
Ranti mencari Adrian yang katanya pergi mencari dirinya setelah dia bertanya pada Anne dan Theo .
" kamu pergi kemana Adrian " Ranti terus mencari suaminya di dalam rumah mulai lantai dasar hingga ke lantai atas , dia menjelajahi bangunan luas itu sambil menggendong bayi Ara yang tengah tidur.
Sampai di mana Ranti berada di sebuah kamar yang tidak terkunci , dia melihat Adrian berada di ruangan dengan pencahayaan remang-remang .
" Adrian " sapa Ranti menghampiri sang suami yang sedang mengunjungi kamar nya dulu .
" sayang kamu mengagetkan ku saja " jawab Adrian yang saat itu menaruh sebuah foto di atas meja .
" ini kamar mu?" Ranti memperhatikan setiap sudut ruangan yang terlihat rapi.
" kamu kok tahu ?"
"tentu saja ini kan sesuai dengan sifat mu yang dingin itu " jawab Ranti sambil tertawa .
" oh memang sifatku dingin iya ? " Ranti mengangguk kan kepala" masak sih ? tapi aku tidak pernah memperlakukan mu seperti itu kan " tanya Adrian .
" tidak pernah tapi kepada orang lain kamu jelas seperti kulkas "
Adrian hanya ber o ria saja menanggapi jawaban Ranti .
" kapan kita pulang ? aku sudah pegal harus gendong Ara terus " oceh Ranti sambil duduk di pinggiran kasur milik Adrian .
" kita tunggu acaranya selesai dulu iya , untuk Ara biarkan aku saja yang mengendong nya , kamu pasti lelah " Adrian melihat kaki Ranti yang sudah membengkak karena terlalu lama berdiri .
" terima kasih iya " Ranti memberikan bayi Ara pada Adrian .
" tapi apa kamu tidak malu jika para tamu melihatmu menggendong bayi ? " imbuh Ranti .
" mengapa harus malu? dia kan putri ku , sudah kamu istirahat saja di disini nanti kalau kakimu sudah lebih baik kamu turun lah" Adrian pergi keluar kamar dengan membawa bayi Ara bersamanya .
" jadi dia mengkhawatirkan aku ? " Ranti membaringkan dirinya di kasur itu .
Adrian kembali ke perjamuan keluarga itu sambil membawa Ara , pandangan mata langsung tertuju pada nya " mengapa menatap ku seperti itu ?" Anne menjawab " tentu saja mereka menatap mu, seorang pria seperti mu terlihat aneh bagi mereka saat menggendong bayi " dengan tertawa mengejek .
__ADS_1
" aishh " Adrian ingin mengumpat pada Anne sayangnya Anne telah pergi lebih dulu .
Meski banyak mata menatapnya aneh Adrian cuek saja malah dia dengan sengaja memamerkan putrinya di depan keluarganya .
Hingga keramaian itu membuat bayi Ara terusik dan membuatnya menangis , membuat banyak orang yang melihat kearahnya dan merasa takjub saat Adrian dengan cepat menenangkan bayi Ara yang menangis"jangan menangis lagi iya sayang " bayi itu tersenyum menatap Adrian .
" wah wah wah ternyata sekarang profesi mu turun menjadi pengasuh bayi " Luis menghampiri Adrian dan bayi Ara.
"iya namanya juga punya anak wajar saja lah jika harus jadi pengasuh daripada profesi mu yang suka mempermainkan perasaan orang" sindir Adrian pada Luis
" iya kan seru bisa akibat ekspresi mereka yang putus asa dan begitu menyedihkan " jawab Luis
" Lu, aku hanya memberi saran saja lebih baik sudah i semua itu mulai lah serius dengan kehidupan mu , apa kamu tidak ingin menjalin hubungan pernikahan seperti aku dan Theo ? " Luis dengan cepat menjawab
" tidak , kau lihat pernikahan bisa membuat mu hancur dan lemah contohnya saja si Thomas "
" terserah dirimu saja lah " Adrian pergi mengajak bayi Ara untuk Ranti .
" sayang kita pergi temui mommy yah , sudah malam kita harus segera pulang " seakan mengerti ucapan sang ayah bayi itu tersenyum pada Adrian .
saat berjalan menuruni tangga tak sengaja dia berpapasan dengan Adrian " sudah baikan ?" tanya Adrian
" iya , ayo kita pulang anak-anak harus sekolah besok " ajak Ranti .
Setelah memanggil ketiga putranya dan juga Thomas serta Luis yang sekarang ini ikut tinggal bersama Ranti dan Adrian .
Mereka tidak semua tidak berada pada mobil yang sama, Ranti bersama Adrian dan bayi Ara dengan membawa sopir sedangkan yang lainnya ikut dengan mobil yang di kendarai Luis .
" lihatlah mereka tertidur begitu pulas " sambil melihat ke arah jok belakangan mobil dimana ketiga anak Ranti tertidur .
" iya, menurutmu diantara mereka bertiga siapa yang akan seperti Adrian ?" tanya Luis
" tentu saja Nathan dia anak yang cerdas dan juga tegas, lalu si Verro yang dingin dan tenang dalam bertindak aku rasa mereka punya potensi untuk melampaui Adrian " jawab Thomas dengan jujur .
" oh kalo Vinno ?"
__ADS_1
" em Vinno anak yang periang tapi dia terlalu manja aku rasa dia lebih baik jadi tuan muda kaya saja yang menikmati harta orang tua dan tidak cocok untuk mengambil alih perusahaan bisa-bisa dia malah membuatnya bangkrut dalam sekejap "
Luis dan Thomas tertawa bersama sambil membanding-bandingkan ketiga bocah itu, namun mereka tidak sadar jika Vinno mendengarkan perkataan mereka sebab Vinno sudah bangun sedari tadi .
Berawal dari percakapan kedua pria itu lah yang perubahan besar dalam kehidupan ketiga anak itu .
Ranti membawa bayi Ara masuk kedalam kamar nya sedangkan Adrian dan kedua pria dewasa itu pergi membantu mengurus ketiga anak laki-laki itu .
Saat menidurkan Vinno tiba-tiba memeluk tubuh Adrian dengan erat " Vinno are you okay ? " tanya Adrian .
" Vinno baik saja dad , aku sayang daddy" lirih Vinno
"Daddy juga sayang Vinno , okay kamu harus tidur karena besok sekolah " Adrian mencium kening putra tirinya sambil mengelus puncak kepala nya , Vinno tersenyum dan perlahan memejamkan matanya .
Adrian menghampiri Thomas yang menunggu nya di depan pintu kamar anak-anaknya.
" Thomas mengapa kamu di sini? " tanya Adrian
" karena aku ingin berpamitan padamu sebab aku akan kembali besok tapi untuk sementara Nathan akan tinggal bersamamu karena dia ingin menghabiskan waktu liburannya bersama keluarga nya " jelas Thomas .
" oh untuk apa terburu-buru ? apa terjadi sesuatu ? " selidik Adrian .
" iya ada sedikit masalah pribadi yang harus aku selesaikan " setelah pembicaraan singkat itu keduanya kembali ke kamar masing-masing .
Di rasa sang ayah sudah pergi Vinno kembali membuka matanya, dia mencari sebuah buku yang berisi nomor telpon milik Arya yang sengaja Arya tinggalkan padanya tanpa sepengatahuan Ranti dan keluarganya yang lain.
Vinno mengendap-endap keluar dari kamarnya menuju ruang tengah dimana ada telepon rumah di sana .
dengan pelan VInno menekan nomor telepon Arya mencoba menghubungi sang ayah " halo , dengan siapa ini ? " jawab Arya yang saat itu masih sibuk mengurus beberapa pekerjaan miliknya .
" papa , ini Vinno " Arya merasa senang saat putranya menghubungi dirinya .
di saat itu lah Vinno meminta sang ayah datang menemui dirinya , Arya juga ingin pergi ke rumah mantan istrinya untuk memberi ucapan selamat pada Ranti dan Adrian atas kelahiran putri mereka jadi Arya mengatakan jika dia hari lagi Arya akan pergi menemui putranya .
setelah berhasil menghubungi ayah kandungnya Vino kembali ke kamar dan tidur .
__ADS_1