Thomas pun pergi menemui Ranti di rumah .
di perjalanan ke rumah Adrian .
" kenapa kamu masih bersikeras mengelola perusahaan mu itu , biarkan saja Theo yang mengelolanya kamu ikutlah denganku " saran Thomas .
" tidak perlu , aku lebih suka di sini dibandingkan ikut denganmu , toh di sana sudah ada kau yang bisa mengurus semuanya " tolak Adrian .
" Adrian kau tahu kan aku melakukan ini sampai menunggu kamu kembali mengambil alih semuanya , aku ingin bebas Adrian apalagi sejak dia telah tiada aku tak ada ambisi lagi pada kekuasaan aku hanya ingin berada di dekatnya "
Adrian hanya diam , jika dia kembali maka kehidupan dirinya dan keluarganya akan lebih terancam tapi jika tidak maka Thomas juga akan lebih menderita. suasana menjadi hening hingga mereka tiba di rumah .
disana Adrian di sambut hangat oleh anaknya .
tak lupa Adrian mengenalkan Thomas pada penghuni rumah itu
" kenalkan dia Thomas dia adalah " Thomas menjawab " aku adalah paman dari ayah kalian " katanya memperkenalkan diri .
" berarti paman sudah tua ?" sahut vino . Thomas melirik ke arah Adrian yang tertawa mendengar hal itu .
" salah sendiri kamu berkata seperti itu " timpal Adrian .
__ADS_1
" oh iya ini istri ku Ranti " memperkenalkan Ranti pada Thomas .
keduanya saling menjabat tangan .
setelah semuanya sudah berkenalan mereka pun berbincang-bincang namun Thomas tak mengalihkan pandangannya pada kalung yang di kenakan oleh Nathan . Ranti yang melihat gelagat aneh pada Thomas yang memandangi nathan pun mengikuti mereka bedua .
" adrian aku ingin bicara dengan mu sebentar " Thomas terlihat serius .
Adrian pun mengajak Thomas berbicara di halaman samping .
sambil berjalan adrian bertanya tentang hal yang ingin di bicarakan dengan Thomas .
" kalung itu bukannya hilang bersama wanita itu ?" tanya Thomas .
" oh memang tapi siapa sangka aku bisa menemukannya bahkan dia telah melahirkan anakku " jawab Adrian biasa saja.
" tapi dimana wanita itu sekarang ?" tanya Thomas yang membuat Adrian merasa curiga .
" kau tahu wanita itu adalah Ranti " jawab Adrian .
" dia anak Ranti dan diriku " tegas Adrian .
" kau tahu semuanya Thomas ? tapi kau bahkan tidak memberitahu ku sebelumnya ? oh aku tahu mengapa aku tak bisa mendapatkan informasi apapun saat mencarinya semua pasti ulah kalian " Adrian menjadi marah .
" tenang Adrian aku bisa jelaskan , aku tak bermaksud menyembunyikan semuanya dari mu tapi ini permintaan dari wanita itu sendiri " jelas Thomas jujur .
" maksudmu ?" tanya Adrian .
" saat itu aku mendapatkan informasi tentangnya aku segera menemuinya di sebuah rumah sakit saat itu dia berkata jika dia tidak ingin berurusan dengan dirimu lagi, dia juga mengancam ku jika sampai kamu mengetahui identitas dia dan bayinya dia akan membunuh bayi itu sat itu juga terlihat dia sangat membenci dirimu Adrian ,lalu aku terus membujuknya tapi dia malah berkata jika seandainya dirimu menemukan anakmu dan dia tidak berdaya aku harus membawanya pergi darimu itu adalah penembusan yang diinginkannya darimu , jika kamu tak percaya aku masih punya rekamannya dan surat-surat perjanjian itu " Thomas pun mengirimkan rekaman Bella .
" begitu benci kah dia padaku ?" heran Adrian .
" lalu apa kamu akan melakukan nya ? " tanya Thomas .
" aku sudah berjanji Adrian , aku tidak bisa mengingkarinya " jelas Thomas .
" tapi dia sudah mati bunuh diri Thomas, orang mati tidak akan menagih janji " jawab Adrian yang masih menonton rekaman itu.
" apa!" Thomas merasa tak percaya .
" apa kamu masih mau melanjutkan janjimu pada orang yang sudah mati? kau tidak bisa membawanya pergi thom , bagaimana pun Ranti yang membesarkannya dari bayi dia tak akan mau berpisah dengan Nathan "
__ADS_1
" baiklah aku tak akan membawanya tapi kamu yang harus ikut dengan ku ambil semuanya yang telah kakakku wariskan padamu " tegas Thomas .
" aku sudah tak mau berhubungan dengan dunia bawah Thomas " tolak Adrian .
" baiklah jadi biarkan aku membawa putramu dan menjadikannya pengganti"
" tidak bisa, dia putra ku siapapun tidak ada yang boleh membawanya pergi " teriak Ranti yang ternyata telah mendengar semuanya .
" begini kah sikap istrimu Adrian ? dia berani menguping pembicaraan " raut wajah Thomas seakan tidak suka pada Ranti .
" aku tak peduli apapun pendapatmu tentang diriku tapi aku ibunya aku tak akan membiarkan kamu membawa nya pergi " bentak Ranti .
" Ranti tenang iya " Adrian mencoba menenangkan Ranti yang sedang marah .
" heh , lucu sekali padahal ibu kandungnya sudah memberikan hak secara hukum padaku atas putranya sedangkan kamu hanya seorang ibu asuh saja berani berlagak seperti ibu kandung " ucapan Thomas membuat Ranti menjadi semakin marah .
" Thomas lebih baik kamu pergi dulu dari sini " usir Adrian pada Thomas dengan santai thomas pun pergi dari rumah itu .
Ranti terduduk lemas di tanah .
air matanya mengalir begitu deras .
Adrian mencoba mengajak Ranti untuk berdiri namun Ranti seakan tuli .
" kenapa Bella berbuat seperti itu ? apa sebegitu bencinya kah dirinya pada putranya sendiri hingga memberikan Nathan pada orang lain, atau dia tak percaya pada diriku yang mengurus putranya ? " sambil terus menangis .
" Ranti bukan dia tidak mempercayaimu tapi dia hanya ingin menghukum ku " jawab Adrian .
" kenapa? jika dia ingin menghukum mu kenapa dia harus membuatku berpisah dengan putraku " tanya Ranti .
" Ran, dia mengambil keputusan sejak dulu dia tak tahu kedepannya seperti apa? mungkin dia tak akan mengira jika kita berdua akan terikat dalam pernikahan " jelas Adrian .
" apapun itu aku tak mau berpisah dengan nya Adrian kamu harus lakukan sesuatu " mohon nya pada sang suami .
" iya tenang saja selama ada aku tak akan ku biarkan orang lain membawanya pergi" Adrian pun mengajak Ranti berdiri dan menghapus air mata Ranti .
" janji " sambil mengulurkan jari kelingkingnya pada Adrian .
Adrian mengecup jari itu dan mengangguk " aku janji" jawabnya .
keduanya pun kembali ke dalam rumah .
__ADS_1