ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 127


__ADS_3

malam hari di penginapan, semua penghuni tempat itu menghabiskan waktu di kamar masing- masing disebabkan cuaca disana terlalu dingin begitupula Ranti dan Adrian yang berbaring di atas kasur , Ranti yang menonton film sedangkan Adrian sibuk dengan laptop miliknya.


" besok aku mau pergi ke perkebunan anggur " celetuk Ranti membuka pembicaraan antara dirinya dan Adrian .


" iya besok kita akan pergi kesana " jawab Adrian namun fokusnya masih berada pada layar laptop.


" tapi aku juga ingin berkuda " Sambung Ranti .


" kamu sedang hamil jangan lakukan hal yang berbahaya seperti itu " jawab Adrian melarang istrinya. Ranti bersandar pada dada bidang Adrian , mengamati apa yang sedang Adrian kerjakan .


" emang kalo hamil gak boleh berkuda ?" tanya Ranti sambil memainkan jarinya pada dada Adrian .


" entah lah " jawab Adrian singkat , Adrian mematikan laptopnya dan menaruhnya di meja seakan tahu jika istrinya tidak ingin Adrian menghabiskan waktu liburan dengan bekerja . Kini Adrian menemani Ranti menonton tv , giliran Ranti yang sekarang mengotak Atik ponselnya , dia menanyakan hal tentang berkuda pada Anne dan Anne menjawab jika tidak masalah asalkan berhati-hati, mengetahui hal itu Ranti jadi semakin semangat untuk menyambut hari esok .


" ngapain kamu senyum-senyum sendiri ?" tanya Adrian ,


" barusan aku tanya Anne soal bumil berkuda dan katanya boleh asal hati-hati " jawab Ranti .


" tapi aku sebagai suami tidak setuju " Adrian tetap saja melarang Ranti untuk berkuda , Ranti tidak kehabisan cara dia pun merayu Adrian hingga Adrian memilih mengalah dan mengijinkan Ranti berkuda namun harus dalam pengawasan dirinya .


Ranti hari ini begitu semangat , apalagi Adrian telah mengijinkannya untuk berkuda , Ranti dan Adrian berkeliling kebun anggur dengan mengendarai sepeda dan di pandu oleh peta , Ranti berada di belakang dengan di bonceng Adrian , pemandangan kebun anggur yang luas dan udara begitu sejuk membuat pasangan suami istri itu betah berada di sana .


Ranti sempat meminta Adrian untuk berhenti , Ranti ingin mencoba anggur di sana karena warna yang cantik serta banyaknya buah anggur disana membuatnya tergoda .

__ADS_1


Adrian sempat melarang namun Ranti tetap memaksa sang suami " Ranti, itu anggur untuk wine rasanya pasti tidak enak " kata Adrian , Ranti tetap saja memetik sebiji buah anggur yang dirasa sudah matang " Ranti , itu kotor " kata Adrian mencoba melarang Ranti memakannya sebelum di cuci . Ranti mengabaikan Adrian dan memakan buah anggur itu .


seketika mata Ranti menyipit dan langsung memuntahkan anggur Yang ada dalam mulutnya " asam sekali " Adrian tertawa karena ekspresi Ranti saat memakannya begitu lucu , Adrian langsung diam saat Ranti melirik ke arahnya seakan menyalahkan Adrian " kan aku sudah bilang kamu tetap saja tidak mau mendengar " sambil menahan tawa


" iya aku salah , puas " ujar Ranti sambil cemberut .


" jangan ngambek iya , nanti aku ajak kamu makan yang manis-manis " rayu Adrian agar Ranti tidak marah lagi , keduanya pun melanjutkan perjalanan mereka, sampai di sebuah pabrik wine di sana Ranti juga dapat melihat bagaimana proses pembuatan wine , Selandia baru merupakan negara yang bertemperatur udara dingin , memiliki musim panas kering yang panjang dan hangat di siang hari dan sejuk di malam hari menjaga rasa buah anggur tetap masam , tanah yang dangkal dan cepat meresap air dengan tingkat kesuburan rendah menghasilkan anggur berkualitas serta memiliki udara yang bersih dan asri sehingga tak heran jika Selandia baru merupakan penghasil wine berkualitas di dunia salah satunya adalah Pinot Noir .


Ranti dan Adrian juga di persilahkan untuk mencicipi wine asli dari sana, saat akan mencoba Adrian melarang Ranti karena dirinya sedang hamil sehingga Adrian sendiri yang mencicipi wine tersebut .


" bagaimana rasanya ?" tanya Ranti penasaran .


" rasa wine " jawab Adrian , Ranti yang mendengar jawaban suaminya itu merasa bertanya pada suaminya ternyata sia-sia .


pasangan suami istri itu menikmati makan siang mereka dengan senang tanpa pengganggu .


di penginapan Sarah mengoceh ke sana kemari karena tidak di ajak Adrian dan Ranti pergi jalan-jalan .


" seharusnya tadi aku bangun lebih pagi jadi tidak akan ditinggal seperti ini , huh ! awas saja saat mereka kembali " Rasya hanya diam duduk di kursi sambil membaca buku . Sarah pun ikut duduk di sebelah Rasya " sudah selesai ?" tanya Rasya .


" aku ingin jalan-jalan " rengek Sarah pada Rasya .


" tadi Adrian bilang hari ini kita disuruh diam saja untuk istirahat , besok baru boleh pergi jalan-jalan " ungkap Rasya

__ADS_1


" kenapa kamu tidak bilang dari tadi kalau kak Adrian bilang begitu ?" tanya Sarah .


" bilang pun kamu juga tidak akan percaya , makanya aku biarin kamu kesal dulu " jelas Rasya .


" senang iya melihat ku begitu ? Rasya menjawab dengan mendekatkan diri pada Sarah " cukup terhibur saja " bukannya marah Sarah malah merasa malu apalagi jarak keduanya hanya beberapa senti saja .


berbeda dengan Laura begitu sibuk menghubungi sang ayah yang dari kemarin belum ada kabar . Laura sempat panik namun setelah menerima pesan tentang keberadaannya batinnya merasa lega , beberapa menit setelahnya Laura memutuskan untuk pergi keluar .


" maaf saya harus pergi sebentar, jika tuan Adrian pulang tolong katakan padanya jika saya akan pulang larut malam " pamit Laura .


setelah Laura pergi , Sarah memperagakan cara Laura berbicara , baik ekspresi dan gerakan tubuhnya , membuat Rasya tertawa .


" baru kali ini melihatmu tertawa lepas seperti itu " batin Sarah ikutan senang .


di tempat lain , Adrian dan Ranti yang selesai menikmati makan siangnya pergi ke sebuah desa wisata yang menjadi tempat suting sebuah film terkenal , Ranti dan Adrian beberapa kali mengambil foto di sana dengan berbagai pose dan background dari tempat wisata itu mereka menghabiskan waktu hingga sore , di sore hari adrian dan Ranti menikmati sunset dari sebuah tepi danau , keduanya duduk berdua , Ranti berada di depan Adrian lalu bersandar pada tubuh Adrian .


" senang iya jika kita bisa tinggal disini" sambil melihat ke arah danau .


" jika kamu bersedia kita bisa pindah kemari " sambung Adrian sambil mengelus rambut Ranti .


Ranti menoleh ke belakang , tepatnya ke arah Adrian .


" benarkah ? kalau begitu saat anak-anak kita sudah menjalani hidup mereka masing-masing aku ingin kita memiliki rumah kecil di tepi danau , aku ingin menikmati masa tua dengan tenang bersama mu Adrian " kata Ranti penuh harap. Adrian mencium kening Ranti seraya berkata " aku tidak bisa berjanji karena hidup ku penuh dengan bahaya namun aku akan berusaha untuk mewujudkan nya Ranti , aku harap kamu akan menemani ku sampai malaikat maut yang menghampiri " Adrian mencium bibir Ranti .

__ADS_1


__ADS_2