
pagi harinya Ranti segera mengunjungi rumah Adrian berharap sang pemilik sudah ada di rumah namun saat di depan rumahnya masih terlihat kosong .
Ranti dengan kecewa kembali ke dalam rumahnya , dia segera bersiap untuk pergi menuju kantor , tapi saat di perjalanan dia malah memilih jalan menuju kantor Adrian .
Ranti terus kepikiran tentang Adrian apalagi setelah kejadian semalam Ranti takut Adrian salah paham dengannya jadi Ranti memutuskan untuk menjelaskan semuanya pada Adrian .
setibanya Ranti di kantor Adrian dia langsung di sambut hangat oleh karyawan disana , suatu kebetulan juga saat itu Ranti bertemu Theo dan akhirnya Theo langsung mengajak Ranti menemui Adrian di ruangan nya .
saat Ranti masuk ke dalam ruangan Adrian . terlihat Adrian yang fokus menatap laptop di hadapannya sampai-sampai dirinya tak menyadari jiak ada Ranti di sana .
karena kedatangan nya diabaikan oleh Adrian membuat Ranti jengkel dia pun mendekat ke arah Adrian dan langsung duduk di hadapannya . sehingga membuat Adrian sadar jika Ranti suka ada di hadapannya . Adrian tersenyum melihat kehadiran Ranti .
" kenapa kamu tidak menjawab panggilan dari ku hm ?" omel Ranti namun terdengar manja bagi Adrian .
" maaf aku ketiduran " jelas Adrian .
" lalu kenapa pagi ini kamu juga tidak menghubungi ku ?" ucap Ranti lagi .
" oh itu karena aku bangun kesiangan dan terburu-buru jadi tidak sempat menghubungimu " jawab Adrian santai sambil sesekali melihat layar laptopnya yang masih menyala dan segera dia matikan.
" tumben kamu datang kemari?" tanya Adrian sambil menatap wajah Ranti .
" oh itu aku hanya ingin menjelaskan jika semalam aku tidak berniat bertemu dengannya aku hanya tidak sengaja bertemu di depan restoran dan karena kemarin dia sudah mentraktirku makan siang jadi aku hanya membalaskan saja " sambil menunduk .
" aku percaya " jawab Adrian singkat sehingga Ranti menatap Adrian heran .
" kamu tidak marah padaku ?" tanya Ranti .
Adrian menjawab pertanyaan itu dengan menggelengkan kepala.
Ranti merasa senang , saking senang nya dia yang saat itu duduk tiba-tiba berdiri dan memegang wajah Adrian dengan kedua tangannya sampai-sampai membuat Adrian hanya diam karena terkejut , Ranti dengan segera mengecup bibir Adrian sekilas .
" terima kasih, aku sungguh takut kamu salah paham dan marah padaku " jelas Ranti dengan wajah sumringah .
Adrian segera menarik tubuh Ranti yang saat itu berdiri di hadapannya sehingga Ranti terjatuh kedalam pelukan Adrian .
__ADS_1
" tapi kamu harus tetap di hukum " bisik Adrian di dekat telinga Ranti . kini posisi Ranti duduk di atas pangkuan Adrian.
" di hukum ? tapi aku tidak salah apapun " Ranti merasa tidak terima dengan Adrian .
" benarkah ? lalu kenapa sampai ada seseorang yang mengirimkan foto kalian berdua " sambil memperlihatkan foto Arya dan Ranti .
Ranti segera mengambil handphone Drian dan melihat sendiri kebenarannya .
" ini tidak seperti yang kamu kira, saat itu aku tak sengaja bertabrakan dengan seseorang dan aku terjatuh lalu Arya lah yang menolong ku " jelas Ranti .
" tetap saja kamu harus di hukum " dengan cepat Adrian langsung mencium bibir Ranti , Ranti tidak menolak dan malah mengalungkan tangannya ke bahu Adrian , ciuman itu beralih ke leher jenjang milik Ranti dan meninggalkan beberapa kissmark di sana Ranti mulai hanyut dalam perlakuan Adrian tanpa sadar jika Adrian kini telah membuka 3 kancing kemejanya dan beralih ke area di dalamnya .
untung saja handphone Ranti berbunyi dan segera mereka mengakhiri aktivitasnya itu, setelah selesai berbicara dengan penelpon Ranti pun berpamitan dengan Adrian . Adrian hanya bisa pasrah melihat Ranti pergi dari hadapannya meskipun dia juga kesal karena aktivitasnya terganggu .
tiba di kantor Ranti terlihat seorang pria berumur 50 an datang menemuinya , Ranti tahu jika itu adalah ayah Adrian karena memang keluarga terkenal di kota itu .
Ranti mempersilahkan ayah Adrian masuk ke dalam ruangannya, pria itu tampak tidak begitu menyukai Ranti terlihat sikap nya yang cuek padanya namun Ranti mencoba bersabar dan akhirnya pria itu mengungkapkan kedatangannya untuk menyuruh Ranti menjauhi Adrian.
" tolong tinggalkan dan jauhi Adrian " kata pria itu dengan tegas.
" kenapa anda begitu menginginkan saya berpisah dengan Adrian ? kami saling mencintai dan kami akan segera menikah " Ranti terlihat menentang pria itu.
" tuan apa anda tidak ingin melihat putramu sendiri bahagia ? lagipula saya dan Adrian berhak menentukan jalan hidup kami sendiri " jawab Ranti
" bahagia? dia akan bahagia jika kau menjauh darinya , aku tahu wanita seperti apa dirimu itu , apalagi kau seorang janda jangan harap aku membiarkan putraku menghidupi anak dari orang lain, dan ingat sampai kapan pun aku tak akan merestui hubungan kalian " pria itu kemudian pergi dari kantor Ranti .
Ranti terduduk lemas setelah mengetahui jika calon mertuanya begitu tidak ingin dia menikah dengan anaknya . Ranti terlihat bingung , karena bukan ini yang dia mau .
sedangkan saat dia perjalanan ayah Adrian mendapat telepon dari istrinya yang mengatakan jika Adrian memberikan sebuah surat undangan pernikahannya dengan Ranti kerumah nya . mendengar hal itu ayah Adrian langsung meminta sopir agar pergi ke kantor Adrian . sesampainya mereka disana dengan perasaan emosi ayahnya langsung menghampiri Adrian yang saat itu sedang berada di ruangannya .
di ruangannya Adrian tampak fokus bekerja sampai saat dia kemudian kaget kan oleh sebuah teriakan yang terdengar familiar di telinganya
" Adrian " teriak seorang laki-laki memasuki ruangan Adrian .
namun Adrian masih tetap berusaha fokus dengan pekerjaannya dan mengabaikan suara itu. mendenga rtidak ada tanggapan dari adria pria itu pun menerobos masuk .
__ADS_1
" belum cukup kamu membuat masalah hah ! sekarang kamu akan menikah i seorang janda yang tidak jelas asal usulnya itu ! apa kamu ingin mempermalukan nama keluarga kita ! " maki pria itu pada Adrian .
dengan santai Adrian berjalan ke arah orang itu yang tak lain adalah ayahnya sendiri.
" aku akan menikah dengan siapa pun itu terserah padaku aku tak butuh nasihat orang lain , kau bilang aku ingin mempermalukan nama keluarga ? sepertinya aku sudah lama membuang nama keluarga ku" ledek Adrian .
Dengan emosi pria itu berkata " dasar anak kurang ajar " sambil mengayunkan tangan nya berniat menampar Adrian namun tangan nya di hadang oleh Theo yang sat itu juga berada di sana.
" maaf paman, sebaiknya paman tahan emosi itu tidak baik untuk kesehatan paman, dan lagipula Ranti adalah wanita yang baik , aku yakin Ranti bisa membawa kebahagiaan pada keluarga kalian, lagipula Adrian adalah satu-satunya anak mu sekarang " jelas Theo .
" sudah cukup Theo jangan membelanya lagi, dia itu sudah membuatku kecewa , dia menghancurkan semua yang aku bangun dari nol bahkan dia telah membuat putriku meninggalkan diriku untuk selamanya dan sekarang dia sekali lagi ingin membuat malu keluarga, belum puas kah dia melakukan semuanya hah " bentak orang tua itu.
" kau bilang aku membuat malu keluarga ? apa salah nya dengan menikah hm? bukankan dirimu sendiri lebih hina ? kau sudah tua tapi malah bermain dengan wanita muda ? aku bisa saja dengan mudah memberitahu kan semuanya kepada mama " ancam Adrian .
" kau ! memata- matai ku " kaget pria itu.
" dengar pak tua, dengan ada atau tidak nya persetujuan mu aku akan tetap menikahinya " kata Adrian tegas .
pria tua itu dengan kesal pun keluar dari kantor Adrian .
Theo pun mencoba menenangkan Adrian .
" sudahlah nanti saat dia bertemu dengan Ranti pasti akan berubah pikiran " kata Theo .
" jika aku bisa aku tak akan membiarkannya bertemu dengan Ranti " jawab Adrian .
" kenapa ? " tanya theo .
" aku tau betul sifatnya , aku tak yakin dia akan menerima Ranti jadi mempertemukan mereka malah akan membuat masalah bagi diriku " jelas Adrian .
" lalu bagaimana dengan pernikahan kalian ? apa akan di tunda " tanya Theo .
" tidak tapi aku hanya ingin pernikahan ini bersifat tertutup , jangan sampai media tahu tentang pernikahan ku , aku tak peduli orang tua datang atau tidak yang jelas aku akan tetap melangsungkan pernikahanku dengan Ranti " kata Adrian .
" lalu bagaimana dengan resepsi pernikahan yang sudah kamu siapkan ? " tanya Theo .
__ADS_1
" batalkan saja semua nya , nanti biar aku jelaskan pada Ranti " imbuh Adrian .
setelah selesai dengan pekerjaannya Adrian segera pulang tak lupa dia menjemput Ranti di kantornya , rencananya karena dua hari lagi mereka akan segera menikah jadi Adrian menghabiskan waktu berdua dengan Ranti sebelum pernikahan juga membahas tentang perubahan acara pernikahan mereka.