
sedangkan di tempat lain .
brak
" sialan ! kenapa mereka terus membantu Ranti , aku pikir saat dia mengetahui Ranti masih berhubungan dengan mantan suaminya dia pasti kecewa tapi kenapa dia masih membelanya " teriak Mia yang tak terima .
" aku harus membuat dia semakin di hujat oleh orang-orang dan membuatnya malu setengah mati hingga dia tak mau keluar rumah " Mia segera menghubungi reporter dan memberikan semua informasi tentang masa lalu Ranti agar menjadi bahas gosip .
besok harinya topik itu menjadi pencarian terpanas lantaran kehidupan Ranti yang dulu terekspos , dimana di dalam berita tersebut menjelaskan jika Ranti merebut Arya yang saat itu menjadi kekasih Mia meskipun sudah mengetahui hubungan Mia dan Arya , Ranti masih saja menerima perjodohan itu meski pria itu kekasih dari sahabatnya sendiri bahkan Ranti juga membuat hubungan Bella dan Rasya hancur karena Ranti yang terus menggoda Rasya dan membuat Rasya bertentangan dengan ibunya . berita itu muncul di mana-mana .
bahkan Rasya yang saat itu mengetahuinya seakan murka hingga membuat Sarah kaget .
sedangkan di rumah Ranti menjadi semakin sedih , padahal kenyataannya bukan seperti itu dimana dia hanya terpaksa karena keinginan ibunya saja, bahkan dia tak pernah menggoda Rasya , Adrian yang berada di kantor langsung pulang ke rumahnya , tiba di rumah ada Rasya yang datang bersama Sarah . Adrian langsung menarik Sarah ke arahnya .
" jangan dekat-dekat dengan nya " larang Adrian pada Sarah agar menjauh dari Rasya . Sarah hanya terdiam sejak mengetahui jika Rasya pernah memiliki hubungan dengan Ranti dalam benaknya dia masih tak percaya jika Ranti orang yang seperti itu namun kecemburuannya membuat Sarah menjadi mulai membenci Ranti apalagi melihat Rasya yang seakan masih memiliki perasaan pada Ranti .
" seharusnya kakak ipar lah yang harus jauh dari Rasya , ingat dia sudah menikah" bantah Sarah , Adrian mengkerutkan keningnya tak percaya adiknya bisa berbicara seperti itu.
" Sarah bagaimana kamu bisa berkata seperti itu ?" Adrian masih tak percaya dengan ucapan yang terlontar dari mulut gadis itu.
" jika dia bukan seperti yang dibicarakan mana mungkin ada orang yang begitu membencinya hingga menyebarluaskan berita itu , ingat kak tidak akan ada asap jika tidak ada api? apa jangan-jangan kakak juga di goda olehnya terlebih dahulu ?" timpal Sarah dengan nada ketus nya .
plak
sebuah tamparan mendarat di pipi Sarah yang membuat Sarah meringis kesakitan .
Rasya segera mendorong Adrian dan melihat bekas merah di pipi nya .
__ADS_1
" tolong jangan bersikap kasar padanya, memang yang di katanya terlalu berlebihan tapi jika dia tak tahu kebenaran segala pasti juga akan berpikir demikian " sanggah Rasya .
" aku tak butuh nasihat darimu ! jika kalian kemari untuk membuat Ranti menjadi semakin bersedih lebih baik kalian pergi dari sini " usir adrian yang kemudian berlalu memasuki rumahnya tanpa memperdulikan Sarah dan Rasya yang masih berada di sana .
karena sikap Sarah demikian pada Ranti Rasya mengurungkan niatnya untuk menemui Ranti karena dia takut Sarah akan semakin menjadi-jadi dan membuat Ranti semakin sedih dia pun mengajak Sarah pulang ke rumahnya .
masuk kedalam rumah terlihat nathan yang berdiri di depan pintu kamar Ranti yang tertutup .
" nathan , apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Adrian pada putranya.
" emm aku melihat berita tentang mommy tadi aku ingin menghiburnya tapi pintu nya di kunci dari dalam dan aku panggil juga tidak ada jawaban dari mommy , aku takut sekali dad " sambil memeluk tubuh sang ayah saat itu Wanda beserta si kembar sedang tidak ada di rumah jadi Nathan hanya bersama dengan Ranti .
" Ranti " panggil Adrian beberapa kali sambil mengetuk pintu . merasa tak ada suara jawaban dari Ranti Adrian segera mendobrak pintu kamar tersebut .
Adrian langsung menelusuri kamar itu dan menemukan Ranti dengan keadaan basah dengan kondisi tak sadarkan diri dalam guyuran shower .
Adrian langsung membopong tubuh Ranti dengan panik dia membawa Ranti lalu mengambil handuk dan berusaha menyadarkan Ranti .
Adrian tak mungkin membawa Ranti kerumah sakit sekarang karena pasti banyak orang yang melihatnya dan jika tahu kondisi Ranti saat ini pasti membuat para reporter memburunya . itu akan mengganggu kondisi mental Ranti .
dengan pelan Adrian menepuk pipi Ranti agar dia tersadar setelah dia mengganti pakaian Ranti yang basah dengan yang kering , hingga akhirnya Ranti tersadar namun dia terlihat lemas , mungkin karena terkena guyuran yang air terlalu lama .
" kamu sudah pulang ?" tanya Ranti dengan suara lemas .
Adrian hanya mengangguk .
Nathan yang melihat kondisi mommy nya pun memeluk Ranti sambil menangis .
__ADS_1
" sudah jangan menangis , mommy tidak apa-apa kok " jawab Ranti sambil mengecup pipi Nathan .
" Ran , kenapa kamu sampai seperti itu Hem ? apa kamu tak memikirkan perasaan ku dan anak-anak , ingat jangan pernah menyakiti dirimu sendiri karena orang lain " ucap Adrian sembari mengecup tangan Ranti yang berada di genggamannya .
"maaf kan aku sayang aku tadi terbawa emosi ,aku hanya ingin mendinginkan pikiranku tapi aku merasa pusing dan aku tak ingat lagi " sambung Ranti penuh penyesalan .
" jangan pernah melakukan hal seperti itu lagi " pinta Adrian .
tak lama Anne segera datang meski Ranti menolak di periksa karena dia merasa baik-baik saja tapi Adrian tetap menyuruh Anna memeriksa kondisinya .
" tenang lah Adrian , istri tidak apa-apa cuma tubuhnya terlalu stress apalagi akhir-akhir ini dia punya banyak masalah oh iya istrimu sedang hamil jadi jangan biarkan dia lelah dan stres" terang Anne
" Apa? dia hamil ?" tanya Adrian yang masih tak percaya .
" Anne, bagaimana mungkin aku hamil? aku tidak merasakan apapun, pasti kamu salah " jelas Ranti yang juga tak percaya .
" apa kalian meragukan ku? aku ini dokter terbaik di negeri ini ! " Anne merasa diremehkan oleh suami istri itu .
" tapi Anne aku baru saja operasi katamu butuh waktu agar kembali normal ?" tanya Adrian .
" bukannya kau harus senang ? atau kamu meragukan anak di dalam rahim istrimu ?" ungkap Anne sambil melirik ke arah Ranti .
" sayang , kamu tidak percaya padaku" tanya Ranti menatap Adrian dengan wajah sedih .
"tidak Ranti , aku sungguh percaya padamu , tapi aku sungguh tak menyangka jika akan secepat ini " jawab Adrian sambil mengelus perut Ranti dengan lembut sambil tersenyum bahagia .
" aishh jangan menyebarkan kemesraan kalian terus " sindir Anne sambil mengajak nathan keluar .
__ADS_1
" sayang , mulai sekarang kamu harus menjaga tubuh mu apalagi kamu sedang hamil , kamu tak perlu memikirkan masalah apapun sekarang aku janji aku akan membantu membereskannya untukmu " sambil mengecup puncak kepala Ranti pun mengangguk .
kini dia tak boleh egois lagi apalagi terlarut dalam kesedihan karena masalah yang menimpanya karena sekarang ini dia sedang mengandung buah cintanya dengan suaminya , Ranti tak mau kandungannya terkena masalah .