ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 56


__ADS_3

Ranti telah menyiapkan makan malam untuk keluarganya .


kali dia memasak memasak steak Wagyu di tambah beberapa potong sayur seperti wortel dan jagung yang bersama mash potato yang kemudian disiram dnegan saus barbeque , juga lasagna .


mereka berlima makan malam dengan tenang sampai akhirnya ketiga ank itu selesai dan pergi menonton tv , Winda membuka percakapan dengan Ranti tentang Adrian .


" siapa dia ? " tanya winda


" maksud mama?" tanya Ranti yang tidak mengerti .


" lelaki tadi siapanya kamu?" tanya winda lagi .


" tadi mama udah kenalan kan, dia itu cuma temen aku ma " jawab Ranti .


" bohong , dia pasti lelaki yang sedang mengejar kamu kan " kata Winda


" uhuk " Ranti pun tersedak


" mama mendukung kok kalo kamu sama dia " membuat Ranti menghentikan makan nya .


" ma , Ranti gak ada pikiran ke situ ma Ranti mau fokus ngurus anak Ranti aja " jelas Ranti


"Ranti sampai kapan kamu hidup sendiri terus setidaknya biarkan ada orang lain di sisimu agar beban mu lebih ringan sayang dan juga anak-anak butuh figur seorang ayah Ran , kamu tahu sendiri kan bagaimana Nathan di bully di sekolahnya " kata Winda


" tapi ma, Ranti takut dikhianati lagi ma " jawab Ranti .


" sayang gak semua orang sama seperti Arya mungkin Adrian lebih baik dari Arya dan mama lihat kalian berdua serasi " kata Winda


drt drt ponsel Ranti bergetar .


Ranti membuka pesan yang ternyata dari Adrian yang menanyakan tentang perjalanan nya .


Ranti menjawab jika dia sudah sampai rumah dan sedang makan malam .


ada panggilan masuk dalam layar hp nya yang ternyata Adrian menghubunginya .


" halo Ranti " sapa Adrian


" ada apa ? " tanya Ranti cuek .


" aku merindukan mu " goda Adrian


"ishh baru tadi siang kita ketemu " jawab Ranti, sedangkan Adrian tertawa .


" berikan alamat rumah mu , akan akan pergi ke sana " sambung Adrian


" tidak perlu " jawab Ranti


" iya sudah aku akan mencari tahu sendiri, saat kita bertemu jangan lupa memberiku hadiah iya " kata Adrian .


" hadiah ? " Ranti bingung.


" iya hadiah ,, sebuah ciuman mungkin " goda Adrian lagi

__ADS_1


" sudah lah jangan ganggu aku " Ranti pun mematikan panggilan Adrian .


" menyesal sekali aku memberikan nomor ku padanya " keluh Ranti .


Setelah itu Ranti kembali memakan makanannya , selesai makan dia pun kembali ke kamarnya dan menyelesaikan pekerjaan nya . hingga dia tertidur karena lelah .


Ranti yang merasa terlalu lelah karena pekerjaan memutuskan untuk tidak pergi ke kantor . Namun ponsel milik kembali berdering ternyata kliennya menghubunginya dan meminta untuk bertemu di sebuah restoran.


Ranti pun bersiap-siap dia pun pergi dengan memakai rok selutut berwarna hitam dan blouse berwarna peach dengan rambut panjangnya yang terurai serta riasan make up dengan look natural namun terkesan elegan.


Ranti pun berangkat menuju tempat tersebut. Sesampainya di sana di melihat pria berkacamata itu telah menunggunya dia pun berjalan ke arah pria itu lalu duduk di sebrang nya mereka saling berhadapan .


" maaf membuat anda menunggu " kata Ranti sopan .


" tidak apa-apa nona, saya juga baru saja sampai " kata pria berkacamata tersebut.


" em katanya bos anda ingin bertemu langsung dengan saya , kalau boleh saya tahu di mana dia sekarang " tanya Ranti


yang penasaran dengan sosok yang membuat nya harus bekerja lembur demi orang itu.


" dia sedang keluar sebentar lagi pasti datang " jelas pria itu. sambil menunggu Ranti pun mengotak atik ponselnya sambil melihat sosmed nya.


tak selang beberapa lama seorang pria dengan setelan jas yang rapi datang kehadapan mereka.


" ah maaf aku sedikit terlambat " ucap pria itu ,nada suaranya terdengar familiar yang membuat Ranti yang saat itu bermain ponsel pun melihat sosok pria tersebut dan ternyata dia adalah Adrian .


" kamu lagi " Ranti tidak menyangka bertemu dengan pria itu lagi .


" bos kamu dan nona sudah saling kenal ?" tanya pria berkacamata itu .


" kamu ngapain di sini? " celetuk Ranti .namun Adrian hanya tersenyum


" hehe iya ,, mulai sekarang panggil dia nyonya bos " titah Adrian .


" hah nyonya ?" Ranti


" iya kan sebentar lagi kamu akan menjadi istriku " blush pipi Ranti merona mendengar Adrian berkata seperti itu namun dia segera menyadarkan pikirannya .


" jadi dia bos kamu ? pantas saja banyak yang mundur pasti mereka malas meladeni pria sinting seperti dirinya " sindir Ranti .


" ayolah honey masa aku yang tampan ini kau bilang sinting " kata Adrian tak terima .


pria berkacamata itu hanya menjadi pendengar di antara kedua manusia yang saling bertengkar.


hingga akhirnya mereka menyudahi nya dan mulai membahas tentang pekerjaan .


setelah selesai Adrian pun mentraktir Ranti makan siang sekaligus .


setelah selesai makan Ranti berniat pergi namun Adrian mencegahnya .


" ada apa lagi ?" tanya Ranti .


" dimana hadiah ku ?" ucap Adrian dengan manja .

__ADS_1


" aku tidak punya " jawab ranti ketus .


" huh baiklah malam nanti aku akan pergi ke rumahmu untuk menagih hadiah untuk ku " kata Adrian kemudian berdiri dan membisikkan sesuatu di telinga " jangan lupa berdandan " kemudian pergi meninggalkan Ranti . wajah Ranti menjadi merah se merah tomat .


" bisa ikutan gila aku " batinnya .


sedangkan Adrian yang berada di dalam mobil bersama asistennya itu tampak terlihat senang .


" tumben kamu bisa sesenang ini " tanya pria berkacamata itu .


" entahlah sejak bertemu dengannya hidup ku menjadi lebih baik Theo " kata Adrian yang pada asistennya yang ternyata sahabat Adrian .


" iya aku harap kamu hidup bahagia dan melupakan masa lalu mu yang kelam itu " Theo memberi nasihat .


Theo adalah sahabat sekaligus asistennya Adrian . Theo seorang yang pemalu dan saat bekerja dia akan bersikap sopan pada Adrian namun saat mereka hanya berdua Theo menjadi biasa kepada Adrian baik ucapan dan tindakannya .


" iya semoga saja begitu " batin Adrian .


mereka berdua pun kembali ke kantor untuk bekerja.


" shit ! sial sekali diriku sudah mendapatkan klien yang cerewet yang ternyata dia orang sinting yang terus mengejar ku huh " pekik Ranti sambil menyetir mobilnya.


Ranti kini telah berada di rumahnya dia melihat sebuah mobil hitam di depan rumahnya dia berfikir mungkin itu mobil Doni , dengan santai dia masuk ke rumah namun dia melihat Arya yang sedang bermain dengan ketiga putranya itu .


" apa-apa an ini ? kenapa kamu bisa tahu rumah ku " bentak Ranti kepada Arya .


Nathan pun membawa kedua adiknya pergi ke halaman samping untuk bermain .


Ranti melihat sekeliling dia tak melihat Winda .


" Tante Winda sakit dia sedang pergi ke dokter di antar Doni , anak-anak aku yang jaga " jawab Arya cepat .


" lalu kenapa kamu bisa ke sini? " selidik Ranti tidak percaya.


" iya aku tadi ketemu Doni di jalan jadi aku mengikutinya dan ternyata dia ke sini " Arya pun mendekat ke arah Ranti namun Ranti berjalan mundur .


" Ran aku tahu kamu marah sama aku , tapi bisa kah kita bicara baik-baik terutama tentang masalah anak kita "


" anak kita ? mereka adalah anak-anak ku Arya " tegas Ranti dengan penuh penekanan di setiap kata.


" tapi dalam darah mereka juga mengalir darah ku Ranti kenapa kamu tidak memberitahuku jika kamu melahirkan anak kembar Ran " kata Arya penuh penyesalan .


" untuk apa aku harus memberitahumu bukannya dirimu yang bilang jika mereka bukanlah milikmu Arya , dan itu memang benar mereka bukanlah anak mu jadi kamu tidak usah repot-repot mengurusi mereka dan lebih baik kamu pergi dari sini " teriak Ranti mengusir Arya .


" Ranti kamu sudah berubah , Ranti yang ku kenal tidak akan sangat kasar seperti ini " sindir Arya pada Ranti


" hahaha , kenapa memang ? jika aku tetap sama seperti dulu itu artinya aku yang terlalu bodoh Arya ! sudah lah cepat pergi dari sini aku tidak mau orang lain berfikir macam-macam tentang kita " dengan kesal Arya pun pergi dari tempat Ranti.


saat Arya memasuki mobil miliknya Ranti tiba-tiba berada di depan pagar . Arya berfikir Ranti telah berubah pikiran namun ternyata dia salah .


" oh iya jangan datang lagi ya mantan suami ku yang brengsek ! " teriak Ranti lalu menutup pagar rumahnya .


" brengsek ? awas saja kamu Ranti " Arya pun segera memacu mobilnya meninggalkan rumah Ranti .

__ADS_1


__ADS_2