
pagi ini aku masih dalam kamar ku tertidur pulas di atas ranjang ku yang nyaman hingga suara ribut membuat ku terbangun . Aku mendengar suara orang yang ku sukai sedang berteriak-teriak sontak aku langsung bangun dan pergi melihat nya dengan mata kepala ku sendiri apa yang sudah terjadi .
aku tiba di depan rumahnya yang jaraknya dekat yaitu di sebelah rumah baru ku, yah aku membeli sebuah rumah di sebelah tempat nya tinggal agar aku bisa bertemu dengannya setiap hari.
aku melihat ada seorang wanita yang sedang bertengkar dengan wanita pujaan ku di sana juga ada Doni kakak nya yang berusaha membantu memisahkan mereka , aku segera datang dan membantu Doni . terlihat semua keluarga nya kaget dengan kehadiran ku begitu pula wanita yang bertengkar dengan calon istri ku ini . mungkin karena aku yang sekarang ini hanya memakai piyama yang kancing baju nya belum aku masukkan sehingga bagian perut ku terpampang jelas , itu karena aku terburu+buru datang , aku yang terbiasa tidur tanpa mengenakan baju jadi saat keluar aku hanya memakai piyama saja tanpa peduli tentang kancingnya.
aku masih mendengar wanita di hadapan ku ini terus memaki Ranti dengan kata yang merendahkan dirinya " hai dasar perempuan murahan , kamu itu sudah di buang oleh Arya kenapa masih berani mengganggu nya , ingat iya dia sudah jadi milikku aku tidak akan membiarkan mu merebutnya lagi " kata Mia sambil terus memaki Ranti .
" hei Mia sadar diri dong siapa yang merebut siapa huh" jawab Doni membela Ranti .
" sudahlah kak Doni tidak usah meladeninya , buang-buang tenaga " jawab Ranti cuek .
" kenapa huh ? ingat iya Ranti aku tidak akan membiarkan kamu kembali dengan Arya , aku tidak akan membiarkan mu merusak rumah tangga ku dan juga jangan gunakan anak-anak mu itu untuk merayu Arya karena Arya hanya akan sayang terhadap putrinya saja yaitu anak ku " teriak Mia .
Ranti yang merasa terus di salah kan pun akhirnya marah .
" dengar iya Mia , aku Ranti aku bisa mengurus anak-anak ku sendiri aku tidak butuh lelaki yang seperti dirinya untuk apa aku merayu dia huh? tanya kan saja pada suami mu itu siapa yang lebih dulu datang mengganggu diriku , ah karena kau sudah di sini aku akan memberitahu mu jika aku sudah punya lelaki lain yang aku cintai , aku tak butuh Arya mu lagi jadi ambil saja " ucap Ranti sambil memeluk tubuh Adrian .
Mia menatap wajah Ranti yang terlihat serius dan memandang Adrian . seketika itu Mia pun pergi tanpa pamit .
" huft pagi-pagi sudah ribut , untung saja dia sudah pergi " gumam Ranti lega karena Mia sudah pergi.
" Ranti apa maksud perkataan mu barusan " tanya Doni , di ikuti Nita dan Winda yang tampak ingin segera tahu .
" hai Doni " sapa Adrian tiba-tiba .
" jadi yang di maksud teman Ranti yang pindah di sebelah itu kamu " kata Doni .
__ADS_1
" teman ? sayang kamu tidak bilang ke keluarga mu tentang hubungan kita " omel Adrian pada Ranti .
" em aku masih belum memberitahu mereka " jawab Ranti canggung.
" jadi kalian sudah berhubungan sampai tahap apa? " kata Nita .
" bukannya kamu pria yang kemarin di vila ?" tanya winda di balas anggukan oleh Adrian .
" Doni , kayak nya mama bakalan segera dapat mantu lagi deh " Winda terlihat senang .
" jadian kalian pacaran ?" selidik Doni
" iya begitulah iya kan sayang " jawab Adrian ,
Ranti pun merasa malu .
" sudahlah pulang lah kerumah mu, aku harus masuk " jawab ranti kemudian pergi kedalam di susul Winda dan Nita sedangkan Doni masih di luar .
" tentu saja " Adrian dengan percaya diri.
" meski dia pernah menjalin hubungan dengan pria laiin "
" iya aku sangat menyukainya aku tidak keberatan dengan semua itu lagi pula itu semua kan masa lalu nya dan anak-anak juga sudah mengakui diriku " kata Adrian dengan bangga .
" bagaimana jika aku tidak setuju dengan hubungan kalian " sanggah Doni
" aku tidak peduli , aku hanya akan memperdulikan perasaan nya jika dia mau bersama dengan diri ku itu saja sudah cukup, aku tak butuh restu dari mu oh iya aku rasa Ranti juga tidak butuh itu karena dia berhak memilih jalan hidupnya sendiri , sudah iya aku harus pulang " jawab Adrian
__ADS_1
" tunggu dulu , oke aku setuju dengan mu tapi jika suatu saat kamu berani menyakitinya aku tidak peduli meski kau punya segala aku akan memberi mu pelajaran " kata Doni memperingatkan .
adrian hanya diam kemudian pergi dari rumah itu .
Sedangkan Ranti yang berada di dalam rumah di penuhi berbagai pertanyaan yang keluar dari mulut Winda dan Nita .
" Ran sejak kapan kamu sama dia ? " tanya Winda .
" iya katanya dia cuma temen mu ?" sahut Nita .
" ahh itu ,, kami masih baru menjalin hubungan kok " jelas Ranti .
" ohh gitu , berarti yang katanya Nathan nemenin kamu kemarin itu dia kan ? " selidik Winda .
" hehehe iya ma , iya itu kan karena terpaksa soalnya hujan nya deras banget ada badai pula dia kesini nya kan bawa motor kasian kalo harus hujan-hujan an, iya Ranti suruh aja dia nginep di sini tapi Ranti sama Adrian gak ngelakuin apa-apa kok " jelas Ranti sambil meringis .
" oh gitu , ganteng mana Arya atau Adrian " tanya Nita tiba-tiba .
" Adrian " jawab Ranti keceplosan membuat dirinya menjadi malu.
" mama setuju kok kalo kamu sama dia , kalian cocok , lain kali ajak dia makan bareng kemari iya " Winda sambil membereskan dapur .
" ah mama mau setuju aja kita kan gak tahu dia asli nya kayak gimana ? " sambung Nita .
" mama lihat dia beneran serius sama Ranti , Ranti dan anak-anak pun juga suka sama nak Adrian , menurut mama memang sudah waktunya Ranti menjalani hidup baru nya dan kita gak usah ikut campur biar Ranti yang nentuin sendiri sesuai kata hatinya kita hanya perlu mendukung keputusannya saja lagian dulu aja di jodoh in kan harapan ibunya Ranti agar dapat yang terbaik tapi di jodoh in malah dapat nya juga kayak gitu " jelas Winda.
membuat Nita merasa tersindir karena perkataan mertuanya itu . Nita hanya bisa terdiam . terlihat jelas jika suami dan mertuanya sangat menyayangi Ranti dan tidak ingin Ranti kembali dengan Arya .
__ADS_1
" oh iya ma , bulan depan mama aku mau ulang tahun , mama datang iya kan sejak saat itu kalian gak ketemu dan sekalian ajak Ranti juga sama anak-anak , mama papa pasti senang banget bisa ketemu cucunya " pinta Nita .
" iya mama sih mau aja tapi kalo ranti kamu sendiri aja yang membujuk nya mama gak mau " jawab Winda .