
Adrian mengajak Laura berkeliling ke tempat perbelanjaan , ada banyak barang yang di beli oleh Laura , hari ini Laura bagaikan ratu yang dilayani oleh Adrian segala keinginannya pasti akan di kabulkan oleh Adrian .
sedangkan Ranti dan yang lainnya sudah berada dalam perjalanan dan akan melakukan penerbangan ke Negera asal mereka serta meninggalkan Adrian sendiri di sini.
Sore hari mereka berdua pergi berkemah di bawah gunung tepatnya di tepi danau , mereka mendirikan tenda bersama , membuat api unggun dan makan malam bersama , pemandangan malam hari begitu indah langit di penuhi bintang dan cahaya rembulan yang menerangi mereka, keduanya menikmati indahnya malam di bawah sinar bulan langsung , Laura dan Adrian saling mencurahkan kasih sayang satu sama lain apalagi Adrian telah memberikan sebagian besar aset miliknya di luar negeri kepada Laura sebelum mereka kembali sebagai tanda keseriusan Adrian pada hubungannya kepada Laura lebih dari Ranti , bagai kejatuhan durian runtuh Laura sangat bahagia apalagi Adrian sudah sepenuhnya berada dalam kendali Laura .
Malam begitu sunyi yang ada hanya suara mesra dari keduanya yang memadu kasih di dalam tenda .
tak lama berselang suara tembakan berasal dari dalam tenda tersebut .
Adrian memegangi dada sebelah kirinya yang berdarah karena tembakan yang di lancarkan oleh Laura , Laura tersenyum puas karena berhasil melukai Adrian dan mencapai tujuannya .
" kenapa kamu melakukan nya Laura ?" sambil menahan sakit di dada dan juga berusaha menjauhkan Laura yang masih berada di atas tubuhnya.
Laura tersenyum lalu kembali menembak bagian dada Adrian sebelah kanan membuat pria itu sekarat dan kehilangan banyak darah , Adrian menitikkan air mata dia tidak menyangka jika Laura bisa melakukan hal sekejam ini padanya,
Laura tertawa saat melihat Adrian yang sedang sekarat dan begitu menyedihkan " hahaha kamu tidak akan menduga bukan jika seorang Adrian penguasa dunia bawah dan seorang pembunuh terkenal akan mati di tangan wanita nya sendiri ! dengar Adrian aku sudah merencanakan semua ini sedari dulu, aku melakukan ini semua demi membalaskan dendam kekasih ku yang kamu bunuh dengan cara yang begitu keji ! bukan itu saja setelah aku berhasil membunuh mu dan mengambil harta mu aku juga akan membuat seluruh keluarga mu menderita ! " Laura begitu menikmati saat terakhir Adrian yang sekarat tanpa ada yang bisa menolongnya.
Laura menyeringai puas saat Adrian menghembuskan nafas terakhirnya , dia lalu memanggil bawahan nya yang telah berjaga di luar untuk membereskan mayat Adrian dan menceburkannya ke dasar danau .
Laura berdiri sambil menghisap rokok nya , sungguh dirinya merasa lega namun dia seakan merasa sangat mudah menghabisi Adrian " aku kira dia berbeda ternyata sama saja dengan pria lain " sambil menendang tubuh Adrian .
sebelum mayat Adrian di cebur kan ke danau , ada suara tepuk tangan dan tawa seorang pria yang membuat Laura langsung mengangkat senjatanya .
__ADS_1
suara itu berasal dari salah satu kelompok bawahan nya yang memakai topeng .
" kenapa kamu tertawa ?" Laura berjalan mendekat sambil menodongkan senjata miliknya dan menyuruh anak buahnya untuk menangkap pria yang sedang menertawakannya .
tidak ada satupun dari bawahannya yang bergerak sesuai perintah malah sebaliknya kini Laura yang di tangkap oleh anak buahnya sendiri .
pria misterius itu membuka topeng dan Laura langsung kaget melihat wajah pria yang ada di hadapannya .
" Adrian ? lalu yang tadi aku bunuh siapa ?" gerutunya sambil melihat Adrian yang tergeletak.
" kenapa kaget ! bukanya kamu harus senang karena suami mu ini masih hidup Laura sayang ? " dengan nada yang sedikit menekan di setiap kata .
" tapi sayang sekali karena yang menikahi mu itu adalah pria yang tergeletak di sana , oh aku hampir lupa memberitahu mu jika pria yang begitu mirip denganku itu merupakan salah satu bawahan dari ayahmu yang sangat mencintaimu hingga dia rela mengubah wajahnya supaya bisa berada di sampingmu dan melindungi dirimu dariku tapi sayang dia harus mati di tangan wanita yang dia cintai " Adrian berbalik menodongkan senjata tepat di kepala Laura, wanita itu langsung saja lemas dan ketakutan apalagi sorot mata Adrian seakan gelap dan suasana juga menjadi begitu hening .
" sejak awal aku sudah tahu bahkan sebelum kalian menjalankan nya aku sudah tahu " jawab Adrian.
Laura lalu tertawa dengan sangat keras " hahahaha aku tak menyangka usahaku selama ini gagal dengan begitu mudah dan aku pun sampai masuk dalam jebakan ku sendiri ! tapi bagaimana cara kamu mengetahui nya huh ! " Laura tertawa bagaikan orang gila .
" tentu saja selama ini aku telah mengirim mata-mata diantara kelompok kalian dan perlahan - lahan aku juga mengambil alih sebagian pengikut ayah mu , aku sudah tahu tujuan mu dan ayahmu karena ingin membalas calon tunangan mu yang tertembak olehku , kamu juga bekerja sama dengan Diana untuk menjebakku dan menguras harta ku tapi ingat bukan cuma kamu saja yang memiliki dendam tapi aku juga , aku akan membuatmu membayar setiap hal yang kamu lakukan pada adik perempuan ku hingga membuatnya depresi dan mengakhiri hidupnya " timpal Adrian .
" hahaha ternyata kamu terus mencari penyebab meninggalnya adikmu yang sudah kotor itu! yang sudah di sentuh entah berapa banyak pria "
" oh iya meskipun kamu tahu semuanya Ranti dan keluarga mu yang lain sudah kecewa padamu, semua sudah terlambat Adrian , aku juga sudah mengirim orang untuk menangkap istri mu dan ayah ku juga pasti akan segera datang menolong diriku " imbuh nya
__ADS_1
" mereka sudah tahu dan mereka hanya bersandiwara saja agar kamu tidak curiga, dan mereka sudah berada di tempat yang aman oh iya mengenai ayahmu kurasa dia sendiri pasti sudah menjadi kaku dan kehabisan nafas karena tidak dapat membuka peti matinya sendiri" ungkap Adrian , Laura semakin histeris dan mengeluarkan kata-kata laknat dari mulutnya .
penghinaan Laura pada sang adik membuat Adrian murka dan menyuruh bawahannya melakukan hal yang sama pada Laura seperti yang Laura lakukan dulu pada sang adik . Laura tentu saja ketakutan dan meronta saat dirinya di permainkan oleh bawahan Adrian , Adrian hanya menonton adegan itu sambil duduk di sebuah kursi .
Melihat dan mendengar sendiri teriakan Laura , hingga saat Laura sudah tidak berdaya di penuhi lebam di sekujur tubuhnya dia merangkak ke kaki Adrian .
" Adrian aku mohon maafkan aku tolong jangan bunuh diriku Adrian ,jika kamu membunuhku kamu tidak akan pernah tahu siapa wanita yang sudah tidur dengan mu sepuluh tahun yang lalu dan kamu tidak akan bisa menemukan dirinya dan anak mu " Adrian menendang Laura agar menjauhi dirinya .
" jadi kamu yang sudah menjebak sahabatku " bentak Ranti yang sudah ada di tempat itu juga.
Ranti langsung menjambak rambut Laura hingga sang pemilik merasa kesakitan , mata Ranti memerah sambil menahan air matanya untuk tidak keluar .
satu dua tiga bahkan lebih tamparan mendarat pada wajah Laura , Ranti sangat marah saat dia tahu jika apa yang terjadi pada Bella adalah ulah Laura.
Adrian langsung menghentikan Ranti dan menjauhkannya dari Laura yang sudah tidak sadar kan diri " lepas Adrian ! aku ingin dia membayar semua yang dirasakan Bella , aku ingin membalasnya !" teriak Ranti histeris .
Rasya dan Sarah juga ikut menenangkan Ranti agar dia bisa merelakan Bella dan biarkan Laura mendapatkan hukumannya sendiri .
Saat polisi datang , Laura tiba-tiba menodongkan pistol kearah Adrian sontak membuat semuanya kaget dan
suara tembakan terdengar tapi tembakan itu mengenai kepala Laura hingga membuatnya mati di tempat .
ternyata seorang polisi langsung menembak mati Laura di tempat .
__ADS_1