ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 66


__ADS_3

di tengah lamunannya Mia di kaget kan dengan Julia yang terus memanggilnya, seketika Mia kembali tersadar dan dia pun mengajak Julia menemui Arya untuk mengajak nya pulang.


disaat yang sama ternyata Martin tengah bercengkrama dengan Arya keduanya terlihat akrab .


" ayah " teriak Julia sambil berlari ke arah Arya dan Martin , keduanya menoleh secara bersamaan , baik Arya maupun Martin tersenyum ke arah Julia , Julia berlari ke arah Arya dan langsung memeluk tubuh ayahnya itu. seketika hati Martin serasa teriris melihat putrinya memanggil orang lain sebagai ayahnya .


" ayah , bunda mengajak kita pulang ke rumah " ajak Julia dengan manja .


" sebentar lagi iya sayang ayah lagi ketemu teman lama " jelas Arya .


Julia melihat Martin yang hanya diam menatapnya .


" paman kan yang tadi sama bunda " ucap Julia polos .


Arya mengernyitkan alis nya .


" bener yang dia katakan ?" tanya Arya pada Martin .


Martin berkata " iya tadi aku bertemu dengan mereka dan aku menyapanya , kau tak keberatan kan?"


Arya terkekeh


" iya gak lah " jawab Arya .


Mia memanggil Arya dan Julia untuk segera pulang , Mia tak ingin berada di dekat Martin karena dia takut jika Martin membicarakan hubungannya dengan Mia . namun Arya malah terus berbicara dengan Martin .


" apa sih yang sedang mereka bicarakan " gerutu Mia sambil melipat tangan nya .


sesekali Martin tampak menggoda Julia, Julia adalah anak yang tidak mudah cepat bergaul dengan orang asing namun berbeda dengan Martin, hal itu diam-diam di perhatikan oleh Arya , sedang kan Mia yang melihat dari kejauhan terus merasa cemas dan Mia memutuskan untuk menghampiri mereka bertiga .


" sayang ayo kita pulang " ajak Mia sambil menggandeng lengan Arya dengan manja seakan memberitahu Martin jika dirinya sudah tidak ada harapan .


Martin hanya tersenyum


" istri mu kelihatannya sudah lelah , sebaiknya kau pulanglah , kapan-kapan kita ketemu lagi " ucap Martin.


Arya melirik Mia dan segera menarik tangan nya dari Mia .


" gimana kalo kamu ikut kami saja , dari pada kamu menginap di hotel " ajak Arya .


" kenapa Arya malah mengajak nya juga sih ?" batin Mia cemas .


" ah tidak usah , aku takut mengganggu waktu mu dan keluarga mu " tolak Martin


" gak papa kok, Julia pasti senang jika kamu mau ikut bersama kami, iya kan sayang " Julia pun mengangguk .


" baik lah jika kalian memaksa " akhirnya mereka berempat pun pulang ke rumah lama Arya .

__ADS_1


sesampainya di rumah Arya segera menyuruh pembantu untuk menyiapkan kamar untuk Martin , sedangkan Arya membawa Julia ke kamar untuk menidurkannya .


kini hanya tinggal Mia dan Martin yang berada di ruangan itu .


dengan menahan kekesalan nya Mia mendekat ke arah Martin .


" jangan harap dengan mendekati Arya kamu bisa merebut Julia dari ku " ancam Mia sambil menyusul Arya ke dalam kamar mereka.


" aku tak akan merebutnya darimu tapi kamu sendiri yang akan membuat putriku kembali padaku , saat itu bukan hanya Julia yang akan meninggalkan mu bahkan suami mu itu juga akan pergi dari mu, saat itu kamu akan merasakan apa yang selama ini aku rasakan " batin Martin , pembantu segera mempersilahkan Martin ke kamar yang sudah di siapkan . Martin pun pergi ke dalam kamarnya .


keesokan harinya di kediaman Wanda , suasana yang begitu ramai akibat ulah Adrian dan ketiga bocah laki-laki itu yang sedang sibuk bermain.


sedangkan Ranti dan Wanda sedang menyiapkan sarapan untuk mereka semua . kegaduhan yang Adrian dan ketiga anak itu lakukan membuat Ranti menjadi terusik dan geram hingga membuatnya pun harus menghampiri mereka untuk tidak terlalu berisik .


bukannya diam adrian malah menggelitik tubuh Ranti hingga Ranti tak bisa menahan tawa nya .


" Adrian hentikan" teriak Ranti namun tak dianggap oleh Adrian , sedangkan Vino dan Verro pun tak terima jika ibunya di ganggu pun memukuli Adrian .


Wanda yang melihat pemandangan itu pun tertawa dan merasa senang karena rumah yang dulunya sepi kini terasa lebih hidup .


" sudah ,, cukup ,, perut ku sakit " rengek Ranti pada Adrian , Adrian menghentikan nya .


" paman jahat , mommy sampai kesakitan" omel Vino memarahi Adrian .


Adrian meminta maaf pada Ranti yang sudah kesal mengabaikan Adrian dan membawa anak-anak nya untuk segera sarapan .


" oke aku maafkan tapi jangan di ulangi lagi, ayo sarapan " ucap Ranti , Adrian pun menyusulnya dan duduk di sebelah Ranti .


mereka semua sarapan bersama .


" kapan kamu akan berangkat ?" tanya Ranti kepada Adrian .


" nanti sore , kamu mau ikut ?" jawab Adrian .


Ranti melirik ke arah Wanda.


" maaf nak Adrian, kami masih harus pergi ke suatu tempat jadi kamu duluan saja, nanti kami menyusul " jelas Wanda .


Ranti hanya mengangguk .


"kalo begitu jika kalian ingin pulang kalian hubungi saja asisten ku nanti biarkan dia menyiapkan pesawat untuk menjemput kalian " jelas Adrian .


" tidak usah kami bisa memesan penerbangan sendiri " jawab Ranti cepat .


" gak boleh , aku gak mau terjadi sesuatu dengan kalian , apalagi kamu bawa anak-anak , sudah lah nanti kamu hubungi Theo saja " titah Adrian terlihat tegas.


" tapi ,, " perkataan Ranti terpotong karena Wanda memberi isyarat untuk tidak membantah Adrian .

__ADS_1


" iya sudah terserah kamu saja " Ranti berdiri dari tempat duduk nya kemudian pergi mencuci piring .


sedangkan Adrian hanya memperhatikan Ranti yang pergi, dia merasa jika Ranti keberatan dengan pendapatannya .


Adrian berniat menyusul Ranti namun di cegah Wanda.


" sudah lah biarkan saja, Ranti memang seperti itu dia selalu berfikir untuk tidak merepotkan orang lain , nanti biar aku saja yang membujuknya iya " kata Wanda . Adrian pun setuju dia mengajak anak-anak pergi keluar sedang kan Wanda dan Ranti membersihkan dapur.


Adrian dan ketiga anak Ranti telah selesai jalan-jalan ke taman bermain di kota itu tanpa Ranti , Adrian menjaga mereka dengan baik meski ketiga anak itu banyak maunya dengan sabar Adrian menjaga mereka .


jam tiga sore mereka pulang . disana Theo yang datang menjemput Adrian harus menunggu sampai Adrian tiba di rumah Wanda , sejam lebih dia menunggu akhirnya Adrian tiba dengan wajah yang kusut dan kelelahan sedangkan ketiga anak itu masih begitu bersemangat .


" dari mana saja ! menyuruh ku tepat waktu tapi malah kamu nya gak ada " kesal Theo .


" lagi nyenengin anak " jawab Adrian sambil berjalan masuk ke kamarnya .


Theo tersenyum .


Ranti menghampiri Theo .


" bapak kenapa senyum-senyum sendiri ?" tanya Ranti .


" eh jangan panggil bapak panggil Theo saja , itu aku heran aja sama Adrian yang suka menyendiri sekarang tiba-tiba suka dengan anak-anak " jelas Theo .


" menyendiri? tapi Adrian seperti orang yang gampang bergaul dan tidak ada kesan seperti yang anda katakan " kata Ranti .


" mungkin karena dia bersama mu, sudah lah nanti lama-lama kamu akan tahu seperti apa Adrian sebenarnya tapi apapun kekurangan nya aku harap kamu bisa terus menemaninya " jawab Theo .


" maksud bapak apa?" Ranti tak mengerti dengan maksud perkataan Theo . belum sempat Theo menjawab .


Adrian telah keluar dengan celana jeans hitam dan jaket senada dan kaos putihnya .


" ayo berangkat " ajak Adrian sambil memberikan kopernya pada Theo pun membawa koper itu keluar sedangkan Adrian berpamitan kepada Wanda dan ketiga anak itu dan yang terakhir kepada Ranti .


" aku duluan iya , ingat kamu sekarang milik aku jadi jangan dekat - dekat dengan pria lain apalagi dengan Arya " Adrian memberi peringatan .


" siapa juga yang milik kamu " Ranti menjauhkan diri dari Adrian yang ingin memeluknya .


" iya sudah pokoknya ingat pesan ku , aku berangkat dulu iya " Ranti mengangguk .


cup


Adrian mencium kening Ranti .


Adrian dan Theo pun pergi dari rumah itu .


ketika semua nya telah masuk ke dalam rumah , Ranti masih berada di luar , seakan tak ingin berpisah dengan Adrian .

__ADS_1


namun Ranti terlalu gengsi untuk mengungkapkan nya secara langsung .


__ADS_2