
sinta pun turun dari mobil saat melihat mobil orang tua dion telah pergi.
sinta berlari memeluk ibu nya
"maafkan aku bu, aku telah membuat masalah di keluarga ini " ucap sinta yang menangis di pelukan ibu nya.
" tidak nak kamu tidak salah, ayo masuk ke dalam " ajak ibu sinta
mereka pun masuk ke dalam rumah dan menceritakan semua nya kepada orang tua sinta.
"terimakasih ya nak sudah menjaga anak kami " ucap ibu sinta kepada brian
" iya tante sama-sama sinta kan juga teman saya, jadi memang seharusnya saya menjaga sinta dari kejahatan " ucap brian dalam hatinya sebenarnya brian ingin mengatakan kalo sinta spesial di hati nya, tapi belum saat nya brian mengatakannya.
"pak bu bolehkan sinta masih tetap bekerja di perusahaan pak brian " sinta meminta ijin ibu dan bapak nya.
" tergantung kamu nak, jika kamu masih nyaman bekerja disana ibu dan bapak tidak akan melarang kamu " ucap bapak sinta
" sekarang kamu bersihkan badan kamu dan istirahat lah " ucap ibu sinta
" baik buk, terimakasih pak buk" ucap sinta yang langsung berdiri beranjak ke kamar nya.
di ruang tamu masih ada brian dan orang tua sinta.
" nak maafkan anak kmi yang telah merepotkan nak brian disana" ucap bapak sinta kepada brian
" tidak apa-apa om saya juga salut dengan sinta yang begitu kuat menghadapi laki-laki macam dion" jelas brian
" sinta memang anak yang kuat, dari dulu sekolah dia tidak pernah merepotkan kami, dia sekolah sambil bekerja. pulang sekolah sinta menjual gorengan yang di buatkan ibu nya untuk membayar sekolah nya, dan sekarang dia bekerja pun menjadi tulang punggung keluarga karena bapak sudah tidak bisa bekerja karena kecelakaan tempo lalu " jelas bapak sinta
brian yang mendengar itu semakin salut dengan sinta.
" sudah ngobrol nya sekarang ini di minum dulu sudah tante buatkan minuman" sahut ibu sinta dari belakang
__ADS_1
" terimakasih tante " ucap brian
" sering-sering ya nak main kesini, sekarang sinta sudah bekerja jauh jadi di rumah hanya bertiga dengan adiknya sinta " ucap ibu sinta kepada brian
" baik tante dengan senang hati" ucap brian dengan senyuman lebar karena brian merasa memiliki keluarga lagi, semenjak kedua orang tua nya meninggal brian hanya tinggal bersama ART nya saja di rumah.
" setelah selesai istirahat lah nak di kamar tamu kamu pasti juga capek kan perjalanan jauh " ucap ibu sinta meninggalkan ruang tamu dan menuju dapur untuk membuat makan malam.
brian pun beranjak pergi kekamar tamu di antar oleh bapak sinta.
makan malam tiba sinta bangun dan bersiap ke meja makan.
"wah masakannya banyak sekali bu kayak ada tamu besar aja " ucap sinta mencicipi makanan nya
" iya kan sekarang memang ada tamu " jawab ibu
" siapa? " tanya sinta
" loh kamu itu lupa apa pura-pura lupa, yang tadi datang sama kamu itu siapa? " ledek ibu
" di kamar tamu panggilah ajak makan bersama "
"baik bu" sinta meninggalkan meja makan dan pergi ke kamar tamu
tok.. tok.. tok..
tak ada sahutan
tok.. tok.. tok
masih sama gak ada sahutan
"dimana dia " batin sinta
__ADS_1
sinta langsung membuka pintunya dan kamar nya kosong.
" pak brian" panggil sinta tapi gak ada orang di kamar mandi pun juga tidak ada.
"kemana itu orang " gerutu sinta sambil celingukan mencari keberadaan bos nya.
sinta melangkahkan kaki nya ke depan rumah ternyata brian dan bapak nya sedang bermain catur.
" ternyata disini kalian kucari kesana kemari tidak ada " ucap sinta dengan tangan di pinggang.
" aku bosen di kamar terus, tadi kedepan terus om ngajak main catur, kebetulan aku sudah lama tidak bermain catur " jawab brian
" sekarang ayo kita makan sudah siap semua nya ibu menyuruh kita makan" ajak sinta menarik tangan bapak dan tangan brian.
mereka menurut saja tanpa membereskan catur nya.
" wah harum sekali tante masakannya jadi gak sabar pengen makan " ucap brian
"ternyata anda tak tau malu ya " bisik sinta di telinga brian.
brian tersenyum malu
" maaf soalnya aku sudah lama tidak merasakan seperti ini, apalagi masakan mama " ucap brian tampak sedih mengingat kedua orang tuanya.
"maksud bapak apa? dimana mama mu? "tanya sinta yang belum tahu latar belakang brian
"di surga" jawab brian singkat dengan menunduk
" Astgfirulloh maaf ya pak saya tidak tahu" ucap sinta langsung mengusap bahu brian
brian yang melihat ke arah tangan sinta yang mengusap bahunya jantung brian berdetak begitu hebatnya.
" ayo duduk dan makan jangan berbicara terus " ucap ibu sinta yang membuat mereka berdua jadi salah tingkah.
__ADS_1
sudah berkumpul semua di meja makan dan mereka makan dengan lahap nya tanpa mengeluarkan suara.
"benar-benar keluarga yang harmonis" batin brian