
setelah selesai makan sinta dan brian memutuskan untuk kembali ke kantor.
mereka disibukan oleh beberapa berkas karena weekend mereka akan mengambil ijin untuk pergi kerumah sinta.
jam menunjukan pukul 17.00 sinta menutup laptop nya dan bersiap-siap untuk pulang. brian sudah menunggu di depan pintu nya untuk mengajak pulang bareng.
"ayo sayang aku antar" ucap brian menggandeng sinta
sinta hanya diam saja di perlakuan seperti itu.
sesampainya di rumah kontrakannya sinta langsung membersihkan badan nya. sedari tadi sinta memikirkan tentang apa yang akan di katakan orang tua nya nanti.
" semoga besok berjalan lancar " ucap sinta.
tak lama hp nya oun berbunyi bertuliskan brian.
"hallo sayang "
" iya ada apa mas "
" besok aku jemput jam 6 ya, biar gak kesiangannya sampainya " ucap brian di telfon
" baik sayang " ucap sinta menutup telfon nya.
perasaanya saat ini sedang kacau, sinta masih di ikuti rasa trauma.
hp sinta pun kembali berbunyi, di lihat tidak ada nomer sinta malas mengangkatnya. tetapi nomer itu menelefon terus sinta takut kalau ada yang penting akhirnya diangkatlah nomer itu.
" hallo" ucap sinta
" maafkan aku sin " ucap suara lelaki
" maaf ini dengan siapa ya " ucap sinta kembali
" maafkan aku sinta " lelaki itu berucap sama sinta jadi bingung, karena takut dia mematikan hp nya. sinta Mengingat-ingat itu seperti suara dion.
" untuk apa dia menghubungi ku lagi, dan kenapa suara nya tadi sangat lirih dan kesakitan, bukannya aku sudah bilang sama brian untuk tidak menyakiti nya " gerutu sinta sendiri di dalam kamar, karena begitu banyak fikiran sinta jadi pusing dan mencoba untuk tidur.
*****
pagi hari sinta bangun dengan begitu fresh nya. dia begitu semangat karena hari ini akan bertemu dengan kedua orang tua nya. pagi-pagi sekali sinta sudah bersih-bersih rumah dan bersiap-siap untuk pulang.
klakson mobil pun terdengar sinta bergegas keluar menggunakan dress pendek dengan motif bunga. sinta terlihat sangat cantik memakai Dress yang digunakan dengan makeup tipis.
" selamat pagi " ucap sinta sembari masuk mobil.
" selamat pagi sayang" brian mengecup kening sinta.
" sudah siap" ucap brian
sinta mengangguk dengan semangat
mobil di lajukan dengan kecepatan standar. di dalam perjalanan mereka beberapa kali mengobrol dan bercanda. sampai akhirnya sinta memutuskan untuk menceritakan semua kejadian yang dia alami, sinta tidak mau ada rahasia diantara dirinya dan brian
__ADS_1
" sayang " sinta menghadap ke brian yang sedang menyetir.
"iya sayang " ucap brian sambil menyetir
" aku mau katakan sesuatu"
" apa? "
" beberapa hari ini dion datang lagi, maksudnya hubungi aku mas "
brian kaget mendadak mengijak rem mobil dengan cepat
" Astgfirulloh " ucap sinta
" maaf-maaf sayang, aku tidak sengaja " ucap brian karena membuat sinta kaget juga.
" lebih baik kita cari sarapan dulu dan membicarakan masalah ini disana" ucap sinta.
brian pun setuju dan mencari makanan yang terdekat dari tempatnya.
tak jauh dari tempat tadi ada rumah makan sederhana. brian menghentikan mobil di depan rumah makan itu. mereka pun turun, sinta mengikuti brian yang sedari tadi diam. saja.
setelah memesan beberapa menu mereka saling pandang.
sinta dengan rasa ketakutan memegang tangan brian.
"kamu percaya dengan ku kan" ucap sinta pelan supaya tidak di marahi brian
brian menggeleng
"apa aku boleh bertanya? " Tanya sinta
" ya tanyalah "
"apa sewaktu dulu aku minta kamu untuk tidak melakukan apapun ke dion itu kamu lakukan mas?" tanya sinta.
"iya aku lakukan tapi ntah sekarang dia dimana aku pun sudah tidak tahu yang jelas kalau dia berani mengganggumu aku akan patahkan tangan dan kaki nya " ucap brian
pembicaraan mereka terhenti karena makanan mereka sudah datang.
setelah mereka selesai makan, mereka melanjutkan perjalanan karena masih beberapa jam lagi.
brian yang melihat kekasihnya cemas langsung mengambil tangannya.
"tenanglah tidak akan ada apa-apa " ucap brian.
sinta merasa lebih tenang mendengar ucapan brian dan tak lama dia tertidur.
beberapa jam berlalu sampailah di rumah sinta.
"sayang bangun kita sudah sampai " ucap brian mengusap pipi sinta
sinta yang merasa pipinya ada yang memegang langsung bangun.
__ADS_1
"sudah sampai ya, maaf ya malah ku tinggal tidur"
" tidak apa-apa sayang, yuk kita keluar itu lihat orang tua mu sudah di depan rumah " ucap brian
mereka pun keluar dan di sambut oleh kedua orang tua nya, mereka bersalaman dan mencium tangan kedua orang tua sinta bergantian.
"ayo masuk nak " ucap ibu sinta
mereka pun masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.
"ibu kebelakang sebentar ya nak? " ucap ibu sinta ramah.
"ibu aku ikut " ucap sinta.
mereka berdua di dapur menyiapkan cemilan dan minuman.
diruang tamu brian mencoba membuka pembicaraan dengan bapak sinta.
"om saya datang kesini ada ada yang mau saya bicarakan dengan om " ucap brian
bapak sinta yang mendengar itu takut kalo sinta berbuat aneh-aneh disana dan di kembalikan ke rumah.
"ada apa nak, apa sinta membuat kesalahan? "ucap bapak sinta khawatir
"tidak om tidak seperti itu, sinta sangat baik disana, saya mau bilang kalau saya mencintai anak om, saya ingin menikahi nya om "ucap brian dengan lantang.
"syukur lah nak kalo sinta tak membuat kesalahan, tapi apa tidak terlalu cepat nak brian mengambil keputusan? sinta seorang janda nak, bagaimana tanggapan rekan kerja nak brian kalo tahu? " ucap ayah sinta
belum sempat di jawab sinta dan ibu nya pun datang.
"ini di minum dulu nak " ucap ibu sinta
"terimakasih tante " ucap brian
"bu duduklah dekat bapak, nak brian tadi bicara sesuatu " ucap bapak sinta
" bicara apa nak " ucap ibu sinta
" saya mencintai anak tante, saya berniat menikahi sinta tan, apa tante merestui kami "
kedua orang tua sinta saling pandang " ibu bagaimana sinta saja nak, tapi ibu senang karena kamu berani mengatakan depan ibu dan bapak sendiri "ucap ibu sinta
" bagaimana nak? " tanya ayah sinta kepada sinta
" aku juga mencintai nya yah, tapi jika ibu dan ayah tidak berkenan aku tidak akan menikah dengan nya yah, aku tidak mau melakukan kesalahan bodoh kedua kali nya, karena dulu aku menentang ayah dan ibu " ucap sinta
belum ada jawaban yang pasti tiba-tiba adik sinta menangis kelaparan.
" sebaiknya kita makan dulu " ucap ibu sinta.
mereka pum pergi meninggalkan ruang tamu dan menuju keruang makan bersama-sama.
brian sudah kedua kali nya ini makan bersama keluarga sinta.
__ADS_1
semoga teman-teman tidak bosan membaca novel ku, jangan lupa vote nya ya temen-temen
terimakasih.