
sesampainya brian di depan rumahnya, dia langsung keluar mobil dan berlari kedalam rumah.
"sayang.... " ucap brian
brian mencari sinta ke kamar tapi tidak ada juga
" bi sinta dimana bi, " teriak brian karena tidak menemukan istrinya
" aku ada disini mas " ucap sinta yang tengah duduk di dekat kolam renang
brian berlari kecil menghampirinya
"sayang, kamu tidak apa-apa" ucap brian sambil melihat tubuh istrinya atas sampai bawah, depan hingga belakang.
"tenang aku tidak apa-apa mas, tapi ada yang ingin aku ceritakan, "
sinta mengulurkan air minum kepada suaminya
"minumlah dulu kamu lihatan capek sekali "
brian pun menurut saja apa kata istrinya
" sudah sekarang cerita lah, kenapa tiba-tiba kamu menghilang begitu saja " ucap brian yang sudah agak tenang
"tadi ada yang mengabari ku bahwa kamu kecelakaan, aku jelas cemas dan langsung pergi ke bandung tanpa mengabari ponsel mu mas " ucap sinta mulai menceritakan
brian mendengarkan saja
" tiba-tiba sampai di sana aku tidak menemukan mu melainkan dion dan teman-temannya mas " ucap sinta lagi
" Apa.....? " ucap brian mulai emosi
sinta dengan sigap memegang tangan brian memberikan brian isyarat untuk tetap tenang.
brian pun menurut saja, dan lanjut mendengarkan istrinya.
"tenang dulu mas, aku gak di apa-apain mas bisa lihat kan badanku gk ada luka sama sekali" ucap sinta memperlihatkan badannya ke suaminya.
brian melihat sekali lagi badan istri nya memang tidak ada sedikitpun luka.
" terus apa yang dia inginkan? "
" dia minta aku untuk kembali sama dia dan meninggalkan mu, tapi tenang saja mas aku gak sebodoh itu " ucap sinta
" terus.. " brian dengan nada sedikit emosi.
" aku tadi mengiyakan saja permintaannya ..." sinta tidak melanjutkan kata-katanya, sinta ingin menggoda suaminya yang mulai emosi.
" apa maksud kamu mengiyakan untuk pisah denganku, kamu mau pisah denganku, " ucap brian dengan nada sedikit kencang.
sinta justru senyum-senyum melihat ekspresi suaminya yang sedang marah
" mas apa kamu tidak percaya akan cintaku ini, aku mengiyakan dia karena aku ingin pulang mas, aku tau siapa dion kalau aku tidak seperti itu ntah apa yang bisa terjadi denganku dan anak kita " ucap sinta memberi penjelasan pada suaminya.
__ADS_1
wajah brian tampak lebih tenang bahkan terlihat sedikit senyum mendengar penjelasan istri nya.
" syukurlah kalau begitu, aku tidak mau kita pisah sayang, apalagi sekarang ada anak kita disini" ucap brian sambil mengusap perut sinta.
sinta mengangguk dan senyum lebar pada suaminya.
" lalu apa rencana kamu selanjutnya " ucap brian pada istrinya.
" aku juga belum tau mas, yang ku fikirkan saat itu cuma ingin pulang, dia memberimu waktu 3bulan " ucap sinta
brian terdiam dan memandang istrinya lalu berdiri " ya sudah kamu tidak usah fikirkan masalah itu biar aku yang mengurusnya " ucap brian yang sudah mempunyai ide untuk memberi pelajaran kepada dion..
" ya mas aku percaya kamu akan melindungi ku dan anak kita " ucap sinta yang ikut berdiri disamping suaminya.
" aku capek mas, aku ingin tidur "ucap sinta yang mulai berjalan ke arah kamar.
" sayang kok kamu meninggalkan ku, aku tidak mau jauh darimu " ucap brian yang ikut berjalan menuju kamar.
sinta yang sedang rebahan di atas tempat tidur dan di susul oleh brian.
" sayang aku kangen tau, " ucap brian yang sedang memeluk istrinya dan mulai manja.
memang semenjak sinta hamil mereka jarang melakukan hubungan intim.
brian memulai aksinya, mencium pipi lalu bibir istrinya.
" aku kangen sayang" ucap brian lalu melu*m*at bibirnya kembali. sinta pun membalas ciuman suami nya dengan lembut.
" mas pelan-pelan ya jangan sampai mengganggu dede nya " ucap sinta
" siap sayangku " ucap brian
brian kembali menciumi bibir lalu kebawah lagi di leher sampai ke payu*dara, sinta hanya bisa mendesah keenakan.
dia sudah pasrah akan kelakuan suaminya itu.
brian mulai turun kebawah dan sampailah pada titik memasukan pelurunya.
"aku akan melakukan nya pelan-pelan sayang" bisik brian sambil menciumi telinga nya.
sinta pun kembali mendesah..
masuk lah peluru brian kedalam gua sinta, brian mendorong dan menariknya terus menerus sampai di titik dua merasa puncaknya ingin keluar dan mencabut pelurunya keluar.
brian memang tidak pernah memasukkan cairannya kedalam saat sinta sedang hamil.
setelah keluar brian pun rebahan di sebelah sinta dan mencium kening istrinya.
" terimakasih sayang" ucap brian.
sinta pun menoleh ke suaminya, " kenapa harus berterimakasih mas, ini sudah kewajiban ku melayani mu" ucap sinta
" bukan cuma itu sayang, aku mendengar perkataanmu yang mau mempertahankan rumah tangga kita, aku tau dulu kamu sangat mencintai dion, " ucap brian yang mengingat masalalu sinta.
__ADS_1
" udah lah mas jangan bahas masalaluku, itu hal terbodoh yang pernah aku lakukan, aku tidak ingin mengingatnya lagi " ucap sinta menjadi kesal karena brian mulai mengingatkan tentang masalalu nya.
brian tersenyum, " ya gimana ya dulu kamu mau melakukan apapun demi seorang dion sih, " brian mulai membalas menggoda istrinya.
sinta pun menjadi kesal, " iiih mas, kamu itu tau ah, aku sebel sama kamu " ucap sinta yang sedang marah dan membalikan badannya membelakangi brian.
tiba-tiba " auuuwww....aduh" ucap sinta kesakitan.
" kenapa sayang, kenapa? " ucap brian langsung membalikan badan istrinya kembali.
" perutku sakit mas, kayaknya desanya marah deh, karena kamu membuat mama nya marah" ucap sinta
" maaf ya dede sayang, papa cuma bercanda kok " ucap brian mengelus perut istrinya lalu menciumnya.
"jangan buat mama kesakitan ya de " brian mengusap-usap terus perut istrinya.
rasa kram nya pun sudah mulai menghilang.
" gimana sayang masih sakit kah? " tanya brian
sinta pun menggenggelengkan kepala nya.
" makanya lain kali jangan mancing-mancing buat aku marah " ucap sinta sambil. mencubit perut brian yang buncit.
" auuuww.. ssakit sayang " ucap brian yang ganti mengelus perutnya.
" biarin " ucap sinta yang acuh
" iya maaf gak lagi deh, gitu ya wanita giliran di goda malah marah, kalau dia yang goda gak mau kena marah " ucap brian
sinta pun cengar cengir sendiri.
" udah ah sana pergi mandi kamu bau mas " ucap sinta
brian pun menciumi badannya sendiri
"mana ada aku bau, aku gak mandi 3hari aja masih wangi ya" ucap brian.
sinta pun mulai melihat mata brian dengan tatapan yang sedikit lebar, brian pun paham artinya itu.
" oke oke bu bos, " brian pun turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi.
sinta pergi turun untuk menyiapkan makan untuknya dan suaminya.
" bi tadi masak apa " ucap sinta
" masak kepiting asam manis nyonya, "
" wah enak tuh, mana bi biar aku yang bawa ke meja makan " ucap sinta
" jangan nyonya, ini audah tugas bibi, nyonya duduk aja "
sinta pun menurut dan duduk di kursi sambil mengelus perut nya yang sudah buncit.
__ADS_1