
Doni telah tiba di rumah Bella disusul orang tua Bella juga hadir di sana dan menatap pilu melihat tubuh Bella yang terbaring di peti dengan gaun berwarna putih serta riasan make up yang tak bisa menutupi wajah pucat Bella . orangtuanya menangisi kepergian Bella begitu juga Doni yang terlihat linglung , Ranti dan Arya mencoba menguatkan Doni , bayi yang berada di dekapan Ranti menangis segera Doni merebut bayi itu dari Ranti dan menggendongnya sambil menciumi bayi itu .
tak lama keluarga besar Arya datang di situ istri Doni yang tak lain adalah Kakak Arya merasa kasihan melihat suaminya yang begitu kehilangan, Nita telah mengetahui semua dari cerita Arya . Nita berjalan mendekati suaminya dan berusaha menenangkannya , Doni memeluk Nita dan menangis dalam dekapan sang istri.
" padahal aku sudah berusaha agar di tak menderita tapi kenapa malah begini akhirnya ? kenapa dia meninggalkan aku Nita ? kenapa dia lebih memilih mengakhiri hidupnya? " Nita hanya bisa mengelus punggung Doni .
" kak Doni , Bella menulis sebuah surat untuk mu " sambil menyodorkan surat itu kemudian Doni segera membacanya . Doni pun mengetahui salah satu alasan kematian Bella adalah dirinya .
Doni segera memeluk mayat Bella dan menciumi puncak kepala Bella yang dingin. Nita memungut lembaran kertas itu dan membacanya , setelah membaca dia tidak tahu entah harus bersikap bagaimana dia saat ini entah dia harus senang karena wanita yang mencintai suaminya telah meninggal atau sedih karena melihat suami nya yang begitu kehilangan adiknya sekaligus wanita yang mencintai dirinya . akhirnya pemakaman Bella pun di lakukan .
Seusai melakukan pemakaman untuk Bella , Ranti dan Arya segera menuju rumah mereka dengan membawa natahn bersamanya meskipun Doni bersikeras ingin merawat anak Bella begitu juga dengan orang tua Bella namun karena wasiat yang di tinggalkan Bella akhirnya mereka mengalah dan membiarkan nathan di bawa oleh Ranti dan Arya .
Arya langsung bergegas membeli semua kebutuhan Nathan dan yang lainnya dia bawa dari rumah Bella karena sayang jika tidak digunakan .
Ranti memberikan susu formula untuk Nathan dengan penuh kasih sayang sambil terus menggendongnya agar segera tertidur . setelah nathan memejamkan matanya Ranti menidurkan bayi mungil itu di sebelah Arya yang telah lebih dulu memejamkan matanya .
Ranti begitu bahagia karena keluarganya terasa lengkap meskipun Nathan bukanlah anak yang lahir dari rahimnya sendiri . Ranti merebahkan dirinya di samping Nathan dan diapun tertidur .
suara tangisan bayi terdengar begitu kencang , Ranti mengucek matanya perlahan dan kemudian bangun dari tidurnya dia melihat Arya sedang menggendong Nathan yang sedang menangis saat tengah malam .
" sst sayang udah ya jangan nangis kan ada papa , kasian mama kamu nabati dia bangun " kata Arya begitu lembut kepada bayi yang berada di gendongannya .
Ranti tersenyum kemudian bangun dan mendekati Arya dan nathan . Arya sedikit terkejut karena istrinya telah bangun .
__ADS_1
" sini biar aku saja " sambil mengambil alih gendongan Arya pada nathan , beberapa menit Ranti menggendongnya Nathan pun kembali tertidur .
" sepertinya dia lebih menyukai dirimu " sambil mencium pipi Nathan .
" pelan-pelan nanti dia bangun " seru Ranti lirih . Arya menatap Ranti kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Ranti .
cup cuiman mendarat di pipi Ranti sebelah kanan . Ranti merona hanay karena ciuman itu .
" sayang , boleh kan ?" rengek Arya sambil memeluk tubuh Ranti dari belakang .
Ranti yang sudah tahu maksud Arya pun menggelengkan kepalanya dengan alasan dia takut nathan kembali bangun, Ranti pun menidurkan kembali Nathan dengan Arya yang terus sibuk mengikutinya .
kemudian
" emphh" desahan Ranti keluar dari mulut nya karena Arya yang mencium leher Ranti .
Ranti hanya mengangguk.
Arya pun mengendong Ranti ke Arya sofa dan menjatuhkannya di sana kemudian , Arya membuka kaos dan celana nya .
kemudian kembali ******* bibir Ranti , keduanya hanyut dalam permainan itu hingga menjelang pagi.
Suara tangisan bayi mulai kembali terdengar , Ranti kembali membuka matanya dan melihat Nathan yang menangis. Ranti mencium bayi itu dan kemudian dia melihat jika celana Nathan basah . Ranti tersenyum , dia mengambil popok dan celana bayi yang bersih , sambil terus berbicara banyak hal kepada bayi itu dia mengganti popok yang sudah basah dengan yang baru .
__ADS_1
Nathan kecil merasa lebih nyaman dan berhenti menangis.
" ihh jadi itu alasan kamu menangis hemm, anak mommy ini ternyata suka kebersihan iya " sambil mengecup lembut tangan Nathan . bayi hanya menatap wajah Ranti .
" Arya bangun ! sudah pagi ini " kata Ranti.
Arya membuka mata nya lalu mengubah posisi tubuhnya menyamping dan dia mendekat ke arah Nathan , mencium byi itu sambil terus menggelitik badan bayi itu yang alhasil membuatnya mendapat cubit di pinggang nya oleh sang istri juga membuat Nathan kembali menangis . Ranti segera menyuruh Arya bangun dan mandi .
sedangkan ranti menggendong Nathan dan pergi ke dapur untuk membuatkan susu untuk Nathan .
Setelah hari itu Ranti dan Arya memutuskan untuk mengadopsi Nathan sebagai anak mereka sesuai hukum yang berlaku dan mengurus semua berkas tersebut . Doni dan orang tua Bella juga sering mengunjungi Nathan , hingga suatu ketika Doni menyerahkan tanggung jawab untuk kepada Ranti untuk mengelolah beberapa usaha milik Bella yang di wariskan kepada nathan berhubung Ranti adalah orang tua Nathan saat ini. awalnya Ranti menolak namun akibat paksaan Doni dan kedua orang tua pun akhirnya Ranti menerima itu semua tak hanya itu Ranti kini juga di angkat sebagai putri angkat keluarga mereka Ranti begitu senang karena mendapatkan kan keluarga baru .
Karena Nathan masih kecil , Ranti memutuskan untuk mengundurkan dirinya dari kantor dan lebih memilih merawat Nathan sambil merintis usaha barunya mendirikan sebuah butik dari hasil penjualan rumah dan tanah peninggalan ibunya dan juga mengelolah usaha milik Bella .
selain itu Ranti dan Arya juga melakukan penundaan memiliki anak mereka sendiri demi mencurahkan kasih sayang mereka kepada Nathan hingga Nathan cukup umur untuk memiliki seorang adik.
Namun karena kesibukan nya Ranti dan Arya jadi jarang memiliki waktu yang mereka habis kan untuk berdua . karena Arya yang sibuk di kantornya sedangkan Ranti sibuk mengurus Nathan dan pekerjaan barunya.
Namun kedua nya saling memaklumi hal tersebut dan mereka memanfaatkan waktu yang itu untuk saling menyalurkan perasaan mereka meski terkadang harus terganggu akibat tangisan Nathan .
" sayang , aku kangen kamu" bisik Arya kepada Ranti yang telah memejamkan matanya.
" ehmn, kangen? kan tiap hari ketemu" jawab Ranti sambil tetap memejamkan matanya.
__ADS_1
" emm , kangen yang itu lini loh " sambil menunjuk bagian bawah Ranti .
" aku capek Arya , besok aja iya " mohon Arya . namun Arya sudah tak tahan segera mengangkat tubuh Ranti dan membawanya ke kamar sebelah .