ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 155


__ADS_3

Ranti berusaha menghubungi Adrian namun panggilan Ranti di abaikan oleh Adrian yang tidak mendengar suara ponsel miliknya,


Ranti terus mengemudikan mobil miliknya sejauh yang dia bisa dan berusaha mencari bantuan, di tempat lain Leo dengan liciknya mengajak Adrian, Theo dan Sarah ke sebuah bar yang tentu saja penuh kebisingan, bar itu menjadi salah satu aset andalah milik Leo, menyadari jika Leo dan dirinya punya hubungan dunia bawah membuat Adrian semakin tertarik untuk menjodohkan Leo dengan Sarah apalagi keduanya sudah saling mengenal, bahkan Sarah juga sudah setuju lantaran ingin membuat Rasya menyesal karena lebih membela Lusia dibanding dirinya, bagi Sarah yang juga bersikap keras tidak masalah jika harus berkorban demi bisa membalas orang yang menyakiti dirinya.


"mom, kita mau kemana?" tanya Vero,


"tenang iya sayang kita pergi cari tempat yang aman!" jawab Ranti.


hingga tibalah Ranti di rumah Rasya, untung saja Rasya ada di rumahnya segera menyuruh Ranti masuk ke dalam.


dengan wajah panik dan ketakutan Rasya mencoba menenangkan Ranti


"Ranti tenang oke! kamu aman di sini!" sambil memegang bahu Ranti.


"aku takut sya! aku takut sekali!" Ranti menangis sambil tangannya gemetar.


"di sini aman kok! apa kamu sudah menghubungi Adrian?" tanya Rasya.


"sudah tapi tidak ada jawaban!" jawab Ranti frustasi.


Rasya hanya menghela nafas kasar,


" baiklah malam ini kamu menginap saja di sini! " tawar Rasya lalu mengajak Ranti dan anak-anaknya ke dalam kamar yang dulu di tempati Sarah.


Setelah Leo dan Sarah sudah menyetujui perjodohan mereka, Adrian segera pulang, tak di sangka saat dia kembali ke rumah para anak buahnya telah tumbang begitu pula Luis yang sedang sekarat, Adrian segera memanggil ambulance dan mengirim mereka ke rumah sakit.


Adrian semakin panik saat dirinya tidak menemukan istri dan anak-anaknya, apalagi saat Adrian mencoba menghubungi Ranti namun ponselnya tidak aktif lantaran baterai ponsel Ranti habis dan Ranti kini tertidur pulas bersama anak-anaknya di rumah Rasya.


Adrian mencoba menghubungi orang-orang terdekat siapa tahu Ranti ada di sana namun nihil.


"kamu di mana Ranti?" Adrian seakan menyesal karena meninggalkan Ranti di rumah apalagi baru-baru ini,mereka mendapat teror dari orang tak di kenal.

__ADS_1


"dimana kamu sekarang Ran" batin Adrian.


Di rumah Leo, Leo tengah menghajar anak buahnya yang dia kirim ke rumah Adrian "bodoh! apa gunanya aku melatih kalian! tapi kalian malah bisa kecolongan istri dan anak-anaknya!" sambil menendang mereka yang tidak berdaya.


pertemuannya dan Adrian malam ini jadi sia-sia lantaran anak buahnya gagal melenyapkan istri dan anak-anak Adrian.


"argghhh! rencana yang aku susun sejak lama harus hancur gara-gara kalian, kalian harus menanggung kesalahan itu" tanpa belas kasihan Leo menembaki anak buahnya yang sudah sekarat bergantian, Mia yang juga berada di sana menjadi semakin takut pada Leo"dia monster!" batin Mia.


"karena sudah gagal, segera jalankan rencana kedua!" ucap Leo pada Mia, Mia hanya mengangguk paham dengan perkataan Leo.


besoknya Ranti di antar Rasya kembali ke rumah Adrian, bukannya rasa terima kasih yang didapat malah pukulan dari Adrian yang mengenai dirinya.


"apa-apaan kamu Adrian!" teriak Ranti


"Ranti kamu semalam bersama dia? kamu tahu aku begitu khawatir dengan dirimu Ran?" jawab Adrian sambil memeluk sang istri.


"jika kamu khawatir mengapa kamu tidak mencari ku ke rumah Rasya! dan mengapa kamu tidak mengangkat telepon dari Rasya!" iya sat itu rasya meminjamkan ponsel miliknya pada Ranti namun lagi-lagi Adrian yang masih kesal dengan Rasya menolak panggilan itu.


"maaf Ranti maafkan aku?" hanya itu yang bisa Adrian ucapkan saat ini.


"aku sudah lelah dengan semua ini Adrian! bisakah kamu melepaskan aku?biarkan aku pergi bersama anak-anak Adrian! kami hanya ingin hidup tenang!" nampaknya Ranti sudah lelah dengan semua hal yang menimpa dia dan anak-anaknya.


"tidak Ranti, aku tidak akan membiarkan kamu pergi! aku janji aku akan segera menemukan orang-orang yang menganggu kita dan setelah semua itu kita bisa berkumpul kembali." ujar Andrian mencoba menenangkan Ranti.


"baiklah tapi jika semua ini terus berlanjut biarkan aku pergi bersama anak-anak!" Adrian berjanji jika hal seperti ini akan jadi yang terakhir.


rencana Leo dan Mia mulai mereka jalankan, tak di sangka acara perjamuan yang Leo adakan adalah untuk menjebak Adrian dimana dia mengajak Adrian untuk berbincang-bincang dan tanpa Adrian sadari, Leo telah memberi sebuah obat untuk Adrian, di saat itu pula Leo masih terus bersandiwara dengan berpura-pura menolong Adrian yang hampir tidak sadarkan diri.


brughh Leo dan Adrian terjatuh saat seseorang memukul Leo hingga pingsan, samar-samar Adrian merasa jika ada seseorang yang membopong dirinya untuk memasuki sebuah kamar khusu disana, disaat itu pula Lusia masuk ke kamar dan berniat melakukan balas dendamnya namun tak di sangka di dalam ruangan itu pula ada seorang wanita yang sedang bersembunyi di sana,dengan sisa tenaganya dia memukul Lusia dari belakang hingga pingsan.


dengan sisa tenaga Valerie mencoba menyadarkan Adrian, Valerie yang saat itu juga dalam pengaruh obat juga sedang menahan gejolak dalam dirinya hingga dia memutuskan untuk menyilet pahanya agar dia tersadar"hei, cepat sadarlah!" Valerie memukul-mukul wajah Adrian dengan keras karena tidak berhasil valerie menyiram Adrin dengan air.

__ADS_1


byurr


Adrian langsung gelagapan dan sadar.


Valerie yang sebelumnya juga di jebak oleh salah satu kliennya tak sengaja bersembunyi di kamar Adrian dan mendengar rencana licik Lusia dan Leo,


mendengar cerita Valerie, Adrian sadar jika semua yang terjadi pada keluarganya pasti ulah Leo.


Adrian pun meminta bantuan Valerie untuk berakting dengannya saat Leo memastikan rencananya berhasil atau tidak pada Adrian, Valerie setuju, kini Valerie memakai topeng milik Lusia dan menyembunyikan Lusia di dalam kamar mandi, keduanya bertingkah seolah mereka sedang bercumbu mesra padahal mereka hanya berakting saja saat Leo masuk dan mengintip kamar Adrian, di rasa semua berjalan lancar, Leo meminta seseorang menghubungi Ranti dan menyuruhnya datang menangkap basah Adrian.


"bagaimana ini? jika Ranti kesini bisa-bisa dia dalam bahaya!" ujar Valerie.


"tenanglah aku akan menghubungi Ranti, untung saja Ranti yang saat itu belum tidur segera menerima panggilan Adrian dan mengikuti instruksi yang Adrian berikan.


"astaga aku tidak menyangka jika Leo bisa berbuat seperti itu! untung saja ada Valerie! tunggu ! mengapa Valerie bisa di kota ini?" pikir Ranti.


Saat penelpon itu menghubungi Ranti tentu saja Ranti berakting tidak tahu apapun dan seakan meyakinkan si penelpon jika dirinya akan datang nmun di sisi lain Ranti telah menghubungi polisi untuk menangkap Leo di bar miliknya dengan alibi penggunaan obat yang di larang beredar dan peradangan. manusia sebagai saksi Valerie yang sebelumnya sudah mempunyai bukti.


Leo kebingungan melihat puluhan polisi mengepung tempatnya, dan tak lama Adrian dan Valerie keluar dari tempat mereka dan memberikan bukti-bukti itu pada polisi, Leo jelas kaget saat Valerie yang merupakan seorang direktur muda yang menjadi saingan bisnis dalam peredaran obat miliknya itu ada di hadapannya dan masih terlihat bugar padahal sebelumnya dia sudah menyuruh orang memberikan obat pada Valerie.


"Leo, mulai sekarang kamu nikmatilah kehidupan barumu di penjara! dan aku pastikan kamu tidak akan bis keluar dari sana hidup-hidup"kata Adrian sambil mencengkram kemeja Leo.


tapi meski begitu Leo tetap bungkam dengan keterlibatan Mia atau Lusia dalam rencana miliknya"hahahah tak ku sangka kamu begitu mudah mengetahui semuanya Adrian! tapi apa kamu tahu alasan di balik semua yang aku lakukan padamu heh! aku adalah anak dari pria yang kamu butuh beberapa bulan lalu! meski dai tak pernah mengakuiku dan aku pun ingin membunuhnya juga! tapi aku tak rela dia mati di tanganmu dengan begitu mudah aku tak terima Adrian! kau merusak rencanaku selama bertahun-tahun! aku membenci Adrian aku ingin kmu dan keluargamu hancur!" maki Leo yang terlibat seperti orang gila.


Lusia yang baru sadar, kini menjadi sasaran Adrian selanjutnya namun Lusia malah menangis dan memohon ampun pada Adrian"tolong maafkan aku! aku terpaksa menuruti permintaan Leo karena dia terus saja mengancamku dan tidak akan membiarkan diriku lepas darinya! ini kesempatan yang dia berikan padaku jika aku berhasil menidurimu maka kedepannya aku akan bebas, sebab dia juga punya orang lain yang dia sukai yaitu adik kamu!" sambil menitikkan air mata buayanya.


Valerie yang juga sempat mendengar perdebatan Leo dan Lusia juga membenarkan hal itu, Adrian pun mengampuni Lusia dan memberikan perlindungan padanya.


tak lama setelah itu Valerie pamit dan menitipkan salam pada Ranti.


Valerie tidak bisa berlama-lama dan meminta Adrian tidak melaporkan pertemuan dirinya kepada Manuel, Adrian menyanggupi hal itu lantaran Valerie sudah menolong dirinya.

__ADS_1


__ADS_2