
suara tangisan anak kecil yang begitu keras telah sampai ke telinga Ranti yang tidur di ranjangnya yang empuk , tubuh nya terbungkus selimut tebal . membuat Ranti menggeliat sambil membuka matanya, kemudian dia bangun dan berjalan ke arah sumber suara itu yang terletak di sebelah kamarnya .
" hiks hiks hiks mommy " tangisnya kencang anak laki-laki di tempat tidur nya .
" ada apa sayang ?" kini Ranti menghampiri anak laki-laki itu yang masih menangis . di lihatnya kasur nya basah , kemudian Ranti pun menghela nafas .
" mommy kan sudah bilang kalo malam jangan suka minum banyak kan jadi ngompol lagi " Ranti pun mengangkat tubuh anak itu dan kemudian melucuti semua pakaian anak itu dan membawanya pergi ke kamar mandi sekalian memandikan anak itu yang masih saja tetap menangis .
setelah selesai mandi , Ranti segera menyiapkan pakaian dan memakaikan nya pada anak itu .
" Verro , sekarang giliran kamu mandi sayang " Ranti menyuruh anak laki-laki satunya yang sedang berada di ranjang yang berbeda yang saat ini masih asik rebahan. segera anak kecil yang berusia 5 tahunan itu memasuki kamar mandi namun tak lama berselang seorang anak laki-laki dengan wajah bule nya yang berumur 9 tahun an pun memasuki kamar itu.
" Vinno ngompol lagi iya mom" tanya anak itu yang tak lain adalah Nathan .
Ranti mengangguk .
" kamu sudah mandi sayang ?" tanya Ranti .
" sudah, aku mau turun dulu iya mom " kemudian Nathan pun pergi.
" sudah jangan nangis lagi masak anak mommy cengeng sih " Ranti mencoba menenangkan anak nya yang masih terus menangis.
" mommy gak marah sama Vinno ?" tanya Vinno heran .
" marah ? kenapa mommy harus marah ?" tanya balik Ranti sambil tersenyum lembut.
" em Vinno kan sering nyusahin mommy , gak kayak Verro sama Nathan " celetuk Vinno .
" sayang , mommy gak marah kok tapi kamu harus janji kamu harus merubah kebiasaan kamu supaya tidak begitu lagi iya sayang , masak jagoan mommy suka ngompol " jawab Ranti sambil tertawa .
" mommy " ucap Vinno kesal terhadap Ranti .
__ADS_1
Ranti pun segera kembali ke kamarnya dan membersihkan diri, setelah selesai dia pun bergegas menyusul anak-anaknya yang sudah berteriak memanggilnya di ruang makan.
di ruang makan . Nathan yang kini menyantap sarapannya dengan lahap sambil sesekali menyuapi Vinno di sampingnya , sedangkan Verro yang kembaran Vinno hanya meminum susu .
Winda kini sedang menyiapkan bekal untuk mereka bertiga .
tak lama Ranti telah muncul dengan setelah celana dan kemeja yang terlihat rapi dan dengan riasan make up yang membuatnya terlihat berkarisma .
" kamu hari ini tapi sekali ? mau kemana?" kan hari ini Vinno dan Verro masuk TK " tanya Winda kepada Ranti .
" itu ada klien yang mau aku design tempat nya , aku udah janjian sama dia buat ketemu pagi ini, untuk masalah Vinno sama Verro mama aja yah " jelas Ranti .
" ohh gitu ? kliennya pria atau wanita ?" tanya winda .
" em, kurang tahu aku ma , soalnya yang menghubungiku cuma asistennya saja, kayaknya dia orang sibuk ma , iya udah ma aku pergi dulu iya " sambil mencium punggung tangan Winda dan kemudian menghampiri ketiga anaknya dan mencium pipi mereka satu per satu.
" mommy pergi dulu iya sayang, kalian jangan nakal iya di sekolah " kata Ranti .
kemudian Ranti pun bergegas pergi ke sebuah gedung tempat dia bertemu dengan kliennya.
" sayang , mommy kan harus kerja buat bisa beliin mainan buat kalian " jawab Winda .
" kenapa gak minta sama uncle Doni saja kan uncle Doni punya uang banyak " jawab nathan .
" em, itu mommy kalian kan pengennya punya uangnya sendiri bukan di kasih orang" jelas Winda lagi .
tak lama sopir mereka pun datang dan berkata jika mobil mereka sudah siap, akhirnya Winda pun mengantar ketiga anak itu ke sekolah.
Ranti menunggu kliennya datang , sekitar setengah jam dia menunggu kliennya di meja yang sudah disediakan namun Ranti tak melihat tanda-tanda kliennya itu.
" duh kalo tau kayak gini mending aku antar anak-anak ke sekolah dulu " batin Ranti kesal.
__ADS_1
namun dia kaget sat ada seorang pria menyapanya .
"maaf nona saya terlambat " jawab seorang pria dengan memakai kacamata.
" oh , tidak apa-apa " jawab Ranti masih ramah namun begitu kesal dalam hatinya .
" jadi anda adalah " belum selesai Ranti berbicara , pria berkacamata itu pun berkata" maaf nona, saya adalah asisten nya saja sekarang beliau masih ada pekerjaan di kantor jadi tidak bisa menemui anda " jelas pria itu .
" lalu bagaimana ?" tanya Ranti .
" em, bos saya menyuruh saya memberikan ini untuk nona , ini adalah semua dokumen tentang rumah tersebut dan ini juga kunci dari rumah itu mungkin dengan datang langsung ke tempatnya akan lebih memudahkan nona dalam mengerjakan nya " jelas pria itu .
" kenapa memberikan kunci ini padaku ku ?" tanya Ranti .
" iya karena rumah itu sudah lama tidak di tinggali dan karena kesibukan bos saya jadi dia menyerahkan semua itu kepada nona ,dan untuk hasil pengerjaannya bisa nona kirimkan lewat email di kartu nama itu dan jika ada sesuatu bisa menghubungi saya " jawab pria itu lagi.
" oh, jadi semua di serahkan padaku, baiklah kalo begitu " ucap Ranti .
kemudian pria berkacamata itu pun pergi.
" huft, kayaknya klienku kali ini tidak begitu sulit " batin Ranti tenang .
Ranti pun melihat dokumen tersebut yang berisi , berbagai informasi tentang bangunan dan bagian yang akan dia dekorasi dan yang tidak perlu juga , berisi foto bangunan tersebut.
" gila sih ini mah rumah sultan " gumam Ranti takjub .
" siapa ya yang dulu mendesain rumah ini pasti itu orang yang sangat pintar " gumamnya lagi .
" jadi penasaran liat aslinya gimana apa aku datang ke sana aja iya tapi wilayah itu kan agak jauh dari sini , ahh sudahlah lain kali aja " Ranti pun akhirnya membereskan barangnya dan dia segera pergi ke kantor miliknya dan melakukan pekerjaan nya seperti biasa.
Ranti menjadi wanita mandiri dan memiliki karir yang cemerlang di usianya 28 tahun ini . Sekarang Ranti adalah seorang interior design yang terkenal dia juga memiliki beberapa tempat yang menjual berbagai property dan furniture . dia juga memiliki toko bunga yang menjadi tempat kerja favoritnya dan sering menghabiskan waktunya di sana untuk mendapatkan ide - ide nya.
__ADS_1
Jika kejadian sekitar 6 tahun lalu tidak terjadi mungkin Ranti masih lah menjadi wanita yang polos dan pemalu tidak seperti sekarang yang lebih bisa menonjolkan dirinya dan mudah bergaul dengan orang lain . yah kejadian itu lah yang memberikan kekuatan Ranti untuk hidupnya apalagi Ranti memiliki 3 anak yang sangat menyayangi dirinya.
tapi kejadian itu juga membuat luka yang cukup dalam bagi Ranti , trauma karena suaminya sendiri yang mencampakkan dirinya dan lebih memilih bersama dengan wanita lain .