
sesampainya di kota Y sinta dan brian berhenti di sebuah restoran untuk makan terlebih dahulu.
brian memesan beberapa menu, tiba-tiba sinta memegang tangan brian.
" ada apa sayang? " ucap brian
sinta tidak berucap tetapi menunjuk salah satu bangku yang tak jauh dari tempat duduk mereka.
brian menoleh dan melihat 2 orang lelaki dan perempuan yang dikenalnya yaitu romi dan risma.
" ada apa mereka disini? " ucap brian
" ntah " ucap sinta santai
brian ingin sekali menghampiri risma dan romi tetapi di larang oleh sinta.
" udahlah,bukannya itu lebih baik kalo mereka dekat setidaknya dia tidak mengganggu kamu " ucap sinta
brian mengangguk dan tersenyum.
"kamu cemburu ya? " ucap brian
sinta tiba-tiba mencubit brian "awww,, sakit sayang " ucap brian mengelus-elus tangannya yang abis di cubit oleh sinta.
" salah sendiri kamu tanya nya seperti itu " ucap sinta ketus
" iya maaf " ucap brian
" harus nya kamu sudah tahu dan tidak akan melakukannya karena kamu tahu masa lalu ku seperti apa " ucap sinta lirih
brian memegang tangan sinta " sayang boleh aku bicara sesuatu " ucap brian
" iya bicaralah "
"tolong jangan kamu ingat masalalu mu yang buruk itu" ucap brian
sinta terdiam karena bingung mau jawab apa.
mereka tidak melanjutkan pembicaraan nya karena makannya telah datang.
setelah sinta dan brian selesai makan,mereka segera pergi dari restoran itu supaya tidak di ketahui oleh romi.
brian mengantar sinta terlebih dahulu baru pulang ke rumahnya.
sesampainya di rumah brian menelefon romi.
"hallo " ucap brian
__ADS_1
" iya ada apa? " ucap romi santai karena tidak jam kerja
" kamu sedang dimana? segera ke rumah, aku sudah dirumah " ucap brian
"tapi.... " belum selesai romi bicara brian sudah di matikan.
" selalu seperti itu " gerutu romi
risma yang merasa ada sesuatu menanyakan kepada romi "ada apa kak? " ucap risma. sejak kerpergian brian dan sinta, romi memang mendekati risma karena dari dulu romi menyukai nya tapi tidak berani mengucapkannya dan kesempatan saat brian menyerahkan urusannya sama romi, dia baru berani mendekati risma.
"oh tidak ada apa-apa, hanya kerjaan. tapi maaf ris aku gak bisa temani kamu karena ada kerjaan mendadak " ucap romi berbohong.
" oh ya sudah gak apa-apa aku akan balik ke butik kak " ucap risma
"aku antar ya? " ucap romi
risma pun mengangguk,risma memang belum tahu perasaan romi, tapi dia sudah nyaman karena disaat dia sakit hati romi lah orang yang slalu menemani dan menghiburnya.
setelah mengantar risma ke butik romi langsung menuju ke tempat brian.
sesampainya di rumah brian romi menjatuhkan dirinya di sofa samping tempat duduk brian.
" lo itu kenapa sih selalu jadi pengganggu hidup gue. ini kan gak jam kerja " ucap romi nyerocos
brian tersenyum kecut tapi segera di hilangkan supaya romi tidak tahu kalo memang brian sedang mengerjai dia.
romi yang mendengar perkataan sahabat nya sekaligus bos nya itu melotot karena begitu kagetnya.
romi mencoba menepuk-nepuk pipi brian " lo gak kesurupan kan? " ucap romi mengompres kening brian dengan tangan " gak panas juga " ucap romi.
" apaan sih lo " ucap brian melepas tangan romi yang ada di kening brian.
" gue serius, seribu rius malah, lo pikir kemarin gue pergi untuk apa, gue ngelamar wanita yang gue suka dong " ucap brian dengam senyum lebar.
romi masih belum percaya dengan apa yang di katakan brian.
" udahlah laksanakan perintahku saja,pernikahan kecil tapi mewah ya bilang itu sama WO nya " ucap brian langsung berdiri karena ingin membersihkan badannya.
"oh 1 lagi cewek loh itu cocok buat lo " canda brian meninggalkan romi dengan tertawa.
romi mendengar itu sontak kaget " apa yang dia maksudkan, apa tadi dia melihat aku dengan risma " batin romi.
" lo tahu dari mana " ucap romi menoleh kebelakang
" udah tidak perlu tahu gue tahu darimana yang penting kamu laksanakan tadi yang saya perintahkan dan pulang lah karena hanya itu yang gue bicarakan " ucap brian melanjutkan jalannya menuju kamarnya.
" si*lan tuh orang, hanya gitu kan bisa telfon gak perlu capek-capek kesini dan membatalkan acara nonton dengan risma " gerutu romi perjalanan pulang menuju apartemennya.
__ADS_1
*****
di kediaman sinta
sesampainya di kontrakan sinta langsung mengabari kedua orang tua nya kalau sudah sampai dengan selamat. setelah itu sinta membersihkan diri dan istirahat.
hp sinta berbunyi ternama brian " hallo sayang "ucap brian di sebrang sana
" iya ada apa mas?" ucap sinta
" kangen " ucap brian menggoda sinta
" baru saja tadi ketemu " ucap sinta
"sudah gak sabar cepat-cepat nikah supaya bisa sama kamu terus " ucap brian mulai genit
"ih dasar, udah ah memangnya mas gak capek apa tadi abis perjalanan jauh, gak istirahat dulu " ucap sinta
"bentar lagi soalnya kangen sama calon istriku" ucap brian
" ya sudah sekarang istirahat ya udah malam, aku juga capek mau istirahat mas " ucap sinta
" oke sayang, besok pagi aku jemput, assalamualaikum " ucap brian menutup telefon nya.
" walaikumsalam " jawab sinta sambil senyum-senyum.
baru saja hp sinta mau ditaruh tiba-tiba ada orang telfon lagi dan di angkatlah oleh sinta.
" hallo " ucap sinta
" maafkan aku " ucapan itu lagi dengan nomer telfon yang berbeda.
" aku sudah tahu kamu siapa, aku sudah maafkan kamu tapi tolong jangan ganggu aku " ucap sinta
" aku hanya ingin minta maaf temui aku di rs xxx " ucap lelaki itu yang tak lain adalah dion.
sinta kaget mendengar dion mengatakan kalau sedang di rs, biarpun perasaan sinta sudah ada brian tapi tak menutup kemungkinan untuk masih ada rasa khawatir dan tidak tega sama mantan suaminya itu.
sinta belum menjawab dan langsung mematikan telefonnya, sinta menitihkan airmata.
sinta mengabari brian lewat whattsap
" sayang maafkan aku sebelum nya, aku pergi kerumah sakit untuk menemui dion ,dia sakit, tolong maafkan aku, aku pergi ke rs xxx jika kamu tidak keberatan kamu bisa menyusul aku disana " di kirimlah pesan ke brian.
brian membaca pesan dari sinta langsung menuju rs xxx, dia terlihat begitu khawatir.
jangan lupa vote nya ya teman-teman
__ADS_1